NovelToon NovelToon
Kau Pasti Menyesal!

Kau Pasti Menyesal!

Status: tamat
Genre:Patahhati / Balas Dendam / Romantis / Mengubah Takdir / Selingkuh / Cerai / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Reski Muchu Kissky

Ini karya fiksi semata.

⚠️ Warning, novel ini akan menggangu psikologis anda, jadi harap bijak membaca!⚠️

Bak tersambar petir, ketika Fi Saeadat mendapati sang suami dan adik kandungnya Dewi bermain di atas ranjang yang menjadi saksi bisu perjalanan cintanya selama ini.

Fi yang murka pun memberi sang adik pelajaran. Namun Asir sang suami yang telah mati nurani, membalas tindakan Fi, dengan menghajar tubuh istrinya secara membabi buta dan hampir meregang nyawa di hadapan kedua buah hatinya.

Akankah Fi mempertahankan rumah tangganya?
Atau ia bangkit dan membalas perbuatan keduanya?
Ikuti terus kisah perjalanan hidup Fi Saeadat di novel Kau Pasti Menyesal!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reski Muchu Kissky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 (Tak Pantas)

Fi pun beranjak ke ruang makan, setelah wanita malang itu selesai makan, ia menuju ke kamar kedua putranya.

Pintu kamar yang terbuka membuat Fi dapat mendengar suara tangisan Andri, ia pun bergegas masuk ke dalam kamar.

“Nak, anak mama...” Fi meminta anaknya dari gendongan suster.

“Sstt sstt.. mama disini nak, mama disini...” Fi memeluk putranya dengan erat.

Namun karena wajah bengkak Fi belum sembuh, Andri tak dapat mengenali ibunya.

Hiks..!!

Tangis bayi kecil itu pecah, karena takut pada wajah Fi yang menakutkan.

Lalu Emir yang terlelap bangun dari tidurnya. “Mama sudah pulang?” Emir pun bangun dari ranjang.

“Iya sayang.” sahut Fi yang sibuk memberi Andri asinya, namun Andri kecil terus mendorong tubuhnya.

Emir, sang abang yang begitu menyayangi adiknya membuka kedua tangannya.

“Berikan Andri pada ku ma, aku akan memeluknya biar enggak nangis lagi.” karena Fi tak dapat menenangkan putranya, ia pun memberikan Andri ke pelukan Emir.

“Ade... jangan nangis lagi ya, mama kan sudah disini, ini mama.” Emir menunjuk ke arah ibunya yang duduk di atas ranjang.

“Nda... bukan mama... mimi... Mimi... hiks... mimi mama...” Andri kecil menangis seraya meminta susu ibunya.

“Ini mama ade, ade enggak boleh gitu, rindu mama kan? Mama lagi pakai masker, makanya wajahnya jadi jelek.” kemudian tangis Andri pun mereda. Dan melihat ke arah Fi.

“Mama?” ucap Andri.

“Iya, mama, ayo kita peluk mama.” Emir pun menyerahkan kembali adiknya pada Fi, kemudian Emir memeluk ibunya, begitu pula dengan Andri.

“Mama... Andli lindu..” suara lucu yang keluar dari mulut putranya membuat Fi menangis, pasalnya, bibir mungil putranya mencong ke kiri.

“Ayo de, minum susu ya.” Berkat bujukan dari Emir, Andri mau meminum asi Fi.

Andri yang menghisap susu ibunya begitu rakus, seolah tak di beri minum selama 1 bulan.

”Mama, papa masih marah ya pada kita?” pertanyaan dari Emir membuat Fi bingung untuk menjawab apa.

“Ehm, itu... ya, papa masih marah.” dengan berat hati Fi mengakuinya.

“Papa kok jadi jahat ya ma? Pada hal dulu baik sama kita, apa mungkin ini karena tante Dewi?” ucap Andri yang seolah tahu sesuatu.

“Enggak kok nak, ini karena papa lagi kacau saja pikirannya.” meski suami dan adiknya berbuat jahat padanya, namun Fi tak ingin, jika putranya membenci sang ayah dan adiknya. Fi juga tak ingin membebani pikiran putranya yang mungkin saja trauma pada apa yang ia lihat kemarin.

“Mama pasti enggak tahu kalau tante tertawa saat mama di pukul papa, dan aku juga pernah lihat papa dan tante tidak pakai baju di kamar, mereka main kuda-kudaan.” pengakuan Emir membuat mata Fi membelalak.

