Maura, seorang gadis yang terpaksa harus menikah dengan seorang pengusaha muda yang ternyata adalah bos tempat dimana dia mencari nafkah.
semua berawal dari minuman, Maura yang saat itu sedang memergoki ke kasihnya sedang berselingkuh dan bercinta dengan sahabatnya sendiri sungguh sangat frustasi dan memutuskan untuk pergi ke club dan meminum alkohol di sana.
tetapi sayangnya itu justru membawa pengaruh buruk untuknya, akibat mabuk dia salah masuk apartemen.
Bukannya melakukan hubungan terlarang, Maura justru menghajar pria tersebut hingga dia berakhir di penjara.
untuk bisa keluar dari sel tahanan tersebut, Jo memberikan syarat, yaitu harus menjadi kekasih sekaligus calon istri penggantinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon na4vR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part. 12. 100 Milyar
"(Hais Maura,bisa-bisa nya lo bilang begitu, padahal ini kesempatan emas, loh!!)
Maura memaki dirinya sendiri karena sudah lancang menolak, padahal jelas-jelas itu adalah kesempatan emas untuknya. Kapan lagi coba bisa dapat uang banyak tanpa susah payah kerja? memang mulutnya ini perlu di kasih les dulu.
"Baik jika kamu terus menolak, Bram. Silahkan!! Joe meminta pria yang sejak tadi ada di sebelahnyan untuk angkat bicara.
"Menurut kesaksian yang diberikan Pak Joe Kevin, serta bukti rekaman cctv yang di berikannya.. Maka tertulis di UUD pasal 360 KUHP berbunyi barang siapa karena kesalahannya menyebabkan orang lain mendapat luka-luka berat, di ancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.. Jadi, jika Pak'Joe menuntut Anda maka kemungkinan Anda akan di kurung paling lama satu tahun."
Pemaparan yang di sampaikan pria yang ia yakini adalah seorang lawyer, sontak membuat Maura terdiam dengan mulut menganga lebar. Jadi, pria itu yang sedari tadi diam saja ternyata lawyernya.
"Bagaimana? Apa kamu masih menolak? Jika kamu masih menolaknya maka saya akan menuntut Anda.." ancam Joe dengan nada santai.
Maura lagi dan lagi menelan salivanya dengan kasar, satu minggu di penjara saja dia hampir mati. Lantas bagaimana ceritanya kalau harus mendekam selama satu tahun lagi? Mungkin badan nya hanya tersisa tulang belulang saja.
"Kok Anda bersikap seperti ini?" protes Maura
Joe hanya menggedikkan bahunya acuh, ia lalu mengadahkan tangannya pada Frans. Meminta sesuatu pada asistennya tersebut.
Dengan cepat Frans menyerahkan sebuah map berwarna biru.
"Maura Shellomitha, seorang pegawai di perusahaan Alexander Group.. Lebih tepatnya di bagian marketing, seorang gadis yang memiliki cafe kecil bernama MS cafe tapi sekarang cafe itu mulai sepi..sehingga gaji nya lah yang di pakai untuk menutupi gaji karyawannya.. Selain itu, setiap bulannya dia juga harus mengirim uang untuk orang tuanya yang berada di kampung."
Maura nampak terkejut mendengar hidupnya di bacain secara lengkap dari pria yang ada di hapannya.Sebenarnya siapa dia? Kenapa sangat tahu secara detail tentang jati dirinya.
"Kalau kamu mau bekerjasama dengan saya, maka saya pastikan akan membuat cafe kamu berkembang pesat, bagaimana?" Joe terus merecoki pikiran wanita di depannya agar mau menerima tawaran yang dia berikan.
"Oh iya, satu lagi..mungkin kamu tidak tau berita ini!! Tapi, ibu kamu sekarang sedang sakit di kampung dan sangat memerlukan biaya cukup besar saat ini." ungkap Joe.
Maura yang mendengar penuturan Joe, sontak kaget. "Anda jangan bercanda dan jangan mengarang cerita, ya!"
Joe tersenyum tipis, lalu menyodorkan selembar kertas kepada Maura. Langsung saja Maura menyambar kertas tersebut dengan kasar, lantas membaca nya dengan teliti. Mata wanita itu membelalak saat membacanya, di sana jelas tertulis jika ibunya harus di operasi karena terkena penyempitan jantung.
"Da-dari mana kau tau ini semua?"Maura menggenggam kertas tersebut dengan sedikit bergetar, kenapa kedua orang tuanya bahkan tidak pernah bercerita tentang ini padanya?
