NovelToon NovelToon
Pernikahan Yang Tidak Diinginkan

Pernikahan Yang Tidak Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Maullll

"Pernikahan yang Tidak Diinginkan" bercerita tentang Kirana Putri, seorang wanita muda yang cantik dan berhati lembut, yang terpaksa harus menikah dengan Arga Wijaya, seorang pengusaha sukses yang terkenal dingin, tegas, dan tak tersentuh.

Pernikahan ini bukanlah hasil dari cinta, melainkan sebuah perjanjian bisnis dan kewajiban keluarga untuk menyelamatkan perusahaan ayah Kirana dari kebangkrutan. Bagi Arga, pernikahan ini hanyalah formalitas dan cara untuk memenuhi keinginan orang tuanya, sementara bagi Kirana, ini adalah pengorbanan besar demi keluarganya.

Sejak hari pertama, rumah tangga mereka dipenuhi dengan kebekuan. Mereka hidup satu atap layaknya dua orang asing—saling menghormati tapi jauh dari kata dekat, sering bertengkar karena salah paham, dan masing-masing menyimpan perasaan terpaksa.

Namun, seiring berjalannya waktu, di tengah sikap dingin dan pertengkaran, benih-benih perhatian mulai tumbuh perlahan. Mereka mulai melihat sisi lain dari satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maullll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28: MALAM ROMANTIS DAN KEJUTAN BARU

Hari-hari berlalu dengan sangat indah di negeri kincir angin ini. Cuaca yang dingin justru membuat kehangatan di antara anggota keluarga semakin terasa. Mereka sering duduk berkumpul di dekat perapian, mendengarkan cerita Opa dan Oma, atau sekadar bermain games bersama Arka dan Aira.

Namun, sebagai suami istri yang tetap menjaga api cinta tetap menyala, Arga dan Kirana juga butuh waktu berdua. Terlebih di tempat yang begitu romantis seperti Amsterdam ini.

Suatu malam, setelah memastikan Arka dan Aira tidur nyenyak dan diawasi oleh pengasuh yang sudah dipercaya keluarga, Arga mengajak Kirana jalan-jalan keluar.

"Ayo Sayang, kita jalan-jalan malam dikit," ajak Arga sambil menyodorkan mantel bulu tebal yang sangat hangat dan mewah.

"Mau ke mana? Udah malam nih ayah," tanya Kirana sambil membetulkan syal di lehernya.

"Rahasia. Yang penting kamu udah siap cantik," jawab Arga tersenyum misterius lalu menggandeng tangan isterinya keluar rumah.

Mobil melaju pelan menyusuri jalanan kota Amsterdam yang sangat indah di malam hari. Lampu-lampu jalan yang berwarna hangat memantul di permukaan kanal-kanal air yang tenang. Pemandangan bangunan-bangunan kuno yang tertata rapi memberikan suasana bak negeri dongeng.

Akhir nya mereka berhenti di sebuah restoran mewah yang berada di tepi sungai. Suasana di dalam sangat intim, musik piano mengalun lembut, dan hanya ada sedikit pengunjung sehingga sangat privat.

"Wah... ini tempatnya indah banget, sayang," bisik Kirana takjub saat duduk di meja yang sudah dipesan khusus, tepat di depan jendela besar yang menghadap ke sungai yang berkilauan di terpa cahaya lampu.

"Selalu ada tempat yang indah buat wanita tercantik di dunia ini," jawab Arga manis sambil menuangkan air minum ke gelas isterinya.

Makan malam itu berjalan sangat romantis. Mereka mengobrol tentang banyak hal. Tentang masa lalu, tentang mimpi-mimpi, dan tentang rencana masa depan anak-anak.

"Arka makin gede ya, sekarang udah kelas 3 SD. Nanti kalau dia remaja, pasti banyak cewek naksir nih," goda Kirana sambil tersenyum.

Arga tertawa lebar. "Pasti dong, kan darahnya darah ganteng. Tapi Ayah bakal ngingetin dia, cari isteri yang baik kayak ibunya ya."

"Terus Aira? Nanti kalau dia udah gede, ayah pasti bakal over protektif banget pasti ya?" tanya Kirana balik.

"Wah itu pasti! Siapa aja cowok yang berani deketin putriku, harus lewat tangan Ayah dulu!" jawab Arga sok galak tapi mata nya tertawa. "Tapi serius deh sayang, aku bersyukur banget punya keluarga kayak gini. Rasanya pengen waktu berhenti di detik ini aja."

Kirana menatap suami nya dalam-dalam. "Aku juga Sayang. Aku nggak nyangka hidup aku bisa seindah ini. Dari gadis desa yang sederhana, sekarang bisa jalan-jalan ke luar negeri, makan makanan yang enak, dan yang paling penting punya suami yang setia dan penyayang."

