NovelToon NovelToon
My Cold Husband

My Cold Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:347k
Nilai: 5
Nama Author: maudia

Harap bijak dalam memilih bacaan⚠️
Area 21++

Nadiyya Anita Putri seorang gadis yatim piatu yang kini hidup bersama ibu tirinya yang bernama Ibu Naya dan adik tirinya yang bernama Natasya Amora Silvia dirumah lantai dua peninggalan ayahnya.

Suatu hari ada seorang Nyonya besar dari keluarga Gonz'alez datang. Keluarga kaya raya dan sangat berkuasa di london - inggris.

Kedatangannya ke kediaman mereka karena ingin melamar seorang gadis untuk menjadikannya sebagai menantunya dan itu artinya dia akan menjadi istri dari putranya - Rahim Aditya Gonz'alez seorang yang berwajah dingin datar namun tampan dan sangat kaya raya.

Lantas siapakah yang dipilih oleh Nyonya besar untuk menjadi menantunya? apakah Natasya Amora Silvia atau kah Nadiyya Anita Putri?.

Dan bagaimana kah cerita perjalanan kisah pernikahan mereka yang tanpa adanya cinta sama sekali?.

Apakah ditengah tengah perjalanan pernikahan mereka nanti akan tumbuh benih-benih cinta? ataukah perceraian menjadi jalan terbaik?.

Yukkk ikuti cerita kisah mereka hanya di My Cold Husband

SLOW UPDATE 🙏🏻


NOVEL PERTAMA, MOHON DUKUNGANNYA ♥️
JANGAN LUPA KLIK FAVORIT ❤️, LIKE👍🏻, TINGGALKAN JEJAK 👣.


Tanpa kalian author bagaikan burung tak bersayap💔.

شكرا جزيلا♥️

Terimakasih banyak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maudia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 12 - Best Friend Forever

"Loe tau Nay? gue di lamar" ucap Nita lirih, tapi bisa didengar oleh Nayna dengan jelas.

"WHAT!!!" pekik Nayna langsung berdiri dari duduk nya dan...

'GUBRAK!

Nayna memukul meja dengan sangat keras dan membuat Nita terlonjak kaget.

"Astagfirullah Nayna!!!"

"Nit loe seriusan! loe pengen kawin? loe gak bohong sama gue kan!" saking tidak percayanya.

"Huft... memang kapan gue pernah bohong sama loe?" sambil memijat pelipisnya yang terasa pusing.

"Loe kan gak punya pacar Nit!" pekik Nayna.

"Gue aja yang udah hampir tiga tahun pacaran sama bebeb gue gak ada rencana pengen kawin! lah loe?"

"Gimana ceritanya coba Nit?"

"Oh...itu gue juga ga tau, kenapa malah gue yang dilamar di kirain Mora... " Nita pun menceritakan semuanya pada Nayna.

"Wahhh loe beruntung banget Nit... kagak pernah pacaran, eh taunya udah pengen kawin aja, gue iri sama loe"

"Gak salah denger nih gue... loe iri sama gue?" tanya Nita menunjuk dirinya sambil menggeleng gelengkan kepalanya.

"Andai aja gue mampu nay nolak lamaran itu... " lirih Nita.

"Andai? emang loe gak bisa nolak lamaran itu Nit?"

"Bisa, tapi kayaknya gak bisa." Nayna mengkerutkan keningnya tidak mengerti. menunggu penjelasan dari perkataan Nita.

"Di satu sisi gue pengen aja nolak nay... boro-boro gue cinta sama dia, kenal aja kagak. Di sisi lain gue juga pengen banget pergi dari rumah... loe tau sendirikan gue udah gak punya orang tua, rumah gue yang sekarang udah kayak neraka buat gue" tertawa getir. "Salah satunya jalan ya gue harus nikah" tambahnya lagi.

Nayna terdiam. Dia justru tahu betul seluk beluk kehidupan Nita bagaimana, dari tidak mendapatkan kasih sayang ibu tirinya, di tinggal kedua orangtua nya, kehilangan masa kanak-kanaknya, hingga perjuangan tumbuh dari masa anak-anak ke masa remaja.

"Apa loe masih iri sama gue nay?" tanya Nita.

"Justru gue yang iri sama loe tau... kehidupan loe lengkap banget ga sama kayak gue Nay, loe harus bersyukur."

Nayna menatap Nita dengan tatapan Iba. Dia tidak tega sahabatnya menjalani hidup seperti ini.

"Loe jangan ngeliat gue kayak gitu nay" ucap Nita sambil tertawa. "Gue gak semenyedihkan itu juga kale... gue kan orang yang kuat" sambil menepuk pundak Nayna. Menyakinkan bahwa dia baik baik saja. Kemudian Nita mengusap air matanya yang keluar begitu saja tanpa izin.

"Nit loe kok nangis?" tanya Nayna yang juga ikut menangis dan langsung memeluk erat tubuh Nita. "Loe pasti kuat kok Nit.Gua yakin loe orang yang kuat dan loe pasti bisa bahagia" ucap Nayna menyakinkan Nita, sambil melepas pelukan mereka lalu mengusap air mata Nita.

