NovelToon NovelToon
Setelah Cerai, Hartaku 300 Triliun!

Setelah Cerai, Hartaku 300 Triliun!

Status: tamat
Genre:Perubahan Hidup / Wanita perkasa / Identitas Tersembunyi / Kaya Raya / Penyesalan Suami / Menyembunyikan Identitas / Chicklit / Penyesalan Keluarga / Tamat
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: Elara Chandrakanta

Tiga tahun menjadi istri Rayhan Sutanto, Keira tidak pernah diperlakukan selayaknya. Dicaci mertua, dihina ipar, dan diabaikan suami yang hatinya sudah milik perempuan lain.
Malam itu, di atas ranjang pernikahan mereka, Rayhan memanggilnya dengan nama wanita lain. Cukup sudah.
"Rayhan, kita cerai."
Tapi ketika pintu Pengadilan Negeri tertutup di belakangnya, sebuah Rolls-Royce Phantom berhenti di hadapannya. Seorang pria tua membungkuk hormat dan menyerahkan kartu hitam bertuliskan 300 triliun rupiah.
Keira bukan yatim piatu dari panti asuhan. Dia adalah putri bungsu keluarga Liem — konglomerat nomor satu di negeri ini. Tiga kakak laki-lakinya menguasai dunia militer, medis, dan hiburan. Dan sekarang, dia kembali.
Sementara mantan suaminya berlutut memohon maaf, Keira duduk di kursi CEO perusahaannya. Sementara mantan mertua yang dulu menyuruhnya berlutut di hujan kini menjadi pembantunya. Dan sementara wanita yang dulu memanggilnya "pengganti" kini membusuk di balik jeruji.
Tapi di balik semua pembalasan dan kejayaan, ada satu rahasia yang belum terungkap — identitas asli Rayhan Sutanto, dan pengorbanan yang dia sembunyikan selama bertahun-tahun.
Cinta yang terlambat, apakah masih layak diperjuangkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elara Chandrakanta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12

Bab 12: Siapa yang Menyelamatkan Siapa?

"Awasi dia."

Perintah Anya bergerak lebih cepat daripada gosip pertunangannya.

Dua hari setelah jamuan Mulyadi, Celine Chandra mulai merasa ada motor yang terlalu sering lewat di depan apartemennya. Awalnya ia mengira itu hanya kurir makanan. Di Surabaya, orang bisa memesan kopi tiga kali sehari tanpa merasa bersalah. Namun ketika motor yang sama muncul lagi di depan studio kecil tempat ia bekerja sebagai koreografer lepas, Celine mulai tidak nyaman.

Ia mengirim pesan kepada Keira.

Kei, kayaknya ada yang ngikutin aku.

Balasan Keira datang kurang dari satu menit.

Lokasi. Sekarang.

Celine tersenyum kecil meski tangannya dingin.

Keira selalu begitu. Tidak bertanya panjang, tidak panik, langsung bergerak.

Di tempat lain, Rayhan duduk di ruang kerja dengan lampu menyala sampai lewat tengah malam. Di depannya tersebar laporan lama, foto kecelakaan dua belas tahun lalu, dan catatan rumah sakit yang sebagian sudah buram.

Rion berdiri di sisi meja.

"Semua saksi lama mengatakan ada seorang anak perempuan yang menarik Tuan keluar dari mobil sebelum api membesar," kata Rion. "Tapi namanya tidak tercatat."

Rayhan menyentuh foto lama itu.

Dalam ingatannya, malam itu hanya potongan panas, bau bensin, dan suara seorang anak perempuan yang memanggilnya agar tetap sadar. Ia dulu percaya Anya adalah gadis itu, karena Anya pernah menceritakan detail yang tampak benar.

Namun setelah semua kebohongan Anya terbuka, keyakinan itu retak.

"Apa Anya benar ada di lokasi?" tanya Rayhan.

Rion ragu setengah detik. "Menurut data sekolah, dia ada di acara keluarga Mulyadi malam itu. Tapi catatan itu bisa saja..."

"Bisa saja dipalsukan?"

Rion menunduk. "Iya."

