NovelToon NovelToon
Suami Darurat: Sahabat Sendiri!

Suami Darurat: Sahabat Sendiri!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

​"Kalau umur 30 gue belum nikah, lo wajib nikahin gue, Ka!"
​Janji konyol lima tahun lalu kini jadi bumerang untuk Nadira. Sisa waktunya tinggal menghitung hari, tapi semua perburuannya mencari pacar selalu berujung tragis—ditipu hingga nyaris jadi selingkuhan!
​Di sisi lain, ada Askara. Sahabat sejak kecil yang tampan dan mapan. Askara sengaja menolak ratusan wanita demi menanti hari ini tiba. Bagi Askara, janji umur 30 bukanlah lelucon, tapi strategi untuk memiliki Nadira seutuhnya.
​Waktu habis, Askara pun menagih janji! Nadira yang gengsi setengah mati terpaksa menikah dengan sahabat yang tahu semua kebiasaan buruknya.
​Mampukah Nadira bertahan saat Askara mulai membongkar batas friendzone dan menagih haknya sebagai suami?
​Gengsi tingkat tinggi VS Cinta tulus sahabat sendiri. Siapa yang bakal menyerah duluan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31: Bayangan Musuh dan Perlindungan Ketat

​Mata tajam Askara kembali melirik spion tengah. Sedan hitam berkaca gelap itu masih setia berada tiga mobil di belakang mereka, mengekor laju SUV-nya dengan jarak yang sangat terkontrol. Rahang Askara mengeras tipis, namun raut wajahnya tetap tenang tanpa cela. Ia tak ingin merusak kebahagiaan wanita di sampingnya.

​"Ka! Nanti buat kue pengantinnya, gue mau yang lima tingkat tapi dekorasinya pakai bunga peony segar!" seru Nadira bersemangat, jemarinya lincah menggeser-geser layar ponsel yang menampilkan referensi foto pesta pernikahan. "Terus di area photobooth, kita kasih lampu-lampu gantung yang kayak kristal itu loh! Biar estetik banget pas orang-orang foto!"

​Askara menyunggingkan senyuman manis, melepaskan sebelah tangannya dari roda kemudi lalu mengusap puncak kepala Nadira penuh kasih sayang.

​"Boleh, Sayang. Apapun yang istri gue mau, bakal gue wujudin," sahut Askara lembut, nada suaranya mengalun hangat tanpa menyiratkan sedikit pun ketegangan. "Mau lima tingkat, sepuluh tingkat, tinggal bilang. Nanti gue suruh tim dekorasi buat konsep paling megah."

​"Ih, sepuluh tingkat mah kemegahan, Aska! Dikira mau bikin candi!" celetuk Nadira tertawa renyah, matanya berbinar bahagia. "Tapi serius deh, gue seneng banget akhirnya persiapan pesta kita jalan lancar. Makasih ya udah selalu kabutin semua kemauan gue."

​"Tugas suami kan emang ngebahagiain istrinya," bisik Askara menoleh sekilas, mendaratkan kecupan hangat di punggung tangan Nadira.

​Tiba-tiba, mata Nadira tertuju pada sebuah plang toko roti bernuansa klasik Eropa di seberang jalan. Matanya mendadak membelalak lebar.

​"ASKA! STOP! STOP!" jerit Nadira heboh sambil menunjuk ke luar jendela.

​Askara refleks menginjak rem perlahan. "Kenapa, Nad? Ada apa?"

​"Itu toko roti langganan gue dari zaman SMA! Strawberry shortcake di sana itu juara banget, Ka! Udah lama banget gue gak makan gara-gara kehabisan terus!" pangkas Nadira dengan raut memohon yang menggemaskan. "Mampir sebentar ya? Beliin gue kue itu, pliss?"

​Melihat binar menggemaskan di mata istrinya, Askara tak kuasa menolak. Ini adalah kesempatan sempurna yang ia butuhkan.

​"Oke, kita mampir," jawab Askara tersenyum. Ia membelokkan mobilnya memasuki area parkir toko roti tersebut. "Lo masuk duluan gih, pilih kue mana aja yang lo suka. Gue mau parkir mobil dulu sebentar."

​"Yeay! Makasih Suamiku!" seru Nadira kegirangan. Wanita itu segera turun dari mobil dan melangkah riang memasuki toko roti beraroma manis tersebut.

