NovelToon NovelToon
Nyonya, Tuan Tidak Mau Bercerai!

Nyonya, Tuan Tidak Mau Bercerai!

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Perjodohan
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao_Xena

Hezlin terjebak dalam pernikahan bisnis dengan Garra Xaverius Kingston, menggantikan Felicia—wanita yang meninggalkannya demi karier. Selama empat tahun, Hezlin perlahan jatuh cinta, meski tahu dirinya hanya pengganti.
Saat Felicia kembali, Hezlin memilih pergi. Ia meminta cerai, yakin Garra akan kembali pada cinta lamanya. Namun keputusan itu justru mengguncang Garra, yang baru menyadari bahwa kehilangan Hezlin lebih menyakitkan dari yang ia kira.
Di antara masa lalu dan perasaan yang tak terucap, keduanya dihadapkan pada satu pilihan: berpisah… atau memperjuangkan cinta yang terlambat disadari.

"Aku ingin kita bercerai," -Hezlin Rayla Iyzebelle.

"Apa yang selama ini tidak cukup membuatmu tetap berada di sisiku?" -Garra Xaverius Kingston.

"Nyonya, Tuan tidak mau berceri!" -Ervan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao_Xena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16 ~ Apa Dia Sudah Menyentuhmu

Hari ini Hezlin berniat mendatangi kantor catatan sipil untuk mengurus permohonan surat perceraian, langkah yang sudah lama ia pikirkan matang-matang.

Ia berjalan menuju pintu dengan langkah yang tadinya terasa pasti, namun baru saja membuka kunci dan melangkah keluar, tiba-tiba kepalanya terasa berputar hebat. Pandangannya seketika kabur, dan seluruh tenaga di tubuhnya seolah tersedot habis dalam sekejap.

Kakinya terasa lemas tak tertahankan, memaksanya segera bersandar pada dinding samping pintu agar tidak terjatuh. Tangan kanannya menekan dahi yang terasa berdenyut, sementara rasa mual perlahan naik ke kerongkongan.

"Astaga... kenapa tiba-tiba begini?" gumamnya pelan dengan suara lemah.

Ia mencoba menenangkan diri, menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan. Beberapa menit berlalu, rasa pusing itu sedikit mereda, namun tubuhnya masih terasa ringan dan lemas luar biasa seolah tidak punya cukup tenaga untuk melangkah jauh.

Hezlin menunduk, memegang erat gagang tasnya. Niatnya tetap kuat, tapi kondisi tubuhnya saat ini benar-benar tidak mendukung. Hezlin berusaha mengumpulkan tenaga sebisa mungkin, lalu keluar menuju ke depan gedung apartemen.

Ciiitttt...!!!

Tepat saat itu juga, sebuah mobil hitam mengerem mendadak dan berhenti tepat di hadapannya. Perlahan, kaca jendela sisi pengemudi diturunkan, memperlihatkan sosok Garra yang duduk di balik kemudi dengan tatapan lurus ke depan, datar dan tak bisa dibaca perasaannya.

Hezlin mengernyit, matanya membelalak tak percaya. 'Mau apa lagi dia datang ke sini?' batinnya, rasa tidak nyaman seketika menyelimuti hatinya.

Belum sempat Hezlin membuka mulut untuk bertanya, suara rendah dan tegas itu sudah terdengar.

"Naik." titah Garra tegas tanpa menoleh sekalipun.

Hezlin hanya diam, menatapnya dengan tatapan dingin dan penuh keengganan.

"Tidak perlu. Aku tidak memiliki waktu untuk berbicara denganmu," jawab Hezlin tegas.

Garra langsung menoleh mendengar penolakan tersebut. Rahangnya mengeras, tangannya menggenggam erat setir kemudi seolah menahan amarah yang mulai memuncak.

Hezlin menghela napas pendek, lalu memutar tubuh hendak pergi melanjutkan langkahnya. Namun tepat saat kakinya baru melangkah, Garra langsung membuka pintu dan turun dari mobil dengan gerakan cepat. Ia meraih pergelangan tangan Hezlin dengan cengkeraman yang kuat, lalu memutar tubuh wanita itu hingga punggungnya terbentur ringan ke bagian depan mobil.

