NovelToon NovelToon
COOL BOY GUS FASHAN

COOL BOY GUS FASHAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 5
Nama Author: Melaheyko

COOL BOY GUS FASHAN

🌸SEASON DUA DARI USTADZ MUDA ITU SUAMIKU🌸

Seorang pria gagah, tampan, pemalu dan dingin. Sangat menyayangi keluarganya. Seorang pria berumur 25 tahun, Muhammad Fashan Ali Zainul Majdi. Si sulung dari 4 bersaudara.

Kisah cintanya tak berlangsung mulus, apalagi saat dia dituduh atas perbuatan yang tidak pernah dia lakukan. Namun, walaupun begitu. Dia adalah pria yang taat agama dan Sholeh. Menginginkan pasangan terbaik, bahkan keislamannya pun sangat berharga untuk nya. Gus Fashan adalah seorang pebisnis muda, guru dan pengurus pesantren keluarganya Al Bidayah. Karena kejadian malam itu, setelah yakin dengan sholat istikharah. Dia menikahi seorang gadis yang memiliki sifat tidak jauh-jauh darinya, dingin, cuek, galak dsn ketus. Gus Fashan berusaha menjadi sosok yang baik untuk istrinya tercinta Raihanah Sufu Embrace, 22 tahun, santriwati baru di pesantren. Gus Fashan berusaha menjadi pencair suasana, jika dia masih bersikukuh dengan sikap cueknya, entah bagaimana rumah tangga nya dengan Raihanah. Gus Fashan akan terus berusaha mendapatkan penerimaan yang ikhlas dari istrinya, walaupun sulit dan memerlukan waktu. Akankah si ketus Raihanah luluh? kita simak kisahnya..

Happy reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melaheyko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Usaha mendekati Raihanah

Kedua mata Raihanah masih melotot, memperhatikan tangan gus Fashan lalu beralih menatap wajah pria itu dari samping.

"Sakit" Bian meringis, Raihanah tersadar dari lamunannya dan bingung harus bagaimana.

"Gus lepas, itu tangan orang bisa patah" ujar Raihanah berbisik. Suaranya begitu lembut terdengar di telinga gus Fashan, tangan gus Fashan akhirnya melemah, cengkraman kuatnya melonggar dan tangan Bian terlepas.

"Sialan" umpat Bian di hadapan gus Fashan.

"Apa lu bilang Bian, ngomong sekali lagi gue patahin tulang leher lu ya Bian" tegas Raihanah, dia kepalkan tangan nya yang mungil itu, dengan jemarinya yang lentik dan mengarahkannya ke wajah Bian. Gus Fashan menarik tas ransel Raihanah sampai gadis itu tertarik ke belakang, gus Fashan maju menghalangi Raihanah dari pandangan jahat Bian.

"Masih ingat sama saya?" tegas gus Fashan. Bian mundur menjauh, tangannya refleks memegang paha kirinya. Gus Fashan memperhatikan tangan Bian dan tanpa basa-basi, Bian langsung pergi sambil memegang pergelangan tangannya yang ngilu.

Setelah Bian jauh, Gus Fashan berbalik dan memalingkan wajahnya saat tatapannya bertemu dengan tatapan polos Raihanah.

"Saya peringatkan sama kamu ya Rai, jangan dekat-dekat sama Bian"

"Kamu kenal sama dia?" Raihanah malah bertanya, dia penasaran.

"Bisa gak sih nurut aja, jangan banyak tanya" ketus gus Fashan dan Raihanah mendelikan matanya.

"Enggak bisa, aku maunya nanya" Raihanah bersikukuh.

"Heuh!" Gus Fashan berdecak kesal, dia merasa gemas sendiri menghadapi Raihanah, yang ceplas-ceplos dan bersikap sesuka hatinya.

"Bang" panggil Faiza, membuat gus Fashan dan Raihanah menoleh kompak." Kenapa Abang jemput?"

"Ada acara, ayo" ajak gus Fashan, dia sama sekali tidak memperdulikan Zaenab yang berdiri di sebelah adiknya.

"Rai sama Zaenab boleh ikut?" tanya Faiza dan menatap Raihanah.

"Enggak usah, aku juga ada urusan" ucap Raihanah, dia malas lebih lama lagi dengan gus Fashan.

