NovelToon NovelToon
Di Bawah Payung Yang Sama

Di Bawah Payung Yang Sama

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:645
Nilai: 5
Nama Author: zhafira nabhan

Kim Ae Ra hanya ingin hidup tenang setelah kehilangan ayahnya di masa kecil. Demi bertahan, ia bekerja keras hingga akhirnya diterima di Aegis Corp dan menjadi sekretaris CEO muda yang dingin, Hyun Jae Hyuk.

Bagi Ae Ra, pertemuan mereka hanyalah kebetulan. Namun tanpa ia sadari, Jae Hyuk telah mengenalnya jauh sebelum itu—pada sebuah malam hujan yang hampir mengubah hidupnya.

Saat hubungan mereka perlahan mendekat, seseorang dari masa lalu muncul kembali membawa kenangan yang telah lama terlupakan. Di antara rahasia, takdir, dan perasaan yang tumbuh diam-diam, Ae Ra mulai menyadari bahwa beberapa pertemuan bukanlah kebetulan.

Karena terkadang, orang yang berdiri di samping kita saat hujan… adalah rumah yang sejak lama kita cari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhafira nabhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12 — Batas yang Tidak Terlihat

Musim hujan belum benar-benar pergi dari Seoul.

Pagi itu langit masih kelabu ketika Kim Ae Ra tiba di Aegis Corp. Payungnya basah, ujung rok sedikit terkena cipratan air jalanan, namun langkahnya tetap cepat seperti biasa. Tanpa ia sadari, kebiasaan barunya sudah terbentuk—datang lebih awal, menyiapkan semuanya sebelum hari benar-benar dimulai.

Ia duduk di mejanya, membuka agenda harian, lalu berhenti sejenak.

Hari itu terasa tenang.

Terlalu tenang.

Dan biasanya, ketenangan seperti itu tidak bertahan lama.

Interkom berbunyi.

“Masuk.”

Ae Ra segera berdiri dan membawa tablet ke ruang CEO.

Hyun Jae Hyuk sedang membaca laporan di meja kerjanya. Jasnya belum dikenakan, hanya kemeja putih dengan lengan tergulung seperti beberapa hari terakhir.

“Ada perubahan jadwal?” tanya Ae Ra.

“Ada,” jawabnya singkat. “Kita makan siang dengan tim legal.”

Ae Ra mencatat cepat.

Namun sebelum ia berbalik, Jae Hyuk berkata,

“Kau terlihat lelah.”

Ae Ra tersenyum kecil. “Saya baik-baik saja.”

Ia tidak sadar sejak kapan pria itu mulai memperhatikan hal-hal sekecil itu.

---

Menjelang siang, kantor kembali sibuk.

Beberapa staf berjalan cepat membawa dokumen. Diskusi mengenai Haesung semakin sering terdengar. Nama perusahaan itu kini terasa akrab di telinga Ae Ra, meski ia belum memahami sepenuhnya konflik yang terjadi.

Saat makan siang bisnis berlangsung, Ae Ra duduk sedikit menjauh sambil mencatat.

Seorang pengacara perusahaan berkata,

“Jika Haesung terus menekan harga pasar, mereka jelas mengincar dominasi cepat.”

Jae Hyuk menjawab tenang,

“Mereka boleh mencoba.”

Nada suaranya tidak keras, tapi cukup membuat suasana meja menjadi sunyi.

Ae Ra memperhatikan diam-diam.

Ia mulai mengerti—di balik sikap dinginnya, pria itu selalu terlihat paling tenang saat semua orang lain gelisah.

---

Sore hari datang lebih cepat.

Ae Ra sedang merapikan dokumen ketika listrik kantor sempat redup beberapa detik akibat hujan deras.

Ia terkejut kecil.

Tanpa sadar, Jae Hyuk yang keluar dari ruangannya berhenti di dekat meja Ae Ra.

“Kau takut petir?”

“…Tidak,” jawabnya cepat.

Namun kilatan berikutnya membuatnya refleks menegang.

Jae Hyuk menatapnya beberapa detik.

“Kau boleh pulang lebih awal hari ini.”

Ae Ra langsung menggeleng. “Pekerjaan belum selesai.”

Hening singkat.

Jae Hyuk akhirnya berkata pelan, “Keras kepala.”

Ae Ra hampir tertawa.

---

Malam kembali membawanya ke tempat yang sama.

Toserba kecil dengan lampu neon hangat itu kini terasa seperti bagian dari rutinitas hidupnya.

*Klining…*

Bo Ram langsung muncul membawa snack.

“Ae Ra! Kau datang tepat waktu, aku bosan!”

Ae Ra tertawa.

Seo Jun berdiri di belakang kasir, menatapnya sebentar sebelum berkata,

“Hujan makin deras.”

Ia menyerahkan handuk kecil.

Ae Ra terdiam sejenak.

“Terima kasih… kau selalu siap ya.”

Seo Jun hanya mengangkat bahu ringan.

“Sudah kebiasaan.”

Mereka berbicara santai. Bo Ram mengeluh soal pelanggan cerewet, Ae Ra menceritakan sedikit pekerjaannya, dan untuk beberapa menit dunia terasa sederhana lagi.

---

Namun di luar toko, seseorang berdiri di bawah payung hitam.

Bukan di dalam mobil kali ini.

Hyun Jae Hyuk memperhatikan dari seberang jalan.

Ia sendiri tidak yakin kenapa ia turun.

Hujan membasahi ujung sepatunya.

Dari luar kaca, ia melihat Ae Ra tersenyum lepas—senyum yang berbeda dari yang ia lihat setiap hari di kantor.

Ada sesuatu yang terasa mengganjal.

Perasaan yang tidak ia kenal.

Ia akhirnya berbalik sebelum sempat masuk.

---

Di dalam toko, Seo Jun tiba-tiba menoleh ke arah pintu.

Tatapannya sedikit berubah.

Seolah ia merasakan seseorang tadi berada di sana.

Namun ketika pintu dibuka, hanya suara hujan yang masuk.

Ia kembali bekerja, tetapi pikirannya tidak lagi sepenuhnya tenang.

Batas antara dunia Ae Ra di kantor dan dunia kecilnya di sini perlahan menghilang.

Dan tanpa disadari siapa pun…

tiga orang berbeda kini berdiri semakin dekat pada garis yang sama.

1
Lisa
Senangnya akhirnya Jae Hyuk & Ae Ra sudah mengetahui masa lalu itu dan membuat hubungan mereka makin dekat 👍👍
Lisa
Semangat y Ae Ra..💪👍
Lisa
Kmu harus kuat Ae Ra..ada Jae Hyuk yg selalu mendampingimu..
Lisa
Wah gimana ya suasananya pertemuan bisnis itu..makin seru aj nih ceritanya
Lisa
Ceritanya menarik jg nih ternyata Ae Ra adalah anak dr org yg dibunuh oleh papa dr direktur tmptnya bekerja saat ini..moga aj kebenaran itu dapat terungkap.
Lisa
Wah gmn y acara rapat besarnya..jadi penasaran nih 😊
Lisa
Ae Ra punya masa lalu yg berhubungan dgn CEO
Lisa
Tetap semangat y Ae Ra 💪👍
Lisa
Seo Jun sebenarnya siapa y..apakah dia org penting.
zhafira: hayoo siapa ya?🤭
masih 'Rahasia' 🧐
total 1 replies
Lisa
Wah berarti ada mata² di toserba itu
zhafira: wahh hayoo ada siapa?? 😁
total 1 replies
Lisa
Aku mampir Kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!