NovelToon NovelToon
Gara-gara Kepeleset, Jadi Istri Gus Duda!

Gara-gara Kepeleset, Jadi Istri Gus Duda!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda / Nikahmuda
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: adelita

Delina Azzahra Gustia, gadis 21 tahun yang paling anti dengan yang namanya duda, harus menghadapi kenyataan pahit... ancaman dari ayahnya.

"Kalau kamu masih bangun siang terus, Bapak nikahkan kamu sama duda!"

Ancaman itu selalu ia anggap angin lalu.
Sampai suatu hari... semuanya berubah.

Sebuah kejadian konyol yang tak pernah ia bayangkan-kepeleset, lalu jatuh tepat di atas seorang pria asing-membuat hidupnya jungkir balik.

Lebih parahnya lagi, warga memergoki mereka dalam posisi yang... tak bisa dijelaskan.

Pria itu adalah Muhammad Agam Alfariz. Seorang gus berusia 30 tahun.

Dan sialnya... dia adalah tipe pria yang paling Delina benci. Namun karena fitnah yang terlanjur melebar, satu keputusan harus diambil.

Menikah...

Dalam semalam, Delina yang anti duda... justru sah menjadi istri seorang gus mantan duda.

Hidupnya yang dulu bebas, kini berubah total.

ig: adelgustian_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adelita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12

Sementara di kota Jakarta....

Diruang tamu rumah besar, Ummi Jemmah tampak gelisah. tangan nya gemetar sambil terus mencoba menghubungi sang anak yang tak kunjung diangkat.

Bagaimana tidak cemas dan panik? semalam anaknya itu tidak ada angin dan hujan mengirimi pesan singkat , sebuah pesan singkat yang cukup untuk membuat jantungnya hampir copot.

Isi pesannya seperti ini. " Assalamualaikmu Mii, besok datang bersama Abah dan bawa seserahan uangnya Agam Tf. "

Ibu mana coba yang tidak kaget membaca pesan anaknya, tahu-tahu nya disruh datanga bawa seserahan. Apalagi tidka ada penjelasan apapun dari sang anak.

Bikin tensi saja....

"Sudahlah, Mii. Kenapa mondar mundur terus nanti pusingkepalanya. " Tegur Abah Ahmad.

" Gimana aku bisa tenang Bah, anak lanang mu itu. Pasti berbuat ulah disana!"

" Makanya kita mau kesana, sudah datang seserahan yang diminta Agam?" Tanya Abah pada Azzam saat ini pria itu tengah sibuk membantu sang istri yang tengah hamil tua.

" Sudah semua Bah, kumasukan kedalam mobil."

" Kamu tinggal disini aja selama Ummi dan Abah ke tempat abang kamu dinas. "

" Iya Bah, gak mungkin juga aku bawa Jihan kesana." Ucap Azzam memperhatikan sang istri yang tengah mencari tempat nyaman untuk rebahan.

" Titip salam saja sama Bang Agam dan calon nya Bah. " Sahut Jihan.

TUT...

TUT...

TUT...

" Gimana Umi, diangkat sama Agam?" Tanya Abah.

Ummi menggelengkan kepalanya." Belum abah, Umi makin khawatir. Apa yang diperbuat anak itu selama disana, padahal baru beberapa minggu dia dinas."

" Gak usah terlalu dipirkikan, nanti tekanan Umi naik. Lebih baik kita istirahat saja, ini sudah malam. Besok pagi-pagi kita kesana." Jelas Abah Ahmad.

...➰➰➰➰...

Agam, baru saja melangkah memasuki rumah Aldo. dlihatnya mobil warna kuning terpakir di halaman. ia sgera masuk kedalam disana sudah ada Om Gio dan seorang pria yang memakai kacamata bulatnya mereka tampak mengobrol santai.

" Assalamualaikum." salam Agam mendekat kearah keduanya.

" Waalaikumsalam, datang juga orangnya. Baru saja Kita menceritakan kamu Gam." sahut Om Gio.

" Kalian obrolin saya apaan?" tanya Agam menyeleidik ke sahabatnya itu.

" Eitss, tunggu dulu. seorang ustadz dilarang bersoudzon sesama umatnya. " balas pria itu.

" Kamu dari mana saja Gam? dicariin gak ada dirumah." celetuk Tante Gita, wanita itu membawa nampan berisikan camilan dan juga seteko teh hangat.

" Dari rumah Pak Roslan Tan." jawab AGam ikut mengambil duduk disebelah sahabatnya.

" Oalah, pantesan lama banget. Wajar saja sii, kan mereka sudah jadi mertua kamu juga." balas Om Gio .

" Mana barang yang saya minta? di bawa?" tanya Agam melirik sahabatnya itu.

" Iya gue bawa." ucap Jingga beranjak dari duduknya di ikuti Agam.

" Barang apa?" tanya Om Gio tidak tahu menahu.

" Buat acara tunangan Om. " jawab Agam.

" Wah, gercep juga kamu Gam. Takut banget kayaknya kehilangan." goda Om Gio.

" Biasalah Om, efek menduda lama. jadinya sekali ketimpa buah tetangga langsung sekali dua mendayungnya iyakn kan GAm." celetuk Jingga menyenggol temen nya itu.

Agam tidak menjawab, pria itu lebih dulu berjalan keluar lebih cepat.

" Ck, dasar bocah itu. gengsinya setinggi langit. " gumam Om Gio tekekeh pelan melihat tingkah Agam terkesan menghindari sekali.

Agam dan Jingga, keduanya membongkar isi bagasi. Disana sudah ada satu beberapa kotak set kecil berwarna hitam beludru.

