NovelToon NovelToon
Bangkitnya Kaisar Dewa

Bangkitnya Kaisar Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rick Tur

Di lima alam kultivasi yang bertingkat — Dunia Fana, Dunia Roh, Dunia Dewa, Dunia Dewa Kuno, hingga Dunia Kekosongan — seorang Kaisar Dewa gagal menembus batas tertinggi dan tubuhnya hancur menjadi debu. Namun jiwanya yang tak pernah mati terlahir kembali ke dunia fana sebagai Ye Hu, anak tertua seorang Marquis yang dicap sampah karena dantian-nya hancur akibat keracunan tiga tahun lalu.

Dengan ingatan ribuan tahun dan pengetahuan alkimia serta teknik kuno yang telah hilang dari dunia, Ye Hu bangkit perlahan. Ia menyembuhkan dantian-nya sendiri, menciptakan pil dengan kemurnian mustahil bagi siapa pun di tingkatnya, dan mengungkap pengkhianatan di dalam keluarganya sendiri —

Ini barulah awal perjalanannya, Selanjutnya dia menemui keturunan dari murid-muridnya sedang menderita di dunia dana ini. Dengan kondisi tubuh yang terbatas, Ye Hu berusaha untuk membantu buyut dari murid-muridnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rick Tur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesepakatan Rahasia

Pintu ruangan pribadi terbuka lebar, dan Ye Hu melangkah masuk. Ruangan itu luas, beraroma kayu cendana yang harum, dihiasi dengan lukisan pemandangan gunung dan sungai yang menenangkan. Di balik meja kerja yang terbuat dari kayu berusia ratusan tahun, duduk Mu Yan — pemilik Balai Pelelangan — yang menatapnya dengan tatapan tajam namun penuh selidik. Di sampingnya, Adipati Wu Ling masih berdiri memegang cangkir teh, sementara Ma Teng berdiri di sisi lain ruangan. Semua mata tertuju pada Ye Hu, menyadari bahwa pemuda di hadapan mereka bukanlah orang biasa.

“Silakan duduk, Tuan Ye Hu,” ucap Mu Yan dengan suara merdu namun berwibawa. “Aku tidak akan bertele-tele. Mengenai dua butir Pil Penguat Tubuh Tingkat Dua yang Tuan bawa, ada dua cara untuk menjualnya di tempat kami. Pertama, Tuan bisa menjualnya langsung kepada Balai Pelelangan dengan harga yang pantas dan pasti menguntungkan. Kedua, Tuan bisa melelangnya. Jika dilelang, harganya bisa naik berkali-kali lipat tergantung persaingan para pembeli.”

Ye Hu memperhatikannya dalam diam. Biasanya, pemilik balai pelelangan akan berusaha membeli barang berharga itu terlebih dahulu, lalu melelangnya sendiri untuk meraup keuntungan ganda. Namun Mu Yan dengan jujur memberikan kedua pilihan itu kepadanya tanpa menyembunyikan apa pun. Sikap jujur itu membuat Ye Hu sedikit lebih menghormati wanita cerdas di hadapannya.

“Jika begitu, aku memilih untuk dilelang,” jawab Ye Hu dengan senyum tipis. “Aku yakin pil itu bernilai lebih dari sekadar harga yang ditawarkan sekarang.”

Mu Yan mengangguk setuju tanpa keberatan. “Baik. Pelelangan besar berikutnya akan diadakan tujuh hari dari sekarang. Sampai saat itu tiba, kedua pil ini akan kami simpan di ruang penyimpanan barang berharga kami, lengkap dengan tanda terima resmi. Tuan bisa mengambilnya kembali kapan saja jika berubah pikiran.”

Ma Teng maju selangkah untuk mengambil pil itu, namun sebelum tangan itu menyentuh benda berharga di atas meja, Ye Hu tiba-tiba berbicara — bukan tentang pil, melainkan tentang hal yang jauh lebih pribadi.

