Banyu dan Alia sudah lama menjalin kasih, sejak mereka masih dibangku SMU sampai mereka sudah sama - sama bekerja. Banyak mimpi dan harapan yang ingin mereka wujudkan tapi semua itu terhalang oleh restu orang tua.
Banyu biru Aji berasal dari keluarga biasa saja pemilik restoran kecil yang sudah turun temurun warisan dari kakek dan nenek banyu, sementara keluarga alia berasal dari keluarga terpandang dan kaya raya.
Diam diam orang tua aliya tidak menyetujui hubungan mereka bahkan mereka sudah menyiapkan jodoh dan rencana untuk memisahkan aliya dan juga banyu.
Akankan cinta mereka bisa berlanjut atau akan menyerah dan kalah????
" Hai.....aku come back setelah lama tidak menulis.... semoga karyaku ini bisa dibaca dan diterima banyak pembaca"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bondan wardoyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 12 Pesan untuk Aliya
Setelah mama Aliya pulang.
" Gita kamu gak usah cerita dulu soal ini kepada bapak dan mas mu, tau kan mereka baru ada masalah yang jauh lebih penting, nanti ibu yang akan cerita kr bapak dan soal mas mu ibu yang yang akan cerita tapi tidak sekarang nanti, tolong kamu cek kedapur ya Gita ibu mau ke kamar dulu." Sambil berlalu pergi meninggalkan kita dengan muka yang cukup sedih dan entahlah perasaan apa untuk menggambarnya.
Gita sebenarnya kesel sekali waktu menderkan semua perkataan wanita sombong tadi rasanya tadi Gita ingin kedepan lalu mengomel ngomelinnya seenaknya menghina orang merendahkan keluarganya dia pikir semua bisa dibeli dengan uang. Gita sambil berjalan kedapur sambil terus menggerutu dalam batinya.
Aliya yang membaca pesan dari ibu Banyu tentu saja cukup bingung kenapa tiba tiba ibu ingin bertemu denganya. Kebetulan Aliya sedang berada diluar kantor jadi Aliya bisa langsung menemui ibu Banyu.
Aliya sampe di cafe yang tidak begitu jauh dari rumah Banyu. Aliya sudah melihat ibu duduk disana. Aliya mendekat dan menyapa sekaligus mencium tangan ibu dari pria yang sangat Aliya cintai. Perasaan Aliya sudah tidak enak karena sambutan ibu Banyu tidak seperti biasanya walau mereka berdua jarang bertemu tapi Aliya tau jika ibu adalah wanita yang sangat ramah.
Ibu membuka pembicaraan terlebih dahulu.
" Maaf ya Aliya tante mengganggu kamu dijam kerja tapi sepertinya tante harus menyampaikan hal ini secepatnya."
" Iya gak papa tante Aliya tadi juga diluar kantor jadi bisa langsung kesini ada apa ya tan... gak seperti biasa tante mengajak Aliya bertemu diluar."
"Begini Aliya dengan berat hati sebenarnya tante tidak ingin ikut campur mengenai hubungan kamu dan Banyu kalian sudah sama sama dewasa dan pastinya kalian sudah tau mana yang terbaik untuk kalian, tapi ini adalah sudah menyangkut keluarga."
Ya Allah kasihan anak ku begitu beratnya dia harus berjung demi mendapatkan Aliya yang hanya akan sia- sia mau seberapa kerasnya dia berusaha tetap tidak akan ada hasilnya karena selamanya orang tua Aliya tidak akan pernah setuju. Ibu mengirimkan pesan untuk Aliya meminta bertemu disuatu tempat.
Aliya yang kebetulan berada diluar kantor setuju untuk bertemu walau didalam hatinya penuh dengan pertanyaan kenapa? Ada apa tiba tiba ibu Banyu meminta bertemu diluar. Mobil Aliya segera melaju ke tempat yang disebutkan Ibu Banyu.
Dan ya benar saja Ibu Banyu sampai terlebih dahulu beliau sudah duduk disana dan menunggu Aliya. Aliya langsung menghampiri dan menyapa sambil bersalaman dan mencium tangan Ibu. Perasaan Aliya tidak enak tidak seperti biasanya ibu yang selalu ramah dan banyak tersenyum kali ini hanya diam saja.
Aliya duduk dan memesan kopi. Dengan rasa takut tapi penasaran Aliya bertanya kepada ibu.
