NovelToon NovelToon
Mengandung Benih Mantan Suamiku

Mengandung Benih Mantan Suamiku

Status: tamat
Genre:Cerai / Penyesalan Suami / Lari Saat Hamil / Tamat
Popularitas:104.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia_Ava02

Delia Aurelie Gionardo hanya ingin mengakhiri pernikahan kontraknya dengan Devano Alessandro Henderson. Setelah satu tahun penuh sandiwara, ia datang membawa surat cerai untuk memutus semua ikatan.

Namun malam yang seharusnya menjadi perpisahan berubah jadi titik balik. Devano yang biasanya dingin mendadak kehilangan kendali, membuat Delia terjebak dalam situasi yang tak pernah ia bayangkan.

Sejak malam itu, hidup Delia berubah arah—antara rasa ingin bebas dan kenyataan bahwa Devano tak pernah benar-benar rela melepaskannya. Cinta, luka, dan rahasia yang terkuak perlahan justru menyeret Delia kembali ke sisi pria yang seharusnya ia tinggalkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia_Ava02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MBMS - Bab 12 Sakit

Tak terasa, kehamilan Delia sekarang sudah memasuki usia dua bulan. Pagi ini sebelum berangkat ke kantor, Delia menyempatkan diri untuk mengecek kandungannya.

Ia sudah jarang merasa mual atau pusing seperti dulu, nafsu makannya pun lebih baik. Karena itu dokter tak lagi memberinya obat anti-mual.

Pukul sembilan pagi Delia sampai di kantornya. Dengan langkah tenang ia memasuki lobi.

Tak sengaja, di sana ia berpapasan dengan Giselle yang baru datang.

'Wanita itu sepagi ini sudah ada di kantor. Apa dia pikir kantor ini taman bermain? Sering sekali datang dan pergi sesuka hati,' batin Delia.

"Pagi, Delia? Wajahmu terlihat kusam sekali di pagi yang secerah ini," sindir Giselle mencoba menyulut emosi.

Namun Delia tetap tersenyum tenang. "Selamat pagi juga, Giselle. Ya… kamu benar, wajahku cukup kusam padahal pagi ini cerah. Tapi kamu tahu kenapa?" Delia berhenti sejenak. "Karena ada polusi kotor yang selalu datang ke sini."

Giselle melotot. Berani sekali Delia bicara seperti itu pada calon nyonya muda Henderson.

"Maksudmu apa bicara seperti itu? Kamu mau mengajakku ribut?!" kesal Giselle maju selangkah.

"Cukup. Sampai di situ saja. Aku tidak suka bau badanmu," ujar Delia tenang.

"Kamu! Beraninya bicara seperti itu padaku! Awas saja, akan aku adukan semuanya pada Dev agar dia menendangmu dari perusahaan ini sekarang juga!" ancam Giselle.

"Silakan saja, aku tidak peduli. Maaf, aku permisi. Masih banyak pekerjaan yang harus aku lakukan," ucap Delia santai sambil berlalu.

"Hiiih!" Giselle geram. Rasanya ingin sekali mencakar wajah Delia.

Padahal ia berbicara seperti itu untuk menjatuhkan mental Delia. Tapi entah mengapa, di matanya Delia justru tampak semakin cantik. Kulitnya lebih cerah, tatapannya lebih hangat, ada semacam sinar lembut yang membuatnya terlihat berbeda. Aura yang tak bisa Giselle pahami, tapi perlahan membuatnya kesal.

Giselle pun langsung pergi naik keruangan sang kekasih. Meninggalkan senyuman para karyawan yang melihatnya.

Sementara itu Delia tetap berjalan dengan tenang memasuki ruangannya.

"Selamat pagi nona Delia," sapa para karyawan.

"Pagi," sahut Delia dengan senyum ramah.

"Gita, tolong buatkan aku segelas air lemon hangat ya, taruh dimeja kerjaku," titah Delia pada seorang office girl.

"Baik nona, segera saya siapkan,"

"Hmm.."

Kini Delia memasuki ruangannya, ia duduk di kursinya lalu menaruh bungkus obat dilaci meja kerjanya.

Tak berapa lama, Gita datang dengan air lemon hangat pesannya.

"Silahkan nona," ucap Gita.

"Terimakasih banyak Gita,"

"Sama-sama,"

Gita pergi meninggalkan ruang kerja Delia. Sementara dengan perlahan Delia mulai membuka laptop kerjanya.

Ia menghela nafas, mengusap lembut perutnya sendiri seolah tengah mengucapkan salam selamat pagi pada sang jabang bayi.

"Pagi sayang.. Sekarang waktunya kita bekerja, kamu disini saja, jangan ganggu mommy," ucapnya.

Setelah berfikir semalam, Delia memutuskan untuk panggilannya sebagai mommy saja. itu terdengar seperti menggemaskan sekaligus keibuan.

