Mengisahkan tentang seorang wanita yang rela melepaskan suaminya untuk wanita lain. Meski kini dia harus menghadapi semuanya sendiri menjadi orang tua tunggal buat ke empat anak-anaknya namun dia tetap semangat .Tidaklah mudah perjalanan hidup yang dia lewati . Dalam keadaan hamil muda dia harus berpisah dengan suami hingga dia membesarkan anak-anaknya. Namun dia beruntung memiliki Ibu dan adik yang selalu mendukungnya.Apakah dia akan bahagia setelah berpisah dengan suaminya ? Apakah Dia bisa merawat dan membesarkan keempat anaknya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian Aunankia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PASAR MALAM
Aku membawa anak-anak kepasar malam. Tetapi kami tidak hanya berempat tetapi juga aku mengajak Mami ku dan adekku Ivan . Aku ingin membuat anak-anak bersenang-senang malam ini.
Setiba di pasar malam ... Anak-anak meminta beli baju , dan juga mainan ... Alhamdulillah aku ada tabungan buat belikan kemauan mereka . Yang terpenting bagiku adalah anak-anak .
"Mami ... kia minta gulali "
"Oke nak ...ayoo kita beliii " ucapku
"Aku juga Mi " pinta Adnan
"Iyya Nak ... Aulia mau ?"
"iyya Mi ...Mau "
"Okey berarti 3 yaa "
"Mami ...belikan Uti juga yaa "
"Ohh iya "
"Hahahahahaha....hahahahahahaha "
kami pun tertawa bersama ... setelah itu anak-anak kembali lanjut naik permainan... Semua permainan mereka coba . Aku merasa sangat bahagia melihat mereka bahagia . Aku hanya menatap mereka dari kejauhan . Ada adek dan mamiku yang menemani mereka. Aku memilih menunggu mereka di kafe jus ...aku memesan jus jeruk .
Aku menikmati jus jeruk sambil terus mengamati anak-anak dari kejauhan . Hingga tidak menyadari ada seseorang duduk di hadapanku .
"Lagi ngeliatin siapa ...serius amat bu "
Aku kaget dan menatap pria itu dengan tatapan sinis .
"Ada urusan apa situ mau tahu "
"Ya tidak ada cuman heran dari tadi ngeliat ibu ngelamun ..."
"Bukan urusan anda ... lagian duduk disitu gak permisi dulu ...kalau disitu ada orangnya gimana ? "
"Kalau ada ya aku pindah ...lagian tadi aku udah permisi tapi ibu gak dengar asyik melamun ...makanya aku tanya lagi lamunin apa " ucap pria itu
"Masa sih ... "
"Ya iyya ... tapi ibu menatap ke arah sana terus , siapa di sana, suami atau pacar ? "
" Bukan keduanya " Ucapku sambil beranjak pergi meninggalkannya ... Aku menuju kasir tapi teryata minumanku sudah di bayar oleh pria yang ngeselin tadi ... Aku pun mencarinya eh dia sudah pergi aku pun mengejarnya.
"Pak ...tunggu ...."
"Eh kok ibu ngikutin aku ..baru juga pisah bentar udah kangen ya? " ucapnya
"Maaf ya jangan lancang.Trus maksud anda apa bayarkan minuman saya tadi ?"
" iya maaf ...Tidak ada maksud apa-apa kok "
"Lalu ...???"
"Sebagai salam perkenalan aja ...siapa tau kita nanti bertemu lagi "
"Aduh tolong jangan deh pak...biar saya ganti "ucapku menyodorkan uang selembar 50 ribuan .Dia hanya tersenyum
"Simpan aja uangnya bu...kasih ke anak-anak ibu yaa " ucapnya berlalu meninggalkanku yang hanya terdiam karena ulah nya.
Siapa kah pria ngeselin itu... Begitu lancang dan berani .
Akh sudahlah ..bodoh amat ...kalau memang dia gak mau di ganti ya mungkin rezeki ku kali ini...Aku pun bergegas ke arah tempat anak-anak bermain ... Aku keliling mencari anak-anak..kemana mereka .Aku berjalan muter- muter . Sampe rasanya kakiku ini sudah sangat pegal. Akhirnya aku melihat mereka dan begitu kaget nya aku melihat pria itu jg bermain bola basket bersama Adnan .
"Mami ... Kia dibelikan boneka sama om " ucap kia
"Om siapa Nak ? "
"Om itu " ujarnya sambil menunjuk ke arah pria yang tengah asyik bermain bersama adnan
"Kata om itu ...dia teman mami " ucap Aulia menimpali
"Siapa dia Di ? " Tanya adekku
"Gak tau " ucapku kesal
"lho katanya teman kamu ... dia tadi ajak anak-anak main lho nak " ucap mami ku
Hmm pantasan saja ... ada sejam lebih aku mencari ... Tapi siapa pria itu yang tiba- tiba saja mengaku kenal dengan diriku. Apa maksud dari semua yang dia lakukan ?
Aku melirik arloji di pergelangan tanganku .Sudah larut malam. Aku mengajak anak-anak pulang . Aku berteriak memanggil Adnan . Ku liat pria itu tersenyum kepadaku . Mereka pun menghentikan permainan dan menuju ke arah kami .
"Ayo nak cepat udah malam " ujarku memanggil Adnan
"Kalian duluan ..mami bawa anak-anak ke parkiran ya "
"Baik Nak ...ayo anak-anak kita ke parkiran "
Aku melihat Mami ku ,adikku dan anak-anakku berjalan ke arah parkiran .Lalu aku beralih menatap ke pria yang di hadapanku .
"Apa maksud semua ini pak ? Anda siapa ?"
"Aku ini teman ibu " ucapnya sambil tersenyum yang menunjukan barisan gigi yang putih dan rapi .
"Kok ngaku-ngaku teman...kita kan baru kenal "
"Gak boleh kah kalau kita berteman? Aku gak ada niat jelek bu ... aku ini cuman suka dengan anak-anak ...dan anak-anak ibu itu bener-bener anak-anak yang lucu dan keren"
"ya sudah kalau begitu aku permisi " ucapku ingin pergi meninggalkannya
"Tunggu Bu...Nama saya Rifal ...kalau ibu ?"
"Apa penting bapak tahu namaku?"
"Iyya lah bu kalau ketemu saya kan harus panggil nama ibu...masa aku panggil meong ...puss ...pusss "
"Huffffftttt.... namaku Dian "
"Ohh namanya ibu Dian...terima kasih yaa "
Aku pun tidak menghiraukannya ... Aku mempercepat langkahku.Aku takut anak-anak dan mami ku lama menungguku .Setibanya di tempat parkir kuliat mereka tengah berdiri menungguku.
"Mamiiiiiii " ucap kia berlari ke pelukanku
"Ayoo pulang "ucapku
Kami pun mengendarai motor dan menuju ke rumah. Malam ini mami dan adek ivan nginap di rumah.Mami tidur bersamaku sedangkan ivan di kamar Adnan.
NB Mohon kritik dan saran
bukan pelakor
dasar aja bucin n gatal Krn lama ngga disentuh suami
percuma dan jgn bucin dg dalih anak
sdh bisa cari uang kok msh mau dg suami spt itu
perseteruan sampah dan tong sampah
gantilah no hp...
benci aku ..jadi istri kok bodoh amat
istri polisi lagi..kan kamu bisa visum bude...
bucin emang bikin bodoh