​Begitu pintu toko tertutup dan sosok Nadira sibuk memilih kue di balik kaca etalase, raut hangat di wajah Askara sirna seketika. Tatapannya berubah menjadi sangat dingin dan mematikan. Ia melirik ke spion luar; sedan hitam itu terparkir di pinggir jalan utama, agak jauh namun tetap mengawasi.

​Askara merogoh ponsel di saku jasnya, mengusap layar dan menekan nomor panggilan cepat.

​"Halo, Pak Askara?" suara Bimo—asisten pribadinya—terdengar sigap dari seberang telepon.

​"Bimo, dengar baik-baik," tegas Askara dengan suara rendah yang amat dingin. "Kirim tim pengawal pribadi tambahan sekarang juga. Pelat nomor sedan hitam B 1892 SAG mengintai mobil gue dari area butik sampai area toko roti di Senopati."

​"Baik, Pak! Saya langsung lacak pemilik kendaraan itu dan kirim tim sekuritas untuk mengawal Bapak dan Bu Nadira!" sahut Bimo cepat.

​"Tingkatkan perlindungan ganda buat Nadira. Mulai detik ini, kemanapun Nadira pergi—bahkan saat di kantor atau bertemu klien—harus ada minimal dua pengawal yang mendampingi dari jarak dekat tanpa mengganggu kenyamanannya," perintah Askara tak menerima bantahan. "Gue yakin Rebecca sama suruhannya belum menyerah. Rebecca pasti masih pakai cara kotor buat balas dendam."

​"Siap, Pak Askara! Akan saya laksanakan segera!"

​"Satu lagi," tambah Askara, matanya menatap tajam ke arah sedan hitam di kejauhan. "Cari tahu siapa yang membiayai atau ngasih perintah ke mobil pengekor itu. Gue gak mau ada satu pun ancaman yang menyentuh istri gue."

​"Paham, Pak."

​Askara mematikan sambungan telepon. Ia membuang napas panjang, merapikan tatanan kausnya, lalu bergegas keluar dari mobil untuk menyusul istrinya ke dalam toko roti.

...****************...

​Sementara itu, di sebuah ruang kerja mewah bergaya modern di kawasan gedung pencakar langit Jakarta Pusat, suasana terasa begitu tegang.

​Seorang pria bermata elang dengan setelan jas mahal berwarna navy berdiri di dekat jendela kaca besar yang memperlihatkan pemandangan kota. Dialah Jaster Adiguna—konglomerat muda sekaligus musuh bebuyutan Askara Pradipta di dunia bisnis internasional.

​Brak!

​Jaster menghempaskan berkas dokumen di atas meja jatinya dengan wajah merah padam berkeletuk amarah.

​"Bagaimana bisa konsorsium di Dubai lebih memilih penawaran dari Pradipta Group?!" bentak Jaster dengan suara berat yang menggelegar. "Proyek mega-resort di Dubai itu harusnya jatuh ke tangan Adiguna Corp! Kita sudah siapkan dana ratusan miliar buat proyek itu!"

​Di hadapannya, seorang pria paruh baya yang merupakan tangan kanan Jaster menunduk takut.

​"Ma-maaf, Pak Jaster. Pihak investor dari Dubai menyukai konsep efisiensi dan keamanan investasi yang diajukan langsung oleh Askara Pradipta. Askara bergerak sangat cepat memotong jalur negosiasi kita minggu lalu," jelas sang asisten dengan suara bergetar.

​Jaster menyipitkan matanya. Rahangnya mengeras hebat. Kekalahan atas proyek bernilai puluhan triliun rupiah ini benar-benar mencoreng harga dirinya di dunia bisnis. Askara Pradipta selalu saja menjadi batu sandungan utama yang menghancurkan semua rencananya.

​"Askara..." geram Jaster dingin, jemarinya meremas tepi meja jatinya hingga memutih. "Pria itu selalu merasa dirinya sempurna dan tak tersentuh. Dia pikir dia bisa terus merebut apa yang harusnya jadi milik gue?"

​Jaster berbalik menatap asistennya. "Cari tahu semua informasi pribadi terbaru tentang Askara. Tanpa terkecuali. Setiap orang pasti punya kelemahan, sebesar apa pun kekuasaan atau kekayaannya."

​Sang asisten segera menyodorkan sebuah tablet digital kepada Jaster.

