NovelToon NovelToon
Akulah Pewaris Sesungguhnya

Akulah Pewaris Sesungguhnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / CEO
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Moena Elsa

Kesempatan hidup kedua yang kudapatkan, akan aku manfaatkan dengan baik.
Aku berpikir siuman dari pingsan, tapi pada kenyataannya aku kembali ke waktu satu tahun sebelumnya.
Akan aku balas mereka yang telah menyakiti ku selama ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Drama Terstruktur

"Sean, aku tahu kemampuan kamu. Proyek ini hanya awal," ujar tuan Dirga

"Sebenarnya aku sangat menyayangkan, kamu tak mau gabung di Dirgantara Grub," lanjut pria yang usianya hampir sama dengan papa Sean.

"Saya ingin membantu perusahaan opa terlebih dahulu tuan," terang Sean.

"Kamu memang anak berbakti Sean," puji tuan Dirga. Sean tersenyum menanggapi.

"Oke, setelah ini asisten ku yang akan menghubungi jika kita perlu rapat koordinasi," kata tuan Dirga.

"Baik tuan Dirga," balas Sean.

"Jangan ragu menghubungiku jika butuh bantuan," Sean kembali mengangguk.

Seminggu lagi tuan Dirga ulang tahun, aku akan memanfaatkan momen itu.

"Tuan, aku minta sedikit bantuan," kata Sean.

"Ha... Ha... Kamu memang pintar memanfaatkan peluang anak muda," tuan Dirga terbahak. Barusan tuan Dirga memberi peluang dan Sean langsung menangkap nya.

"Bantuan apa yang kamu minta?" tuan Dirga memelankan suara. Tuan Dirga menduga, pasti bukan urusan kerja.

Sean menjelaskan tentang bantuan yang dia harapkan dari tuan Dirga.

Sean ingin tuan Dirga membantunya bermain peran untuk mengelabui seseorang.

"Hhhmmm, baiklah. Kamu atur saja," tukas tuan Dirga. Sean tersenyum puas.

"Makasih tuan," ucap Sean sopan.

"Kamu sudah aku anggap seperti putraku sendiri Sean, jangan sungkan," tuan Dirga menepuk bahu Sean perlahan.

.

Beberapa hari ini Sean sering melakukan rapat dengan tim yang dibentuk di bawah kendali nya.

Perintah tuan Rahardjo tak dibantah oleh Abimanyu. Dan di sinilah Sean sekarang, berdiri tegak sebagai manager bagian perencanaan.

"Celline, hadiah ulang tahun buat tuan Dirga sudah kamu dapat kan?" tanya Sean sebelum mengakhiri rapat.

"Bukannya masih tiga hari lagi?" tukas Celline.

"Kita harus membuat tuan Dirga puas, agar memuluskan peluang kita ke depan," bilang Sean.

"Itu namanya gratifikasi bro," Kevin menyela.

"Apapun peluangnya, harus kita manfaatkan benar," balas Sean.

"Sean, kamu ada ide? Mau kasih hadiah apa buat tuan Dirga?" tanya Celline.

"Aku dengar dia pengoleksi lukisan dan barang antik," bisik Sean.

"Waktu tiga hari mana sempat Sean?" ragu Celline.

"Kalau nggak dicoba mana bisa Celline," ungkap Sean.

"Kebetulan ada pameran lukisan terkenal dan barang antik di museum dekat rumah. Kalian bisa ke sana kalau mau," celetuk salah satu staf Sean.

"Daerah mana tuh?" sahut Kevin. Sean sedikit mengangkat bibir, umpan mulai disenggol. Batin Sean.

"Celline, nanti ikut aku!" ajak Sean tak ingin dibantah Celline.

"Mulai jadi tuan pemaksa nih," bisik Celline.

"Sedikit," jawab Sean singkat.

.

Kevin berlalu cepat keluar ruangan setelah rapat ditutup oleh Sean.

Kevin terburu masuk ke ruangan Yola,lupa mengetuk pintu. Di sana dia melihat pemandangan tak masuk akal. Sang mama duduk di pangkuan tuan Abimanyu yang asyik melumat kedua bukit kembar mama nya.

"Kalian!!!" teriak Kevin.

