NovelToon NovelToon
Wanita Pengganti

Wanita Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:3.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Asni J Kasim

Rela meninggalkan orang yang dicintai demi keluarga. Dan yang lebih menyakitkannya lagi, mendapatkan suami yang penuh dengan kebencian. Itulah yang dirasakan Allesia. Allesia harus meninggalkan kekasihnya, ia dipaksa menikah dengan tunangan kakaknya, namanya Alfano. Alfano adalah pria yang sangat kejam. Kejamnya Alfano bukan tanpa alasan. Ia memiliki alasan kenapa ia bisa sejahat itu.

Apa yang membuat Alfano kejam dan kehidupan seperti apa yang akan Allesia jalani? Mari simak ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asni J Kasim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12

New York, Mansion

"Allesia, kamu hamil" balas Bi Neona tersenyum bahagia.

Deg... jantung Allesia berdetak begitu cepat. Hamil, ia tidak pernah berpikir untuk hamil. Terlebih lagi mengandung anak Alfano. Allesia diam dan tak bergeming, tubuhnya seakan kaku, air matanya tiba-tiba menetes memasahi pipinya.

"Bibi, tuhan begitu adil padaku" ujarnya disela-sela tangisnya. "Tuhan mengambil Ibu Vania dan dia menggantikannya dengan nyawa baru" lanjutnya.

"Allesia..." Bi Neona memeluk erat majikannya. Keduanya menangis sambil berpelukan.

"Nyonya Allesia, Tuan Alfano mencari Nyonya. Pukul 20:00 Tuan Alfano akan melakukan perjalanan ke New York" ujar Bi Arlen.

"Bibi, jangan beritahu tempat tinggal kita padanya. Aku takut padanya, takutnya dia akan memintaku untuk menggugurkan anak yang aku kini aku kandung. Aku mohon..." pintah Allesia memohon.

Bi Arlen mendekat, tersenyum pada majikannya. "Nyonya adalah majikan yang harus kami jaga. Tidak perduli apa akibat dari kebohongan kami nanti, kami akan berusaha untuk melindungi Nyonya" ujar Bi Arlen.

--

Italia

Seusai membaca tulisan tangan ibunya, Alfano tiba-tiba teringat akan istrinya. Allesia, nama itulah yang ia sebut. Tangan kekarnya mengeluarkan ponsel dari saku bajunya. Mencari nama Allesia di kontak.

"Akhh...!!" Alfano berteriak dan membuang ponselnya di dinding kamar.

"Allesia, maafkan aku..." kalimat itu perlahan terdengar. Keluar dengan sendirinya tanpa dipikir panjang. Alfano berdiri lalu keluar dari kamar ibunya, berjalan sedikit berlari menuju garasi mobil.

Mobil perlahan bergerak meninggalkan rumah besar yang tidak memiliki pemilik lagi. Di perjalanan, Alfano mengambil ponselnya yang masih bisa digunakan. Mencari nomor yang bisa dihubungi. Namun hasilnya tetap sama, nomor Bi Arlen tidak aktif.

"Venika, aku tidak pulang malam ini. Jangan menungguku, aku tidak tahu sampai kapan aku akan berada di luar" pesan untuk Venika.

Alfano membuka aplikasi Traveloka, memesan tiket pesawat dari Italia tujuan New York. Selang beberapa menit, pemesanan pun berhasil. Alfano menambah kecepatan mobilnya agar cepat sampai di Bandara. Sesampainya di Bandar Udara Internasional Leonardo da Vinci, ia menunggu sampai ada informasi. Selang beberapa menit menunggu, terdengar informasi untuk penumpang tujuan New York agar masuk ke dalam pesawat melalui gate 4.

"Tunggu aku Allesia, aku akan membawamu pulang dan kita akan memulai hidup baru" gumam Alfano sebelum ia berdiri.

