20 Tahun sudah berlalu, Yunia sudah memiliki kehidupan keluarga yang cukup bahagia, namun ternyata ada yang disembunyikan yunia, bahwa ia hampir setiap malam bermimpi bertemu dengan sang masa lalu. Sang cinta pertama yang tidak benar benar pergi dari hatinya.
Lalu tanpa sengaja mereka tiba-tiba bertemu di dunia nyata, dan ternyata sang mantan pun sudah memiliki keluarga yang bahagia
yunia tidak bisa menampik jantungnya berdebar lebih kencang ketika kembali bertemu dengan sang pemilik mimpinya selama ini "Didi Permana Putra".
apa yang akan terjadi selanjutnya? apakah selama ini Didi pun memiliki mimpin yang sama dengan yunia?
bagaimana Yunia menata hatinya kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss ii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Curhat
Setelah melihat yunia selesai makan, Danang pun inisiatif bertanya :" Lo kenapa masuk telat, mata bengkak, eh pas istirahat malah tambah bengkak matanya?".
Danang bertanya sambil menatap mata Yunia.
Yunia menghela nafas, dan meminum lagi minuman jus yang dipesan nya, baru setelahnya menjawab pertanyaan Danang.
"biasa Nang masalah kerjaan, keluarga, cuma gue lagi cape kali ya jadinya baper kali ini", jawab yunia.
Danang :" ooh gue kira gegara pacar pertama Lo nikah hahahaha".
Yunia pun memukul lengan Danang dan berkata :" ga lah, gue dah lama kali di tinggal kawin sama dia".
" ya wajar kan gue kira begitu, lo nya awet jomblo dari abis putusan sama dia sampe sekarang. Ya kan?", tanya Danang.
Yunia :"ya gue jomblo karena bukan frustrasi Didi nikah, karena belum ketemu yang cocok, udah keluarga gue kurang akur, gue malu Nang kalo sampe nanti cowok gue kabur gegara keluarga gue bikin dia setress ".
Danang :" namanya keluarga Yun, ga ada yang sempurna".
"wah jangan bilang Lo udah siap lahir batin Nerima gue Nang", sahut yunia sambil tertawa.
"hahahaah udah sembuh Lo yun", jawab Danang.
"makasih ya Nang udah jadi tempat gue cerita, gue ga pernah cerita ini ke orang, karena gue malu, ini yang bikin gue ga pede kalo ada yang deketin gue", ujar yunia.
"kalo cowok itu serius sama Lo, dia bakal tutup mata sama masalah keluarga Lo, dia akan kasih Lo batasan, kalo cuma menambah masalah lebih baik biarkan, jangan ikut campur, kalo bisa bantu baru silahkan bantu". Jawab Danang.
Yunia pun menarik nafas dan mengembuskan pelan-pelan, dan meminum kembali minumannya.
Danang pun berkata lagi :" hidup ini memang begitu Yun, langit ga ada pelangi ga enak diliat, sama kayak hidup, pasti banyak ujiannya, karena kalo banyak cucian laundry namanya he....".
yunia pun mencebik mendengera kata-kata terakhir Danang.
"udah kenyang belum Lo? Kalo udah Hayuk pulang udah malem, ntar gue kawal dari belakang", ujar Danang.
"ulu....ulu Baeknya Danang denong, jangan bilang Lo takut gue ketemu pangeran di jalan", jawab yunia.
Danang:" duh ya gue mah serba salah sama Lo, Lo nangis gue ga tega liatnya, Lo waras bikin jengkel" .
Yunia pun tertawa mendengarnya sambil beranjak bangun mengikuti Danang ke parkiran.
Mereka pun pulang beriringan, akhirnya sampai di depan kosan yunia. Yunia pun memasukkan motornya ke parkiran kosannya, lalu menghampiri Danang di depan gerbang.
" makasih ya Nang, sana buruan pulang biar bisa mimpiin gue", canda yunia.
"iya sih mau pulang, tapi jangan deh mimpiin Lo, tar gue naksir sama Lo gawat ntar," jawab danang sambil nyengir.
"dah ah awas aja kalo Lo tar nembak gue, bakal gue gantung jawaban nya ahahahah," jawab yunia.
"bye!" jawab Danang sambil ngacir bawa motornya.
masih terdengar kekehan yunia sambil menutup pintu gerbang kosannya.
Yunia pun masuk ke kamar kosannya. Setelah selesai bebersih, dan solat. Yunia pun merebahkan dirinya di kasurnya. Ia pun menatap langit kamarnya. Fikirannya pun kembali melayang ke pak Adam yang membuatnya menangis, lalu ke masalah keluarganya.
Yunia pun menarik nafasnya, dalam solat nya tadi dia sudah luapkan semua keluh kesahnya kepada Sang Maha Pencipta. Minta diberikan kekuatan, kesabaran dan keikhlasan dalam menjalani hidup ini, dan diberikan kecerdasan dalam menghadapi masalah dalam hidupnya.
Yunia merasa sendirian, namun dia yakin pasti masalah yang dihadapinya saat ini akan menjadi pelajaran baginya di kemudian hari.
Akhirnya yunia pun terlelap, dan di dalam mimpinya kali ini, dia bertemu lagi dengan Didi, di lingkungan sekolahnya dulu, namun anehnya Didi datang bersama istrinya, dan yunia cuma bisa diam menatap Didi dari jauh, lalu tiba-tiba Danang datang dan menarik tangannya untuk pergi dari tempat itu. Tarikan tangan Danang cukup kencang di lengan yunia, yunia pun berjalan cukup cepat untuk mengikuti langkah Danang. Nafasnya pun sampai ngos-ngosan dibuatnya. Sampai akhirnya yunia hampir jatuh dibuatnya.
Dan akhirnya yunia pun bangun dari tidurnya, dan nafasnya pun ngos-ngosan, akhirnya yunia pun duduk untuk menetralkan nafasnya dan minum air putih.
yunia pun bergumam:" ini tanda bukan ya dari Allah"?.......