NovelToon NovelToon
My Lovely Husband

My Lovely Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah
Popularitas:118k
Nilai: 5
Nama Author: LIYENDI

Yesi karena permintaan Ayahnya yang kritis terpaksa menikah siri dengan Pria kenalan Ayahnya, yang ternyata juga merupakan sahabat Bosnya.

Melakukan malam pertama karena keusilan beberapa warga yang mencampurkan minuman mereka dengan ramuan penambah gairah.

Akibat malam itu ia hamil, sialnya tiba-tiba suaminya menghilang sebelum mengetahui kehamilannya. Setelah suaminya menghilang Ayahnya meninggal dunia. Hartanya dirampas dan diusir dari kampung dalam keadaan hamil oleh rentenir Karjo yang merupakan musuh suaminya.

Berjuang sendirian dalam keadaan hamil. Hingga melahirkan seorang anak tampan.
Lima tahun kemudian ketika melamar sebuah pekerjaan ia bertemu dengan seseorang yang mirip suaminya.

Anehnya pria itu sama sekali tidak mengenali dirinya. Bahkan namanya pun sedikit berbeda.
Yesi yang yakin jika pria itu adalah suaminya, akhirnya memutuskan untuk berjuang mendapatkan cinta suaminya kembali. Dan juga menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIYENDI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wanita Masa Lalu

Yesi keluar dari gedung itu dengan sebuah senyuman di bibirnya. Ia senang bisa diterima di perusahaan itu sekalipun hanya sebagai seorang cleaning servis. Setidaknya ini adalah langkah awal untuk menyelidiki identitas pria yang mirip dengan suaminya itu.

Sesampainya di rumah Yesi menuju kamarnya, ia mengecup kening anak kesayangannya.

"Momy menemukan Daddy sayang, tapi dia lupa dengan Momy. Doakan semoga Daddy bisa ingat Momy ya, sayang. Ia pasti senang senang mengetahui telah memiliki putra tampan sepertimu." Ia mengecup seluruh wajah putranya.

"Mommy" gumam bocah kecil itu karena merasa terganggu tidurnya.

"Ya sayang, tidurlah lagi. Mami akan menemanimu" Yesi memeluk putranya, setelah yakin putranya kembali tertidur ia melepaskan pelukannya. Ia mengambil sebuah kotak perhiasan yang diberikan suaminya sebelum kepergiannya.

"Apakah ia akan mengingatku jika aku mengenakan cincin ini" gumam Yesi, kemudian ia mengenakan cincin miliknya itu.

"Ada apa Nak, ibu perhatikan sejak kau pulang dari melamar pekerjaan kau terlihat resah. Apa kau tidak di terima di perusahaan itu."

"Tidak Bu, Yesi di terima kerja disana kok Bu. Ibu tidak perlu khawatir, Yesi hanya kelelahan saja."

"Jaga diri baik-baik jangan terlalu memaksakan diri. Anakmu masih sangat membutuhkanmu."

"Terimakasih Bu, karena selalu perhatian sama Yesi."

"Oh ya nak tadi Mamanya Nak Dokter datang dia bertanya bagaimana dengan tawaran mereka. Mereka sangat berharap kau menyetujuinya."

"Yesi bingung Bu gimana jelasinnya, Yesi sudah berkali-kali menolak keinginan mereka. Tapi mereka selalu saja bertanya hal yang sama."

"Maklumin saja Nak, selama ini mereka ingin melihat Nak Dokter menikah. Dan hanya kamu wanita satu-satunya yang bisa dekat dengan Nak Dokter."

"Tapi kami hanya berteman Bu, kami tidak saling mencintai. Ibu pastinya tau kan siapa wanita yang di cintai Dokter."

"Andai saja kecelakaan itu tidak merenggut nyawa calon istrinya, pasti Nak Dokter sudah menikah saat ini. Kalian sama-sama telah kehilangan pasangan kalian, Kenapa kalian tidak mencoba untuk belajar saling mencintai dan membina rumah tangga saja."

"Yesi belum bisa melupakan suami Yesi Bu, Dan bagaimana jika ternyata suamiku masih hidup Bu."