-----------

Bandar Udara Internasional John F. Kennedy

Pesawat yang ditumpangi Alfano pun tiba di Bandara John F. Kennedy, semua penumpang mulai turun begitupun dengan Alfano. Alfano mencari Taxi menuju Mansion A. Di dalam mobil, ia terus memikirkan kesalahannya. Hampir 30 menit perjalanan, Alfano pun sampai di Mansion.

"Maaf, Tuan siapa?" tanya seorang scurty.

Pertanyaan itu pantas untuk ditanyakan. Alfano sudah lama tidak ke New York, hal itu membuat scurty tidak mengenal Alfano. Namun mereka pernah mendengar nama itu.

"Aku, Alfano" balasnya.

"Selamat datang Tuan. Silahkan masuk" ujar sang scurty membungkuk sejenak.

Alfano berjalan sedikit berlari, membuka pintu rumah lalu masuk ke dalam. Saat hendak menaiki anak tangga, Alfano dikagetkan dengan seorang wanita parubaya yang hendak turun dari lantai 2.

"Di mana istriku?" tanya Alfano pada wanita tersebut.

"Istri? Istri Tuan siapa?" tanya wanita itu, yang tak lain adalah ART yang sangat membenci Alfano. Membencinya bukan tanpa alasan melainkan karena ada alasan. Ya, karena wanita parubaya tersebut yang menghubungi Alfano saat Allesia jatuh pingsan.

Jleb... Alfano sadar, ia tidak mengakui Allesia sebagai istrinya. Pertanyaan itu membuatnya terdiam sejenak. "Allesia, dia dimana ?" tanya Alfano dengan suara berat.

"Nyonya Allesia sudah meninggal bersama anaknya" balas wanita tersebut sembari melangkah turun melewati Alfano.

Deg... tubuh Alfano seakan kaku, ia duduk di tangga, matanya mulai memerah. "Anak? Jadi Allesia hamil" gumam Alfano. Bulir air mata kembali menetes membasahi pipinya.

Bi Arlen berheti disamping Alfano saat mendengar kalimat yang baru saja keluar dari mulut pria bejat itu. "Memberitahu? Bukannya Tuan yang tidak ingin tahu keadaannya saat ia jatuh pingsan hingga kehilangan nyawa dan bayinya!"

Kalimat itu spontan keluar dari mulut Bi Arlen. Bi Arlen siap menerima resiko atas kelancangannya. Hatinya lebih sakit saat mendengar kisa Allesia. Semua wanita diluar sana akan melakukan hal yang sama apabila mereka mendengar wanita lain disiksa oleh suami sendiri. Setelah mengatakan itu, Bi Arlen melanjutkan langkahnya.

"Bibi berbohong kan, aku tahu Bibi berbohong!!" teriak Alfano.

Bi Arlen kembali menghentikan langkahnya, berbalik menatap Alfano dengan penuh kebencian. "Menyesal pun tidak ada gunanya, Tuan. Silahkan Tuan kembali ke Italia, karena untuk mengucap kata maaf saja sudah terlambat" ujarnya, kemudian berlalu pergi meninggalkan Alfano seorang diri.

"Allesia, kamu di mana?" gumam Alfano, suaranya melemah.

Tak terasa, waktu sudah menunjukan pukul 00:00. Alfano membuka matanya, sebagian pecahan vas mengenai lengannya. "Rasa sakit ini tak seberapa, rasa sakit ini lebih sakit apa yang ibu dan Allesia rasakan" gumam Alfano, ia berusaha untuk bangun.

"Allesia, aku tahu mereka menyembunyikanmu dariku. Jika benar kamu hamil, aku akan mencarimu. Aku akan menjaga anak kita dan juga kamu" batin Alfano.

Alfano melangka masuk ke dalam kamar. Kamar yang ia masuki adalah kamar yang Allesia tempati saat ia berada di Mansion A. Alfano membaringkan tubuhnya di ranjang, membiarkan pecahan vas menempel dilengannya.