"Apa aku boleh ikut?" tanya Zaenab.

"Ini acara keluarga kami, maaf" timpal gus Fashan dan Zaenab langsung diam. Gus Fashan meraih tangan Faiza dan menariknya.

"Maaf ya, aku duluan assalamu'alaikum" Faiza pamit.

"Wa'alaikumus Salaam" jawab Zaenab dan Raihanah. Setelah gus Fashan dan Faiza pergi, Raihanah dan Zaenab saling menoleh dan menatap.

"Kamu ngomongin apaan sama gus Fashan tadi?" tanya Zaenab, dia semakin penasaran.

"Apaan sih" sinis Raihanah, dia melangkah tapi Zaenab menarik bahunya." Lepas!" bentak Raihanah, dan menepis tangan Zaenab kasar.

"Bilang sama aku Rai, ada apa kamu sama gus Fashan. Jawab jujur" ucap Zaenab dan menahan bahu Raihanah lagi. Raihanah diam, Zaenab tidak akan berhenti sebelum mendapatkan jawaban yang membuatnya puas.

Tiba-tiba Raihanah menyeringai." Kami harus sering berbicara, untuk berunding tentang pernikahan kami" tutur Raihanah, terpaksa berbohong.

Amit-amit jabang bayi.

Dalam hatinya menolak, dia tidak suka dengan Gus Fashan. Tapi untuk membungkam Zaenab, dia harus mengatakannya. Kedua mata Zaenab berair, tangannya lemah turun dari bahu Raihanah. Dia hancur mendengar kabar tersebut, sesudah Mirza meninggalkannya dan sekarang gus Fashan.

"Tolong jangan berharap lagi sama calon suami aku ya" ucap Raihanah begitu sombong atas kebohongan yang dia ucapkan. Raihanah mundur dan berbalik, lalu melangkah pergi meninggalkan Zaenab yang terlihat syok." Makan tuh kabar gembira" ucap Raihanah berbisik lalu tersenyum tipis, dia yakin Zaenab tidak akan menganggu nya lagi.

******

Di restoran, keluarga umi Nailah dan abi Farhan sedang menikmati makan bersama. Ada yang kurang, yaitu Fahira. Entah anak pertama mereka itu sudah makan apa belum? Makan dengan layak atau tidak, apa dia bisa tidur nyenyak sementara uminya Nailah selalu terjaga mengkhawatirkannya. Sedewasa apapun seorang anak, bagi orang tua hanyalah anak kecil yang akan selalu mereka khawatirkan.

"Umi, coba ini mi. Enak banget dimsum nya" ujar Fara, umi Nailah mengangguk dan Fara meletakkan dua dimsum di piring Uminya. Fara tersenyum dan melanjutkan makannya kembali, gus Fashan diam memperhatikan sorot mata Uminya, kedua mata sayu itu nampak basah. Gus Fashan menggerakkan tangannya, meraih tangan keriput yang sudah merawat dan membesarkannya itu dari dalam kandungan, sampai besar seperti sekarang.

"Aku tahu Umi khawatir sama Hira, Hira in sha Allah baik-baik saja mi. Kita do'ain ya, Hira bakal sedih kalau tahu Umi susah makan. Ada ikatan spesial antara anak dan orang tua, ketika anaknya sakit orang tua gelisah, sekalipun seorang anak berbohong dan bilang baik-baik saja, orang tua tetap tahu walaupun hanya dengan melihat sorot mata. Begitu juga dengan aku, anak umi yang melihat sorot kesedihan di kedua mata uminya" ujar gus Fashan, abi Farhan tersenyum. Anak laki-lakinya memang paling peka diantara anak-anak nya yang lain.

"Umi kangen sama Hira" suara umi Nailah berat.

Gus Fashan mengangguk." Bukan cuma umi, kita semua kangen sama Hira. Makan lagi ya, habis ini aku telepon Fahira" ucap gus Fashan dan umi Nailah tersenyum.