“Nak, kapan kau lihat itu?” tubuh Fi bergetar, ia tak menyangka putranya tahu banyak mengenai adik dan suaminya.

“Dari kapan ya ma? Emir lupa soalnya, papa dan tante bilang pada ku, kalau mereka hanya main-main, papa juga bilang, kalau tante sedang mengobati papa, karena mama enggak bisa memijat papa kalau masuk angin.” Fi hampir pingsan mendengar penjelasan Emir.

Di usia putranya yang masih dini, sudah melihat sang ayah bercinta dengan saudari ibunya sendiri.

Fi tak tahu harus berkata apa pada Emir, sebab yang Emir lihat bukanlah hal yang bisa di jelaskan secara gamblang.

“Oh, begitu ya nak.” Fi memijat pelipisnya yang terasa pusing.

“Mama, Emir enggak mau lagi ketemu papa, Emir takut kalau nanti papa memukul ku atau Andri lagi.” ternyata Emir merasa traumal dengan apa yang ayahnya lakukan.

“Iya nak.” tak ada yang dapat Fi katakan pada anaknya. Karena menjelaskan yang sebenarnya pada Emir hanya percuma, sebab Emir belum mengerti perihal orang dewasa.

Malam itu, Fi dan kedua anaknya tidur bersama.

Keesokan harinya, Fi bangun dari tidurnya, kemudian ia membersihkan kamar anaknya. Setelah itu, ia memandikan Emir dan Andri secara bergantian.

Setelah kedua anaknya rapi, ia pun keluar dari dalam kamar.

“Cucu nenek sudah ganteng...” Alisyah yang kebetulan di ruang tamu menggendong Andri.

“Kami sudah mandi nek, nenek sudah mandi belum??” tanya Emir.

“Belum, nenek mandinya itu siang, bukan pagi, hehehe...” Alisyah mencium kening Emir.

“Jangan cium! Nenek bau!” Andri meledek neneknya.

Meski masalah menimpah dirinya, namun Fi masih bisa tersenyum berkat anak-anaknya yang lucu.

_____________________________________

Dewi dan Asir yang sedang bersantai di datangi pengacara pribadi mendiang ayahnya.

“Permisi tuan, pengacara mendiang ayah tuan ada disini,” ucap Wina.

“Benarkah?” Asir pun berdiri dari duduknya, untuk menyambut tamu penting tersebut.

“Selamat pagi pak Asir.” Ridho sang pengacara pribadi Reno, menjabat tangan Asir.

“Pagi juga pak.” Asir menerima jabatan tangan Ridho.

“Maaf pagi-pagi datang mengganggu waktu luangnya.” mata Ridho beralih pada Dewi yang duduk santai tak menjabat dirinya.

“Tidak masalah pak, silahkan duduk.” Asir mempersilahkan Ridho duduk.

Ridho pun duduk di sofa yang ada di hadapan Asir dan Dewi.

“Bu Fi mana pak?” tanya Ridho, karena ia tak menemukan nyonya rumah tersebut dimana-mana.

Dewi yang tak suka pengacara itu menanyakan kakaknya memutar mata malas.

“Dia lagi pulang ke rumah mertua ku pak,” ucap Asir.

“Oh, lalu, siapa wanita ini?” Ridho sangat penasaran dengan Dewi.

“Dia...”

“Saya calon istrinya!” Dewi memotong perkataan Asir yang belum selesai.

Sang pengacara menatap aneh dan tak percaya dengan apa yang ia dengar.

“Bukan pak, ini adik ipar saya.” pengakuan dari Asir membuat netra Dewi membelalak. Ia sungguh tak suka Asir menyembunyikan hubungan mereka.

“Begitukah pak?” Ridho mengangguk penuh makna.

“Oh ya, ada perlu apa bapak kemari?” Asir merasa penasaran akan kedatangan sang pengacara yang begitu tiba-tiba tanpa memberi tahu apapun.

“Saya kemari, untuk membacakan dokumen surat warisan dari mendiang pak Reno.” Dewi dan Asir mengernyitkan dahi bersamaan, pasalnya, setahu mereka, Asir adalah pewaris utuh dari semua harta yang di miliki ayahnya.

“Maksudnya bagaimana ya pak?” tanya Asir.

