NovelToon NovelToon
WARISAN PEMIKAT JANDA

WARISAN PEMIKAT JANDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Romansa Fantasi / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: StarBlues

Seorang pria miskin harus menelan pahitnya dikhianati dan ditinggalkan kekasihnya di saat yang sama. Sempat hancur dan hampir menyerah, dia akhirnya memilih bangkit demi membalas semuanya. Sampai suatu hari, dia menemukan liontin misterius warisan keluarga yang mulai mengubah hidupnya. Dengan cara yang tak biasa, dia perlahan membalikkan nasib lewat hubungan dengan para janda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon StarBlues, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12

Di bawah temaram lampu ruangan VIP yang mewah, atmosfer berubah menjadi medan magnet yang penuh gairah yang menyesakkan.

Nurita, sang dewi malam kelas VVIP yang biasanya begitu dingin dan berkelas, kini telah kehilangan seluruh topeng keanggunannya. Ia melingkarkan lengannya yang putih mulus ke leher Juan, menarik pria itu masuk ke dalam pusaran nafsunya.

Ia memulai dengan cumbuan halus, menyesap bibir Juan dengan ritme yang lambat dan memabukkan, membiarkan aroma wine dan gairah bercampur menjadi satu.

Juan bukan pria yang mudah dikendalikan. Ia membalas serangan itu dengan beringas. Lidahnya menyusup ke dalam rongga mulut Nurita, menyesap dan melumatnya dengan dominasi yang belum pernah dirasakan wanita itu sebelumnya.

Tangan Juan tidak tinggal diam; ia merayap turun, meremas dua gundukan bukit kembar yang ranum di balik kain sutra yang kini terasa menghalangi.

Nurita melepaskan pagutannya sejenak, napasnya memburu, matanya sayu oleh gairah yang mulai membakar hingga ke sumsum tulang.

“Aku akan memberikan pelayanan yang tidak akan pernah kau lupakan seumur hidupmu, Tuan Besar. Tubuhku adalah milikmu malam ini,” bisiknya dengan suara parau yang sangat sensual, sembari membiarkan gaunnya merosot jatuh ke lantai, menampilkan tubuh polosnya yang sempurna dengan kulit seputih porselen.

Juan menyeringai tipis, matanya menyapu setiap lekukan tubuh Nurita yang menantang. “Tunjukkan padaku, apakah tarif puluhan jutamu itu memang sebanding dengan servis yang kau banggakan ini, atau kau hanya sekadar pajangan mahal, karena seorang model papan atas saja?”

“Kau menantangku? Aku ingin melihat, apakah setelah bibirmu terkunci oleh kenikmatan ini kau masih sanggup berkata sombong,” balas Nurita sembari menarik Juan ke atas ranjang.

Nurita berlutut di hadapan Juan, jemarinya yang lentik membuka resleting celana pria itu dengan kecepatan yang terlatih. Begitu pusaka Juan menyembul keluar, Nurita terperangah. Ukurannya luar biasa, tegang, berurat, dan berdenyut menuntut.

“Milikmu… sangat luar biasa,” puji Nurita tanpa sadar, matanya tak berkedip menatap keperkasaan Juan yang seolah siap meledak.

Ia mulai menjilati ujung pusaka itu, menyesapnya perlahan seperti sedang menikmati es krim yang paling lezat, sebelum akhirnya menelan seluruh batangnya ke dalam rongga mulutnya yang hangat dan sempit.

“Sialan… kau benar-benar tahu cara memanjakan pria,” desis Juan, kepalanya terdongak ke belakang saat merasakan lidah lembut Nurita menyapu setiap inci urat-urat yang menonjol di pusakanya, memberikan sensasi nikmat tersendiri.

Tangannya kembali meraih rambut Nurita, membimbing gerakan kepala wanita itu agar semakin dalam dan beringas.

Hingga akhirnya, sebuah semburan lahar panas meledak di dalam mulut Nurita. Wanita itu tidak membuangnya, ia menelan habis setiap tetes cairan kental nan panas itu sembari menatap mata Juan dengan tatapan lapar.

“Sekarang, mari kita ke menu utama yang sesungguhnya, aku yakin pelayanan dan goyanganku akan memuaskanmu tuan,” ucap Nurita dengan bibir yang masih basah oleh perpaduan lahar panas Juan dan selivannya.

Ia menaiki tubuh Juan, memposisikan dirinya tepat di atas pusaka Juan yang kembali mengeras dengan cepat.

Nurita membimbing pusaka keramat itu menuju lembah cinta miliknya yang sudah sangat lembap, becek, dan mengeluarkan aroma kewanitaan yang memabukkan.