Arga menggenggam tangan Kirana di atas meja, lalu ia mencium punggung tangan itu lembut.

"Cinta kita itu udah diatur Tuhan, Sayang. Dan aku janji, aku bakal terus bikin kamu bahagia sampai kita tua nanti."

 

Setelah makan malam selesai, Arga mengajak Kirana berjalan kaki menyusuri tepi kanal yang sepi. Angin malam bertiup cukup kencang, membuat Kirana sedikit menggigil.

Tanpa berkata apa-apa, Arga langsung membuka jaketnya dan membungkuskan tubuh istrinya dari samping, menariknya dekat ke dada bidangnya agar hangat.

"Hati-hati dingin, Sayang. Jangan sampai sakit," katanya lembut.

"Mmm... hangatnya," bisik Kirana menikmati kehangatan tubuh suaminya dan aroma maskulin khas Arga yang sangat ia sukai.

Mereka berjalan pelan, berpelukan, menikmati keheningan malam yang romantis. Tiba-tiba Kirana berhenti melangkah, ia memegang dadanya seolah teringat sesuatu.

"Sayang..."

"Ya sayang? Kenapa?"

"Aku ngerasa... ada yang beda sama badan aku beberapa hari ini," kata Kirana ragu-ragu. "Aku sering pusing, mual dikit, dan rasanya capek banget padahal nggak ngapa-ngapain."

Wajah Arga langsung berubah serius dan khawatir. "Hah?! Jangan-jangan kamu masuk angin atau kena flu Belanda? Ya ampun, gimana dong? Kita balik sekarang ya ke rumah!"

Arga mau langsung menggendong istrinya, tapi Kirana menahan tangannya sambil tersenyum aneh.

"Bukan... bukan sakit biasa ini sayang..." bisik Kirana menatap mata suaminya dalam. "Ingat nggak waktu kita mau punya Aira, gejala nya persis begini?"

Arga terdiam kaku. Matanya membelalak perlahan menyadari arti kalimat itu.

"Ma... maksud kamu...?"

Kirana mengangguk pelan, pipinya memerah, lalu tangan kirinya perlahan memegang perutnya yang masih rata.

"Kayak nya... kita bakal dapet kado tambahan dari Belanda nih, Sayang. Kayaknya... di sini lagi ada 'penumpang' baru yang mau ikut kita pulang ke Indonesia..."

BRUKkK!!!

Dunia seakan berhenti berputar sesaat bagi Arga. Ia menatap perut istrinya, lalu menatap wajah Kirana, lalu menatap perut lagi.

"HAMIL? KAMU HAMIL LAGI SAYANG?!!" teriak Arga tidak percaya tapi suara nya bergetar karena bahagia. "BENERAN?! DI SINI?! PAS KITA LAGI LIBURAN ?!"

"Iya... kayak nya sih iya. Nanti besok pagi kita tespek atau ke dokter ya buat pastikan," jawab Kirana tersenyum malu-malu tapi bahagia.

Tanpa menunggu lama, Arga langsung melompat kegirangan lalu memeluk tubuh isterinya dan memutar-mutar nya pelan di bawah lampu jalan yang remang-remang.

"YEESSS!!! ALLAHU AKBAR!!!" teriaknya Arga bahagia tak karuan. "MAKASIH YA ALLAH!!! MAKASIH SAYANG!!! KITA PUNYA ANAK LAGI!!!"

Arga lalu meletakkan Kirana kembali ke tanah, ia berjongkok di hadapan isteri nya tepat di pinggir jalan, menempelkan wajahnya di perut rata itu sambil menangis haru.

"Halo sayang... halo calon bayi lucu... kamu hebat banget ya, kamu mau ikut Ayah Ibu jalan-jalan jauh sampai ke sini," bisiknya penuh cinta. "Selamat datang ya Nak. Ayah sayang banget sama kamu. Kakak Arka sama Aira pasti senang banget denger kabar ini."

Kirana mengusap rambut suaminya, air mata bahagia menetes. "Mereka pasti senang banget dapet adik baru."

Arga berdiri kembali, lalu mencium bibir istrinya dengan penuh gairah dan cinta di bawah langit malam Amsterdam. Ciuman yang menandakan bahwa kebahagiaan mereka memang tidak ada habisnya.

"Besok pagi pertama kali kita ke dokter ya! Pastikan semua nya aman dan sehat!" kata Arga antusias, lalu dengan sangat protektif ia menggendong isteri nya kembali ke mobil. "Ayo kita pulang! Istri hamil kesayangan Ayah harus istirahat jangan cape-cape!"

Malam itu menjadi malam paling tak terlupakan. Sebuah nyawa baru telah dititipkan Tuhan di tengah perjalanan mereka, menjadi bukti bahwa cinta mereka terus tumbuh dan berkembang biak dengan indah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!