NovelToon NovelToon
Anak Kembar Jenius Untuk Sang Mantan CEO

Anak Kembar Jenius Untuk Sang Mantan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Miarosa

"Tanda tangani surat cerai ini atau keluargamu membusuk di penjara!"

​Difitnah atas kejahatan yang tidak dilakukannya, Flossie diusir oleh suaminya, Alfie Kincaid, ke tengah badai malam. Pria itu tidak pernah tahu, Flossie pergi dengan membawa rahasia yang terkunci rapat di dalam rahimnya.

​Lima tahun kemudian, wanita yang disangka telah mati itu kembali sebagai sosok berkuasa yang siap membalikkan keadaan.

​Saat kebenaran masa lalu mulai terungkap satu per satu, Alfie berlutut memohon kesempatan kedua. Namun, sepasang mata dingin sang mantan istri menatapnya tanpa emosi.

​Apakah Alfie sanggup membayar harga dari sebuah pengkhianatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miarosa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Flossie duduk bersandar di kursi kulit berwarna krem yang empuk. Ia mengenakan pakaian rajut longgar yang hangat pemberian dari tim medis Xavier. Sepasang matanya yang sayu menatap keluar jendela kaca kecil pesawat.

Di bawah sana, lampu-lampu kota London yang berkerlip bagaikan hamparan berlian perlahan-lahan mulai mengecil dan menjauh, tertutup oleh lapisan awan tipis seiring pesawat yang terus mendaki ketinggian menuju Paris.

​Xavier Ellis yang duduk di kursi seberangnya meletakkan cangkir kopi porselennya ke atas meja lipat kayu mahoni. Ia memperhatikan ekspresi kosong wanita di depannya dengan tatapan menilai.

​"Menyesali sesuatu, Flossie?" tanya Xavier memecah keheningan.

​Flossie tidak langsung menoleh. Ia menarik napas panjang, meresapi hawa hangat dari pendingin ruangan jet yang beraroma kayu cendana.

​"Tidak," sahut Flossie lirih.

Ia beralih menatap Xavier dengan sorot yang jauh lebih tegas dari sebelumnya.

"Aku tidak menyesali apa pun. Mengenang masa lalu hanya akan membuang-buang energiku yang berharga. Flossie yang bodoh telah hanyut di sungai itu."

​Xavier tersenyum tipis, sebuah binar kepuasan berkilat melintas di matanya. Ia merogoh saku dalam jasnya, kemudian mengeluarkan sebuah buku kecil bersampul biru tua dengan lambang emas internasional yang masih mengilat baru. Ia menggeser buku itu ke atas meja tepat di hadapan Flossie.

​"Ini adalah tiketmu untuk masuk ke dunia yang baru," ucap Xavier.

Xavier mengetukkan ujung jarinya di atas sampul paspor tersebut.

"Di dalam sana tidak ada lagi nama Flossie Kincaid. Identitas barumu adalah Emma Ellis."

​Flossie mengulurkan tangannya yang masih terpasang plester bekas jarum infus dengan gemetar. Ia membuka halaman pertama paspor tersebut. Di sana tertera foto dirinya dengan wajah yang tampak lebih tirus namun memancarkan keanggunan yang dingin, lengkap dengan nama baru yang dicetak dengan tinta tebal.

​"Emma Ellis."

Flossie mengeja nama itu dan merasakan debaran aneh di dalam dadanya.

"Nama yang asing."

​"Nama itu akan menjadi pelindung sekaligus senjatamu," potong Xavier.

Ia menyandarkan punggungnya ke kursi dengan santai dan melipat kedua tangannya di depan dada.

"Aku sudah mengatur segalanya secara sempurna. Begitu kita mendarat di Paris, kamu akan menempati sebuah griya tawang pribadi di kawasan elite Champs-Élysées. Semua fasilitas medis terbaik, pelayan, dan kebutuhan pribadimu telah terpenuhi tanpa batas."

​Flossie menatap Xavier dengan dahi berkerut dan rasa curiga mulai merayapi benaknya.

"Kamu memberikan semua kemewahan ini kepada wanita asing yang baru saja kamu temukan sekarat di pinggir jalan. Katakan padaku, Xavier. Apa yang sebenarnya kamu inginkan dariku? Kamu sendiri yang bilang bahwa tidak ada makan siang gratis di dunia bisnis."

​Xavier terkekeh pelan, matanya menyipit tajam, dan mengunci pandangan Flossie tanpa keraguan.

​"Aku menyukai wanita yang cerdas dan langsung pada inti masalah," ujar Xavier.

"Syaratku sangat sederhana. Aku tahu kamu memiliki bakat luar biasa dalam seni desain perhiasan yang selama ini dikubur dalam-dalam oleh keluarga Kincaid. Aku akan membiayai sekolah desain terbaikmu di Paris, membangun nama perhiasanmu sendiri, dan mengangkatmu ke puncak tertinggi industri mode internasional."