"Belajarlah ikhlas Nak, yang sudah pergi biarkan pergi dengan tenang."

"Tidak Bu, Yesi sungguh melihat dengan mata kepala Yesi sendiri. Suami Yesi masih hidup, hanya saja ia tidak mengenaliku Bu."

"Sudahlah Nak kamu jangan berpikiran yang bukan-bukan. Kalau dia suamimu, ia pasti akan mengenalimu."

"Aku yakin Bu, Pria itu suamiku. Aku pasti akan berusaha membuatnya ingat padaku lagi Bu," ucap Yesi yakin.

"Ya sudah lakukan apa yang menurutmu benar. Ibu akan mendukungmu."

"Terimakasih Bu."

*******************

Sementara itu di sebuah rumah sakit, terlihat pria yang mirip dengan Key sedang berbicara dengan pasien yang tengah terbaring koma.

"Kapan kau akan bangun? Sampai kapan kau akan terus seperti ini."

"Cepatlah bangun, aku selalu menunggumu," Pria itu kemudian bercerita tentang kegiatannya hari ini. Sesekali ia terlihat tersenyum tapi ada kalanya tatapannya terlihat begitu sedih.

"Bagaimana kondisinya saat ini Dok" tanyanya ketika melihat seorang Dokter dan perawat memasuki ruangannya.

"Kondisinya masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Sepertinya hanya sebuah keajaiban yang bisa membangunkannya."

"Saya harap keajaiban akan segera datang padanya Dok. Lakukan apapun untuk membuatnya terus bertahan."

"Kami pasti akan melakukan yang terbaik untuk pasien kami."

"Apa ada yang datang kemari selain saya dokter."

"Tuan besar dan nona Sasa sering datang kemari Tuan."

"Apakah masih ada yang ingin ditanyakan Tuan."

"Tidak, pergilah."

"Saya permisi Tuan."

"Aku selalu bertanya-tanya, seandainya Papa tidak memisahkan kita berdua, kehidupan seperti apa yang akan kita jalani?"

"Cepatlah sadar, banyak hal yang ingin aku bicarakan denganmu. Aku pergi dulu ya, besok aku akan mengunjungimu lagi."

***************

"Rizky, Mama ingin bicara denganmu."

"Ada apa lagi Ma?"

"Mami ingin punya menantu, kapan kau akan menikah?"

"Bukankah Rizky sudah bilang berkali-kali, kalau Rizky belum ada keinginan untuk menikah ma. Lagipula Rizky belum memiliki calon."

"Bukannya kau dekat dengan Yesi, kenapa kau tidak menikah dengannya saja. Kau juga sangat menyayangi putranya bukan?"

"Yesi tidak pernah tertarik denganku Ma."

"Omong kosong kau itu tampan dan juga sangat mapan. Wanita mana yang akan menolakmu?"

"Buktinya Mama berkali-kali merayu Yesi untuk mau menikah denganku, tapi ia selalu menolaknya."

"Bagaimana jika kali ini ia menerima permintaan Ibu."

"Rizky akan setuju untuk menikahinya, tapi jika Yesi tidak menyetujuinya jangan paksa aku menikahi wanita lain Ma."

"Kalian berdua itu sama saja, disuruh menikah saja sulitnya bukan main."

"Kami sudah nyaman dengan pertemanan kami Ma."

"Berteman apanya, tidak ada istilah berteman antara pria dan wanita."

"Terserah Mama saja, Rizky mau keluar dulu Ma."

"Apa kau akan mampir ke rumah Yesi."

"Tidak Ma, aku baru saja dari sana. Ada apa memangnya Ma?"

"Tadinya jika kau akan kesana Mama ingin menitip sesuatu buat Galih."

"Apa itu Ma?"

"Bukan apa-apa, hanya sebuah mainan saja. Kau seharusnya tau di usia Mama seperti ini harusnya Mama sudah memiliki cucu.

"Mama mulai lagi deh Melo nya."

"Mama serius."

"Iya Rizky tau, Mama jangan khawatir, akan ada saatnya Nanti Rizky akan membina rumah tangga dan memberikan cucu yang banyak buat Mama."

"Beneran Ky, kamu serius kan?"wajah wanita tua itu terlihat berbinar-binar.

