NovelToon NovelToon
Amazing Doctor In The City

Amazing Doctor In The City

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:740
Nilai: 5
Nama Author: EAGLE EZ

Lin Xiu returned to civilization confident and proud after training with a master who cannot be named on a celestial island cut off from the real world. In his quest to uphold justice, he courageously picks fights with elites in the community wreaking havoc among the rich and the powerful. Be it ghosts, spirits, or seniors of the daoist association, he is fearless. Will the little girl Xiao Tong stay a little girl as she accompanies him on his journey to track down the rest of his friends from the orphanage they once shared?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12.penyerbuan digunung Anggrek

Gerhana Bulan Sempurna

Malam yang dinanti akhirnya tiba. Langit di atas Kota Jiangnan perlahan berubah menjadi merah gelap saat bayangan bumi mulai menutupi rembulan secara sempurna. Gerhana bulan total telah mencapai puncaknya, memancarkan pendaran cahaya merah darah yang mencekam ke seluruh penjuru kota.

Di puncak "Gunung Anggrek Hitam", markas pusat dari Asosiasi Daoist berdiri dengan megah sekaligus mengerikan. Ratusan obor menyala di sepanjang anak tangga batu yang menanjak menuju aula utama. Suasana malam ini sangat sunyi, namun keheningan itu justru menyimpan tekanan spiritual yang begitu pekat hingga membuat hewan-hewan hutan di sekitarnya enggan bersuara.

Di dalam aula utama yang megah, seorang pria paruh baya mengenakan jubah kebesaran Daoist berwarna ungu tua dengan sulaman benang emas berbentuk sembilan naga mistis sedang duduk bersila di atas altar tertinggi. Dia adalah **Ketua Agung Asosiasi Daoist Pusat**. Rambutnya hitam legam bertolak belakang dengan usianya yang sudah mencapai ratusan tahun, dan matanya yang pekat memancarkan aura otoritas mutlak sekelas *Grandmaster bela diri puncak*.

Di bawah altarnya, ratusan murid elite, instruktur faksi, dan tetua yang tersisa telah berbaris rapi dengan senjata terhunus dan jimat mantra di tangan mereka. Mereka semua telah mendengar tentang runtuhnya Konsorsium Empat Besar dan tewasnya Penatua Mo. Malam ini, mereka tahu bahwa sang dewa kematian berkulit manusia akan datang ke tempat ini.

"Ketua Agung, fluktuasi energi dari Konstitusi Yin Surgawi yang murni telah terdeteksi dengan jelas dari arah *Dragon’s Crest Villa* tadi malam," ujar salah seorang tetua senior dengan nada hormat sekaligus cemas. "Gadis itu telah bangkit sepenuhnya. Jika kita berhasil mendapatkannya malam ini, kultivasi Anda akan menembus batas kedewaan!"

Ketua Agung membuka matanya secara perlahan. Sebuah senyuman dingin dan penuh ambisi terukir di wajahnya. "Tiga belas tahun yang lalu, wanita tua pemilik panti asuhan itu rela mati demi menyegel gadis itu dan menyembunyikan sisa anak-anak sialan tersebut. Siapa sangka, bocah bernama Lin Xiu itu justru tumbuh menjadi monster yang membawakan kembali komoditas terbaikku tepat ke depan pintu gerbang."

Dia berdiri tegak, jubah ununya berkibar ditiup angin malam yang masuk melalui pintu aula yang terbuka lebar. "Biarkan dia datang. Seluruh area gunung ini telah dipasangi **Formasi Penyaring Darah Sembilan Langit**. Malam ini adalah malam gerhana bulan murni, saat di mana energi Yang miliknya berada di titik terlemah dan energi faksi kita berada di puncaknya!"

*BOOOM!!!*

Tepat saat kalimat Ketua Agung berakhir, sebuah guncangan dahsyat melanda seluruh Gunung Anggrek Hitam. Suara ledakan beruntun terdengar dari arah kaki gunung, merambat naik dengan cepat menuju puncak.

"Lapor! Tuan Ketua Agung! Bocah bernama Lin Xiu itu... dia sudah menerobos gerbang bawah sendirian!" seorang murid faksi berlari masuk dengan tubuh berselimut darah dan wajah yang dipenuhi horor mutlak. "Dia... dia tidak menggunakan senjata! Hanya dengan lambaian tangan, seluruh barisan pertahanan depan kita hancur lebur!"