Sebelum Hezlin sempat mundur untuk menciptakan jarak, Garra sudah mencondongkan tubuhnya dan melangkah lebih dekat, mengurangi ruang kosong di antara mereka hingga nyaris bersentuhan. Satu lengannya menyandar di sisi kiri dan tangan lainnya masih memegang lengan Hezlin, seolah mengunci wanita itu agar tidak bisa bergerak pergi. Jarak mereka sedekat ini sampai Hezlin bisa merasakan hembusan napas pria itu menyentuh kulit wajahnya.

Tatapan Garra terasa tajam dan menusuk, cukup kuat membuat Hezlin seketika membungkam mulutnya. Jantungnya berdegup kencang tanpa sadar, bukan karena takut semata, melainkan karena ketegangan yang tiba-tiba meledak di antara mereka.

"Kamu tau, aku paling benci penolakan?" bisik Garra dengan nada rendah dan berat, hanya terdengar di telinga Hezlin saja.

Hezlin mengeratkan rahangnya, berusaha menahan rasa gugup yang merayap masuk, lalu menatap balik dengan tatapan yang sama tajamnya, berusaha menunjukkan bahwa ia tidak akan mudah menyerah.

"Dan aku paling benci orang yang bertindak seenaknya sendiri!" balasnya dengan nada yang meninggi sedikit, penuh tantangan. "Lepaskan aku!"

Ia berusaha menarik tangannya dengan sekuat tenaga, namun tenaganya yang sudah lemah sejak tadi membuat tarikannya terasa ringan dan tidak berdaya di hadapan Garra.

Garra tidak melepaskannya, malah cengkeramannya tetap kokoh namun tidak menyakiti. Tatapannya makin menyelidiki, seolah ingin menembus pikiran wanita itu.

"Kenapa? Apa kamu sudah begitu mencintai pria itu sampai tidak sabar ingin segera pergi menemuinya?" ejek Garra dengan nada sinis, sudut bibirnya terangkat sedikit membentuk senyum yang tidak menyentuh hatinya.

Hezlin terdiam sejenak, dadanya terasa sesak mendengar tuduhan itu. Ia tahu persis siapa yang dimaksud pria itu. Bukan Garra namanya jika tidak mencari tahu segala hal yang berkaitan dengannya. Pasti dia sudah menyelidiki sampai ke akar-akarnya, termasuk siapa pemilik perusahaan Xabiru yang sering terlihat bersamanya akhir-akhir ini.

"Ini tidak ada hubungannya dengan Kael," jawabnya tegas, berusaha menahan gejolak emosi dan rasa pusing yang mulai kembali terasa.

Garra mendengus pelan, mencondongkan tubuhnya makin dekat hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa sentimeter saja.

"Aku tidak menyebut nama..." bisiknya perlahan, nadanya terdengar dingin namun penuh sindiran, matanya menatap tajam ke dalam manik mata Hezlin seolah ingin membaca apa yang tersembunyi di sana. "...tapi kamu sendiri yang langsung menyebutnya. Bukankah itu artinya kamu sudah mengakui kebenarannya?"

Wajah Hezlin seketika memerah, bukan karena malu, melainkan karena kesal dan geram mendengar tuduhan yang melayang begitu saja. Ia mengeratkan giginya, berusaha tetap berdiri tegak meski kakinya terasa makin lemas di balik punggungnya yang bersandar pada bodi mobil.

"Tapi itu yang ingin kamu dengar dariku, bukan?" balasnya dengan suara bergetar tertahan. "Jika kamu kesini hanya untuk membuat masalah.. Lebih baik kamu pergi!"

Garra hanya tersenyum tipis, senyum yang terasa menusuk dan penuh amarah yang tertahan. Ia tidak bergeming sedikit pun, justru makin menekan jarak di antara mereka hingga Hezlin benar-benar tidak punya ruang untuk bergerak.

"Pergi? Tidak sebelum aku dapat jawabanku," desisnya rendah, tatapannya makin tajam seolah ingin membakar wanita itu dengan pandangannya sendiri. "Sudah sampai mana hubungan kalian berdua? Apa dia sudah berani menyentuhmu seperti yang seharusnya hanya boleh aku lakukan?"