​"Lalu?" tanya Flossie, menuntut kelanjutan dari kesepakatan itu.

​"Lalu, setelah kamu memiliki kekuasaan, pengaruh, dan finansial yang mandiri ...."

Xavier memajukan tubuhnya dan menatap Flossie dengan senyuman yang sangat dingin.

"Kamu harus berdiri di sampingku sebagai aliansi terkuat untuk menjatuhkan Kincaid Group hingga ke dasar jurang kehancuran. Aku ingin Alfie Kincaid berlutut di bawah kakimu tanpa dia tahu bahwa kamu adalah wanita yang pernah dia buang."

​Flossie terdiam dan mencerna setiap kata yang keluar dari mulut pria di hadapannya. Pikiran itu mengirimkan sensasi dingin sekaligus kepuasan yang aneh ke dalam setiap jengkal urat nadinya.

​"Mengapa kamu sangat membenci Kincaid Group?" tanya Flossie penasaran.

"Apakah persaingan bisnis sedahsyat itu hingga kamu sudi merancang skenario rumit ini?"

​Xavier menyipitkan matanya dan rahangnya mengencang sesaat sebelum kembali bersikap tenang.

"Ada beberapa utang darah di masa lalu yang harus dibayar oleh keluarga Kincaid dan kamu adalah bidak catur tercerdas yang dikirimkan takdir malam itu untuk membantuku menyelesaikannya. Jadi, bagaimana? Apakah kita memiliki kesepakatan?"

​Flossie menatap paspor di tangannya, lalu mengalihkan pandangannya kembali ke luar jendela pesawat di mana kegelapan malam Eropa membentang luas tanpa batas. Di dalam rahimnya ada dua detak jantung kecil yang tersisa seolah ikut berdegup kencang yang memberikan kekuatan baru yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.

​"Ya," jawab Flossie dengan mantap dan tidak ada lagi keraguan atau ketakutan di dalamnya.

"Kita memiliki kesepakatan, Xavier. Aku akan menjadi Emma Ellis yang kamu inginkan."

​Xavier mengangguk puas dan kembali bersandar di kursinya.

"Bagus. Istirahatlah! Perjalanan kita masih panjang dan Emma Ellis tidak boleh terlihat lelah saat menginjakkan kaki di Paris."

​Flossie menutup paspor biru tua itu dengan perlahan dan mendekapnya erat di depan dada. Ia menundukkan kepala dan menatap perutnya yang masih tampak rata di balik pakaian rajutnya yang longgar.

Ia mengusap perutnya dengan kelembutan seorang ibu yang siap menantang dunia demi anak-anaknya.

​"Selamat tinggal Flossie yang lemah dan tidak berguna," bisik Flossie di dalam hati.

1
tia
lanjut thor
sunaryati jarum
Lega Flossie dan kedua bayine selamat dan sehat
sunaryati jarum
Semoga berhasil dalam.karir dan membesarkan dua anakmu Flossie
sunaryati jarum
Jangan kesuksesan kamu terbuka Emma
sunaryati jarum
Dendammu jangan sampai.membuatmu jadi monster tapi jadi wanita tangguh yang berkualitas
sunaryati jarum
Pembalasan baru dimulai dengan.penolaksn pembelian desain
sunaryati jarum
Good job ternyata kamu punya.keahlian desain perhiasan Flossie semoga sukses dengan bimbingan Xavier
sunaryati jarum
Penyesalan kamu makin dalam.Alfie apalagi jika kebenaran tentang teh herbal dan foto
sunaryati jarum
Flossie semangat demi kedua janin di rahimmu dan membalas perlakuan Madam Willa dan Alfie
sunaryati jarum
Berarti.foto- foto editan perselingkuhan Flossie itu kerjasama Wiila dan Nadia
sunaryati jarum
Xavier mafia dan musuh Kincaid
sunaryati jarum
Kau cari sepanjang sungai sampai muara laut tidak akan ketemu,Alfie
sunaryati jarum
Ada maksud lain Xavier menolong kamu
sunaryati jarum
Setelah tidak terlihat menyesal
sunaryati jarum
Semoga bayimu kuat seperti kamu Flossie
sunaryati jarum
Akhirnya dapat pertolongan
sunaryati jarum
Kuat dan jadi orang hebat Flossie
sunaryati jarum
Kuat dan tabah semoga kau menemukan kesuksesan bersama anak yang kau kandung Flossi
sunaryati jarum
Baru mampir
Miarosa: makasih sdh mau mampir 😍
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
ditunggu lanjutannya kk 💪
Miarosa: sudah lanjut ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!