"Serius Ma, tapi sekarang Rizky belum nemu calonnya."

"Kamu ini, selalu saja banyak alasan."

"Rizky pergi dulu Ma Assalamualaikum" mencium punggung tangan ibunya dan berlalu pergi.

Rizky pergi ke pemakaman dengan membawa seikat bunga lily di tangannya, ia duduk jongkok di samping makam itu.

"Assalamualaikum sayang, Mas sudah datang. Maafkan Mas ya, sampai saat ini Mas belum bisa menemukan pelaku yang sudah menabrak mu. Tapi Mas janji, Mas tidak akan menyerah sampai Mas menemukan pelaku yang sebenarnya. Bahagia selalu disana ya sayang, aku selalu menyayangimu."

"Dia pasti akan lebih bahagia jika kau bisa mengikhlaskannya Nak" tiba-tiba terdengar suara wanita paruh baya di belakangnya.

"Ibu, apa kabar?" menoleh ke belakang dan melihat wanita itu tersenyum padanya.

"Kabar Ibu baik-baik saja. Ibu selalu berharap kau bisa melupakannya dan memulai hidupmu yang baru."

"Entahlah Bu, sangat sulit melupakannya."

Wanita itu jongkok di sebelah Rizky dan menaburkan bunga yang ia bawa.

"Anak Ibu pasti akan sedih jika melihatmu seperti ini. Cobalah buka hatimu kembali Nak, Ibu juga kasihan sama Mamamu di usianya saat ini ia pasti sangat menginginkan seorang cucu."

"Ibu jangan khawatir, setelah menemukan pelakunya, Rizky pasti akan memulai hidup Rizky yang baru."

"Kejadian itu sudah 5 tahun Yang lalu, tapi sampai sekarang belum ada titik terang. Menyerahkan Nak, lupakan semua itu dan mulailah hidupmu. Ibu sangat berharap kau bisa membawa kabar baik untuk Ibu secepatnya. Ibu menunggu undanganmu."

TBC

1
Inaaa
Luar biasa
Alya Hadzrina
The best👍👍👍
Intan Wulandari
kpan apdet nya kok lama bgt sih,,, serius gk se buat nulisnya ,,,
Ritta Wowor
apa yesi lupa dgn oprasi tulang sumsum atau blm thor lanjut🙏
Sugiarti
Luar biasa
Yunita aristya
kenapa Aldo ngak jujur aja sama galih biar dia ngak terlalu benci
Sandigit
Aldo ka itu?
Kiscell Kieut
lanjut trus thorrr ,jangan lama2 up-nya ,semangatttt💪💪💪😘
Intan Wulandari
aq nunggu laaama bgt,, aq kira gk ada kelanjutanya lgi,, makin seru aja ceritanya ,,aq pengen tau aksi anak dan ayah nya?
Sandigit
lanjuttt thorrr duhh...bgmn reaksi kay n beni ya?🤔 pasti terharu n bahagia banget🤗, setelah itu pertemukan yesy n n Kay ya Thor jg ank kembar mereka😊 biar Kay tambah semangat untuk sembuh💪
Sumawita
Lanjut
Linda Seran
😍😍😍😊😊
Kiscell Kieut
next Thor ,semangatttt💪💪💪💪💪
Iinmarinka Iinmarinka
lanjut Thor,,,
Selly Rizki Melina
Next
Sandigit
Yeay update lagi semangat ters ya Thor 💪 tuntasnya ceritanya sampe ending jgn lama2 updatenya Thor, lagi seru. Aldo n key orang yg sama, Yesi hamil ank key/Aldo.
duhh...beni semoga kamu melihat ruangan yg bertuliskan nama Yesi n membawa key agar bisa bertemu Yesi, berharap banget mereka bertemu kali ini. Thor pertemukan mereka diam2
Kiscell Kieut
ayo kak lanjut trus ,up-nya jangan lama2 ya kak💪💪💪
Sumawita
Yesi hamil anaknya key atau hamil sm aldo kak
Salsabila Putrie Fadillah
seruuu....
di tunggu segera Kelanjutan nya☺️
Vera Wati
akhirnyan up juga thoor🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!