“Tuan Ma Teng,” ucap Ye Hu tenang, matanya menatap lurus ke arah manajer itu. “Apakah Tuan mengalami kemacetan dalam mengembangkan teknik bela diri? Dan sering merasakan sakit yang tajam di dada sebelah kiri setiap kali mengeluarkan energi Qi? Sejak saat itu, tidak ada peningkatan yang Tuan capai, bukan?”

Ma Teng tersentak hebat, wajahnya berubah pucat. Ia menatap Ye Hu dengan mata terbelalak, tak percaya mendengar kata-kata itu. “Bagaimana… bagaimana kau bisa tahu itu? Selain Nona Mu Yan, tidak ada orang lain yang mengetahui hal ini!”

“Langkah kaki Tuan sedikit pincang di sisi kiri, napas sering memburu saat berbicara agak lama, dan yang paling jelas — setiap kali Tuan bergerak cepat, Qi Tuan terbuang sia-sia tanpa terkendali, membuat Tuan kelelahan seketika seperti orang yang telah bertarung seharian,” jelas Ye Hu tanpa ragu sedikit pun. “Itu bukan luka fisik. Itu adalah cacat pada teknik yang Tuan pelajari — kesalahan yang tertanam sejak awal dan semakin memburuk seiring berjalannya waktu.”

Mu Yan dan Adipati Wu Ling saling berpandangan, lalu kembali menatap Ye Hu dengan tatapan yang jauh lebih serius. Seorang pemuda yang baru berusia sekitar sembilan belas tahun, yang seharusnya hanya memiliki pengetahuan dasar, malah bisa mendiagnosis kesalahan teknik seorang kultivator yang sudah puluhan tahun berlatih.

“Jika kau tahu penyebabnya…” suara Ma Teng bergetar, matanya penuh harap. “Apakah… apakah kau juga bisa memulihkannya?”

“Ada dua jalan,” jawab Ye Hu dengan tenang namun tegas. “Pertama — hapus seluruh kultivasi yang Tuan miliki dan mulai lagi dari awal dengan teknik yang berbeda. Kedua — beri tahu aku bagian mana dari teknik itu yang membuat Tuan macet. Jika Tuan beri tahu, aku akan memperbaikinya.”

Keheningan menyelimuti ruangan itu. Menghapus seluruh kultivasi sama saja dengan meruntuhkan bangunan yang telah dibangun puluhan tahun. Itu adalah keputusan yang sangat berat. Adipati Wu Ling mengerutkan kening, semakin tertarik pada kemampuan pemuda di depannya.

Ma Teng menunduk, wajahnya penuh keraguan. “Teknik yang kupelajari adalah Teknik Kerangka Besi — teknik warisan Keluarga Ma yang diturunkan turun-temurun. Terdiri dari sembilan jurus. Selama ratusan tahun, tidak ada satu pun anggota Keluarga Ma yang berhasil melewati jurus kelima. Semua macet di sana dan mengalami penyakit yang sama seperti aku. Ini bukan hal rahasia, tapi… aku tidak boleh menceritakan seluruh jurus ini kepada orang luar.”

“Tidak perlu menceritakan seluruhnya,” kata Ye Hu sambil menunjuk permukaan meja kayu yang halus. “Tuliskan saja bentuk jurus kelima itu di atas meja ini dengan jarimu. Tidak ada tinta, tidak ada kertas. Hanya bayangan gerakan yang kau buat. Orang lain tidak akan mengerti selain aku.”

Adipati Wu Ling tersenyum tipis, lalu berkata dengan tegas. “Tuan Ma Teng, dalam hal ini kau tidak perlu berpikir panjang. Biarkan saja. Aku sendiri ingin melihat seberapa jauh kemampuan Tuan Ye Hu.”

Mu Yan menatap tajam ke arah Ye Hu, lalu bertanya perlahan. “Tentunya Tuan Ye tidak akan membantu secara cuma-cuma, bukan?”

