Tara, Si gadis ceria yang jatuh cinta kepada ketua osisnya pada pandangan pertama.
Ketua OSIS itu bernama Andre syahreza, laki laki itu memiliki sifat dingin dan datar sehingga membuat Tara kesulitan mendekatinya.
Lantas bagaimana kisah mereka akan terjalin?, ikuti kisah mereka disini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs. kim22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tara
"HAH...DEMI APA...DI JAWABBB DONG."
Aku melotot begitu membuka ponsel setelah bangun dari tidurku, di situ tertera balasan singkat dari kak Andre.
"Walaupun singkat,tidak papa, anggap aja ini sebuah kemajuan hoho." Aku tetap happy walaupun balasan kak Andre begitu singkat, hanya tiga hurup, yaitu, "oke".
Setidaknya setelah ini aku akan kontakan sama kak Andre, aku bisa lihat kalau dia membuat story, semoga aja tidak ada story yang akan membuatku patah hati nantinya.
" Oke Tara, kontrol dirimu." Aku mulai mengontrol hatiku yang berdisko ria di dalam sana,saking senangnya rasanya aku ingin melompat lompat sampai puas.
Tapi keinginan itu harus di tahan dulu, sekarang aku masih punya pekerjaan yang lebih penting agar bisa lebih cepat ke sekolah, yaitu menyelesaikan pekerjaan rumah.
Dengan senyum mengembang,aku keluar dari kamar dan langsung menuju tempat laundry,aku mengambil keranjang cucian bersih dan segera membawanya ke rooftop untuk di jemur.
Setelah selesai,aku melanjutkan untuk membersihkan rumah dan segera membuat sarapan setelah rumah bersih.
Karena tidak ingin kecolongan seperti kemarin,aku langsung mengisi piring dengan nasi dan lauk yang ku masak untuk aku bawa ke kamar.
Aku mengendap endap untuk memastikan,Zahra dan Helena belum keluar dari kamar mereka, setelah yakin, aku langsung meleset membawa piring itu menuju kamarku di lantai dua.
Aku menikmati sarapan pagi dengan perasaan gembira, setelah nasi di piring tandas,akupun bergegas untuk mandi.
Ohhh rasanya aku sudah tidak sabar untuj segera ke sekolah dan melihat wajah tampan kak Andre, aku penasaran, bagaimana sikapnya nanti jika bertemu denganku setelah aku chat semalam, apakah dia akan tetap dingin, atau akan sedikit hangat, semoga aja ada perubahan ya guys.
Setelah hampir satu jam bersiap siap,kini aku sudah siap dengan seragam dan juga tas di pundakku, sebelum keluar kamar,aku terlebih dahulu mengatur mimik wajahku agar terlihat seperti biasa.
Seperti biasa,aku akan melewati kedua benalu yang ada di rumahku setiap kali aku akan berangkat sekolah, aku selalu bersikap acuh kepada kedua orang itu, tidak berniat mengusik dan tidak ingin di usik.
Biasanya mereka akan tetap sarapan walaupun aku melewati mereka,tapi sekarang,sepertinya mereka berniat mengusikku, karena sekarang mereka seperti sengaja menungguku di ujung tangga.
"Kesinikan kunci motormu, mulai sekarang kau naik angkot pulang pergi." Helena mengadahkan tanganya di depan wajahku.
Aku tersenyum miring melihat betapa angkuhnya wajah kedua iblis ini, apakah mereka berpikir aku akan patuh menyerahkannya?, tentu saja tidak akan pernah, motor ini di belikan khusus untukku oleh ayah, dan aku tidak akan sudi motorku di naiki oleh dua orang najis ini.
Tanpa berbicara, aku kembali melanjutkan langkahku dan mengacuhkan perintah Helena, aku tidak peduli mereka akan marah atau tidak, untuk hal hal tertentu yang aku anggap private tidak akan aku serahkan pada mereka.
"HEH...SIALAN..BERANI SEKALI KAU MENGACUHKANKU."
Suara Helena terdengar begitu nyaring,sampai rasanya gendang telingaku bergetar,untung tidak pecah, tapi walaupun begitu,aku tetap tidak menoleh sama sekali.
"Bangsat..awas lo."
