NovelToon NovelToon
The Thirteen Fault

The Thirteen Fault

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:286
Nilai: 5
Nama Author: whimsy quinn

Jackly Ellesmere Zloty- dia adalah pamanku yang galak dan posesif. Tapi, dia selalu menuruti permintaanku. asal tidak bersangkutan dengan satu orang yang begitu di bencinya. yaitu.. Papa.
~BillbyImona

Tidak hanya kami.. semua orang pasti bertanya-tanya siapa sebenarnya Billby itu?
~tigabujangprancis
#family drama with romcom

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon whimsy quinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

A Familiar Choice Of Size

Weekend.

Sesuai agenda. hari ini billby akan mengikuti kelas masak.sebenarnya billby tidak terlalu suka dengan acara masak memasak.

Namun, ni adalah salah satu alasan agar billby bisa lebih sering keluar rumah. kalau tidak ada urusan billby tidak akan diizinkan keluar.

Gak usah.. main di rumah aja.. semua ada,itulah jawaban om nya setiap billby meminta izin untuk main keluar. Bahkan hanya bersepeda keliling kompleks aja tidak boleh

Billby akui, rumahnya ini memang semua ada..mulai dari kolam renang, taman bermain, sungai buatan,terapi ikan,semua alat olahraga,hingga kebun binatang pun ada di rumahnya.

Memang gak banyak hewan yang ada..mungkin hanya sekitar sepuluh macam hewan saja

Hewan yang paling banyak jumlahnya itu kucing.itu adalah hewan yang paling ia sukai.bahkan ia memelihara lebih dari tiga puluh ekor kucing

Selain itu, ada burung hantu, burung beo, monyet, zebra, kuda, unta, landak, dan masih ada beberapa jenis lain

Walaupun Jack tidak mengizinkan billby keluar rumah. tapi, memang fasilitas atau hiburan yang Jack sediakan bukan main

Sayangnya, sebanyak apapun fasilitas yang Jack sediakan, ada satu hal yang mungkin tak ia sadari: selengkap apapun fasilitas di rumahnya,tetap tidak berguna jika ia tidak memiliki seorang teman pun. Tetap saja hari hari nya akan membosankan

°•••°

Pukul 8 lewat 30

"Udah siap belum bil?" Tanya Jack saat memasuki kamar billby

Terlihat Billby sedang menatap pantulan dirinya di cermin "om.. memangnya aku kecil banget ya? Aku pendek banget ya?"

"Enggak kecil. Cuman agak mirip kurcaci aja"balas Jack memancing emosi billby

Billy melotot "om-"

"Udah..gak usah ngamuk. Jadi pergi gak nih?"sela Jack

Wajah billby tampak kesal. Tapi,ia tidak membalas lagi.hanya mengangguk.

Jack segera keluar dari kamar billby dan gadis itu mengikutinya. mereka berpisah di tangga depan rumah.karena Jack pergi ke ruang parkiran untuk mengambil mobil

"Hari ini kamu mau bikin apa?" Tanya Jack saat billby masuk ke dalam mobil

Billby berdecak "mau bikin masalah"

Jack menaikkan sebelah alisnya "oh ya lupa.. kemaren kan udah tanya. kamu mau bikin kue tart kan?"

"Hmm"

"Selesai jam berapa?" Tanya Jack lagi

"Gak terlalu lama.. karena kue tart bukan kue yang harus didiemin dulu buat ngembangin adonan. paling lama.. dua jam lah" billby mengambil kaca yang ia simpan di laci dashboard untuk memastikan penampilan nya tetap rapih

Dih, padahal mau bikin kue..ngapain juga rapih rapih.

Dasar anak gadis jaman sekarang

"Ya udah. kalo kamu dah selesai, om mau cukur rambut" ujar Jack memberitahu agendanya

"Kenapa gak pas aku bikin kue,om pergi cukur?" Saran billby yang cukup efisien

Namun, jack langsung menolaknya "gak bisa.ntar kalo kamu keliaran gimana?"

"Gak bakal ih! om mah suudzan mulu.lagian aku masak dua jam.om pergi cukur kan gak selama itu.. kalo om ninggalin aku lebih dari dua jam. baru wajar kalo om mikir  kesana" balas billby kesal

Jack tampak tak tergugah "enggak.om bakal tungguin kamu sampe selesai"

"Terserah" balas billby malas

°•••°

Setelah mengantar billby ke cooking studio tempat billby belajar memasak, Jack menunggu di dalam mobil

Ia menghela napas saat mengingat waktu sarapan tadi pagi. Saat papi dan maminya mengungkit lagi soal pernikahan. ternyata kali ini mereka benar benar serius

Bukan hanya dorongan biasa seperti sebelum sebelumnya.

dijodohkan? Jelas Jack tidak suka.ia bukan tidak ingin menikah.tapi,ia sedang menunggu seseorang

Jack membuka aplikasi WhatsApp di hpnya. ia ingin mencoba untuk menghubungi gadis itu. sempat beberapa kali Jack mengetikkan sesuatu namun,ia menghapusnya lagi

Jack ini tipe cowok gengsian.ia menyukai Ceylon,(gadis yang selama ini ia tunggu) sejak SMA. mereka satu kelas dari kelas 1 SMA sampai lulus kuliah. Setelahnya, Jack langsung menjadi guru di sekolah papanya.sedangkan Ceylon, melanjutkan pendidikan di luar negeri

Kalau  dipikir-pikir, mungkin Jack sudah menyukainya lebih dari 10 tahun. namun, sampai saat ini ia belum berani untuk mengungkapkannya. Gila bukan?