Rayhan menatapnya. "Siapa lagi yang hilang dari catatan malam itu?"

Rion menggeser map lain. "Ada kabar lama tentang anak perempuan keluarga Liem yang menghilang setelah kecelakaan dan kemudian tidak pernah muncul di publik. Tapi keluarga Liem menutup semua informasi."

Nama Liem membuat Rayhan terdiam.

Keira berdiri di samping Kevin Liem. Keira muncul dengan pengawal Liem. Keira memiliki akses yang tidak masuk akal ke uang dan perusahaan.

Potongan-potongan itu mulai mendekat, tetapi belum menjadi gambar utuh.

"Teruskan," kata Rayhan.

Rion mengangguk. Namun ketika keluar dari ruang kerja, ponselnya bergetar.

Anya:

Apa Rayhan masih menyelidiki masa lalu?

Rion menatap pesan itu lama.

Ia pernah berutang pada Anya. Utang yang membuatnya sulit menolak, meski nalurinya mengatakan ia sedang berjalan ke lubang yang salah.

Ia mengetik singkat.

Ya. Dia mulai curiga soal gadis dua belas tahun lalu.

Pesan terkirim.

Pada pagi yang sama, Keira berada di ruang rapat kecil bersama tim legal Liem. Di layar, logo Andalan Properti muncul dengan angka penawaran.

"Lima puluh miliar rupiah untuk akuisisi cepat," kata pengacara. "Perusahaan ini kecil, tapi punya akses ke beberapa tender lahan yang sedang diincar Sutanto Corporation."

Keira menatap data itu. "Justru karena kecil, mereka tidak akan curiga."

Kevin duduk di belakang, tidak ikut bicara. Ia hanya tersenyum saat Keira menandatangani dokumen.

"Andalan Properti resmi di bawah kendali Nona Keira," ucap pengacara.

Keira meletakkan pena. "Bagus. Mulai sekarang, setiap tender yang disentuh Sutanto, aku ingin tahu lebih dulu."

Ponselnya bergetar.

Lokasi dari Celine masuk, lalu satu pesan suara terputus.

"Kei, aku..."

Setelah itu, hening.

Wajah Keira berubah.

Kevin langsung berdiri. "Apa?"

"Celine."

Lokasi terakhir menunjukkan gudang tari lama di kawasan pergudangan Rungkut. Keira tidak menunggu pengawal lengkap. Ia hanya mengambil kunci mobil dari meja Kevin.

"Kei, tunggu!"

"Kalau menunggu, dia bisa hilang."

Gudang itu tampak kosong saat Keira tiba. Pintu samping terbuka sedikit. Bau debu, karet lantai lama, dan besi berkarat menyambutnya.

Di dalam, Celine duduk di kursi dengan tangan terikat. Ada memar kecil di pelipisnya, tetapi matanya langsung menyala saat melihat Keira.

"Kei, belakang!"

Keira menunduk tepat sebelum tongkat kayu menghantam udara di atas kepalanya.

Dua pria menyerang dari sisi kiri. Satu perempuan berdiri di belakang mereka dengan blazer mahal dan wajah sinis.

Fiona Pranata.

Keira pernah melihatnya di daftar koneksi Kevin. Mantan tunangan yang dipaksakan keluarga, perempuan yang selalu merasa Keira mengambil sesuatu darinya meski mereka belum pernah benar-benar bertemu.

"Anya mengirimmu?" tanya Keira.

Fiona tersenyum. "Aku hanya membantu teman. Kau terlalu sering menang belakangan ini."

"Sayang sekali kau memilih pihak yang kalah."

Pertarungan itu singkat.

Keira memakai jaket salah satu penyerang untuk menahan pukulan, memutar tubuhnya, lalu menjatuhkan pria pertama ke lantai. Pria kedua mencoba mengunci tangannya, tetapi Keira menekuk siku lawan ke arah yang salah sampai ia berteriak. Fiona mundur, wajahnya pucat.

Celine berusaha berdiri dengan kursi masih terikat. "Kei, jangan terlalu keren sendirian. Aku jadi merasa tidak berguna."