Nita tersenyum. menepuk bahu Nayna. "Makasih ya Nay loe udah mau jadi sahabat gue... gue bersyukur banget punya sahabat kaya elo... Walaupun Bar-Bar!!!"ucap Nita sambil tertawa keras.

Nayna yang awalnya kesal di bilang bar-bar sama Nita seketika rasa kesalnya hilang saat melihat Nita sudah bisa tertawa kembali. "Nah... gitu dong" Nayna menarik hidung Nita dengan gemas. "Bebeb gue yang ini orangnya periang ga cengeng!" Nayna juga ikut tertawa bersama Nita.

"Kita kan.... " ucap Nayna. "Best Friend Forever" ucap mereka berdua secara bersamaan.

Drt...drt. Nita mengambil ponselnya yang kembali berdering. "Siapa?" tanya Nayna yang melihat Nita hanya memandangi ponselnya bukan mengangkatnya.

"Gak tau nih... nomernya gak dikenal"

"Nomer yang sama yang nelpon gue tadi nih. loe tau gak nay gara-gara ni telpon bunyi, gue dijalan tadi nabrak orang" ucap Nita cemberut.

"Lah itu mah salah elo, ngapa loe jadi nyalahin telpon bunyi. Loe nya aja yang jalan ga pake mata!" jawab Nayna tertawa sambil mentoyor kepala Nita.

Nita hanya mendengus kesal melihat Nayna yang mengejek dan menertawakan nya.

"Udah angkat dulu aja nit... siapa tahu penting kan? atau jangan jangan tuh bebeb loe" goda Nayna masih dengan tawanya seraya memanggil pelayan.

Nita hanya memutar bola matanya malas mendengar godaan sahabatnya itu. "Bebeb apaan!" pekik Nita dalam hati.

Mengusap layar ponselnya, Nita mendekatkan ponsel ke telinganya bersamaan dengan Nayna yang juga ikut mendekatkan telinganya ke ponsel Nita.

"Nona" panggil Agam di sebrang sana. "NONA!" pekik Nayna tanpa bersuara. Nita hanya meliriknya tajam. "Kepo amat!"

"Iya Agam?" Nita tahu kalau itu Agam. karena hanya dia dan para pelayan yang memanggilnya Nona sedangkan orang kebanyakan memanggilnya dengan sebutan eneng.

".........."

"Baiklah Agam... tapi bisakah kau menunggu ku, setengah jam lagi aku akan segera kesana?"

"Baiklah No ---- " terdengar suara Tut.. tut.. tut. "Aku bahkan belum selesai menjawab, kau sudah mematikan ponsel mu, kau itu benar-benar Nona." gumam Agam sambil menggeleng gelengkan kepalanya.

"Siapa?"

"Agam". Sebenarnya Nayna masih ingin bertanya siapa itu Agam, "Apa calon suaminya?". tapi dia melihat Nita sudah berdiri dari duduknya. Jadi di urungkan nya.

"Loe mau kemana?"

"Gue?" tanya Nita menunjuk dirinya.

"Bukan! setan!" jawab Nayna kesal.

"Bwahahahahaha." Nita memang suka sekali membuat Nayna kesal. "Gue mau bayar nih minum, kali kali gue traktir loe kan" ucap Nita tersenyum sambil menaik turunkan alisnya.

Senyum tertarik di wajah Nayna mendengar kata ingin di 'traktir' jadi dia tidak perlu keluar uang, tapi senyum itu dengan segera hilang ketika mengingat Nita yang juga kekurangan uang. "Eh Nit tunggu!" pekik Nayna menyusul kekasir. "Loe ga usah bayarin gue, gue bayar sendiri aja gapapa"

"Kenapa memangnya Nay?"

"Gue kesian aja sama loe Nit... loe pasti juga perlu banget kan sama uang?"

"Gapapa santai aja Nay"

"Emangnya loe udah gajihan Nit? inikan baru tanggal tiga puluh?"

"Loe tenang aja Nay, Ibu mertua gue kemaren kasih gue ini nih" ucap Nita santai seraya mengeluarkan Black Card dari dalam tasnya.

Nayna yang sepertinya mengenali apa yang dikeluarkan Nita dari dalam tasnya langsung heboh. "wowowowowww!... gue gak salah lihat nih Nit?" tanya Nayna membelalakkan matanya sempurna. "Black Card!!" teriak Nayna.

Nita yang melihat Nayna berteriak di depan meja kasir langsung membungkam mulut sahabatnya itu. Nita sempat melirik tajam kearah kasir yang sedang tersenyum mengejek kearah sahabatnya, seperti ingin bilang "Teman anda sungguh kampungan sekali Nona!".

Tapi senyum mengejek itu seketika hilang saat dia melihat lirikan tajam Nita yang berubah menjadi lirikan maut. Dan dengan segera penjaga kasir menundukkan kepalanya setelah mengembalikan kartu Nita. Mengambil kartunya sambil tersenyum penuh kemenangan kearah penjaga kasir.