"Kamu tidak perlu tau itu semua, bagaimana? Apa kamu yakin tidak mau menerima tawaran menggiurkan dari saya?"
Sekali lagi Maura memperhatikan rincian tunggakan yang harus dia bayar, entah itu dari rumah sakit mau pun gaji para karyawannya.
"Sa-saya..."
Joe tidak sabar mendengar lanjutan ucapan wanita, sepertinya tidak mungkin jika wanita itu menolak. Mengingat tawaran yang ia berikan sangat menggiurkan. Lagi pula mana mungkin wanita itu bisa mendapatkan uang dalam jumlah ratusan juta hanya dalam sekejap saja.
Joe kembali menatap Maura yang tengah menatap kertas yang ada di genggamannya. Benar, jika di perhatikan Maura memang cantik. Ketika melotot, wanita itu malah terlihat sangat menggemaskan. Ada keyakinan tersendiri dalam dirinya, jika membawa Maura ke pesta itu nanti pasti semua keluarganya akan percaya.
Maura yang merasa jika sedang di tatap, langsung mendongak dan bersiborok dengan sepasang mata hitam kelam milik pria yang ada di hadapannya.
"Iya? Bagaimana? Apa kamu akan tetap menolak tawaran yang saya berikan.. Jika kamu pikir lagi dengan baik, tawaran yang saya berikan ini!! Sangat menguntungkan untuk kamu, mengingat saya hanya memerlukan jasa kamu beberapa jam.."
"Tapi, imbalan yang saya berikan bisa di bilang sangat menggiurkan." ucap Joe sengaja merecoki pikiran gadis yang ada di hadapannya.
Sekian lama terdiam, perlahan Maura mengangguk. Sepertinya memang jalan hidupnya, yaitu selalu di sakiti oleh laki-laki. Seketika Maura tersenyum kecut melihat hidupnya.
"Iya, saya terima tawaran Anda,"lirih Maura.
Joe menyunggingkan senyum tipis, tidak masalah menghabiskan waktu pentingnya dengan sedikit berdebat dengan wanita yang ada di depannya. Setidaknya, satu masalah sudah teratasi.
"Oke, karena sudah ada kesepakatan kalau begitu kamu bisa tulis nominal berapa pun yang mau di cek ini."
"Yakin?"
Maura menatap netra hitam kelam milik Joe, memastikan jika pria itu benar-benar menyuruhnya yang menentukan nominalnya.
Joe mengangguk mantap, tanpa keraguan sedikit pun.
"Kamu bisa tulis berapa pun, 100 juta pun ngga masalah."
"Anda yang menyuruh."Maura menyunggingkan senyum jahatnya.
Samar-samar Joe mendengar gumaman Maura, entah mengapa perasaannya tiba-tiba menjadi tidak karuan. Sepertinya bakalan ada yang tidak beres.
Dengan cepat Maura mengambil cek tersebut, lalu menulis nominal yang di inginkan. Kali ini wanita itu menulis tidak tanggung-tanggung.
Dengan senyum yang mengembang, Maura lalu mengembalikan kembali cek tersebut untuk di tanda tangani Joe.
"Gila!!" Joe langsung berseru dengan mata yang membola, ia pikir Maura akan menulis setidaknya 100 atau 200 juta. Tetapi gadis itu justru meminta tidak tanggung- tanggung 100 milyar dia tulis di cek tersebut.
"Kamu matre ya? Gila aja sampai 100 milyar!!"
Kedua pria yang berada di samping Joe tidak kalah terkejutnya mendengar nominal yang di minta gadis di hadapan mereka. Bahkan kedua bola mata Frans membola, dirinya saja yang sudah mengabdi bertahun-tahun pada Joe tidak memiliki uang sebanyak itu.
"Yee..kan Anda yang nawarin, kalau di tawarin kenapa ngga di ambil aja?" Maura terkekeh geli dengan muka tanpa dosa, bodo amat dengan sebutan matre atau apalah yang penting punya duit.
"Kamu bahkan tidak mempunyai keahlian dalam berakting.. Bahkan, artis sekalipun tidak di bayar sebanyak ini!! Apa-apaan kamu malah meminta dengan nominal yang bisa di katakan sangat gila."
"Jangan salah!! Saya bisa menjamin jika Anda tidak akan menyesal memakai jasa saya.. Saya jamin akan meyakini seluruh keluarga besar Anda jika saya adalah kekasih Anda.. Dan mereka akan menyukai saya, lagi pula tidak mungkin mereka menolak calon mantu secantik saya." ujar Maura dengan penuh percaya diri.