Ye Hu tersenyum tipis dan mengangguk hormat. “Nona Mu Yan sungguh cerdas. Jika aku berhasil memperbaikinya, aku meminta satu hal — jaminan keamanan untuk diriku sendiri selama enam bulan ke depan. Hanya enam bulan.”

Permintaan itu terdengar sederhana, namun maknanya sangat dalam. Sebagai orang yang baru saja bangkit dari kehinaan, Ye Hu tahu betul bahwa musuh-musuhnya akan bermunculan. Gao Seng sudah menjadi musuhnya, Gao Ceng pasti ingin membalas, belum lagi ayah dan paman mereka yang mungkin datang menuntut balas. Dengan perlindungan dari Balai Pelelangan, ia akan memiliki waktu enam bulan untuk tumbuh kuat tanpa harus terus-menerus waspada terhadap serangan mendadak.

“Baik!” Ma Teng melangkah maju dengan wajah penuh tekad. “Aku menerima pertaruhan ini! Jika Tuan Ye berhasil, aku bersedia menjamin keselamatan Tuan dengan nyawaku sendiri!”

“Tidak,” potong Mu Yan tiba-tiba, suaranya tegas. “Balai Pelelangan tidak boleh kehilangan manajernya meski hanya untuk enam bulan.” Semua orang menatapnya dengan hati yang mencelos, namun ia melanjutkan. “Tapi orang yang bertudung itu bisa menggantikan tugas perlindungan Tuan Ma Teng selama masa itu.”

Ye Hu melirik sosok berpakaian gelap yang berdiri diam di sudut ruangan — orang yang dikirim untuk menyelidikinya tadi. “Siapapun itu, tidak masalah bagiku.”

Ma Teng tidak menunda lagi. Ia maju ke meja, lalu perlahan menggerakkan jarinya di atas permukaan kayu yang halus. Gerakan jarinya lambat dan berirama, menggambarkan urutan gerakan energi dan bentuk jurus kelima dari Teknik Kerangka Besi. Tidak ada tulisan, tidak ada gambar — hanya jejak bayangan yang samar. Bagi orang lain itu hanyalah gerakan tangan yang tidak berarti, namun bagi Ye Hu yang memiliki pengetahuan ribuan teknik dari berbagai ras dan zaman, ia langsung memahami kesalahan fatal yang tersembunyi di dalamnya.

Setelah selesai, Ma Teng mundur sambil menatap Ye Hu dengan napas tertahan.

Ye Hu mengangguk pelan, lalu meminta selembar kertas dan tinta. Ia menulis dengan cepat, tangan itu bergerak lincah menuliskan perubahan urutan, penyesuaian aliran Qi, dan koreksi pada titik yang selama ini salah. Setelah selesai, ia melipat kertas itu dan menyerahkannya kepada Ma Teng.

“Jangan dibaca dulu,” perintah Ye Hu tegas.

Sebelum Ma Teng sempat bertanya, Ye Hu melangkah maju dan dengan satu gerakan cepat memukul dada kiri Ma Teng dengan telapak tangannya. Pukulan itu keras dan tiba-tiba, membuat Ma Teng yang belum siap tersentak hebat. Darah segar langsung menetes dari sudut bibirnya.

“Tuan Ye!” seru Mu Yan kaget, hendak berdiri.

Namun Ma Teng justru mengangkat tangan untuk menahannya. Matanya terbelalak, napasnya yang tadinya pendek dan terasa berat tiba-tiba menjadi panjang, dalam, dan terasa sangat lega. Ia menarik napas panjang berkali-kali, wajahnya perlahan berubah dari kesakitan menjadi kelegaan yang luar biasa.

“Ini… luar biasa…” gumamnya dengan suara bergetar. “Rasa sakitnya hilang. Nafasku… normal kembali!”

“Sekarang kau boleh membacanya,” kata Ye Hu pelan.