Faiza diam, dia memperhatikan betapa peka dan perhatiannya gus Fashan kepada umi mereka. Jika gus Fashan menikah, Faiza yakin kakaknya itu akan memperlakukan istrinya seperti ratu, karena umi Nailah juga diperlakukan seperti itu, sangat baik. Entah mengapa, daripada Zaenab. Faiza lebih srek dengan Raihanah, Raihanah memang bukan seorang muslimah yang taat, dia masih belajar, hidup tanpa diajari dasar agama oleh keluarga memang tidak mudah, tapi tidak ada yang terlambat, semuanya bisa berubah selama bersikeras dan bersabar.

***

Malam hari tiba, Fara terkejut dengan kedatangan Nida. Membawa tas dan baju, entah gadis itu kabur atau tidak, umi Nailah masih mencari tahu. Fara mengajak Nida ke minimarket, untuk membeli cemilan dan vitamin untuk abi Farhan.

Saat ini, Umi Nailah sedang berbicara dengan Hafshah di telepon.

"Nida datang sendirian, ini sudah malam, rumah kalian cukup jauh Shah. Umi khawatir, apa ada masalah?" ujar umi Nailah. Hafshah merasa lega, mendengar Nida ada di rumah umi Nailah. Gadis itu keluar tanpa izin, memesan gojek untuk pergi.

"Asstaghfirullah hal adzim, justru aku lagi nyari Nida mi. Maaf, lagi-lagi anak aku itu bikin repot kalian." Suara Hafshah terdengar panik, tidak lama melemah dan merasa tidak enak hati.

Umi Nailah diam sejenak.

"Biar aku jemput Nida sekarang" ujar Hafshah.

"Jangan Shah, ini sudah malam, biarin aja Nida di rumah kami untuk malam ini ya" tutur umi Nailah, walaupun dia berat untuk kembali menerima Nida dengan situasi seperti ini. Dia menampung Nida yang lagi-lagi kabur dari rumah.

"Umi, aku gak enak"

"Dari pada dijemput paksa, malah bikin runyam shah."

"Maaf Umi" suara Hafshah berat.

"Aku uwa nya, wajar dia kemari. Gak apa-apa, jangan merasa gak enak hati ya. Ini juga keluarga Nida" ujar umi dan Hafshah diam, gus Fashan yang sedang membaca buku menggeleng kepala mendengarkan umi nya berbicara, selalu pasrah dan menerima Nida.

Tidak lama, panggilan pun berakhir. Umi Nailah meletakkan ponselnya di atas meja.

"Umi, jangan terlalu baik sama Nida"

"Dia sepupu kamu, jagain dia Shan"

"Males" ketus gus Fashan dan abi Farhan melemparkan bantal ke wajahnya." Bi..." Protes.

"Bicara yang sopan sama umi kamu" tegas abi Farhan.

"Bukan sama umi bi, aku sama Nida. Mana bisa aku bicara gak sopan sama umi ku tersayang, Habibati nya Abi Farhan ini" tutur gus Fashan membela diri, dia mendekati uminya dan memeluk uminya erat. Umi Nailah terkekeh melihat suaminya mendelik sebal.

Fara dan Nida akhirnya pulang, keduanya langsung ke kamar Fara di lantai dua.

"Nida, besok kita berangkat pake angkot yuk" seru Fara dan Nida mengangguk.

"Fara aku mau tanya boleh?"

"Boleh dong, mau tanya apa?" Fara tersenyum, dia merebahkan tubuhnya dan Nida juga.

"Santriwati temenannya teh Faiza itu siapa sih? Kok kayaknya deket banget sama teh Faiza, aku juga denger gus Fashan pernah nolongin dia. Nolongin gimana?" imbuh Nida, dia tidak suka dengan Raihanah. Abi juga terus membicarakan wanita bermata biru itu.

"Aku gak tahu jelasnya gimana, tapi emang teh Faiza sama teh Rai deket. Teh Rai juga baik, sering diajak kesini" jawab Fara, sontak Nida memiringkan tubuhnya mengarah pada Fara.

"Jangan-jangan Raihanah itu suka sama bang Fashan" ucap Nida penuh curiga.

"Aku gak tahu" jawab Fara dan dia tidak suka terus-menerus ditanyai tentang hal tidak penting." Kamu tanya aja sana sama bang Fashan"

"Dih ogah, aku bisa-bisa kena omel" Nida menolak dan Fara terkekeh.

