Rara wijaya wanita yang cerdas, baik hati dan termaksud gadis pemberani. Dia harus menikah dengan Rendy Handoko seorang CEO muda. Pria yang memiliki penampilan yang tampan dan kepribadian yang sombong.
Dari awal pertemuan mereka sudah mengibarkan bendera perang.
Rendy merasa Rara menikahinya karena harta. Oleh karena itu Rendy selalu berkata kasar kepadanya.
Sementara itu Rara yang memiliki kepribadian ceria harus berubah seratus delapan puluh derajat untuk meruntuhkan kesombongan suaminya.
Tidak ada hari tanpa keributan dan kecemburuan di antara pasangan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ylfrna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 13
Rara tahu ia juga memiliki perasaan, terkadang Rara menyadari Rendy juga berhati lembut. Ia masih menahan darah yang keluar dari telapak tangan Rara dan mulutnya berteriak memanggil Pak Joko. Beberapa saat Rara memperhatikannya lalu menarik tangannya dari genggaman Rendy
"Iya tuan?" Jawab Pak Joko dari sudut dapur
"Bawa P3K kesini" Suruh Rendy dan Pak Joko langsung tersenyum melihat kebaikan tuan mudanya
Tidak hanya tangan yang terluka. Rara juga tidak sengaja menginjak serpihan kaca itu. Rendy mengalihkan tatapannya ke arah kaki Rara yang sudah di penuhi oleh darah. Sedangkan matanya masih menangis menahan perih.
Hal yang tidak pernah Rara duga Rendy langsung mengangkat tubuhnya ke ranjang tidur. Ia mendudukan Rara di tepi Ranjang lalu ia berjongkok membersihkan serpihan kaca di kaki istrinya.
Pak Joko yang melihat itu tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Ia hanya meletakkan sekotak obat di samping Rara.
Rendy meraih kotak obat itu dan membersihkan luka di kaki Rara sebelum di kasih obat merah.
Ketika kakinya di bersihkan dengan air alkohol, Rara kembali meringis kesakitan. Kata Rendy serpihan kaca kecil sudah masuk ke telapak kakinya. Tanpa menunggu apa-apa lagi. Rendy kembali mengangkat tubuh Rara dan membawanya ke dalam mobil.
Ia mendudukkan Rara tepat di sampingnya. Rendy mengambil alih kemudi dan segera membawa Rara ke rumah sakit dekat rumah dimana mereka tinggal.
Rara tidak berhenti menatapnya, Rara bertanya-tanya ada apa dengan dirinya? Kenapa dia memperlakukan Rara dengan baik, apa dia sudah sadar dengan ucapanya yang tadi, entahlah, saat ini Rara hanya perlu berterimakasih kepada dirinya
Hanya lima belas menit perjalanan, mereka sampai di rumah sakit. Dan ketika Rendy membukakan pintu dan menyentuh bahu Rara, Rara menggelengkan kepala dan tidak ingin keluar,Rara ingat kejadian di kafe itu, dimana orang-orang menertawakannya jika mereka melihat Rara terluka bisa saja mereka berfikir Rara sedang mencari perhatian kepada Rendy, sungguh! Rara tidak memiliki pikiran seperti itu
"Aku malu!" Ucap Rara menatap Rendy
"Makanya diam aja tidak perlu banyak bicara!" Sahut Rendy dan kembali mengangkat tubuh Rara, Rara sedikit tersenyum melihat wajahnya dari jarak yang sangat dekat. Dan di sepanjang koridor rumah sakit Rara menutup wajahnya dengan tangan sebelah yang tidak terluka
Rara langsung mendapatkan penanganan medis dan di dalam ruangan itu ia juga di temani oleh Rendy. Sakitnya luar biasa ketika serpihan kaca itu di keluarkan dari kaki. Rara menarik tangan Rendy dan menggenggam tangan itu sekuat mungkin. Rendy melihat ke arahnya yang sedang meringis kesakitan dan tangan sebelahnya lagi menutup mata Rara, aahhh dia memang bisa meluluhkan hati seseorang, marahnya seketika hilang kepadanya, rasanya Rara ingin melihat wajahnya kembali.
Serpihan kaca itu berhasil keluar dan dokter membersihkan luka di kaki dan tangan Rara. proses yang terakhir mereka membalutnya dengan perban.
"Obatnya boleh di ambil di luar Pak" Suruh Dokter itu dan seorang perawat juga memberikan kursi roda kepada Rendy
Rendy mendorong Rara keluar dan ia menyelesaikan pembayaran administrasi sesudah mengambil obat.
di saat Rara menunggu Rendy yang sedang membayar administrasi dan di saat itu juga Orang-orang menatap Rara dengan tatapan aneh dan berbisik ria. Rara tidak mengerti, kenapa mereka senang sekali mengurus rumah tangga orang
Rara menundukkan kepala dan berharap Rendy segera membawanya pergi dari sini
"Kau sudah berhasil membuat aku di tertawakan oleh orang-orang di seluruh negeri ini!" Tutur Rara ketika Rendy meletakkan obat di pahanya
Rendy melihat ke sekeliling tempat itu dan benar orang-orang sedang menatap ke arah mereka berdua. Rendy bagi Rara adalah manusia yang aneh, buktinya ia langsung merebut ponsel orang yang duduk bersebelahan dengan Rara. Ia mendapati wanita itu sedang menonton video kejadian di pesta malam pernikahan mereka berdua.
Rendy merasa geram sehingga membanting ponsel orang yang tidak di kenalnya itu.
Rara yang melihat kejadian itu langsung terkejut, Rara heran kenapa dia suka sekali mencari masalah kepada orang yang tidak di kenalnya, Rara melihat raut wajahnya di penuhi amarah
"Minta ganti ke perusahaan Bluemoon Grup" Ucap Rendy mendorong kursi roda lalu meninggalkan tempat itu
Sesampai di mobil, Rara kembali menatap Rendy yang berubah 180 derajat. Dan kamu tahu hanya dalam waktu satu menit saja aku sudah bisa mencintai Rendy tatkala pria itu menghubungi seseorang dan meminta menghapus video yang saat ini sedang trending di dunia maya.
Rara tersenyum mendengar itu dan untuk pertama kalinya juga Rara tersenyum dengan sangat tulus karena Rendy melakukan hal yang bisa membuat Rara menyukai pria itu.
Tidak butuh waktu lama baginya untuk mencintai pria yang memberikan ia perlakuan istimewa
Rara tidak mengerti dengan perasaannya. hanya saja Rara sungguh tersentuh dengan perlakuan manisnya, Rara tidak peduli dia mencintainya atau tidak, baginya ini perasaannya dan biar Rara yang mengurusnya sendiri, perihal dia kepada Rara, ia tidak peduli lagi.