Kini Delia pun langsung memulai aktivitas pekerjaannya kembali seperti biasanya.

***

Sementara itu diruang Presdir.

Giselle datang dan membuka pintu dengan kasar saking kesalnya pada Delia tadi. Ia merasa benda apapun ingin dia banting sekarang juga.

Hih! Andai bukan kantor Dev, pasti Giselle sudah mencakar wajah Delia dan menarik rambutnya.

"Dev! Lihatlah, Delia sudah berani menghinaku! Aku jadi barang tertawaan satu kantor tadi!" adu Giselle yang masih berdiri diambang pintu. Berharap Dev akan datang menyambut dan memeluknya untuk menenangkan hatinya.

Tapi Dev tak bergeming, pria itu merasa ada yang tidak beres pada tubuhnya sejak pagi. Entah mengapa sejak pagi tadi ia terus mual, hingga merasa sangat lemas.

"Dev! Kamu dengar aku tidak sih!" protes Giselle.

"Aku dengar.." jawab Dev, suaranya jadi serak.

Melihat wajah Dev yang pucat, Giselle langsung berlari menghampirinya didepan meja kerjanya.

Giselle meraih dagu Dev dan mengangkatnya. "Dev kamu Kenapa? Sakit? astaga.. Kamu pucat sekali," ucap Giselle, suaranya semakin membuat kepala Dev pusing.

"Aku juga tidak tau, sejak pagi aku merasa tidak enak badan." ujar Dev.

"Kalau begitu kita kedokter saja sekarang. Aku akan membantumu," ucapnya, Giselle memutari meja dan meraih lengan Dev mencoba membantunya berjalan.

Tapi tiba-tiba saja Dev justru merasa sangat pusing sekali mencium aroma parfum yang dikenakan oleh Giselle.

Dev tak tahan dengan baunya, tubuhnya terasa lemas seketika dan bulir keringat dingin mulai keluar dari keningnya.

Dev beranjak dari kursinya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.

"Dev? Ada apa? Kamu baik-baik saja?" tanya Giselle. Kini gadis itu menunggu didepan kamar mandi.

Sementara didalam, Dev merasa tubuhnya tiba-tiba terasa lemas dan gemetar. Dan entah mengapa parfum Giselle malah membuat kepalanya menjadi pusing seketika.

"Astaga.. Apa yang terjadi dengan tubuhku? Kenapa rasanya lemas sekali," gumam Dev.

Dev mencuci wajahnya dan mencoba mengatur nafasnya kembali. Mungkin itu efek karena pola makannya yang akhir-akhir ini benar-benar tidak baik. Dev bahkan sudah dua minggu ini tidak bisa mencium aroma masakan karena mual.

"Bagaimana? Sudah lebih baik?" tanya Giselle, gadis itu refleks mendekati Dev karena khawatir.

Tapi Dev justru seolah menolaknya, mencoba menahan langkah Giselle dengan mengangkat tangannya. "Tidak sel,"

"Kenapa?" tanya Giselle heran.

Dev menahan dengan susah payah gelombang mual itu, ia menggeleng cepat. "Aku mohon, jangan dekati aku dulu,"

Giselle melotot. "What?!"

"Maaf sel, tapi.. Bau parfummu, aneh.. Itu membuat kepalaku pusing," ucap Dev jujur. sumpah baunya sangat membuat Dev cepat merasa mual.

"Apa maksudmu Dev? apa kamu tidak waras? Keterlaluan!" geram Giselle. Gadis itu langsung menghentakkan kakinya dan pergi.

"Sel, bukan begitu maksudku, sel," panggil Dev. Tapi tenaganya kini tak cukup kuat untuk mengejar sang kekasih. Mungkin memang lebih baik seperti ini dulu. Dev butuh waktu sendiri.

Dev meraih ponselnya dan menghubungi sekertaris pribadinya Michael.

📱"Batalkan rapat pagi ini, aku sedang tidak enak badan," ucap Dev.

📱"Baik pak,"

Tut-

Dev sungguh tak memiliki tenaga cukup hari ini, setelah mematikan telfonnya bahkan ia langsung merebahkan tubuhnya diatas sofa.

"Apa mungkin aku keracunan makanan?" gumamnya lemah.

***

Semua laporan keuangan telah siap dimeja Delia. Wanita itu mengeceknya sekali lagi untuk hari ini.

Tok tok

"Masuk," titah Delia.

"Nona, meeting hari ini.."

"Aku yang akan datang," jawab Delia. sekarang tubuhnya sudah lebih baik, jadi ia akan kembali mengambil alih semuanya.

"Tapi.. tuan Devano baru saja mengumumkan untuk membatalkan meeting," terang Jessy.

Delia mengerutkan keningnya, lalu meraih ponselnya. Dan benar saja, ada pengumuman digrup kantor yang belum sempat ia baca.