“Maka dari itu, saya butuh bu Fi dan kedua anak bapak disini, agar sama-sama mendengar putusan yang di buat mendiang sebelum ia meninggal, dan surat-surat ini sudah di notariskan dan juga sudah di sahkan dalam pengadilan,” terang Rhido.

“Bapak bacakan saja sekarang, nanti saya akan memberitahu anak dan istri saya,” pinta Asir.

“Sebaiknya bu Fi dan anak-anak di suruh pulang saja pak, saya bersedia menunggu,” ucap Ridho.

“Tapi istri saya baru pergi, bapak bisa memberitahu saya terlebih dahulukan?” Asir semakin penasaran dengan isi surat tersebut.

“Betul, bacakan sekarang apa susahnya pak? Nanti kalau mereka datang, ya tinggal bacakan ulang.” Dewi begitu kesal dengan pengacara mendiang mertua kakaknya.

...Bersambung......

1
Rahma Waty
semoga cek d simpan Fi.Fi jg JD bodoh terus.tau aja suami adik jahat.mau aja d jahatin terus
Rahma Waty
aku bacanya JD lompat" juga hah
Ratna Ningsih
cerita ini ko jelek banget masa di siksa ga lapir polisi klu bikin cerita ga gini amat ko ada seorang adik dn suami kejam
Akun Lima
ngemis bintang lima tapi gak ada karma buat si sir goblok kau thor
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Kasihan nasib Fi udh pincang
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Parah ini mah
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
laki-laki model begini pengen Ry bogam deh 🤜🤜🤜🤜
Ayu FangFan Virginia
pak Yudi,,,,pak Yudi,,,sejak Bapak berstatus DuRen,,,kelakuan Pak Yudi berubah,,,dari yang Ber-Damage banget,,langsung berubah jadi Somplak,,,🤣
Ayu FangFan Virginia
sumpah,,,dari Episode ke dua sampe di episod ini,, air mataku sllu aja netes stiap membaca,,😭😭😭😭,,Krena sbagian perjalan hidup yang Fi alami,,itu pernah aku alami,,tapi paparan yang di alami Fi dlm cerita ini,jauh lebih Biadab juga kejam.,!,👿👿👿👿👿
Tri Utari Agustina
Cerita bagus banget thor semangat semoga novel lancar dan sukses selalu
Sari Komalasari
lucu ya Andri.. ternyata dia jdi punya ilmu cari muka Thor😁
IG: Saya_Muchu: sekarang aku nulis di F kak, baca karyaku ya kak napen masih sama
total 1 replies
Sari Komalasari
setan asir
Tri Utari Agustina
Semoga azad terhadap dewi dan suaminya
Tri Utari Agustina
Semoga suami dipenjarakan karena kdrt
Nawalia Mohdlekat
buat stres je bace novel awak ni
Aris Aris
🐃🐃🐂🐂🐂🐂🐏🐃🐃🐃🐂🐃🐃🐄🐃🐃🐄🐄🐄🐷🐷🐫🐖🐖🐖🐫🐖🐖🐖🐖🐫🐑🐏🐽🐽🐽🐗🐗🐗🦄🐈🐈🐵🐒🐒🐕🐩🐺🐺🐱🐱🐱🐱🐖🐖🐪🐪🐪🐪🐐🐐🐐🐑🐏🐏🐂🐽🦄🦄🦄🦄🦄🐗🐗🍁🍁🍁🍂🍁🍁🌳🍁🍁🍁🍁🍂🍂🍁🍂🍂🍂🍂🍂🍂🌴🍂🌵🍃🍂🍃🍃🍃🌾🌾🌿🌵🌳🌴🌵🌴🌵🌾🌾🌿☘🍀
Naraa 🌻
Tapiii Fi emg bodoh sih bukannya mengamankan aset dan main elegan ini langsung disamperin
Naraa 🌻
Gilaaaa ini udh di luar batas KDRT trus si Dewi adek sendiri tega bgt sama KK nya nama aja yg Dewi tp kelakuan iblis
Yoma Amanda
sedihhh bikin nangis baca nya
Omar Diba Alkatiri
Thor tiap buka pintu bunyi kriet kayak pintu dari Bambu hehehe kupikir rumah orang kaya ga ada bunyi Pintunya
IG: Saya_Muchu: sekarang aku nulis di F kak, napen masih sama, mampir ya kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!