Arif Pratama seorang pria berusia 30th yang harus menikah dengan wanita yang ia tak cintai, bernama Annisa Putri.
Annisa Putri adalah Seorang anak kiyai yang tinggal di kampung, ia kelulusan pesantren terkenal di kampungnya, mereka harus di jodohkan dengan kedua orang tuanya.
Sampai akhirnya tak ada kehangatan sama sekali didalam rumah tangga nya akibat Perjodohan yang tak didasari oleh suka.
Ikuti terus ceritanya karna cerita ini mengandung bawang yang berlebihan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon qila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS.12 UJIAN PERNIKAHAN
Arif datang ke kantor bersama Ferdi karna saat di jalan tadi Ferdi menghubungi Arif untuk berangkat bersama. Adik Ferdi membawa mobil Ferdi untuk liburan sehingga Ferdi tak ada kendaraan lain untuk berangkat kerja.
Sesampainya di kantor, Arif langsung masuk ke dalam ruangannya untuk bekerja.
"Fer gua langsung masuk aja ya.!" Ujar Arif.
"Oke Rif.!"
Saat Arif membuka pintu ruang kerjanya terlihat sosok perempuan yang duduk di bangku sofa dengan senyum ciri khasnya.
"Alya.?"Ucap Arif yang terkejut dengan adanya Alya di dalam kantornya.
"Iyah Rif, aku bawain kamu sarapan.!" Ujar Alya sambil menyuguhkan sarapan tersebut kepada Arif.
"Kamu ga usah repot-repot Al, aku udah sarapan.!" Ujar Arif sambil menduduki kursi kerjanya dan membuka laptopnya.
Disusul oleh Alya yang duduk di kursi yang berhadapan dengan Arif.
"Rif, ini aku bawain kamu makanan, hanya untuk menebus semua kesalahan ku Rif, kita masih bisa berteman kan.?" Ucap Alya sambil terus memandang Arif.
"Kita bisa berteman Al, tapi aku ga mau kalau perasaan itu datang lagi, lebih baik kita jangan terlalu dekat.!" Ujar Arif.
"Baiklah Rif, segitu saja aku sudah cukup senang mendengar jawaban mu.!" Ujar Alya.
Arif terdiam sambil mengetik laptopnya.
Namun Alya terus memandangnya, Sehingga membuat Arif terasa risih.!
"Apa sudah bicaranya.? aku mau bekerja.!" Ujar Arif dengan suara yang sangat dingin.
"Emmh baiklah aku pamit dulu ya, aku sengaja cuti hari ini cuma mau ketemu kamu Rif.!" Ujar Alya sambil melemparkan senyumnya.
"Yasudah, kamu tau kan jalan keluarnya dimana.?" Ujar Arif.
Alya yang mendengar itu terasa sesak di dadanya. Arif yang dulu ia kenal dengan perasaan yang hangat. kini kembali menjadi Arif yang dingin, akibat Annisa yang sudah ia cintai.
Alya keluar meninggalkan Arif dengan perasaan yang hancur, saat ingin keluar dari ruangan Arif, Alya tertabrak oleh seseorang yaitu Ferdi.
Ferdi menatap Alya yang sedang meneteskan air mata. "Loh Alya.??"
Tanpa memperdulikan Ferdi Alya langsung berlari meninggalkan kantor tersebut.
Ferdi langsung masuk kedalam ruangan Arif, terlihat Arif yang sedang memijat-mijat kepalanya. Arif tampak prustasi dengan kejadian ini, Alya benar-benar ingin sekali membuat Arif berpaling dari istrinya demi dirinya.
"Rif Alya kesini.?" Tanya Ferdi.
"Hmm." Gumam Arif.
"Ngapain dia Rif.? pasti ganggu elu ya.?"
Dengan rasa malas untuk menjawabnya Arif terpaksa menjawab pertanyaan Ferdi. "Dia abis bawain gua makanan, tuh lu mau gak.?" Ujar Arif.
"Wahh boleh tuh Rif kebetulan tadi istri gua ga sempet buat sarapan.!" Ujar Ferdi.
"Yaudah ambil aja.!"Ujar Arif.
Ferdi mengambil kotak yang berisi nasi dan ayam bakar itu, tampaknya memang Ferdi sangat lapar sekali sehingga ia makan seperti orang kerasukan.
Arif memandang Ferdi sangat geli, "Biasa aja makannya.!" Ujar Arif.
Ferdi yang mendengar itu langsung menyengir seperti orang tak ada malu, dan melanjutkan makannya.
Lalu tiba-tiba Arif ingin sekali bercerita kepada Ferdi. Arif mencoba membuka suaranya. "Alya terus maksa gua buat pilih dia terus.!" Ujar Arif.
Ferdi yang sedang makan langsung terdiam melihat Arif yang nampak sangat kebingungan.
"Rif lu kan lelaki, lu harus konsisten sama diri lu.! apalagi lu sekarang suami, gua juga ga suka dengan cara Alya yang kaya gini, lu harus kuat sama hati lu Rif, ini ujian dalam rumah tangga lu.! Ujar Ferdi.
Ferdi sudah berpengalaman soal rumah tangga, karna Ferdi sudah menikah 5 tahun lamanya. jadi Arif selalu menjadikan Ferdi tempat mencurahkan isi hatinya.
Arif terdiam, Arif mengingat Annisa yang berada di rumah yang sudah susah payah menjadi sosok istri yang baik untuk Arif.
"Lu bener fer, lu emang sahabat gua yang paling the best.!" Ujar Arif.
Ferdi tersenyum dan melanjutkan makannya.
Arif yang melihat tingkah Ferdi hanya menggeleng kan kepala.
"Emang kenapa istri lu sampai gak masak.?" Tanya Arif.
"Biasa anak gua lagi kurang sehat, jadi dia kerepotan.!" Ujar Ferdi.
"Kan ada adik lu.!"
"Apaan, mobil gua aja di bawa sama dia liburan, kan ngeselin.!"
"Haha nasib nasib.!"
.
.
.
Sedangkan dirumah Annisa sehabis sholat Dhuha. Ia langsung merapihkan rumah yang nampak berantakan, dan menyusun berbagai foto pernikahan mereka.
Selama 1 jam akhirnya Annisa selesai membersihkan semuanya sampai semua terlihat bersih dan rapih.
"Huftt akhirnya selesai juga.!" Ujar Annisa.
Kini hari mulai sore, Annisa sedang duduk di balkon kamar menanti kepulangan Arif dari kantor. Sambil membaca novel kesayangan Annisa yang berasal dari aplikasi Noveltoon.
Annisa sangat menyukai aplikasi ini karna gratis, dan ceritanya bagus-bagus.
Sambil senyum-senyum Annisa membaca nya dan ada juga fase sad membuat Annisa meneteskan air matanya.
Rupanya Annisa sudah menjadi korban Novel.
salam hangat dari novel ku
semangat ya