" Kantor loh ini," seru Kevin tak habis pikir dengan kelakuan mama dan papa baru nya itu.

"Nggak usah kaget, kita sering melakukannya. Kamu aja yang baru tahu," ulas tuan Abimanyu santai sambil mengelap liurnya, sementara Yola sibuk mengancingkan baju.

"Kamu sudah dewasa, nggak usah sok alim deh," lanjut tuan Abimanyu.

"Ini juga termasuk penyemangat dalam kerja Kevin," imbuh nyonya Yola.

"Haiisssss... Tua-tua keladi," olok Kevin.

Tuan Abimanyu terkekeh.

"Ada apa kamu kemari? Masuk ruangan seperti dikejar setan," tuan Abimanyu duduk mendekati Kevin.

"Kalian tahu nggak kalau tuan Dirga mau ulang tahun? Kita harus ambil kesempatan ini Mah, Pah," cerita Kevin.

"Pah, bukannya tuan Dirga hobi lukisan dan barang antik? Kita rayu dia lewat barang-barang itu. Siapa tahu tuan Dirga memberi proyek besar nya kepada kita tanpa melalui Sean," harap Kevin.

"Ide cemerlang itu," sahut Yola.

"Papa pikirkan!" tukas tuan Abimanyu.

"Pah, tinggal tiga hari lagi loh," Kevin mengingatkan.

"Kamu tahu nggak kisaran harga koleksi tuan Dirga?" Kevin menggeleng.

"Budget kita untuk kasih hadiah tuan Dirga minimal itu lima milyar," bilang tuan Abimanyu, membuat Kevin terpana.

'Hadiah nya saja sebegitu gedhe nya. Busyeettt....,' batin Kevin meronta.

"Dan satu lagi, pengeluaran papa mencapai limit bulan ini. Gara-gara beli mobil sport dan rengekan kalian berdua membeli vila mewah," jelas tuan Abimanyu.

"Papa mulai perhitungan ini," sela Yola dengan nada kesal.

"Bukan begitu sayang, kalau kita paksakan membeli hadiah buat tuan Dirga. Uang mana lagi yang papa pakai?" kata tuan Abimanyu realistis.

Yola memikirkan cara agar niatnya berjalan lancar.

"Tunggu, kita pakai dana talangan perusahaan saja," usul Yola.

"Nggak bisa. Kamu tahu sendiri tiga hari lagi tim audit eksternal datang ke perusahaan," tolak tuan Abimanyu.

"Pakai uang mama dulu aja gimana? Bulan depan tugas papa mengganti semua nya," usul Kevin.

"Mana ada mama tunai segitu banyak?" tolak Yola.

"Jual aja barang-barang mewah mama. Ada tuh tas, berlian," bahas Kevin.

"Hhhmmm enak aja," Yola menolak tegas. Kevin tak tahu saja usaha Yola merayu Abimanyu untuk membelikan itu semua.

Ketiganya berpikir serius hanya karena ingin memberi hadiah tuan Dirga.

Sean sengaja mendengar kan dari balik pintu, seulas senyum terlihat di sudut bibir.

"Hayo, ngapain?" Celline menepuk bahu Sean dari belakang.

"Pancing ikan," Sean menjauh dari pintu dan diikuti Celline.

"Sean, mana ada mancing ikan di kantor," menurut Celline, jawaban Sean aneh bin ajaib.

.

Sean dan Celline datang ke tempat yang ditunjukkan oleh staf nya.

Sebuah galeri seni yang kebetulan mengadakan pameran.

"Sean, aku nggak paham masalah beginian," bisik Celline.

"Yang penting kamu ikutin aku saja," seru Sean.

"Kamu paham betulan?" Celline tak percaya dengan Sean.

"Apa wajahku kurang menyakinkan sebagai kolektor benda seni," Sean menatap wajah Celline membuat gadis itu tersipu.

Fokus Sean beralih ke beberapa lukisan yang terpajang. Celline mengikuti langkah Sean.

Hingga beberapa saat setelahnya, tiba Yola dan Kevin.

"Kalian ada di sini juga? Antusias sekali kasih hadiah bos Dirgantara. Emang kalian ada duit nya?" ledek Kevin.