"Ibu, kenapa ibu tidak bercerita padaku. Kenapa ibu menyembunyikan semua luka itu dariku, apa ini alasan kenapa ibu membawa Allesia pergi?" gumamnya dengan mata terpejam, terdengar hembusan napas yang begitu pelan.

"Ibu kecewa sama kamu Alfano, ibu menyembunyikan luka itu berpulu puluh tahun dan kamu mengingatkan luka itu kembali. Kamu membuat Allesia merasakan apa yang ibu rasakan. Tahukah kamu anakku, rasa sakit itu tak dapat diobati dengan perubahan, rasa sakit itu akan selalu ada sampai nyawa menghilang.

"Ibu, maafkan aku Bu..." Alfano meraih tangan ibunya.

"Tidak ada kata maaf untukmu Alfano!" ujar Vania.

"Ibu...!!" teriak Alfano. Huh... huh... huh... napas Alfano memburu takkaruan. "Ternyata aku mimpi" gumamnya.

------------

Mansion Baru

"Nyonya Allesia, maafkan Bibi. Bibi mengatakan pada Tuan bahwa Nyonya dan anak Nyoya sudah meninggal" jelas Bi Arlen hati-hati.

Allesia tersenyum, memang itu yang dia mau. "Aku senang mendengar jawaban itu, Bibi. Alfano bukan pria yang mudah luluh, aku tidak mungkin menyerahkan diriku padanya, terlebih lagi aku sedang hamil.

"Kami janji, kami akan menjaga Nyonya dan bayi yang ada dalam kandungan Nyonya" ujar Bi Arlen yang dibalas anggukan oleh Bi Neona.

"Aku hanya punya anak ini, dan dia.. dia punya Venika. Tuhan adil dalam hal ini, aku pastikan kamu tidak akan menemukanku Alfano" batin Allesia.

1
Supriyatijunaidi Wicaksono
Luar biasa
Anifa Anifa
kuliah dan tinggal di luar negri, dh tau kk nya di bunuh eh masih aja belagak cupu, novel kek gini kok di up nggak jelas
Kasmiwati P Yusuf
heran knp mau menikah kmrn ,sdh tau g cinta..
Nay Chan
klo kata aq mah kabur weh da
Aissyah
Luar biasa
Aissyah
Lumayan
maya ummu ihsan
eh geblek
sita
7 tahun merasakan hal itu,menjaga jodoh orang.
A Yes
sukaaaaa
Author_Ay: Permisi

yuk baca kak novelku SUAMIKU 5 MILYAR

BERI LIKE, KOMEN DAN VOTE YA

JANGAN BOOM LIKE
total 1 replies
Herliana Sulvianti
koq kesal yah baca karakter lusiaa😏
Asni J Kasim: Hooh. Aku juga kesal waktu ngetik dulu, jadi kekesalanku terbawa 😔😔
total 1 replies
Tobeli Hiatus 💞
jangan kasi titik. koma aja kak
Asni J Kasim: Ya Allah 🤣🤣🤣🤣🤣. Aku nggak buka dan lihat 🤣🤣🤣. Maaf 🙏🙏
total 3 replies
Grecilia
suami yg kejam...
Dewi Soraya
visualny ko gt thor.hrsny yg ckep2 bule kn byk yg ckep spt novel lain
Asni J Kasim: Nggak punya 🤣
total 1 replies
Dewi Soraya
ye akhirny da malaikat yg nolong n jgn biarin alfano ktmu allesia lg
Dewi Soraya
bunuh dri aj ngpain mw hdup dg laki2 bejat kek gt
Yuni Satriani Lumban Toruan
❤️❤️❤️❤️
Asni J Kasim: Terima kasih, Kak.
total 1 replies
Lilian Sawori
alisia,!!!! alisia
Lilian Sawori
aku syanh mama
Lilian Sawori
lanjut thor
Ari Sekar
paman hill aja...jd pasangan lusia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!