sabarnya wanita penghuni syurga~
[][]
Aisyah adalah seorang gadis bercadar yang ta'at agama nya.
Hari hari bahagia di lewati oleh Aisyah si gadis bercadar tanpa tahu apa takdir nya dan siapa jodohnya.
Ketika di lamar oleh seorang pria muda tampan ia berharap jika ini adalah jalan yang benar dan takdir menuju ke bahagiaan yang di berikan Allah SWT untuk nya.
Tetapi siapa sangka sang pria tampan malah menghalal kan gadis lain di depan matanya.
Dan seorang yang Aisyah kira pria brengsek tak punya hati malah menolong nya dari keterpurukan dan membuatnya bangkit kembali.
pria yang dia kira brengsek tak punya hati malah membuatnya jatuh ke dalam pesona pria itu?
bagaimana kisah mereka?
Apakah pria tak memiliki perasaan itu hanya kasihan pada Aisyah yang di tinggal nikah ?
BUKAN KARENA DIA MEMILIKI PERASAAN PADA AISYAH?
atau malah dia memang punya maksud lain pada aisyah?,,,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 12
" Assalamualaikum pak ,, saya minta maaf karna baru sekarang saya bisa masuk kerja , saya benar2 minta maaf.. "". Pinta Aisyah
"" iya tidak apa2.. Braaammm "". Panggil pria itu
"" iya tuan ..."". Sahut seorang pria yang langsung masuk ke dalam ruangan tersebut.
"" Antar dia pada pelanggan nya. "". Perintah pria itu membuat Aisyah penasaran.
"" maaf pak ,, maksud bapak apa ?? Saya disini di jadikan sebagai karyawan bagian apa ?? Saya tidak punya keahlian apapun bila hal ini menyangkut dengan pemijatan. "". Jelas aisyah.
"" Apa kamu belum membaca isi dari kontrak yang minggu lalu kamu tanda tangani itu ???"". Tanya pria berkumis itu.
"" belum pak.. memang nya apa isi surat itu .. "". Tanya Aisyah kembali.
"" ini Kamu baca sendiri "".
Aisyah pun mengambil surat itu lalu membaca nya. Wajah nya seketika berubah menjadi pucat pasi , Airmata nya mulai menyapa wajah nya,,tangan nya gemetar hingga kertas itu terjatuh. Ia berusaha beristighfar lalu meminta agar ia di bebas kan dari pekerjaan itu. Namun pria berkumis itu tidak mau dan tetap meminta anak buah nya untuk membawa Aisyah ke lantai tiga ,, lantai dimana para ****** sedang menunggu boneka bayaran nya. Aisyah berusaha meronta namun cengkraman pria itu terlalu kuat untuk ia lawan. Di lantai dua Aisyah melihat banyak sekali wanita cantik dan seksi sedang duduk dan sedang memakai bedak , Aisyah terus menangis sambil meminta tolong pada wanita2 itu namun para wanita itu hanya tertawa saat melihat Aisyah yang meronta ronta tak karuan itu .
Suara tangis nya semakin keras , ketakutan nya pun semakin menjadi jadi. Ia berusaha melepaskan cengkeraman itu namun tetap tidak berhasil hingga akhir nya sampai lah ia di lantai tiga.
Ketika pintu di buka ,, bergemuruhlah para pria yang sedang minum alkohol itu,,mereka tertawa terbahak2 melihat penampilan Aisyah yang berbeda dari para ******* lain nya.
"" Gua tawar 5 juta!!!"". Teriak salah satu pria berbaju biru .
"" Gua 7 juta """. Teriak pria lain nya.
Pria berkumis itu pun datang dan mulai melelang harga untuk seorang Aisyah. Dari sekian banyak yang menawar , pria yang berbaju biru tadi lah yang berhasil mendapatkan Aisyah dengan harga 10 jt.
Tangis Aisyah pecah hingga suara nya hampir habis , cadar nya sudah basah kuyup dengan airmata. Saat pria berbaju biru itu menyeret aisyah di lengan nya , Aisyah melihat ke arah seorang pria berbaju kemeja hitam di dekat sebuah pintu ruangan. Pria yang ia tampar di rumah sakit beberapa hari yang lalu.
Ia menghiba pada pemuda itu dengan harapan ia bisa menolong nya.namun pemuda itu tetap diam sambil terus menikmati minuman nya.
Pria berbaju biru itu dengan kasar menarik Aisyah ke dalam sebuah kamar. Lalu ia mengunci pintu tersebut supaya aisyah tidak melarikan diri.
Aisyah terus menangis dan memohon agar ai di lepaskan namun pria itu tetap bersikeras untuk menggagahi dirinya.
Kemudian aisyah mendengar suara azan berkumandang dari kejauhan. Ia pun meminta waktu utk menunaikan shalat isya pada pria itu. Awalnya pria itu tidak menggubris permintaan nya Aisyah namun Aisyah terus saja memaksa dan memohon hingga akhirnya ia pun luluh dan menunggu di luar.
Dengan terisak2 ia pun menuju ke sebuah kamar mandi yang terletak di dalam kamar itu ,, ia mengambil wudhu lalu kembali lagi ke kamar. Ia membuka tas nya lalu mengambil mukenah nya.
Ia langsung menunaikan shalat sunnah wudhu dua rakaat lalu setelah itu baru ia menunaikan shalat isya nya.