NovelToon NovelToon
Menikah Karena Kasihan

Menikah Karena Kasihan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: pipit fitriyani

Bagaimana jadinya jika hubungan yang telah dibina selama ini yang tampak begitu harmonis dan penuh kasih sayang ternyata hanyalah didasari rasa kasihan semata?

Wanita yang dinikahinya adalah seorang yatim piatu yang harus menanggung beban kehidupan kedua adiknya. Karena rasa iba , ia berinisiatif menikahi perempuan tersebut, padahal keduanya baru saling mengenal selama satu tahun. Namun, yang ada di dalam hatinya bukanlah istrinya, melainkan mantan kekasih yang pernah memutuskannya tanpa alasan yang jelas, namun masih sangat dicintainya hingga saat ini.

Apa yang akan terjadi jika kelak sang istri mengetahui kenyataan ini? Akankah ia tetap menerimanya, atau memilih untuk mundur, meski harus melepaskan kehidupan yang sudah terjamin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipit fitriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hasrat yang salah

Di kamar itu, hanya Amira yang merasa gugup. Seumur hidupnya, baru kali ini dia berada di kamar bersama seorang laki-laki selain adik kandungnya. Sementara itu, Farhan terlihat santai dan bersikap seperti biasa, hanya saja malam ini dia tidak sendirian ada perempuan yang sudah resmi menjadi istrinya di sisinya. Jujur saja, Farhan sebenarnya merasa tidak nyaman, tetapi dia harus menahannya agar segalanya terlihat berjalan normal.

Setelah makan malam, mereka kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Farhan menyuruh Amira masuk ke kamar lebih dulu, sementara dia beralasan akan pergi ke ruang kerja untuk mengecek pekerjaan kantor.

"Masuklah ke kamar dulu, aku mau memeriksa sedikit pekerjaan. Nanti aku menyusul," ucap Farhan saat berdiri di depan pintu kamar. Setelah Amira masuk, Farhan berjalan menuju pintu sebelah yang mengarah ke ruang kerja di kamar utama itu. Amira hanya mengangguk patuh dan melangkah masuk ke dalam kamar.

Sesampainya di ruang kerjanya, Farhan menghela napas lega. Dia duduk di kursi kerjanya, namun tiba-tiba bayangan perempuan yang pernah dicintainya semasa sekolah kembali terlintas di ingatannya. Farhan pun mengambil kunci brankas dan membukanya. Di sana tersimpan kenangan-kenangan bersama mantan kekasihnya, benda-benda yang dianggap berharga dan harus dijaga. Brankas itu adalah satu-satunya tempat yang tidak pernah tersentuh oleh orang lain.

Farhan mengeluarkan sebuah album foto. Sejak masa SMP hingga SMA, dia selalu terlihat bersama orang yang sama cintanya saat itu begitu kuat. Halaman demi halaman dia buka, dan senyumnya berkali-kali muncul saat setiap foto membawanya kembali ke momen-momen indah yang pernah terjadi. Hingga akhirnya dia sampai di halaman paling akhir, tempat tersimpannya foto terakhir yang pernah diabadikan bersama wanita itu sebelum Clarisa memutuskan hubungan.

Hari itu, Clarisa memberikan ciuman pertamanya pada Farhan. Awalnya Farhan terkejut, namun tak lama kemudian dia menikmati dan bahkan mengambil alih kendali, menjadi yang lebih dominan . Dia bahkan meninggalkan beberapa tanda di tubuh Clarisa. Ciuman yang begitu intim itu nyaris membuat mereka lupa diri seandainya saja tempat itu bukan ruang terbuka, mungkin mereka sudah melakukan yang tidak-tidak. Kejadian itu terjadi di sebuah taman yang sepi, tempat yang memang dikenal sebagai tempat berkumpulnya remaja yang sedang dimabuk asmara, jadi pemandangan seperti itu sudah bukan hal asing lagi di sana.

Mengingat kenangan itu membuat seluruh tubuh Farhan menegang. Dia menatap lekat-lekat wajah Clarisa di dalam foto sambil membayangkan momen yang dulu pernah terjalin. Namun, sebagai laki-laki dewasa, dia tidak bisa lagi menahan gejolak yang memuncak itu. Teringatlah dia pada Amira yang ada di kamar. Niatnya pun berubah dia berencana melampiaskan segala hasrat itu kepada istrinya sendiri.

