Codename: Claw, adalah seorang Agent Assassin wanita muda yang berasal dari Asia Tenggara. kemampuan dan kekuatannya jauh diatas rata-rata Agent Assassin lain. walaupun ia bekerja sebagai Assassin, bukan berarti dia adalah seseorang yang jahat. ia bergabung kesebuah Organisasi Rahasia berskala dunia bernama "Balance Keeper", sebuah organisasi yang mementingkan dan menjaga keseimbangan dunia. namun itulah yang menjadi masalah, karena organisasi mereka ada sebuah Organisasi Rahasia lainnya yang ingin menghancurkan Balance Keeper. Mereka meneror anggota Balance Keeper lain dan terus-menerus merusak keseimbangan dunia. dan Claw sebagai Agent Assassin dari Balance Keeper, ingin mengungkap dan menghancurkan mereka. karena salah satu tujuan Claw, adalah membalaskan dendam Ayahnya yang telah dibunuh oleh mereka
ini adalah sebuah Light Novel atau Novel Ringan, yang semuanya spontan dari kepala saya. jadi mohon bantuannya ya!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EMiYA1, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 11: A Day Off
sudah 1 hari telah berlalu setelah insiden di Korea Selatan. kini semua telah kembali normal seperti biasanya. dan Maria pun telah kembali ke Haven Quartet sebagai Assassin aktif
waktu menunjukan siang hari, dan cuaca pun terlihat cerah karena masih diwaktu musim panas. Maria yang sedang tidak melakukan misi, tengah berada di lapangan olahraga
ia sedang melakukan sesuatu di wastafel umum yang berada di samping lapangan olahraga, dan keran airnya ia biarkan menyala dan mengalir dengan perlahan
"haaah... hari ini panas sekali. dengan cuaca seperti ini, aku ingin bermalas-malasan diruangan ber-AC" ucap Maria yang mengeluh
Maria memakai celana pendek longgar, dengan tank top sebagai atasan dengan rambut panjangnya yang diikat sependek mungkin. apa yang Maria lakukan di wastafel, adalah mengasah Karambit nya. karena darah dan sering digunakan, Maria harus merawat senjatanya secara rutin agar tidak tumpul saat digunakan
di wastafel umum yang Maria pakai tersebut terdapat sebuah Batu Asahan miliknya dan juga 2 Karambit yang Maria pakai sebagai senjata utama. ia mengasah salah satu Karambit nya dengan presisi agar mencapai tingkat ketajaman yang Maria inginkan
tidak lama kemudian, 3 orang perempuan berjalan menghampiri Maria. mereka bertiga memakai santai yang agak terbuka yang mirip. ketiga perempuan tersebut adalah Liu, Lau, dan Lei, murid dari Maria
"kakak... kakak sedang apa?" tanya Liu sebari berdiri disamping kanan Maria
Lau dan Lei pun berdiri di sisi kiri Maria dan penasaran apa yang Maria lakukan
"oh.. kalian bertiga. aku hanya mengasah senjataku" jawab Maria yang melirik ketiganya dengan sesaat
"kenapa tidak minta workshop saja? dari pada diluar begini" ucap Lau yang sedang membasahi kedua tangannya dengan air dari keran yang Maria gunakan
setelah Lau membasahi kedua tangannya, ia mengusapnya ke seluruh wajah Lei dengan senyum jahilnya dan membuat wajah Lei basah. Lei yang agak kesal pun langsung mencengkram keras wajah Lau dengan tangan kirinya, sebari memasang wajah dingin
"lebih baik aku melakukannya sendiri. karena aku tahu ketajaman yang nyaman ku pakai" jawab Maria yang masih mengasah Karambit nya
"Lei selalu penasaran, Karambit milik kakak itu memiliki 2 mata pisau. sedangkan yang sering diperjual belikan hanya memiliki 1 mata pisau" ucap Lei sebari melepas cengkraman tangannya kepada wajah Lau
Lau pun langsung memegang wajahnya kesakitan setelah dicengkeram dengan keras olah Lei
"Lei tahu kalau karambit dengan 2 mata pisau itu lebih berbahaya dan itulah kenapa yang memiliki 1 mata pisau lebih sering diperjual belikan. Lei penasaran, seberbahaya apa jika digunakan oleh seorang ahli seperti kakak?" tanya Lei yang penasaran, Liu pun mengangguk sebagai isyarat jika ia menanyakan hal yang sama
"lebih ke variasi serangannya saja. dengan 2 mata pisau, Karambit bisa melakukan variasi serangan yang tidak bisa dilakukan Karambit dengan 1 mata pisau" jawab Maria
"biar ku tunjukan salah satunya" ucap Maria sebari menggerakkan badannya menghadap kearah Lei dan membelakangi Liu
Maria memegang 1 karambit ditangan kanannya, dan mengarahkan mata pisau bagian luar dari Karambit nya ke tenggorokan Liu yang berada dibelakangnya tanpa melihatnya
setelah itu Maria menggerakkan Karambit nya seperti menggorok leher Liu dengan perlahan dan hati-hati agar mata pisaunya tidak mengenai leher Liu. lalu setelah melakukan gerakan itu, ia membalikan tangannya dan dengan perlahan Maria melakukan gerakan untuk menggorok leher Lei yang berada didepannya dengan mata pisau Karambit bagian dalam tetapi tidak mengenai nya
