NovelToon NovelToon
Nikah Paksa

Nikah Paksa

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Perjodohan / Single Mom
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Eleanor kici kici

Mita tidak pernah meminta takdir ini. Baginya, Sam adalah kakak, pelindung, dan satu-satunya tempat bersandar setelah kedua orang tuanya tewas demi menyelamatkan keluarga Sam. Namun, sebuah pernikahan atas dasar utang budi mengubah segalanya dalam semalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eleanor kici kici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12: Desakan dan Dilema

Hari-hari berikutnya berjalan dalam ketegangan yang kian memuncak. Setiap waktu, setiap kali Mita melihat Sam di rumah, pria itu tidak pernah lepas dari ponselnya. Rumah yang semula tenang kini kerap dipenuhi gema suara Sam yang sedang berdebat sengit dengan Vanya di telepon. Hubungan yang semula penuh kemesraan itu kini berubah menjadi medan pertempuran ego yang melelahkan.

Dari balik dinding ruang tengah atau saat menyiapkan keperluan rumah, Mita bisa mendengar potongan-potongan argumen dari seberang telepon yang diucapkan dengan nada menuntut. Vanya terus-menerus mendesak Sam tanpa kelonggaran sedikit pun.

Menikah atau berhubungan intim sekarang juga—itu adalah ultimatum yang terus dilayangkan Vanya secara berulang-ulang, membuat posisi Sam kian tersudut.

Ketegangan itu tidak mengenal waktu, bahkan sejak matahari baru saja terbit.

Pagi itu di meja makan, Mita sedang menyendokkan nasi goreng ke piring Sam ketika ponsel pria itu di atas meja mendadak bergetar hebat. Nama Vanya berkedip di layar. Sam menghela napas kasar, menyambar ponselnya, dan langsung menjawabnya dengan nada tinggi tanpa memedulikan keberadaan Mita yang duduk tepat di hadapannya.

"Vanya! Bisa tidak kamu sabar sedikit?! Aku sedang sarapan!" teriak Sam, wajahnya langsung memerah menahan kesal.

Ia mendengarkan sejenak suara melengking dari seberang telepon sebelum kembali membentak, "Aku tidak bisa melakukannya sekarang! Berapa kali harus aku katakan, tunggu sampai kita resmi menikah! Jangan paksa aku untuk melanggar prinsipku sendiri!"

Sam langsung mematikan sambungan telepon itu secara sepihak dan membanting ponselnya kembali ke atas meja, membuat sendok di piringnya berdenting. Mita yang menyaksikan hal itu dari jarak dekat hanya diam, menatap prihatin pada Sam yang kini kehilangan selera makannya.

Bahkan saat Sam sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kantor, teror telepon itu tidak juga berhenti. Mita yang mengantarnya hingga ke pintu depan kembali harus menyaksikan kemarahan pria itu meledak di halaman rumah.

Baru saja Sam membuka pintu mobil, ponselnya kembali menjerit. Sambil mencengkeram setir dengan satu tangan, Sam berteriak frustrasi ke arah speaker ponselnya.

"Astaga, Vanya! Aku mau berangkat kerja! Tolong mengerti posisiku sebagai calon CEO!" seru Sam dengan suara menggelegar, hingga gema suaranya terdengar jelas oleh Mita yang berdiri di teras rumah.

"Pilihannya tidak seburuk itu, Vanya! Berhenti mengancamku dengan pilihan menikah siri atau tidur bersama sekarang juga! Kamu membuatku gila!" Sam memutuskan panggilan itu dengan napas terengah-engah, lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, meninggalkan debu yang mengepul di halaman.

Kondisi itu tidak membaik sedikit pun hingga matahari terbenam. Saat sore hari tiba dan Sam melangkah masuk ke dalam rumah, penampilannya sudah acak-acakan. Dasi yang sudah dilonggarkan dan rambut yang kusut masai menjadi bukti betapa hancurnya hari pria itu. Mita yang menyambutnya di ruang tengah kembali disuguhi pemandangan yang sama. Ponsel Sam berbunyi lagi, dan Sam langsung mengangkatnya dengan sisa-sisa kesabaran yang habis.

"Cukup, Vanya! Aku baru saja menginjakkan kaki di rumah!" teriak Sam parau, suaranya terdengar lelah sekaligus penuh amarah.

Ia berjalan mondar-mandir di ruang tamu di bawah tatapan mata Mita yang tenang namun prihatin. "Aku tidak mau mendengar desakan itu lagi malam ini! Menikah atau berhubungan intim sekarang? Berhenti memberikan pilihan gila itu padaku! Aku butuh waktu untuk berpikir!"

Brakk!

Sam melemparkan ponselnya ke atas sofa dan menjatuhkan dirinya di samping benda itu, menyembunyikan wajahnya di kedua telapak tangannya. Sam benar-benar merasa terjebak dalam hubungan yang dibangunnya sendiri. Di satu sisi, ia masih berusaha mempertahankan sisa-sisa cintanya, namun di sisi lain, desakan agresif Vanya justru perlahan mengikis kepercayaannya.

Melihat pemandangan itu, Mita tetap bersikap tenang, menunaikan aktivitasnya tanpa ingin mencampuri urusan pribadi mereka. Namun, di balik ketenangannya, terselip rasa iba yang mendalam. Mita memilih untuk tidak berkata apa-apa atau memberikan penghakiman, membiarkan Sam bertarung dengan pilihan hidupnya sendiri di ujung sambungan telepon yang seolah tanpa akhir.(Jangan lupa klik tombol like di bawah ya, Kak!)

1
Emily
nyesel kan kamu Sam ...ngotot melepaskan Mitha malah dapat jalang
Emily
Vanya kena jebakan batman
Emily
lha pikir si ssm bakal tahu ada benihnya di perut Mitha gak tau malah belok belom terus
Emily
memangnya Sam dan Vanya udah menikah?
Emily
Mitha ga usah kebaikan malah ngaku janin yg di kandungnya benih pacarnya
Emily
CEO kok bego x si sam ni
Emily
ludwig kekasih mitha
Emily
Sam udah di ksih batu permata sama pak Baskoro malah mungut batu kerikil..mamam tu cinta
Emily
cinta boleh bodoh jangan ya sam...kenapa lebih pinter Mitha daripada kamu Sam padahal baru tamat SMA
Emily
Mitha bijaksana banget.,tetap seperti itu Mitha biar orang tidak merendahkan mu
Emily
rumit
Emily
cih sam..udah tau Vanya itu batu kali malah di pungut
Emily
demi harta ya sam.. preetlah
Emily
Sam bucin kepada kekasihnya padahal dia tau dan sadar klo wanitanya cuma cinta hartanya
Emily
gimana maksud cerita ini ...apakah Mitha janda
Emily
kenapa gak nolak aja Mita...kan bukan kamu yg berutang Budi kasih alasan yg masuk akal...sto jgan2 Mitha memang menyukai sam sebenarnya
Emily
mampir thor
Chenyu Wang
critanya bagus saya selalu nunggu kelanjutannya Terima kasih🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!