"Tuan Kevin dan nyonya Yola kok bisa selalu bersama?" tanya Celline kepo.

"Barusan rapat sekitar sini, jadi mampir sekalian," alibi Yola.

"Emang kalian, staf yang cuman kebetulan naik pangkat karena orang dalam. Kami ini orang sibuk," sindir Kevin.

"Kalimat itu pas deh buat kamu," balas Kevin.

"Sialan," umpat Kevin.

"Kak, aku mau lukisan ini," Sean memanggil karyawan galery.

"Lukisan ini tadi ada yang nawar tiga milyar kak, tapi belum dilepas sama bos," jelas nya.

"Wah, mahal sekali ternyata," Sean menggaruk kepala sok tak paham.

"Kalau nggak ada duit jangan sok belagu deh," olok Kevin.

"Sean, kita kasih hadiah yang lain aja," usul Celline.

"Tiga milyar setengah kak," Sean mencoba menawar.

"Sean....," Celline mencegah Sean agar tak terlalu jauh menawar.

"Tiga milyar enam ratus juta," lanjut Sean.

"Aku bilang bos dulu kak," seru cewek penjaga galery itu.

"Tunggu, aku berani nawar empat milyar," potong Kevin.

Yola menarik lengan Kevin, "Uang darimana?" bisik Yola.

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

1
lin sya
smgt mama sean nikmatin hdup, buat apa pnya hrta klo gk digunain buat kesenangan diri, klo prlu cari berondong atau hot daddy sm geng mak2😄
lin sya
aku harap mamanya sean bneran cerai, jgn smpai krn abimanyu menyesal krn kebongkar kejahatan yola, papanya sean kan doyan cwek, dan gk ada cinta kemama nya sean utk apa dipertahankan, kira2 kpn papanya sean sadar ya/Smile/
Titien Prawiro
Kevin Yola dipenjara yg lama thor, Yola keluar penjara rambut putih siapa yg mau sama pelakor tua.
Titien Prawiro
Cellin beli berlian kenapa Yola iri, dia gk tahu Celline orang kaya. kepanasan hatinya. dasar pelKor kamu Yola,
Titien Prawiro
Good job Sean, buang Kevin dan ibunya, jangan simpan sampah.
lin sya
kira2 trbongkar gk ya, krn golongan darah kevin dan abimanyu berbeda, klo abimanyu gk peka kevin bkn anaknya brrti otaknya oding🤭, smga aj kbngkar kejahatan marco dan yola biar satu jeruji, pngen liat wajah penyesalan abimanyu yg udh sia2kan sean dan mamanya
lin sya
trnyata kevin bkn darah daging abimanyu, klo swtu saat posisi sean trdesak tes dna aj. klo trbkti bkn saudara seayah jd kevin gk pnya kuasa atas hrta sean dan bikin abimanyu menyesal bntr lgi jd duda tp hobby selingkuh🤭
lin sya
tnpa hrta dan kekuasaan yola dan anaknya bagaikan semut, tp sombongnya minta ampun, hrsnya sean jgn trrlu ringan menghukum gundik papanya, sean kan udh jdi pewaris bikin aj papanya gk pnya materi biar ngerasain dri bwh🤭
Tania Luvia
lanjut 👍
Tania Luvia
lanjut Thor, biarkan Yola menyingkirkan saja 😄
Tania Luvia
keren thor
Tania Luvia
sukses selalu thor, semangat
Tania Luvia
sepi thor💪
Tania Luvia
ngopi sambil mencari inspirasi bagus juga Thor 🤭
Tania Luvia
lanjut👍
Tania Luvia
lanjut thor🤭
Lee Mba Young
Anak laki kl gk punya kuasa gk bisa ngapa ngapa in kl bpk nya selingkuh. lihat Sean gk bisa misahin yola dng bpk nya.
atau pling gk nendang bpk nya biar miskin kl miskin yola pasti gk mau kn. 🤣.
Lee Mba Young
Berarti Sean gk punya kuasa 😄. lihat papa nya bawa gundik saja dia gk bisa misahin kok.
pdhl Dr segi umur Sean sdh dewasa.
Tania Luvia
Celline ternyata putri CEO yang tersembunyi🤣
Tania Luvia
gundik gilaaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!