"Huuh... " penjaga kasir menghela napasnya lega setelah melihat Nita keluar dari caffe. Untung saja tadi dia menyadari lirikan maut Nita. Kalau tidak!, bisa saja aku akan kehilangan pekerjaan ku hari ini juga!. pekiknya dalam hati.

Walaupun penampilan Nita yang sederhana tapi setelah melihat Black Card yang Nita miliki, penjaga kasir itu menyadari kalau Nita bukanlah orang biasa. 'Bisa saja Nita melaporkan kepada manager caffe atas ketidak nyamanan dan ketidak sopanan nya pada Nita, dan mungkin saja Nita akan melaporkan caffe ini ke pihak berwajib serta menyewa pengacara handal untuk mengusut agar caffe ini ditutup.' Begitulah kemungkinan kemungkinan yang di fikirkan penjaga kasir tadi.

Keluar dari caffe, Nita masih membungkam mulut sahabatnya itu. "Em... " Nayna mulai kehabisan oksigen, Nita pun melepaskan tangannya dari mulut Nayna.

"Nit loe itu benar-benar!" gerutu Nayna dengan napas yang tersengal-sengal.

Nita hanya tersenyum cengar-cengir sendiri. Nita memang sudah terbiasa dan tidak pernah merasa malu mempunyai sahabat seperti Nayna yang baik, periang, pengertian, kadang juga bijak, kadang lebay, kampungan, dan bar-bar. Nita hanya tidak ingin Nayna mempermalukan dirinya sendiri di tempat umum seperti tadi yang tiba-tiba berteriak.

"Maafin ya Nay" kata Nita sambil mengusap-usap lembut lengan Nayna. Namun Nayna yang masih kesal tidak menjawab Nita, dia sebenarnya tidak pernah marah sungguhan pada Nita, dia hanya ingin melihat seberapa besar usaha Nita untuk membujuknya.

Nita yang melihat Nayna hanya mendiamkan nya saja pun hanya bisa menghela napasnya. Menyapu parkiran caffe Nita mencari taxi online yang tadi sudah dia pesan. "Kenapa taxi nya lama sekali? tanganku sudah sangat lelah dan pegal sekali."

Terhenti kata 'tangan - lelah - pegal' di fikiran Nita. Diapun reflek menatap pada tangannya yang terasa sudah sangat sangat pegal ternyata buku-buku yang dari tadi pagi dia bawa. Nita langsung menepuk jidatnya "Kenapa aku sampai lupa?."

"Nay... " panggilnya. Menarik lembut bahu Nayna agar menghadap kepadanya lalu menarik lembut kedua tangan Nayna dan langsung menyerahkan semua beban berat buku yang dia pegang dari tadi pagi.

Nita tersenyum tipis. Dia sudah bisa menebak seperti apa reaksi Nayna.

Nayna menatap pada buku-buku yang di berikan Nita padanya. Membolak-balikkan buku-buku itu mencoba mengenalinya.

"Whaa ---- " Nayna ingin berteriak namun dengan gerakan cepat mulutnya kembali di bungkam oleh Nita. "Em... " sampai Nayna mengangguk untuk diam baru Nita melepaskan tangannya.

"Whaaaaaw Nit" pekik Nayna dengan suara yang pelan dan mata yang berbinar.

Buku Novel Limited edition satu paket lengkap (dengan enam edisi) yang Nita berikan pada Nayna.

Nita hanya tersenyum pada Nayna. Dia tahu betul Hobby sahabatnya itu adalah membaca buku novel dan sudah puluhan kali dia mengeluh pada Nita ingin sekali mempunyai buku novel Limited edition full satu paket lengkap. Karena harga yang sangat mahal bagi Nayna maka dari itu dia tidak pernah kesampaian untuk membelinya.

Nayna langsung menhambur peluk pada Nita. "Gue beruntung banget punya loe Nit!" teriaknya dengan sangat keras. Dan untuk teriakan kali ini Nita tidak bisa membungkamnya karena tubuhnya di peluk sangat erat oleh Nayna.

Bersambung~

.

Jangan lupa dukung aku dengan cara Vote, Like, Komen tinggalkan jejak, Share♥️

.

AKU TANPA KALIAN, PARA READERS BAGAIKAN BURUNG TANPA SAYAP🥺:)♥️

1
Dindaa
mantap
Alia Addurrunnafis
kpn di lnjud lg thor??
Febri Ana
aku mampir thor
R.A
seperti cinderela awal ceritanya 👍
Staffs AZ Zahro
tulisanya tamat tapi ceritaya nanggung banget
manda_
👍👍👍👍
manda_
keren 👍👍👍
manda_
👍👍👍
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi ya
manda_
lanjut
manda_
nita mulai cemburu ya
manda_
🤣🤣🤣😂😂
manda_
mulai dikit2 ya biar nitanya gak kaget
manda_
pak supir lagi luluran non sama lumpur
manda_
lanjut
manda_
baru liat bibirnya aja udah bangun ya dedeknya 😂😂😂😂🤭🤭
manda_
😍😍😍
manda_
lanjut
manda_
👍👍
manda_
😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!