NovelToon NovelToon
CINTA SANG PEMBURU

CINTA SANG PEMBURU

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Misteri / Horor / Tumbal / Mata Batin / Cintapertama
Popularitas:823
Nilai: 5
Nama Author: Hendriyan Sunandar

Mengisahkan perjalanan hidup seorang pemuda di jaman dahulu untuk meraih cinta dan menjungjung tinggi martabat seorang ibu. hidup sebagai seorang pemburu untuk menghidupi sekaligus menjadi tulang punggung dan terpaksa melewati bermacam rintangan demi mendapatkan hati seorang wanita yang di cintainya. serta calon mertua yang tak setuju karena memiliki latar belakang yang bertentangan. serta ikut campur bangsa dari dunia lain yang tak kasat mata yang menyulitkan mewujudkan impiannya. simak keseruan kisahnya di setiap babnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hendriyan Sunandar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12

Singkat cerita.

pada akhirnya Wulan merasa bingung sendiri, ketiga orang di hadapannya itu jelas jelas tak sadarkan diri meski berkali kali Wulan menyadarkannya. Belum lagi rasa bersalah itu membuat Wulan semakin bingung antara harus mencari bantuan warga lainya ataukah tetap bertahan di rumah itu. Karena setaunya, Asih dan kedua orang tuanya itu pingsan di karenakan melihat penampakan yang berdiri di belakangnya sewaktu tadi.

Namun setelah Wulan berpikir dalam ke adaan yang sedikit tenang, pada akhirnya dirinya memutuskan untuk menemui warga yang mungkin saja sedang berkumpul di surau yang ada di tengah tengah perkampungan.

Menginga ketika itu baru saja memasuki waktu maghrib dan rumah warga berjarak lumayan jauh pada masa itu, tak heran jika Wulan terpaksa mengambil keputusan itu. Belum tentu ada yang datang atau sekedar lewat ke rumah itu pikirnya.

Dengan langkah setengah berlari dan sesekali melirik ke sekitarnya, Wulan ketika itu menuju surau. Dirinya yakin jika sebagian besar kaum bapak bapak mulai berdatangan untuk melakukan sholat berjamaah di susul melakukan sholat tarawih nantinya.

tak heran di dalam perjalanan itu, Wulan pun sempat berpapasan dengan beberapa warga yang hendak menuju surau. Namun lagi lagi Wulan merasa terkejut oleh gelagat spontan beberapa warga itu. warga yang terdiri dari lelaki 4 orang itu seketika menghentikan langkahnya dan menjerit menyebut setan ketika berhadapan dengan dirinya. Yang padahal di belakangnya itu jelas jelas tak ada siapapun selain dirinya.

Sehingga pantas saja kali ini Wulan seperti sedikit sedikit menyadari penyebab itu. Tak salah lagi. Jika jeritan beberapa warga itu pasti di tujukan pada dirinya. Termasuk Asih dan kedua orang tuanya yang juga ketakutan sampai tak sadarkan diri.

"ya Allah apa yang sebenarnya terjadi padaku. Kenapa orang orang itu takut padaku dan meneriaki setan pada ku"

batin Wulan sembari meraba raba wajah dan sekujur tubuhnya. Namun dirinya yakin tak ada yang salah pada dirinya itu. Bahkan pakaian bagus yang di kenakannya itu seharusnya membuat orang lain kagum dan bukannya berlari ketakutan.

sehingga Wulan pun yang semakin penasaran dan harus membuktikan jika orang orang itu memang takut padanya, pada akhirnya berlari menuju surau. Dengan maksud membuktikan sekali lagi dan akan meminta bantuan pada warga di sana. Namun lagi lagi aneh bin ajaib.

Semakin dirinya berlari cepat, tubuh dan langkahnya itu seperti semakin terasa ringan. dan Wulan tak merasa lelah sedikitpun sekalipun hanya sebatas nafasnya berat. Bahkan tubuhnya itu seperti terasa bugar. dan tanpa di sadari, gejala gejala itu perlahan membuat Wulan seperti ingin membuktikan keanehan itu.

Dengan sengaja dirinya melakukan lompatan demi lompatan. Beberapa bongkah batu yang ukurannya lumayan besar dan jalan berlubang pun sengaja ia lompati. Dirinya tak perduli jika saja sampai tersandung dan jatuh. Bagi Wulan penomena aneh yang menimpa dirinya itu harus benar benar yakin meskipun beribu rasa takut menyelimuti hati dan pikiranya.

Dan benar saja. Kini dirinya merasa yakin jika ada yang tidak beres pada dirinya. Hal itu di buktikan juga oleh lompatan yang terkesan tak wajar untuk ukuran seorang wanita seperti dirinya. Wulan baru saja di buat tercengang ketika jarak lompatan terahir yang di cobanya itu, tak kan kurang dari 5 meter. Dan itu benar benar membuatnya semakin bingung dan memutuskan untuk segera ke surau meminta bantuan warga sekaligus memberitahukan kejadian tak masuk akal yang terjadi padanya.

Brug !!!

