NovelToon NovelToon
Si Kecil Yang Terbuang (Revisi Pelan-pelan)

Si Kecil Yang Terbuang (Revisi Pelan-pelan)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daneen_Nis

Si Kecil yang Terbuang

Sejak lahir, Aluna Kirana dianggap sebagai pembawa kesialan hingga keluarganya tega membuangnya di tengah hujan. Beruntung, seorang nenek berhati mulia menemukannya dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang meski hidup dalam keterbatasan.

Bertahun-tahun kemudian, Aluna tumbuh menjadi gadis yang lembut, kuat, dan penuh ketulusan. Tanpa disadari, takdir membawanya kembali bertemu dengan keluarga yang pernah membuangnya. Di saat penyesalan mulai menghantui mereka, Aluna juga dipertemukan dengan Arsen Mahardika, seorang CEO muda yang perlahan mengubah jalan hidupnya.

Ketika rahasia masa lalu terungkap, mampukah Aluna memaafkan mereka yang telah meninggalkannya? Ataukah ia akan memilih orang-orang yang mencintainya tanpa syarat?

Sebuah kisah penuh haru tentang luka, pengorbanan, keluarga, dan cinta yang membuktikan bahwa seseorang tidak ditentukan oleh masa lalunya, melainkan oleh keteguhan hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daneen_Nis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 - Jejak yang Mulai Terungkap

Pagi itu, Arsen tidak bisa melupakan wajah pria yang melihat kalung Aluna di pasar. Ekspresi terkejut pria itu bukanlah kepura-puraan. Seolah-olah ia baru saja melihat seseorang yang telah lama dicari.

Di ruang kerjanya, Arsen memanggil Rangga.

"Bagaimana hasil pencarian nomor polisi mobil kemarin?"

Rangga menyerahkan sebuah map.

"Sudah saya telusuri, Pak. Mobil itu menggunakan pelat palsu."

Arsen mengembuskan napas pelan.

"Berarti dia memang sengaja menyembunyikan identitasnya."

"Tapi ada satu petunjuk."

"Apa itu?"

"Kamera lalu lintas sempat merekam mobil itu berhenti di sebuah rumah tua di daerah Bukit Anggrek."

Arsen langsung berdiri.

"Kita ke sana sekarang."

Sementara itu, Aluna mengikuti pelajaran seperti biasa. Namun, pikirannya terus teringat pada pertanyaan Arsen sehari sebelumnya.

"Kalau suatu hari nanti kamu mengetahui siapa keluarga kandungmu, apa yang akan kamu lakukan?"

Pertanyaan itu membuatnya gelisah.

Saat bel pulang berbunyi, Siska menghampirinya.

"Luna, akhir-akhir ini kamu sering melamun."

"Aku hanya sedang banyak berpikir."

"Tentang keluargamu?"

Aluna mengangguk pelan.

"Aku takut kalau suatu hari semuanya berubah."

Siska menggenggam tangan sahabatnya.

"Apa pun yang terjadi nanti, kamu tetap Aluna yang aku kenal."

Senyum tipis muncul di wajah Aluna.

"Terima kasih."

Di rumah tua yang dituju, Arsen dan Rangga menemukan bangunan itu sudah kosong.

Debu memenuhi ruangan, sementara beberapa perabot tampak sudah lama tidak digunakan.

Namun, di atas meja terdapat secarik kertas yang belum lama ditinggalkan.

Rangga mengambilnya.

"Pak."

Arsen membaca isi kertas itu.

"Kalau ingin mengetahui kebenaran, jangan libatkan gadis itu terlalu cepat. Nyawanya dalam bahaya."

Arsen mengepalkan tangannya.

"Siapa sebenarnya orang ini?"

Belum sempat mereka mencari lebih jauh, suara langkah kaki terdengar dari belakang rumah.

Rangga berlari mengejar, tetapi hanya menemukan pintu belakang yang terbuka.

Orang itu kembali berhasil melarikan diri.

Menjelang sore, Aluna membantu Ratih di pasar.

Ratih beberapa kali tampak batuk hingga harus duduk untuk beristirahat.

"Nek, kesehatan Nenek menurun."

"Nenek hanya kelelahan."

"Besok kita ke puskesmas."

Ratih tersenyum.

"Nenek masih kuat."

Aluna menggeleng.

"Aluna tidak mau ambil risiko."

Percakapan mereka terhenti saat Arsen datang bersama Rangga.

"Nenek terlihat pucat," kata Arsen.

"Hanya sedikit lelah."

"Sebaiknya diperiksa."

Ratih akhirnya mengangguk.

Malam itu, Arsen mengantar Ratih dan Aluna ke klinik terdekat.

Setelah diperiksa, dokter mengatakan kondisi Ratih tidak terlalu serius, tetapi ia harus mengurangi pekerjaan berat dan lebih banyak beristirahat.

Sepanjang perjalanan pulang, Aluna menggenggam tangan Ratih erat.

"Nek harus janji menjaga kesehatan."

Ratih tersenyum lembut.

"Nenek janji."

Melihat kedekatan mereka, Arsen semakin memahami mengapa Aluna selalu mengatakan Ratih adalah keluarga satu-satunya.

Namun, jauh di dalam hatinya, ia tahu kebersamaan itu mungkin tidak akan berlangsung tenang lebih lama.

Di sebuah rumah mewah, Damar Prasetya menerima laporan dari Surya.

"Tuan, saya menemukan gadis yang Anda cari."

Damar menatap Surya dengan tegang.

"Siapa dia?"

"Namanya Aluna Kirana."

Surya menyerahkan sebuah foto terbaru.

Begitu melihat wajah Aluna, Damar merasa dadanya sesak.

Wajah gadis itu begitu mirip dengan seseorang yang tidak pernah bisa ia lupakan.

"Lanjutkan penyelidikan," ucap Damar pelan.

"Baik, Tuan."

Saat Surya keluar dari ruangan, Damar kembali memandang foto Aluna.

Tanpa sadar, air matanya jatuh.

"Kalau benar kamu adalah putriku..."

"Ayah bersumpah akan menebus semua kesalahan di masa lalu."

Namun, di balik pintu ruang kerja, seseorang diam-diam mendengar seluruh percakapan itu.

Orang tersebut mengepalkan tangan dengan wajah penuh kebencian.

"Jadi... gadis itu masih hidup."

Senyum licik pun perlahan muncul.

"Kalau begitu, dia tidak boleh sampai kembali ke keluarga Prasetya."

1
Adinda
mungkin victor simpanan istrinya damar bapak kandungnya Keisha
ժׁׅ݊ɑׁׅ݊ꪀꫀׁׅܻ݊ꫀׁׅܻ݊݊ꪀ_݊ꪀꪱׁׅ꯱: Terima kasih sudah Like dan Komen ka🙏🙏🙏
total 1 replies
Adinda
semoga Aluna bertemu keluarga sebelah ibunya atau kakeknya
Adinda
Aku harapnya Aluna direbut oleh keluarga dari ibunya atau kakeknya yang Kaya biar ayah kandungnya Tau rasa dibenci oleh anaknya sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!