Ukuran pusaka Juan yang sangat besar membuat Nurita harus menggeliat kesakitan namun nikmat.

Dengan perlahan namun pasti, ia menekan pinggulnya ke bawah, membiarkan pusaka itu membelah liangnya yang sangat sempit dan menjepit.

“Uhhh…! Ahhh!” Nurita mendesah panjang, tubuhnya melengkung ke belakang. Matanya terpejam saat merasakan kepenuhan yang luar biasa hingga ke dasar rahimnya.

“Rasanya… seperti seluruh tubuhku terisi penuh olehnya.” batinnya sembari mulai menggoyangkan pinggulnya dengan liar.

Lembah Nurita yang becek menciptakan suara basah yang nyaring setiap kali pusaka Juan keluar masuk.

Juan tidak membiarkan Nurita bekerja sendirian. Ia meraih bukit kembar Nurita yang kenyal, meremasnya dengan kasar hingga meninggalkan bekas kemerahan, lalu menyedot pucuknya dengan gemas hingga Nurita menjerit histeris.

“Uhh, ini sangat nikmat…! Masuk lebih dalam, Juan! Hantam aku!” racau Nurita tak keruan. Tubuhnya naik turun dengan ritme yang mengguncang seluruh ranjang VIP tersebut. “Milikmu sampai ke ujung dalam… mentok! Rasanya gila!”

Melihat Nurita yang sudah di ambang puncak, Juan memegang pinggul wanita itu dan menghujamkan pusakanya dengan sentakan yang sangat keras dari bawah. Hujaman itu begitu dalam dan telak hingga membuat tubuh Nurita bergetar hebat.

Matanya mendelik ke atas, hanya menyisakan warna putih saat cairan kenikmatannya menyembur membasahi pusaka Juan. Ia ambruk di atas dada Juan dengan napas yang terputus-putus.

Namun Juan masih sangat lapar. Ia membalikkan posisi dengan cepat hingga Nurita kini berada di bawahnya dengan kaki terbuka lebar.

Juan kembali membenamkan pusakanya dengan satu hentakan kasar, membuat Nurita menjerit nikmat.

“Pelan-pelan, Tuan… punyamu terlalu besar, lembahku serasa mau robek!” pinta Nurita, namun ia justru semakin merapatkan kakinya untuk menjepit pusaka Juan lebih erat.

Juan tidak memedulikan permohonan itu. Ia justru semakin beringas, melakukan genjotan-genjotan maut yang membuat seluruh tubuh Nurita berguncang hebat di atas kasur.

Ruangan kedap suara itu kini dipenuhi oleh suara racauan mesum Nurita dan suara benturan kulit mereka yang basah oleh keringat.

“Uhhh, kenapa punyamu bisa sebesar ini? Ini sangat nikmat dan panas!” Nurita mencengkeram punggung Juan hingga kukunya melukai kulit pria itu, meninggalkan jejak merah sebagai bukti keganasannya malam itu.

Selama bertahun-tahun melayani pria-pria kaya, Nurita belum pernah merasakan kejantanan sehebat ini. Ia yang biasanya memimpin permainan, kini benar-benar takluk dan hancur di tangan Juan.

“Tuan… apa kau belum mau keluar? Aku sudah tidak sanggup lagi,” rintih Nurita saat merasakan pusaka Juan masih berdiri tegak dan semakin panas di dalam dirinya.

“Belum, Nurita. Aku baru saja mulai,” bisik Juan dengan suara rendah yang menggetarkan jiwa.

Juan kembali memacu kecepatannya, menghujam titik paling sensitif di dalam lembah Nurita secara bertubi-tubi.

Nurita hanya bisa merem-melek, air liurnya sedikit menetes karena otaknya sudah tidak sanggup lagi memproses kenikmatan yang melampaui batas ini.

Hingga pada akhirnya, Juan merasakan puncak itu tiba. Dengan satu genjotan terakhir yang paling dalam, ia menyemburkan lahar panasnya yang melimpah ruah ke dalam rahim Nurita.

Semburan itu begitu deras dan panas, membuat Nurita kembali melengking hebat dan tubuhnya kejang-kejang sesaat sebelum akhirnya terkulai lemas seperti boneka tanpa tulang.

“Ampun, Tuan… aku menyerah. Kau benar-benar monster yang luar biasa,” bisik Nurita sembari memeluk tubuh Juan dengan sisa tenaga, merasakan kehangatan cairan Juan yang memenuhi dirinya.

Juan menyeringai puas. Malam ini, ia tidak hanya memenangkan harga dirinya, tapi ia juga telah menaklukkan sang dewi malam yang paling mahal di kota itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!