" maaf tante tidak biasanya minta beretemu diluar biasanya minta Aliya kerumah ada apa tante apa ada yang penting"
" Maaf ya Aliya sebenarnya tante juga gak ingin ikut campur soal hubungan kamu sama Banyu tapi sebagai seorang ibu sepertinya tante kali ini harus bicara dengan kamu, Aliya kamu itu anak yang baik tante senang sekali sebenarnya jika kelak kamu bisa menikah dengan Banyu dan mejadi menantu tante tapi sepetinya ada suatu hal yang perlu Aliya ketahui atau mungkin sudah Aliya ketahui."
" Maksudnya gimana ya tante Aliya semakin tidak mengerti?"
"Baiklah tante juga tidak mau panjang lebar menjelaskanya dalam hubungan pernikahan itu tidak hanya menyangkut kalian berdua tapi juga kedua keluarga percuma saja jika salah satu kelurga tidak menyetujuinya kedepanya pastinya akan mempersulit kalian, kamu tau kan om dan juga tante menyerahkan sepenuhnya kepada Banyu tapi nampaknya kedua orang tua kamu tidak menyukai Banyu dan sepertinya sulit bagi Banyu diterima dikeluarga kamu Aliya."
"Lho tante tau itu dari siapa itu tidak benar papa dan mama Aliya selama ini baik dengan Banyu sungguh tan..."
" Ya mungkin mereka bersikap baik tapi seharusnya kamu bisa memahami kedua orang tua kamu Aliya dengan memberikan lima syarat untuk menikahi kamu dan tante rasa lima syarat itu terlalu berat untuk Banyu mau sampai kapan kalian seperti ini kedua orang tua kamu sengaja memberikan syarat yang sulit sehingga Banyu sulit untuk mencapainya kamu pasti sudah tau kan Aliya?"
"Soal syarat itu tan kami sudah membicarakan san Banyu siap berjuang untuk itu Aliya juga berusaha membujuk papa saat ini tante Aliya minta tolong tante jangan minta kami untuk menyerah, Aliya sayang Banyu dan sebaliknya Aliya pasti akan bantu Banyu Aliya janji tante".
" Ya tante percaya kamu pasti akan membatu banyu tapi saat inu keluarga kami benar benar dalam kondisi yang cukuo sulit, situasi kami tidak baik bisa saja apa yang terjadi kepada kami langsung bisa membuat salah satu syarat dari orang tua kamu tidak terpenuhi dan memang tidak terpenuhi karena Banyu tidak lahir dikeluarga ningrat dan juga kami hanya keluarga sederhana tapi kami membesarkan Banyu dengan penuh cinta, Aliya Banyu tidak tau tante kesini dan menemui kamu tapi nanti tante pasti akan bicara pada Banyu, tante hanya ingin kalian berdua bisa berpikir secara dewasa dan pastinya pikirkan juga orang tua kamu dan juga kami, oiya terima makasih sudah menyempatkan waktu dan tante minta tolong kembalikan ini ke mama kamu ( sambil menyodorkan Amplop warna coklat yang cukup tebal ) tadi ketinggalan dirumah dan ucapakan terima kasih atas perhatiannya ."
Ibu lalu berdiri sambil membawa tasnya kemudian bersiap meninggalkan Aliya, hati Aliya hancur sekita setelah melihat amplop itu dia merasa sangat tidak enak pada ibu, aliya bahkan sampai meneteskan air mata sambil meminta maaf. Dan ibu berlalu begitu saja dari hadapanya. Aliya hanya bisa duduk membeku sambil menangis.
Dia terua berpikir apa saja yang sudah mamanya katakan pada ibu Banyu pastinya sesuatu yang membuat sakit hati Ya Allah apa yang harus Aliya lakukan.......
Setelah merasa cukup tenang Aliya begegas pulang.
Dirumah Aliya
Mamanya sedang sibuk menata bunga di ruang tengah sambil mendengarkan musik nostalgia kesukaanya. Sambil ikut bernyanyi nyanyi selakanya orang yang sedang bergembira.
Sedang asik bernyanyi dan bergoyang goyang mengikuti aluna lagu tiba tiba saja musiknya mati. Terang saja membuat mama marah marah.
"SIAPA YANG BERANI MEMATIKAN MUSIKNYA!"
"ALIYA MA.....KENAPA......!"
" Oh kamu udah pulang Aliya tumben."
ALIYA MELEMPARKAN AMPLOP WARNA COKLAT KE MEJA TEMPAT MAMANYA MENATA BUNGA DENGAN KASAR SAMPAI MENIMBUKAN SUARA BAHKAN ISINYA ADA YANG KELUAR BERCECERAN..........
Bersambung dulu ya semua.......
Beri aku semangat dengan like dan tinggalkan comen apa saja di kolom komentar ya.
Terima kasih susah membaca novel aku.
Semoga kalian menikmatinya...