"Kenapa dibatalkan?" tanya Delia heran, selama ini mana pernah Devano seperti ini, membatalkan meeting secara mendadak. Apa mungkin, ada sesuatu?

"Tuan Devano sakit," jelas Jessy.

Deg!

"Sakit?"

1
Ayu Galih
lanjuut kak
ayu cantik
suka
Keysha Aurelie
Ending nya memuaskan sekali , suka aku bacanya
Terimakasih untuk cerita nya
Dev❤️Del
Keysha Aurelie
Giselle belum ada kata terlambat untuk memulai kehidupan yang lebih baik, cinta tak harus memiliki , mengikhlaskan membuat hati lega dari perasaan kecewa dan kegelisahan
Keysha Aurelie
bacanya udah sampai sini aja aku , aku ikut baper dengan cinta mereka , Dev kamu bersyukur masih diberi kesempatan bersama wanita dan anakmu
Keysha Aurelie: iya kak sama sama
terimakasih kembali
total 2 replies
Keysha Aurelie
baru baca kak
menarik ceritanya
Ririn Nursisminingsih
mkanya klau didekatmu jg disia2in, disakiti sekarang mnyesal kan... jg mudah luluh delia biar tau rass devan
Ririn Nursisminingsih
cewwknya kok. lemah banget.
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya.🙏

Hai Kak, Baca juga di novel ku yang berjudul "TABIR SEORANG ISTRI"_on going, atau "PARTING SMILE"_The End, Biar lebih mudah boleh langsung klik profil ku ya, Terimakasih 🙏
total 1 replies
Shifa Burhan
novel2 kayak gini hanya menunjukan betapa munafik nya cara berfikir kalian
*pelakor kalian laknat tapi pebinor kalian puja, ini jelas2 pemikiran wanita murahan
*interaksi suami dengan wanita lain kalian laknat tapi interaksi istri dengan pria lain kalian benarkan, ini jelas2 pemikiran munafik wanita
*istri jalan berduaan dengan pria lain, istri memberi harapan pada pria lain, istri berhubungan dengan pria lain, istri membela pria lain, istri mempermalukan suami didepan pria lain, istri pergi dan bahkan lebih percaya dan butuh pria lain dibanding suaminya, begitu banyak kesalahan menjijikan Delia yang kalian benarkan, ini jelas pemikiran wanita tidak bermoral
kesalahan devano kalian perjelas itu salah, tapi semua kelakukan menjijikan Delia kalian benarkan

apa2, kalian mau membela diri, INI HANYA NOVEL, JANGAN BAPER, INI HANYA HALU, KALAU TIDAK SUKA SKIP AJA

apapun alasan kalian tapi fakta ny novel ini sudah memperjelas karakter munafik kalian
Raou_Lee💕
yang sudah mampir, mohon untuk meninggalkan jejak ya...🥰🥰 komentar dari kalian adalah yang paling author tunggu..../Kiss//Kiss//Kiss/
Clarissa🌷
thor lanjut,😍
Niar Zahniar
semangat berkarya
Raou_Lee💕: terimakasih banyak untuk bintang sempurnanya Kaka....🤗🤗🤗
total 1 replies
ArchaBeryl
Lanjut kak🤭🤭🤭
ArchaBeryl: makasih kak🤗🤗
total 2 replies
Muchamad Ridho
ko gk ada cerita penyesalan ayahnya Giselle kak..
Dwi ratna
karyanya bagus kak
Raou_Lee💕: terimakasih banyak-banyak untuk bintang sempurnanya Kaka..../Kiss//Kiss/
total 1 replies
Ani Basiati
mksb thor
Raou_Lee💕: sama-sama Kaka..🥰🥰
total 1 replies
Atmita Gajiwi
/Determined//Kiss/
Raou_Lee💕: terimakasih banyak untuk bintang sempurnanya Kaka..😘😘
total 1 replies
ArchaBeryl
Karya yg sangat bagus dan gak ngebosenin,
banyak pelajaran yg bisa kita ambil dari cerita ini
terutama harus menghargai pasangan hidup kita
Raou_Lee💕: terimakasih banyak Kaka .. lope-lope youuuu sekandang kebon...🤣🤣🤣
total 1 replies
ArchaBeryl
Selamat hidup bahagia keluarga kecil Dev🤗🤗
terimakasih kak ceritanya bagus banget
akhir yg bahagia tentunya 🤭🤭🤭
Raou_Lee💕: siap kakak... di akun baru : Zhao_Xena yaaa.. terimakasih banyak 🤗🤗
total 8 replies
Raou_Lee💕
Bab selanjutnya adalah bab akhir ya teman-teman.. jadi mohon yang sudah selesai membaca ceritanya untuk memberikan bintang lima berserta ulasan terbaik kalian.. terimakasih 🙏🏻🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!