Dengan tergesa-gesa, Farhan menyimpan kembali album foto ke dalam brankas, menguncinya, dan segera bergegas menemui Amira yang sedang menunggu dengan gelisah.

"Kamu belum tidur?" tanya Farhan dengan sorot mata yang penuh hasrat, sesuatu yang sama sekali tidak disadari oleh Amira.

"Be...belum, Mas. Aku... aku belum terbiasa," jawab Amira gugup.

Farhan perlahan naik ke atas kasur dan mendekatkan wajahnya ke arah istrinya. "Amira, bolehkah aku meminta hakku?" tanya Farhan, berharap Amira tidak menolaknya karena perasaannya saat ini sungguh menyiksa.

"Hah... Apa maksud Mas? Hak apa?" tanya Amira, kali ini rasa gugupnya semakin menjadi-jadi.

"Hak atas tubuhmu. Boleh?"

Tanpa menunggu jawaban, Farhan semakin mendekat ke arah bibir Amira. Dia tidak sanggup lagi menunggu persetujuan istrinya. Tanpa izin, Farhan menyambar bibir itu dengan penuh nafsu. Lampu kamar yang tadinya remang perlahan menjadi gelap total, sementara suhu udara dari pendingin ruangan terasa makin dingin menusuk kulit. Farhan sama sekali tidak ingin melihat wajah istrinya baginya saat ini, cukup dengan membayangkan kalau wanita yang ada di hadapannya adalah wanita yang selama ini dicintainya.

Ciuman itu begitu kasar dan penuh hasrat. Amira sama sekali tidak sanggup mengimbanginya, dan dalam sekejap, seluruh pakaian yang dikenakannya pun sudah terlepas begitu saja.

Sentuhan Farhan terasa kasar dan terburu-buru, seolah dipacu oleh rasa rindu yang terpendam bertahun-tahun, namun sayangnya rasa itu bukan ditujukan untuk wanita yang kini ada di pelukannya. Amira tertegun, tubuhnya menegang bukan karena rasa senang, melainkan karena kaget dan rasa canggung yang luar biasa. Dia sama sekali tidak mengerti kenapa suaminya yang tadi tampak begitu tenang, kini berubah menjadi begitu buas dan tak terkendali.

Farhan menarik tubuh Amira mendekat hingga tak ada jarak lagi di antara mereka. Tangannya bergerak ke seluruh lekuk tubuh istrinya, menjelajahi setiap sudut dengan gerakan yang terbiasa, gerakan yang seolah dia sedang menghafal bentuk tubuh orang lain bukan Amira. Di dalam benak Farhan, wajah yang dia tatap, aroma yang dia hirup, dan sosok yang dia genggam sepenuhnya berubah menjadi Clarisa. Bagi Farhan, malam ini dia sedang bersatu kembali dengan kekasih masa mudanya, seolah tak ada pernikahan ini, seolah Amira tak pernah ada di antara mereka.

"Clarisa..." gumam Farhan lirih di sela-sela nafasnya yang memburu, suara itu begitu pelan, terselip di tengah kegelapan kamar, terlalu samar hingga Amira tak menangkapnya jelas.

Dia mendorong tubuh Amira hingga telentang di atas kasur, lalu menindihnya dengan berat badannya sendiri. Ciuman itu turun dari bibir, ke leher, lalu ke dada, meninggalkan jejak basah dan hangat yang membuat Amira merinding. Amira mencoba menahan napasnya, tangannya gemetar menyentuh bahu kekar suaminya, ingin mendorong namun tak berani, karena baginya Farhan adalah pemegang hak penuh atas dirinya. Dia hanya bisa memejamkan mata rapat-rapat, menelan rasa canggung dan rasa sakit yang mulai menjalar, berusaha menerima apa yang dilakukan suaminya.