Aku merasakan, zahra berlari ke arahku dan ingin menyerangku dari belakang, terbukti dengan adanya suara laju dari belakang tubuhku.
Aku melirik dari ekor mataku,awalnya aku tidak berusaha menghindar, tapi begitu Zahra hampir mencapai tubuhku, Aku dengan gesit menyamping, dan tepat sekali di depan ada pintu keluar yang terbuka lebar.
Brugh..
Dan..yahh...tepat sasaran, zahra yang berlari kencang tidak bisa mengerem begitu aku mengelak,sehingga sekarang dia dengan romantisnya mencium pintu itu dengan keras.
"Zahra...astaga sayang." Helena segera berlari untuk melihat keadaan Zahra yang malang,sedangkan aku dengan tawa geli kabur menuju garasi.
Aku sempat mendengar teriakan zahra yang mengumpatiku, aku tidak marah, aku malah semakin senang karena berhasil membuatnya kesal sekaligus celaka pagi ini, siapa suruh pagi pagi mengganggu princess, kan kenal sial jadinya.
Butuh waktu 30 menit untuk sampai ke sekolah, aku sempat berhenti di sebuah minimarket untuk membeli sekotak susu rasa strowberry dan juga donat coklat dan keju.
Setelah membayar, aku kembali melajukan motorku, tidak butuh waktu lama, aku akhirnya sampai di sekolah dan segera memarkirkan motorku.
Aku melihat ke arah parkiran khusus cowok untuk mencari motor kak Andre, dan senyumku mengembang begitu aku melihat motor sport hitam itu terparkir dengan rapi di bagian paling depan.
Dengan semangat aku segera berjalan menuju ruang osis, sekarang aku sudah memantapkan hatiku untuk mendekati kak Andre,dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk memulai jadi cegil.
"Kak Andre.." Aku sedikit berteriak kecil begitu melihat kak Andre yang hampir saja masuk ke dalam ruang osis, dengan langkah cepat, aku segera mendekat begitu dia menoleh.
"Iya, ada yang bisa di bantu."
Kak Andre menatapku yang sedikit ngos ngosan dengan wajah datarnya, namun kerutan di dahinya cukup menjelaskan kebingungannya melihat aku berada di hadapannya saat ini.
"Iya, tunggu sebentar." Aku segera menurunkan tasku untuk mengambil susu dan donat yang tadi aku beli.
"Nih, buat kakak." Aku menyodorkan sekotak susu dan donat rasa coklat ke hadapan kak Andre.
Dia terlihat sedikit bingung, namun wajahnya tetap datar, astaga, tidak bisakah dia sedikit berekpresi gitu.
"Ini apa." Ucapnya sambil menatap susu dan donat yang ada di tanganku dengan datar.
"Susu sama donat." jawabku dengan polos. Dia menggaruk kepalanya sebentar dan kali ini,mata tajamnya menatapku dengan bingung.
"Enggak, maksud gue,kenapa lo ngasih gue makanan." Kak Andre menjelaskan maksud pertanyaannya yang baru aku mengerti sekarang.
"Ouhhh itu, karena aku pengen aja ngasih kakak." Aku tersenyum lebar dengan tangan masih setia memegang susu dan donat itu.
"Dalam rangka apa." Tanya kak Andre dengan singkat.
Aku mendongak memberanikan diri menatap mata yang begitu tajam sekaligus indah itu, aku tersenyum sebelum menjawab pertanyaan kak Andre.
"Dalam rangka berusaha mencairkan hatimu." Jawabku dengan suara sedikit berbisik.
"Ambillah kak, dan tolong di terima." Aku segera meletakkan kotak susu dan juga sebungkus donat itu ke tangan kak Andre yang terdiam membisu.
"Di makan ya kak, aku pergi dulu, bay." Aku melambaikan tanganku dan segera berlari meninggalkan kak Andre menuju kelas.
Semoga saja kak Andre menerima pemberianku dan tidak memberikannya kepada orang lain, aku berharap kak Andre faham dengan perkataanku yang tadi dan memberi ruang untukku berjuang.
Aku berjanji akan terus berusaha,sampai aku bisa mendapatkan hatinya, pasti seru kalau kak Andre yang dingin bisa bucin sama aku hehe.
tapi knp munculnya lagi momen begini