Ma Teng membuka lipatan kertas itu dengan tangan gemetar. Semakin ia membaca, matanya semakin terbelalak, wajahnya bersinar karena pencerahan yang tak terlukiskan. Ia mencoba menggerakkan tangannya mengikuti urutan baru yang tertulis di sana — gerakan yang tadinya terasa berat dan tertahan, kini mengalir lancar seperti air sungai yang deras.

“Benar-benar… perubahan kecil tapi mengubah segalanya!” Ma Teng mendongak menatap Ye Hu dengan tatapan penuh kekaguman dan rasa syukur yang mendalam. “Terima kasih, Tuan Ye! Kau telah menyelamatkan sisa hidupku!”

“Sepertinya Saudara Ma Teng sudah mendapat pencerahan,” ucap Mu Yan pelan, matanya tak lepas dari sosok Ye Hu.

Tiba-tiba, suara terdengar jelas di telinga Ye Hu — suara yang hanya bisa didengar olehnya seorang, bukan suara yang keluar dari mulut, melainkan pesan yang dikirimkan melalui getaran energi spiritual. Itu adalah teknik pengiriman suara rahasia, teknik yang hanya bisa digunakan oleh mereka yang telah mencapai tingkat tinggi.

“Melihat Tuan Ye mampu membuat pil tingkat dua dengan kemurnian sempurna dan dapat memperbaiki kesalahan teknik yang turun-temurun, kurasa Tuan Ye tidak memiliki guru secara fisik. Melainkan roh leluhur yang bersemayam di dalam dirimu dan membimbingmu. Jika Tuan meminta perlindungan enam bulan, itu berarti Tuan yakin akan tumbuh jauh lebih kuat dalam waktu itu.”

Ye Hu sedikit terkejut mendengarnya. Teknik pengiriman suara rahasia bukan hal yang asing baginya — dulu ia sendiri sering menggunakannya saat masih menjadi Kaisar Dewa. Namun sekarang, tubuhnya masih terlalu lemah untuk membalas dengan cara yang sama. Ia hanya tersenyum tipis ke arah Mu Yan, tanpa memberikan jawaban lisan.

Suara itu terdengar lagi di telinganya. “Tuan Ye tidak perlu menjawab. Ini hanyalah segumpal rasa penasaran di hatiku.”

Ye Hu mengakui kecerdasan wanita di hadapannya ini. Mu Yan telah menebak dengan sangat mendekati kebenaran — namun bukan roh leluhur yang membimbingnya, melainkan jiwa seorang Kaisar Dewa yang telah jatuh dan bangkit kembali di tubuh yang baru. Itu adalah rahasia yang tidak boleh diketahui siapa pun di dunia fana ini.

Hari itu, Ye Hu tidak hanya berhasil menjamin penjualan pil dan mendapatkan tungku yang ia butuhkan. Ia juga telah menjalin hubungan baik dengan Balai Pelelangan — kekuatan yang jauh lebih besar dari yang ia bayangkan. Dan dengan jaminan perlindungan selama enam bulan ke depan, ia memiliki waktu yang cukup untuk tumbuh kuat tanpa terus-menerus dikejar oleh bahaya.

Langkah pertamanya di dunia ini telah dimulai. Dan ia tahu — ini baru permulaan.

 

1
Nanik S
Ternyata Gurunya hanya seutas Jiwa
Nanik S
Chu Hua sangat licik
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ........
Nanik S
Chu Hua juga bengis dan kejam
Nanik S
Menuju jalan didepan yang yak terbatas
Nanik S
Ye Ba... dan seluruh keluarga harus mengetahui
Nanik S
Apakah Pemuda tampan itu Ayah Xuan Ling
BOIEL-POINT .........
very very very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
Nanik S
Kesepakatan yang bmenguntungkan
Nanik S
Ambil saja sekalian lempenganya
Nanik S
Rhu Shun ketua bayangan malam
Nanik S
Keren dan keren ... apakah bisa didapat lempenganya
Nanik S
Sebenarnya Ye Hu anak siapa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!