​"Sebenarnya kami sudah mengumpulkan data terbaru, Pak Jaster. Minggu lalu, Askara Pradipta baru saja meresmikan pernikahannya secara hukum dengan seorang wanita bernama Nadira Ruella," terang sang asisten.

​Jaster menggeser layar tablet tersebut. Di sana terpampang foto-foto Askara yang memeluk erat Nadira di berbagai kesempatan, lengkap dengan laporan intelijen yang menyatakan betapa posesif dan protektifnya Askara terhadap wanita tersebut.

​Mata Jaster berbinar liar. Sebuah senyuman miring yang penuh intrik dan kejam terukir perlahan di bibir pria itu.

​"Nadira Ruella..." gumam Jaster mengeja nama itu dengan nada mengintimidasi. Ia menatap foto kebersamaan Askara dan Nadira yang tampak begitu bahagia dan saling mencintai. "Jadi... pria sedingin es seperti Askara akhirnya punya kelemahan yang nyata?"

​Jaster terkekeh rendah, suara tawanya terdengar amat berbahaya di dalam ruangan yang sunyi itu.

​"Bagus... bagus sekali," bisik Jaster dengan pandangan mata yang dipenuhi rencana licik. "Askara sudah merebut proyek besar gue di Dubai. Maka adil rasanya kalau gue mengincar hal yang paling berharga di dalam hidupnya. Cari tahu semua jadwal dan aktivitas wanita ini. Kita perhatikan permainan seperti apa yang bisa kita mainkan dari wanita bernama Nadira ini."

​Di dalam toko roti, Nadira tersenyum lebar saat Askara melangkah mendekat sambil membawa kantong kertas berisi kue favoritnya.

​"Udah dibayar kan, Ka?" tanya Nadira manja sambil melingkarkan tangannya di lengan kekar Askara.

​"Udah, Sayang. Apapun buat istri gue," sahut Askara tersenyum manis, membalas genggaman tangan Nadira dengan begitu erat.

​Askara menatap wajah ceria Nadira dengan tatapan sarat akan tekad yang mutlak. Apapun yang terjadi, siapapun yang berani mencoba mengusik kedamaian mereka—baik itu bayangan masa lalu maupun musuh bisnisnya—Askara bersumpah akan mempertaruhkan seluruh hidup dan kekuasaannya untuk melindungi wanita yang sangat ia cintai ini.

1
English Lesson
lanjut Kak😍💪
Ariska Kamisa: siap👍
total 1 replies
Enz99
bagus
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
Azizah az
ikutan disini Thor ☺️🤗
Fitra Sari
lanjut lagi KK 🙏🥰
N07
New reader nie Thor. Suka sama gaya berceritanya, susunan kata & tanda baca juga rapi jadi enak bacanya. Semoga ceritanya juga menarik sampe ending ga bertele2.
mak mak doyan novel
nah gini kan adem.. g ada gengsi yg tinggi lgi
mak mak doyan novel
ini mah calon suami idaman
mak mak doyan novel
udah ya nad gengsinya.. semua dukung kmu sama aska
Fitra Sari
lanjut KK sampe halal 🥰
Ariska Kamisa: terimakasih kak🙏🙏
aku jadi semangat nih...
total 1 replies
umie chaby_ba
lanjut thor
umie chaby_ba
ceritanya ringan, dan bagus...
semangat terus thor...
/Heart/
Ariska Kamisa: terimakasih banyak ya kakak♥️
total 1 replies
English Lesson
Bagus👍🏻👍🏻
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
waduh... askara serem juga...
umie chaby_ba
lah aska mah lemah banget ngambek bentaran doang... 🤣
umie chaby_ba
hayo loh ...
umie chaby_ba
nadira ngeselin ih... malah cerita lagi udah tahu suasananya lagi ga beres malah cerita
mak mak doyan novel: setuju..
ngeselin bgt dia
total 1 replies
umie chaby_ba
nah kan... bukan orang biasa aja yang ujug-ujug dateng. pasti ada maksud terselubung 🤭
umie chaby_ba
mode protektif nih🤭
umie chaby_ba
dih... bisa aja brondong... bahaya banget nih... nanti nadira tergoda lagi, kesempatan banget buat nadira malah ini mah...🤭
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
umie chaby_ba
kagak inget umur banget si nad sumpah 30 tahun masih begitu, askara lo sabarnya kebangetan ini mah !!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!