****

Keesokan harinya, Raihanah pulang cepat. Niat beristirahat gugur karena ustadzah Hana mengajaknya belajar ngaji, setelah selesai Raihanah merasa tenggorokannya kering. Dia izin untuk pergi keluar membeli air dingin. Namun langkahnya terhenti saat seorang pria paruh baya mengajaknya berbicara.

"Siapa nama kamu?" tanya Robi. Raihanah diam dan bingung.

"Aku Rai, pak" jawabnya.

"Jangan manggil bapak" pinta Robi dan Raihanah tersenyum kecut.

Mau gue panggil engkong kali ya ini orang.

Raihanah mengangguk dan melangkah tapi Robi menghadangnya lagi." Misi, saya mau lewat" ujar Raihanah agar Robi menyingkir.

"Kamu kenal Zaenab gak?" mengubah topik pembicaraan, mengulur-ulur waktu, agar Raihanah tidak pergi.

"Oh ini ayahnya Zaenab?" ucap Raihanah dan Robi menggeleng kepala.

"Bukan, saya bukan ayahnya" jawab Robi sambil tersenyum.

Lah, terus lu siape sih Kong..

Raihanah merasa risih dan ingin segera kabur. Raihanah bergeser hendak pergi tapi Robi juga bergeser, kanan-kiri terus seperti itu.

Gue tampar juga nih kakek, jangan-jangan temenannya kakek Sugiono ya? ih serem.

"Saya harus pergi pak" ujar Raihanah.

"Sebentar" ucap Robi, Raihanah diam dan Raihanah semakin menciut takut. Raihanah mundur, umi Nailah yang melihat. Langsung melangkah mendekati keduanya.

Dia tarik tangan Raihanah lembut, dan Raihanah menoleh. Betapa leganya dia melihat umi Nailah." Ada apa Rai?" Tanya umi Nailah.

"Enggak tahu mi, ini engkong engkong gak jelas banget" Raihanah berbisik di samping telinga umi Nailah. Umi Nailah diam, dan menahan tawanya.

"Dia adik umi" ujar umi, kedua mata Raihanah seketika membulat, dia panik.

Mampus..

Raihanah mundur, dan umi Nailah maju. Umi Nailah dan Robi saling menatap lekat. Raihanah mundur lagi dan lagi, lalu dia pergi. Tidak jadi dia ingin membeli es sirup, dia buru-buru pergi menuju Asrama.

"Jangan ganggu santriwati disini rob" tegas umi Nailah.

"Aku cuma menyapa teh" jawab Robi dan umi Nailah tidak percaya semudah itu.

"Tumben kamu kemari, ada apa?" tutur umi Nailah bertanya ketus.

Robi terdiam sejenak." Aku cari Syifa sama ikhsan" jawab nya.

Umi Nailah mengangguk dan akhirnya mengajak Robi masuk, melewati pintu gerbang pesantren. Syifa dan ikhsan ada di aula pesantren saat ini.

****

Bubar sekolah, semua murid panik saat ada pemeriksaan mendadak. Gus Fashan menggunting rambut para murid laki-laki yang panjang, guru perempuan menegur murid perempuan yang rok nya terlalu pendek dan bajunya terlalu ketat. Apalagi ada yang memakai kerudung, tapi rambutnya kemana-mana.

"Susah bu, rambut saya memang gini" Niken beralasan.

"Itu Fara enggak, bulu halus di kening sama rambut kepala itu beda" ketus Bu guru Alma.

"Hehe" Fara tersenyum dan Niken mendelik sebal padanya." Pakai Ciput, biar rambutnya gak keluar-keluar" tambah Fara memberi saran.

"Tuh dengerin Fara ngomong" ujar Bu Alma lagi.

Nida, Fara dan beberapa murid perempuan yang berpenampilan senormalnya selamat. Yang lainnya kena tegur dan besok harus di rubah.

"Pak jangan banyak-banyak, dikit aja pak" ujar murid laki-laki, menutupi rambutnya yang panjang yang akan di gunting gus Fashan. Dia Nafis.

"Awas, ayo cepetan" seru gus Fashan, tapi muridnya itu terus menghindar. Dan menolak." Diem, atau telinga kamu kena gunting" tegas gus Fashan.