"Diam dan jangan jatuh."

Keira menendang pisau kecil dari tangan penyerang terakhir, lalu menghantam lututnya. Dalam kurang dari lima menit, gudang itu penuh suara orang mengerang.

Fiona mencoba lari.

Pintu depan terbuka.

Kevin masuk dengan pengawal, wajahnya gelap. Fiona berhenti seketika.

"Pak Kevin..."

Kevin menatapnya seperti melihat sampah di lantai mahal. "Salah satu keputusan terbaikku adalah tidak pernah menikahimu."

Fiona menggigit bibir, tetapi pengawal sudah mengambil tas dan ponselnya. Di dalamnya ada pesan pembayaran, foto Celine, dan jadwal studio yang jelas bukan kebetulan. Wajah Fiona makin pucat saat Kevin menyuruh staf legal Angle menghubungi polisi.

"Aku tidak akan masuk penjara karena ini," desis Fiona.

Keira menoleh sebentar. "Seharusnya kau memikirkan itu sebelum menyentuh temanku."

Keira membuka ikatan Celine.

Begitu bebas, Celine memeluk Keira dengan napas gemetar. "Aku baik-baik saja. Aku cuma... hampir pingsan sedikit."

"Itu bukan baik-baik saja."

"Aku tahu. Tapi kalau aku bilang takut, nanti kau makin marah."

Keira memeluknya sebentar, lalu melepas. "Mulai hari ini, kau tinggal di tempat aman."

Celine ingin protes, tetapi melihat wajah Keira, ia menutup mulut.

Malamnya, laporan tentang Fiona dan dua penyerang masuk ke meja Keira. Anya tidak muncul dalam bukti langsung. Semua komunikasi diputus lewat nomor sekali pakai.

Namun Keira tahu.

Anya sedang menguji batasnya.

Di sisi lain, Rayhan menerima laporan baru dari Rion. Kali ini bukan soal Celine, melainkan potongan data lama yang makin membuatnya gelisah.

"Ada nama yang hilang dari arsip publik keluarga Liem," kata Rion. "Anak perempuan bungsu. Usianya cocok dengan gadis di kecelakaan itu."

Rayhan berdiri di depan jendela.

Bayangan Keira di gaun merah, Keira dengan pengawal Liem, Keira yang tidak gentar menatap keluarganya, semuanya berputar menjadi satu.

Ia mengambil ponsel lain, nomor yang hanya dipakai untuk jaringan paling rahasia.

"Sinar," katanya, "selidiki keluarga Liem. Cari tahu apakah mereka pernah kehilangan seorang putri."

1
Diah Susanti
ini salah satu keahlian orang Indonesia, bisa mengetahui kehadiran seseorang yang dikenal dari suara kendaraannya. bahkan dari langkah kaki juga batuk/dehemannya😄😄😄
Tri Septi
pembalasan ya.....maaf aku kurang sreg😔🙏
Tri Septi
ayo nyalakan apinya 🔥🔥🔥🔥🔥 semangat 💪💪💪
Tri Septi
satu per satu kesalahan harus dipertanggung jawabkan 😇
Tri Septi
semoga keira selamat😯
Tri Septi
sudah terlambat ray🔥🔥🔥
Tri Septi
wah, keira 👍 lanjutkan Thor, makasih 🙏🙏
Tri Septi
taktik Rayhan setelah tahu keira siapa .... telat bro! 🔥
Tri Septi
ini baru permulaan 😆😆😆
Tri Septi
ternyata jago beladiri😍😍😍
Tri Septi
hemmmm....orang kaya mah bebas ya, lanjut thor👍
Tri Septi
en in en......gimana kelanjutannya, tunggu episode berikut....😁🤣🤣🤣
Tri Septi
ayo mulai babak baru 👍😍
Tri Septi
lanjut Thor 👍 suka' 😍😍😍
Tri Septi
hemmmm....teh hijau sudah muncul🤔
Tri Septi
selamat datang kembali menuju kehidupan baru keira 😍😍😍
Tri Septi
aku mampir thor😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!