Pertanyaan itu meledak seperti petir di telinga Hezlin. Rasa marah dan hina yang meluap seketika melampaui rasa lemas di tubuhnya. Tanpa berpikir panjang, ia mengangkat tangannya.

PLAKK!!

Satu tamparan keras mendarat tepat di pipi kiri Garra, cukup keras hingga membuat kepala pria itu terayun ke samping. Suara benturan itu terdengar jelas di halaman gedung yang sepi, diikuti oleh keheningan yang mencekam sesudahnya.

Garra perlahan menoleh kembali, matanya menyala terang dipenuhi amarah yang meledak. Bekas telapak tangan berwarna merah mulai terlihat jelas di kulit pipinya, namun ia tidak melepaskan cengkeramannya sedikit pun. Justru genggamannya di lengan Hezlin makin erat.

Hezlin menatapnya dengan pandangan berapi-api, napasnya memburu menahan amarah yang meluap. Meskipun tubuhnya terasa makin lemah dan kepalanya masih berdenyut, ia memaksakan suaranya tetap tegas dan jelas.

"Dengar baik-baik, Garra. Jangan proyeksikan pikiran kotor itu ke atas diriku," ucapnya dengan nada dingin namun penuh penekanan. "Hanya karena kamu sendiri tidak pernah bisa menjaga hati dan perasaan, jangan kira semua orang akan bertindak sama sepertimu."

Belum sempat Garra membuka mulut untuk membalas, tiba-tiba terdengar suara klakson mobil yang berbunyi nyaring dari arah jalan masuk. Membuat keduanya sontak langsung menoleh.

Tiiinn!!

❤️

1
Zhao_Xena
bagi yang sudah membaca, author minta maaf ada revisi sedikit didalamnya yakk... tidak banyak tapi cukup mempengaruhi ceritanya.. terimakasih 💋
Siti Amalia
ceritanya bagus banget thor, jgn digantung ceritanya ya ...plisss
Siti Amalia
Novel nya bagusss banget thor ..jgn digantung ceritanya. plisss
Zhao_Xena: terimakasih banyak, selalu author usahakan sampai selesai ya... 🥰
total 1 replies
Emi Sudiarni
krang suka dgn sikat nya hezlin, kok cpat ambil kesimpulan klw garra mau kmbalidgn felicia
Alya Bau
up lagi kak, ceritanya seru😍
Zhao_Xena: di tunggu ya kak../Smile/
total 1 replies
Siti M Akil
lanjut thor
Zhao_Xena: Siap kak 🫡
total 1 replies
You `ka
lanjut 💪
Zhao_Xena: siap!🫡
total 1 replies
You `ka
semoga saja hamil, biar Felicia nggak ada kesempatan ganggu lagi
You `ka
🤣🤣🤣 kode itu.. butuh yang anget-anget
You `ka
jih! dasar ulat bulu. ada aja akalnya si Felicia.
You `ka
mendingan mundur deh, Felicia.. hati Garra udah bukan buat kamu 🤣🤣
N. Siti 12mplb_ukk
lnjut thor💪
Zhao_Xena: siap🫡
total 1 replies
🥀
laki kayak garra ni perlu dibuang kelaut
Zhao_Xena: buang aja kak.... biar dimakan paus 🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Kalau memang Hezlin beneran hamil, lebih baik tidak bercerai, dan Garra harus memperbaiki diri, jangan terus bersama Felicia..😤😤
Zhao_Xena: Garra harus belajar menjadi lebih romantis dan tidak kaku mungkin ya kak?🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Garra mulai posesif...😝😝😝
Brown choco
Lemah banget cewe nya
You `ka
sampai muak Garra... sampai gumooh...🤣🤣🤣. jangan² Hezlin hamil itu..
You `ka
wahh.. seru ini.../Joyful/
You `ka
mampus! kena mental kan dengan jawaban Hezlin?🤣🤣
You `ka
wahh.. kael, jangan terlalu berharap dulu pada Hezlin.. takutnya nanti patah hati..🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!