Di mencekal kedua tangan muridnya itu, dan dia tidak bisa menolak lagi. Rambutnya di potong asal oleh gus Fashan, semuanya tertawa dan Fara tertawa puas.

"Awas kamu ya Fara" ujar Nafis dan Fara tidak perduli. Gus Fashan yang mendengar ancaman Nafis, langsung menoleh tajam. Nafis menoleh dan tersentak." Canda pak, sumpah hehe. Aku sama Fara berteman baik, iya kan Far?" seru Nafis.

"Enggak" bantah Fara dan Nafis panik.

"Awas kamu" seru gus Fashan berbisik dan Nafis menutupi rambutnya.

Setelah selesai, semua murid diizinkan keluar untuk segera pulang. Gus Fashan pergi ke kantor guru dan dia terhenti saat melihat wanita paruh baya di gerbang.

"Bukannya itu neneknya Raihanah" ucap gus Fashan berbisik.

Niken berlari kecil, dan memeluk nek Riska erat.

"Sudah neng?" Tanya nek Riska.

"Sudah nek, ayo kita jenguk Raihanah" ajak Niken dan nek Riska mengangguk. Keduanya melangkah ke tepi jalan dan menunggu taksi, saat taksi hendak lewat nenek melambaikan tangan dan taksi pun berhenti.

Gus Fashan masih diam memperhatikan, tidak lama dia melangkahkan kakinya dan masuk, dia membereskan semua barang-barangnya dan hendak pulang.

Nida diam, menunggu gus Fashan dan malah Fara yang muncul. Nida tersenyum dan mendekat.

"Far, aku mau nginep lagi" ucap Nida, Fara diam dan bingung harus menjawab apa. Menerima bingung, menolak tidak mungkin.

"Izin dulu sama orang tua kamu Ya" titah Fara dan Nida malah menggeleng kepala.

"Aku gak boleh nginep? Kamu tega sama aku Fara?" Nida memelas, agar Fara mengiyakan permintaannya itu. Fara diam dan tidak berani menjawab, dia harus menanyakan kepada uminya lebih dulu.

1
Elfi Rahmi
/Wilt/
Cah Dangsambuh
waaah aku baru nemu ni cerira religi padahal udah lama di terbitin ,,dari prolognya lansung suka
Olivia Mahen
nangiss kejerrr aku kakkk, berat banget ujian hidup mu raiii😭😭
Olivia Mahen
baru baca ini novel ditahun 2025 liat ending nya ngilu banget hatiku ya allah gk nyangka Gus fashan meninggal duluan 😭😭, rai penuh banget ya cobaan nya. malam malam baca yg sad end bengkak nih mata
Nabil Mauza: baca jug kk yg perbedaan 18 tahun bagus banget
total 1 replies
Izza Nabila
Luar biasa
Liii
luar biasa MasyaAllaah 😭🫂✨
Liii
usaha nya Gus fashan si kenapa Thor? kenapa ga dilanjutkan oleh Gus mu?
Liii
Fara Fahira Faiza gimana apa kabar? kenapa episode nya dikit Thor?
Liii
astaghfirullah banjir ini mah bantal😭😭
Liii
apa karena Gus fashan syok dengar teman nya yang meninggal istri temannya sudah menikah lagi?? kenapa bisa begitu Thor?? ga rela Gus fashan ga mungkin begitu cepat Thor, gimana ini???
Liii
MasyaAllaah keluarga Cemara sekali 😍
Liii
innalillahi wa innailaihi roji'uun nenek Riska udah meninggal? kenapa gimana cerita Thor?
Liii
emang wafi sekarang umur brp si?
Liii
gimana cerita nya ko tiba" fara nikah sama Nafis, sesingkat itu kah ceritanya?? padahal Fara baru ulang tahun di bahagiain bang Raihan, kasian pisan bang Raihan🥲 sabar ya bang hehe
Liii
ai cnh Ning Rai th hoyong gaduh opat😭🤣
Liii
pengen punya suami kaya Gus fashan😭
Liii
ikut senang MasyaAllaah Tabarakallaah Selamat Ning Rai Dan Gus Fashan🥰
Liii
sedih pisan Gusti 😭😭😭
Liii
ga ngerti ini kapan dibocorin si Anisa hamil sama siapa ?
Liii
jadi penasaran Fara jodohnya siapa?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!