Sebenarnya Ceylon sudah menyelesaikan pendidikannya. namun, di tahun kedua Ceylon keluar negeri untuk melanjutkan pendidikan, orang tua nya ikut pindah kesana karena tidak bisa jauh jauh dari putri semata wayang mereka

Dan saat ini, tampaknya keluarga Ceylon sudah cukup nyaman tinggal disana. pekerjaan orangtuanya pun sudah stabil

Tak sadar, waktu 2 jam sudah berlalu. Mungkin karena terlalu terbuai dengan pikirannya. Billby membuka pintu mobil dan masuk Dengan membawa kotak transparan yang berisi kue tart

"Dah selesai?" Jack menatap billby dengan heran karena ia merasa sepertinya baru saja billby keluar dari mobil. eh, tiba tiba dah masuk lagi

"Belum" balas billby datar. lagian udah jelas-jelas ia memegang kue ditangannya. kalo bukan hasil buatan nya apa dong? Beli? Ini kan bukan toko roti. Tapi,cooking studio

Jack menatap billby dengan tatapan.. seperti sedang mencari sesuatu "kamu ada masalah? Lagi sensi kayaknya dari kemaren"

Billby akui, itu benar adanya. Kalau ditanya kenapa?billby juga gak tahu. "moodku emang lagi buruk dari kemaren. gak tau kenapa" balas billby seadanya

Jack mengangguk lalu mulai menjalankan mobilnya "kalo mau jalan-jalan atau apa, bilang aja.. nanti om cari waktu"

Billby hanya mengangguk singkat.

"Itu..bikinan kamu tadi?" Tanya Jack

Billby menatap kue yang dipegangnya "iya..yang bikin aku.. yang ngehias chef-nya. hmm, keliatannya susah" ucap billby sambil membayangkan proses penghiasan kue ini tadi

"Gak papa... kamu pasti bisa. kalo gak bisa juga gak papa.. banyak hal lain yang kamu bisa" balas Jack lagi mode dewasa

Setelah berlalu belasan menit, akhirnya mereka sampai di sebuah barbershop. kece barbershop, namanya.

Di sebelah nya ada cafe. JR'b cafe.

Setelah turun dari mobil.billby menatap cafe itu "aku mau beli Boba om" billby menunjuk cafe yang kacanya transparan dan ada stiker Vinly dengan posisi berantakan atau abstrak dengan bentuk minuman minuman seperti Boba,coffee dan semacamnya

Jack menatap cafe tersebut. baru kayaknya. soalnya setiap cukur ia selalu di tempat ini. Tapi, terakhir ia potong rambut disini, cafe itu belum ada

Jack menyerahkan selembar uang seratus ribu "habis beli langsung ke barbershop. Langsung. inget ya..lang-sung. awas aja kalo berani macam-macam" peringat Jack sambil mengulang ulang kata 'langsung'

Billby yang sedang malas ribut hanya mengiyakan saja. Billby mengambil uang tersebut dan mengantongi nya. Billby tidak akan menggunakannya untuk membayar nanti. Emang ini zaman apa masih bayar pake cash. Tapi, namanya juga uang. Jadi ya terima ajalah

"Om beli" ujar billby setelah masuk ke cafe tersebut dan berdiri di depan kasir

"Beli apa dek?" Balas si Abang Boba sambil tersenyum.

Billby menatap penjual Boba itu dengan dahi mengerut. kayak..familiar.tapi,habistu ia menggelengkan kepalanya karena sedang tidak ingin berpikir keras "Brown sugar boba milknya satu om"

Laki laki si penjual Boba itu mengangguk sambil tersenyum ramah. Dan,tanpa billby sadari diam diam ia  mengamati billby yang menggunakan masker. matanya cantik.kayak siapa ya? Pikir laki laki itu."oke..brown sugar boba milknya satu.ukurannya apa dek?"

"Mmmmmmmmm" billby menggumam lama sekali."yang kecil aja om.eh yang gede aja deh.eh, kebanyakan gak ya?kalo kecil takut kurang.kalo ukuran sedang nya ada gak?" oceh billby panjang lebar yang tanpa sadar membuat si om Boba itu flashback.

Teringat ke seorang gadis yang dulu pernah begitu dekat dengannya.setiap kali mereka membeli makanan atau minuman. Gadis itu selalu menggumam panjang.lalu memilih menu atau ukuran yang akan di pesannya dengan begitu lama. persis seperti yang billby lakukan saat ini

Perasaan pria itu jadi campur aduk. tapi,ia tetap berusaha bersikap profesional. ia tersenyum ramah "gak ada ukuran sedangnya dek"

Billby cemberut di balik maskernya. "ya udah deh yang kecil aja.. eh,yang besar. Yang besar aja yang besar"

"Oke..brown sugar boba milknya yang besar satu, ada lagi?"

"Itu aja" balas billby singkat

Setelah menunggu beberapa saat, si Abang Boba tadi menyodorkan sebuah plastik berisi pesanannya tadi "28000 dek.mau bayar cash atau-"

"Qris" balas billby cepat. bahkan sebelum si penjual sempat menyelesaikan kalimatnya

"Baik.. silahkan di scan kodenya" ujar pria itu ramah sambil menunjuk kode qris tokonya dengan  empat jari

Billby segera melakukan pembayaran lalu pergi tanpa curiga sedikitpun

1
chill
komentar ya say.. buat motivasi penulis baru💪🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!