"kurang lebih seperti itu. sebenarnya gerakkan itu masih bisa dilakukan dengan Karambit yang mempunyai 1 mata pisau. yaitu dengan memegangnya secara terbalik, dan melakukan gerakkan seperti gerakkan sebuah sabit. tapi menurutku itu tidak efisien" ucap Maria
"jadi seperti itu, Lei mengerti" ucap Lei dengan singkat
"keduanya masihlah berbahaya, hanya variasi serangannya saja yang berbeda" ucap Maria
setelah itu Maria mematikan keran air yang ia pakai dan menyarungkan kedua karambit nya ke sarung pisaunya yang berada dibelakang pinggang Maria. lalu Maria mengambil batu asah miliknya
"ayo kembali kedalam, diluar panas sekali" ucap Maria sebari mengusap keringat di lehernya
"tentu" ucap ketiganya secara bersamaan
dengan begitu Maria berjalan ke suatu tempat, diikuti oleh Liu, Lau, dan Lei dikedua samping sisi Maria
tempat yang mereka tuju adalah kamar pribadi milik Maria yang berada di asrama perempuan. dan tidak lama setelah itu, mereka berempat telah sampai ditujuan
Maria langsung membuka kunci kamar tersebut lalu membukakan pintunya. kamarnya luas, seperti kamar hotel mewah lengkap dengan sofa untuk menerima tamu, dapur dan juga AC yang menjaga suhu ruangan. setelah itu mereka berempat pun langsung masuk kedalamnya
"haaah... rasanya seperti surga" ucap Maria sebari menghirup udara dingin dari AC
setelah itu Maria langsung duduk di sofa, meletakkan batu asah nya diatas meja dan menyenderkan seluruh tubuhnya sebari menutup matanya menikmati udara dingin.
"ambilkan aku air dingin, dan ambil lah apapun yang kalian suka dari dalam kulkas" ucap Maria dengan nada malas
tanpa menjawab, mereka bertiga pun langsung berjalan ke dapur. dan tidak lama kemudian, mereka bertiga kembali dari dapur membawa sesuatu di tangan mereka
Liu membawa 1 kaleng soda dan juga sebotol air putih, Lei membawa sebotol air putih dan 1 apel, lalu Lau sendiri yang membawa es krim
"ini airnya" ucap Liu sebari memberikan sebotol air dingin kepada Maria
"terima kasih banyak" ucap Maria sebari menerima botol air yang diberikan Liu
setelah itu Maria langsung membuka tutup botol air tersebut dan meminumnya sampai menghabiskan setengah isinya. lalu ia meletakan botol airnya diatas kepalanya
"haaah... rasanya lega sekali" ucap Maria
Lei duduk disamping Maria sebari memakan apel di tangannya, dan yang duduk disampingnya adalah Lau yang menikmati es krimnya. sedangkan Liu duduk di lengan sofa disamping Maria sebari meminum soda ditangannya
"ohh iya, kami tadi bertemu dengan tuan Prince. dia mencari kakak" ucap Liu
"ahh.. iya juga, aku hampir lupa tentang itu. lebih baik Prince saja yang menentukan tempat restoran nya" ucap Maria sebari melihat langit-langit kamarnya
Maria meletakkan botol airnya di atas meja, lalu mengeluarkan hp nya. setelah itu ia menulis sebuah pesan di hp nya, lalu mengirimnya ke nomer kontak yang bernama Prince
"kakak akan berkencan dengan tuan Prince?!" tanya Lau dengan semangat
Codename: Prince, adalah salah satu anggota dari The Execution yang seumuran dengan Maria. badannya tinggi, wajahnya tampan, dan juga sifatnya yang seperti seorang pangeran, itulah alasan kenapa dia mendapatkan Codename: Prince. sedangkan kemampuannya tidak perlu diragukan lagi, sebagai anggota utama dari The Execution
Prince juga lah yang menerima permintaan Maria untuk menghancurkan Iskra kemarin. dan Maria juga masih berhutang makan malam dengannya karena itu
"bukan begitu, aku berhutang kepadanya. dan janji makan malam inilah bayaran yang dia mau" ucap Maria
"kakak tidak tertarik dengan tuan Prince? menurutku dia orang yang baik. dia juga selalu mengejar-ngejar kakak" tanya Liu yang telah menghabiskan minuman soda nya dan membuangnya di tempat sampah yang tersedia di kamar tersebut
"entahlah. aku hanya tidak memikirkan itu untuk sekarang" jawab Maria sebari menyilangkan kakinya
Lei yang telah menghabiskan apelnya pun akhirnya ikut berbicara
"kencan..." gumam Lei dengan pelan
"bagaimana dengan beli dress baru untuk makan malam itu? sekalian menepati janji kakak, untuk mentraktir kami bertiga berbelanja" ucap Lei dengan nada datarnya
"benar juga! ada barang yang Lau ingin beli!" ucap Lau dengan semangat, ia juga telah menghabiskan es krim yang ia makan
Maria yang mengingat janjinya itu hanya bisa menghela nafas pasrah
"haaah... baiklah-baiklah. besok kita pergi berbelanja. kalian ingin ke mall mana?" tanya Maria kepada mereka bertiga
"Inggris!" jawab mereka bertiga secara bersamaan
dan dengan begitu, mereka berempat pun menghabiskan waktu dengan melanjutkan pembicaraan kecil mereka, tanpa diganggu oleh siapapun