Tak lama setelahnya sampailah Wulan ke surau itu di sertai suara hentakan kakinya yang mendarat tepat di atas tempat penyimpanan sendal di surau itu. Dan tentu saja suara keras itu mengejutkan para warga yang baru saja selesai melakukan sholat maghrib berjamaah. kini tepat di hadapan mereka berdiri sosok pocong yang tampak mengeluarkan suara melengking sembari melompat masuk ke surau itu.

"se... se... Setannn...!!! Ada setan !!! Tolongggg....!!"

Suara jeritan para warga itu seketika gemuruh tak karuan memenuhi ruangan yang tak seberapa besar itu. Apalagi surau itu adalah bangunan panggung yang berlantaikan papan kayu. Sudah barang tentu suara jeritan gaduh itu semakin terdengar gaduh.

Beberapa di antaranya ada yang berusaha berebut melompat melalui jendela. Ada pula yang berusaha bersembunyi ke dalam sarung temannya. Saling dorong, saling injak, bahkan bertabrakan pun akhirnya tak bisa di cegah. beruntung sang imam yang sebelumnya masih duduk dan hendak memimpin doa, dirinya tampak sedikit tenang sekalipun tanganya harus sibuk menepis tubuh warga karena hendak menindihnya.

"tenang !!! Ayo tenang bapak bapak semuanya !!! Tetap diam di tempat kalian masing masing. Atau kalian celaka dengan tingkah polah kalian sendiri. Ayo tenanglah"

Ujar imam itu sembari meninggikan kedua tanganya berusaha menenangkan warga yang panik dan ketakutan itu. Beruntung ucapannya itu sepertinya berpengaruh dan di dengar oleh warga warga itu. Apalagi mereka tak ada jalan keluar untuk kabur selain melalui jendela yang sudah terhalangi seorang warga yang tersangkut

sarungnya pada sebuah paku.

"tolonggg...!!! Tolong saya !!! Setannya mau cekik saya !!! Tolong !!! Pak ustad tolong !!!"

jerit histeris salah satu warga yang mengira sosok pocong itu baru saja menarik sarungnya dan hendak mencekiknya dari belakang. Beruntung pak Ustad segera bangkit dari duduknya dan menepuk pundak warga itu lalu menyadarkannya. Sampai pada akhirnya pak ustad membalikan tubuhnya dan melihat semua jamaahnya menungkup hidungnya.

Entah mengapa aroma busuk itu tiba tiba tercium sampai sampai ustad itu pun membelitkan sorbannya pada hidungnya.

"Allahhuakbar!!! Setan dari mana kau ini hah !!! Kenapa kau menampakan diri di hadapan kami yang sedang ibadah. Apa mau ku bakar kau hah !!! Ayo bapak bapak semuanya !!! Bantu saya dengan doa untuk mengusir mahluk ini"

Gerak pak ustad pada Wulan yang terlihat berwujud pocongan itu. Kuncir di kepalanya itu tampak berayut seiring tubuhnya semakin merunduk dan mengeluarkan suara menyeramkan seperti hendak melompat pada warga warga di hadapannya.

Yang padahal sosok pocong yang tak lain adalah Wulan itu, dirinya seketika menangis karena tak tahan pada kejadian yang menimpanya. Alih alih dirinya mendapat pertolongan seperti yang di harapkannya. melaikan dirinya di hujani lantunan ayat ayat suci. Namun sayang khalimah yang penuh keberkahan itu bukanlah mendoakan sebuah kebaikan pada dirinya semata. melainkan bentuk tak suka dan mengusir dirinya.

"kalian semua jahat !!! Kalian semua tega sama saya !!! Saya ini Wulan. Wulan pak Ustad !!!

bapak ini sesepuh yang ngerti agama di tempat ini. Kenapa mata bapak buta kaya asin peda hah !!!

apa bapak tak bisa membedakan mana setan mana manusia hah !!! Saya ini datang ke tempat ini perlu pertolongan !!! Bukan minta di bakar !!!"

Maki Wulan bicara lantang dengan emosi yang kadung menjadi dan terasa panas di dadanya. Entah mengapa dirinya itu seperti tak mampu menguasai diri sendiri. Hati dan pikiranya seperti memiliki dua sisi yang berlawanan.

1
Akbar Aulia
setan silemin iku opo thor
Hendriyan Sunandar: ya itu ka. semacam siluman dan sebangsanya. atau mhluk tak kasat mata.
total 1 replies
Hendriyan Sunandar
amin. terima kasih atas apresiasinya. semoga menghibur dan ada sedikit sedikit hikmah yang bisa di petik dari kisah ini.
Mắm tôm
dahsyat ttg cerita ini, semoga terus sukses author!
Hendriyan Sunandar: amin ya Allah. terima kasih ka. semoga bisa menghibur dan kiranya bisa bantu promokan cerita ini ya. semoga Allah melimpahkan rejeqi yg barokah pada kk. amin
total 1 replies
Rowan
Aku udah ngebayangin situasi karakter-karakter disini ke kehidupan nyata, bisa ngeri ngeri sedap gitu loh!
Hendriyan Sunandar: terima kasih ka sudah berkenan singgah. semoga terhibur dan ada kimha yang bisa di petik di dalamnya.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!