Belum sempat murid itu menyelesaikan laporannya, sesosok bayangan manusia melesat masuk dari luar aula seperti peluru kendali, menghantam pilar giok utama hingga hancur berkeping-keping. Itu adalah tubuh tetua penjaga gerbang tengah yang telah tewas dengan dada hancur.

Asap tebal mengalir masuk ke dalam aula, membelah barisan ratusan murid elite yang langsung mengepung pintu masuk dengan panik. Dan dari balik tirai debu tersebut, melangkah masuk seorang pemuda dengan tenang.

Lin Xiu telah tiba di puncak tertinggi Jiangnan.

Malam ini, dia mengenakan jins hitam dan kaus oblong kasual putih, kontras dengan tas kain usang yang selalu bertengger di pundaknya. Penampilannya sangat santai, seolah-olah dia sedang mendaki gunung untuk menikmati pemandangan malam, bukan untuk meratakan faksi terbesar di kota tersebut. Namun, sepasang mata emas murninya memancarkan kilatan amarah yang begitu masif, membuat suhu di dalam aula besar itu mendadak naik drastis meskipun malam gerhana sedang berlangsung.

"Tiga belas tahun yang lalu, kalian membakar rumah kami dan membunuh Ibu panti," suara Lin Xiu terdengar sangat jernih, bergema di setiap sudut aula dan langsung mengunci detak jantung semua orang yang mendengarnya. "Malam ini, aku datang untuk menagih utang darah tersebut bersama dengan seluruh nyawa di gunung ini."

Ketua Agung menatap Lin Xiu dari atas altarnya, lalu tertawa terbahak-bahak dengan nada meremehkan. "Hahaha! Bocah sombong! Kau pikir hanya karena kau bisa menghancurkan beberapa pengusaha kaya pengecut dan seorang penatua lemah, kau bisa menantang Asosiasi Daoist Pusat?! Murid-muridku, aktifkan formasi dan cincang dia menjadi serpihan!"

"Serang!!!"

Ratusan murid elite dan instruktur faksi berteriak serempak, mengaktifkan jimat mantra merah darah mereka. Energi dari *Formasi Penyaring Darah Sembilan Langit* langsung turun dari langit-langit aula, membentuk ratusan rantai energi hitam berujung pisau yang melesat ke arah Lin Xiu dari segala penjuru mata angin.

Menghadapi kepungan massal yang bisa menghancurkan satu pasukan militer ini, Lin Xiu tidak berkedip sedikit pun. Dia menarik tangan kanannya dari saku celana, lalu menghentakkan kaki kanannya ke atas lantai marmer aula.

"Hancur!"

*BOOOM!!!*

Gelombang *Zhenqi* Sembilan Matahari murni meledak melingkar dari bawah kaki Lin Xiu bagai tsunami api emas. Lantai marmer aula pecah berantakan, dan tekanan energi panasnya begitu ekstrem hingga ratusan rantai energi hitam dari formasi kebanggaan faksi tersebut langsung menguap menjadi asap sebelum sempat mendekati tubuh Lin Xiu dalam jarak tiga meter.

Tidak berhenti sampai di sana, gelombang api emas itu terus melesat maju, menghantam ratusan murid elite yang sedang merapal mantra. ziran zirah mereka meleleh seketika, dan tubuh mereka terpental ke dinding aula dengan luka bakar parah sebelum jatuh tak bernyawa. Hanya dalam satu gerakan kaki kasar, setengah dari pasukan elite Asosiasi Daoist Pusat lumpuh total secara instan!

"K-Kecepatan dan kekuatan macam apa ini?! Dia bahkan tidak menggunakan teknik tangan!" teriak salah seorang tetua senior yang ketakutan, wajahnya memucat melihat pembantaian sepihak di depan matanya.

Lin Xiu tidak memedulikan teriakan mereka. Langkah kakinya terus bergerak maju melewati tumpukan mayat dan puing-pintu batu, matanya tetap terkunci lurus pada Ketua Agung yang kini ekspresi wajahnya sudah berubah drastis dari sombong menjadi sangat tegang.

"Sekarang, giliranmu untuk merasakan apa yang dirasakan oleh Ibu panti kami tiga belas tahun lalu," kata Lin Xiu dingin, tangannya perlahan meraba ke dalam tas kain usangnya untuk mengeluarkan senjata aslinya.

1
Abady Ehm
kurang mantap, kenapa gak diambil hartanya ya? apa karena karena lupa? atau bodoh othornya?...
EAGLE EZ: hallo bree bisa katakan pada saya bagian mana yang kurang mantap untuk di baca agar sebagai media evaluasi diri saya dalam membuat novel bree🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!