" Gak nyangka gue, lo mau tunangan sama bocah yang lebih muda dari lo. Beruntung banget lo dapat daun muda."

" Ck, diamlah. sudah semua kah ini?" tanya Agam kesal ia merasa di ejek terus menerus.

" Sabar, jangan marah-marah melulu. Cepet tua loh!?" balas Jingga ia mashi membongkar barang bawaan nya.

"NIh, sudah semuanya." sahut Jingga menyerahkan lagi satu bakul kain yang sudah ditutup dan hias rapi.

" Thanks Bro. " balas Agam.

" Kasih tahu gue dong, tipsnya dapat daun muda gimana? gue juga mau kali yg daun muda biar puas Hahaha!"

" Yehh, istigfar! bahlul! " balas AGam dingin.

" Selow, selow. Candaan doang. tapi heran aja gitu, Lo yang sangat anti dari dulu perempuan yang lebih muda dibawah lo."

" Bisalah, buktinya saya sudah nikah sama dia. "

" Iya juga si, tapi selamat ya Bro. semoga langgeng." balas Jingga.

" Yoi, makasih juga sudah bawain apa yang saya mau." balas AGam.

" Lo sudah kabarin orang tua lo?" Tanya Jingga.

" Sudah." Jawab Agam singkat padat jelas.

Jngga menganggukan kepalanya pelan, sudah terbiasa dengan sika dingin sahabatnya itu. Namun, rasa penasaran tetap mengusik pikirannya. " Terus gimana respon Om dan Umi."

" Setahu gue, mereka selalu mendesak lo untuk menikah , harusnya sih mereka seneng dong." Sambung Jingga.

Dimas menghela nafas tipis, lalu menyandarkan pnggungnnya ke kap mobil. " Saya juga gak tahu, cuman kirim pesen doang kesana suruh datang kemari bawa seserahan aja. Mereka telepon aja gak ada saya angkat.'"

Pria itu agak syok mendengar penuturan sahabatnya itu.

The real semuanya di buat santai...

" Astaga Gam! Gila bener lo! Jangan-jangan orng tua lo juga belum tahu, alasan lo tiba-tiba mau nikah karena apaan?"

" Memang belum saa kasih tahu, sengaja biar mereka gak kagetan." Jawab Agam santai.

Jingga tak habis pikir dengan teman nya yang satu ini." Lo pikir ini acara kampanye apa?" Balas Jingga.

" Kalau dikasih tahu sekarang, mereka bakalan panik mungkin setelah saya kabarin semalam kalau saya sudah nikah. Mereka bakalan langsung terbang kesini."

" Makanya saya males dengar ocehan mereka, belum dikasih tahu aja mereka sudah menelepon berulang kali."

Jingga geleng-geleng kepala, tak habis pikir. " Tapi tetep aja bro, itu orang tua lo. Tanpa lo kasih tahu mereka juga kaget kali tiba-tiba anaknya kirm pesan suruh bawa seserahan, gue aja kaget saat lo kasih tahu bawa mahar perhiasan semalam."

" Tapi lo gak mikir gimana perasaan Umi Jema? Dia pasti cemas mikirin anak pertama nya pasti berbuat yang tidak-tidak di kampung orang,. Eh emang bener kan? Buktinya di gerebek warga. " Ucap Jingga.

PLAK..

" Kurang ajar!? itu kan gak disengaja Pea! " Balas Agam mengeplak kepala sahabatnya itu dengan kotak beludru yang dibawa.

" Heh! Istigfar ustadz, ente Gus.kenapa jadi nya kasar ke sesama jamaat. Itu juga mahal Etdah!? Jangan dibuat geplak pala gua, susah carinya tuh." Balas jingga mengelus kotak yang dipegang Agam.

" Sudah, sana pulang. Ganggu aja pagi-pagi ke sini." Usir Agam langsung masuk kedalam rumah meninggakan Jingga yang mengomel tak jelas.

" Heh! Memang gak tau diri anak satu ini, sudah ditolong malah kurang ajar. Untuk sahabat kalau bukan sudah gue bungkus ke amazon. " sungut Jiingga.

...➰➰➰➰...

Pukul 11.00 siang

Suasana rumah Aldo tampak tenang. Aldo tengah sibuk memainkan game online nya, Om Gio dan Tante Gita pergi ke pasar. Sedangkan Agam ia tengah berselancar di mesin ketik nya.

Terdengar suara pintu diketuk dari luar, kedua manusia berbeda umur itu tampak saling pandang sejenak.

" Sana buka, mungkin Mama dan papa kamu pulang." Ucap Agam yang masih sibuk mengetik diatas laptopnya.

" Mungkn orang tua nya Om Agam." Balas Aldo asal tetpi lelaki itu tetp bernjak dari rebahannya.

" Tidak mungkin, mereka akan sampai malam hari disini." Jawab Agam.

Ia tahu orang tuanya, pasti akan menghubungi telebih dahulu meminta dijemput dari bandara. Karena merek tidak tahu rumah Om Gio dan Tante Gita. Pikir Agam sepert itu.

Tapi ternyata salah...

Orang yang barusan merek bicarakan nyatanya ada di balik pintu rumah yang Aldo buka lebar-lebar membuat Agam terperanjat kaget.

1
Dhika Bundanya Dedeg Afnan
bagus lanjut lgi donk
Eu Angel Lie
kena omongan ortu dapat duda ya🤣
Aimee Aiko
kok lama kelanjutannya
Anime aikō-kā
p
Aimee Aiko
kok lama gak muncul" lanjutannya
Adelita0305: Malam ini mimin update ka ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!