Farhan semakin tak terkendali. Dia bergerak dengan ritme yang cepat dan bernafsu, melampiaskan segala hasrat, kekecewaan, dan kenangan yang tersimpan rapi di dalam brankas tadi. Setiap sentuhan, setiap desahan, dan setiap kata yang terucap samar dari bibirnya semuanya tertuju pada satu nama yang bersemayam di hatinya. Dia sama sekali tak peduli dengan isak tangis tertahan atau raut wajah Amira yang memucat di bawah bayang-bayang tubuhnya. Baginya, yang penting sekarang adalah dia bisa kembali merasakan kehadiran wanita yang dicintainya, meski hanya dalam khayalan belaka.

Suhu kamar yang dingin tak mampu melawan hawa panas yang menyelimuti tubuh mereka berdua. Suara deru nafas dan gesekan kain menjadi satu-satunya suara yang terdengar di ruangan itu. Bagi Farhan, ini adalah momen pertemuan kembali dengan cintanya. Namun bagi Amira, malam ini terasa seperti sebuah momen berharga atas mahkota yang selama ini dia jaga, ia berikan kepada suaminya.

Sebelum mencapai puncaknya dia teringat sesuatu yang pagi tadi dia beli, ya farhan membeli alat pengaman untuk berhubungan suami istri, dia pilih yang paling bagus dan lembut seperti kulitnya. Sementara Amira bernapas sejenak karena dia pun merasakan gelanyar aneh yang penuh kenikmatan. Amira tidak menyadari kalau suaminya menggunakan pengaman, dia fokus mengatur nafasnya yang kelelahan. Kemudian Farhan melanjutkan aktivitas bercintanya.

Perlahan namun pasti, Farhan mencapai puncaknya dengan desahan panjang yang bergetar, membenamkan wajahnya di ceruk leher Amira seolah sedang memeluk wanita lain yang sangat dia rindukan. Setelah keinginannya terpenuhi, gerakannya melambat hingga akhirnya berhenti total. Dia berbaring di samping Amira, napasnya masih terasa berat dan tidak beraturan, sementara tangannya masih menggenggam erat tangan istrinya, namun tatapannya kosong, menatap langit-langit kamar dalam kegelapan, pikirannya masih tertinggal jauh di masa lalu.

Amira tetap diam di tempat, tubuhnya masih gemetar, rasa perih dan dingin mulai terasa menjalar. Dia menoleh ke arah Farhan yang kini memunggunginya, tanpa sepatah kata pun terucap. Di dalam hatinya, Amira berharap momen ini bisa menjadi awal kedekatan mereka, namun dia tak tahu, bahwa bagi Farhan, malam ini hanyalah pengulangan kenangan indah bersama wanita lain, dan dia hanyalah pengganti yang tak pernah memiliki tempat di hati suaminya.

1
Lilis Yuanita
bgus
rasahaz
bnr2 nyesek kmu jdi amira,, jdi mnding go ja lh,,, 😤😤😤💪
Salsa Bilah
aku bolak-balik buat liat bab selanjutnya blom ada ihhh
Lilis Yuanita
sedih critay
rasahaz
nah kaan baru tau skrng gmn kelakuan laki mu amira,, mkany jgn polos2 bgt ahk, masa ngga bsa pke insting seorng istri sh,,, jdi udh mnding minggat ja minta pisah ngapain msh dpertahankn,, 😤😤😤😤
rasahaz
jgn trllu lemot amira,, masa ngga bsa pke insting sma skli sh,, 😄😄😄
rasahaz
mng dasar laki pengecut pecundang kau farhan,, 😡😡😡
rasahaz
ayo amira kmu hrus jdi wanita tanggung,, jgn menye2 yg dikit2 nangis,, 💪💪💪🔥
rasahaz
pergi amira pergi bwa adik2 mu,, mnding berdiri dkaki sndri dri pda brgntung sma laki modeln c farhan,,,
rasahaz
waaaahh bnr2 suami dzolim kau farhan,,, 😡😡
rasahaz
kau sprti menabur madu pdhal kau memberi racun,,, 😡😡
rasahaz
sikap mu bgtu manis tpi bnyak bgt mengandung racun ny,,,
rasahaz
dpt notif da cerita baru karya kak pipit,, langsung mlncur,🔥🔥🔥💪😄
Penikmat Sunyi: terima kasih, dukung terus ya kak biar semangat nulisnya😄😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!