Yosa sanjaya, dia selalu pergi tanpa memberitahukan elena, yosa senang keluar rumah dan bersenang-senang dengan teman-temannya .walaupun dia baru saja pulang dari kantor.
Elena merasa dirinya adalah wanita yang sangat menyedihkan, Laki-laki yang menikahinya tidak sama sekali mencintainya. elena tahu mereka tidak menikah karena didasari oleh cinta tapi keinginan orangtua mereka.
Dringg.
"Ada apa kau menelpon, aku sibuk jangan menggangguku.
Belum sempat elena berbicara, yosa sudah menutup telponnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa Sardin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernikahan ( part 2 )
Setelah acara selesai, elena dan yosa perjalanan pulang, yosa sudah punya rumah sendiri dia sudah lama keluar dari rumah ayahnya dan memutuskan untuk mandiri, dia juga sibuk mengurus perusahaan, yang telah dia bangun dengan hasil keringatnya sendiri tanpa campur tangan dari ayahnya.
***
"Yosa, ayah telah menjodohkanmu, namanya elena dia putri pak santoso, sahabat ayah dan ibumu. kata tuan sanjaya
"Kenapa ayah menjodohkanku, tanpa memberitahukanku dulu.
"Ayah. tidak memberitahumu, bukan karena ayah tidak membutuhkan persetujuanmu.
Tapi ayah ingin, kau menikahi wanita, yang ayah dan ibumu sudah kenal.
"Kenapa ayah selalu membawa nama ibu, jika ayah menginginkan sesuatu dariku.
"Yosa, ayah melakukan ini karena memang ini keinginan ibumu. dia sudah berpesan keayah bahwa dia ingin aku menikahkanmu dengan putri pak santoso
"Ayah tahukan, yosa tidak pernah menolak jika itu tentang ibu, tapi bisaka ayah menunggu persetujuanku dulu, berikan yosa waktu berfikir, bahkan ayah menyuruh ku menikahi wanita itu secepatnya , yang sama sekali tidak aku kenali. mungkin ayah dan ibu sudah mengenalnya. tapi aku tidak sama sekali mengenalnya.
"Yosa, ayah tidak pernah memohon kepadamu. sekarang ayah memohon menikahlah dengan putri pak santoso. kata tuan sanjaya dengan raut wajah sedih.
"Sudahlah, ayah kau tidak perlu memohon seperti itu, baiklah kali ini yosa mengalah yosa akan menikahi putri pak santoso. yosa juga tidak ingin melihat ibu sedih.
Setelah menyetujui perjodohan, yosa ingin beranjak pergi meninggalkan ayahnya yang masih duduk menatapnya, tiba-tiba dia berhenti lalu berbalik menatap ayahnya.
lalu berkata.
"Tapi, biarkan kami tinggal dirumah yosa sendiri. karena ayah tahu sekarang yosa sangat sibuk dan kantor yosa dari rumah ayah sangat jauh"
Lalu yosa berjalan meninggalkan ayahnya, tanpa menunggu ayahnya berbicara.
Dimobil. elena hanya diam. sesering kali menantap kesampingnya, orang yang tidak ada sama sekali perasaan untuk menyambutnya dengan baik.
Apa orang ini tidak bisa bicara, dari tadi selesai acara sampai berada dalam mobil dia tidak pernah mengajakku bicara. dia fikir aku suka berada diposisi seperti ini, menikahinya karena aku suka. cihh
Tidak lama mobil yang elena dan yosa naikki berhenti. Pengawal dirumah tuan sanjaya menyambutnya, membuka pintu mobil untuk mereka.
"Selamat datang, Nona Muda dan Tuan Muda. kata pengawal sambil membukukkan diri.
"Terima kasih. hanya elena yang membalasnya.
Yosa sudah dari tadi meninggalkan elena. membuat elena sedikit kesal.
Apa dia tidak ada rasa sedikit iba, dia tidak melihat gaun ini sangat merepotkankan ku, dan aku tidak bisa mengatasinya dengan sendiri.
ketika aku ingin masuk, dia berbalik menatapku.
"Kau tidak perlu masuk, kau pergilah menunggu dimobil. kata yosa
Hei kau fikir aku tidak lelah ahhh, karena gaunku ini. lalu seenaknya saja menyuruhku kembali dimobil. kenapa tidak memberitahu ku tadi didalam mobil, jadikan aku tidak lelah seperti ini karena harus mengurus gaun seberat dan sepanjang ini.
"Kenapa, kau tidak memberitahukan . kata elena dengan nada kesal.
"Kau sendiri yang tidak bertanya, apakah kau harus masuk atau tidak.
Ahh. kenapa jadi aku yang disalahkan. yayaya terserahlah kau manusia batu. aku tidak ingin berdebat denganmu, bisa bisa aku pingsan karena sangat lelah memakai gaun sepenjang dan seberat ini. cihhh
Elena hanya menatap yosa kesal, lalu berbalik berjalan untuk menuju kemobil dengan memegang gaunnya, mendesus kesal . pengawal pun heran melihat mereka belum sehari sudah bertengkar.
Yosa keluar, lalu masuk kedalam mobil yang tadi diikuti oleh pelayan dari dalam rumah tuan sanjaya. membawah koper lalu pengawal membantunya memasuki koper itu masuk kebegasi mobil.
Tidak lama mobil itu melaju, elena hanya terdiam kadang dia ingin bertanya tapi dia juga takut, elena berfikir bisa bisa nanti dia lagi yang salah seperti tadi.
Sampai ditujuan, mobil yosa dan elena melalui gerbang utama yang telah dibuka oleh pengawal.
lalu sampai didepan pintu, elena masih heran dan takjub melihat rumah besar ini.
Apa aku tidak salah masuk rumahkan, atau manusia batu ini yang salah membawahnya kesini.
"Kau ingin masuk atau tidak. kata yosa
Elena tersontak kaget. dia pasti malu sekali sudah melamun tanpa dia sadari, dia sudah dibukakan pintu mobil oleh pengawal rumah yosa.
Tanpa menjawab perkataan yosa, elenapun beranjak turun dari mobil untuk masuk kedalam rumah yang tadi membuatnya sangat takjub.
Lalu diikuti seorang pelanyan sambil mengucapkan.
"Selamat datang, Tuan muda.
"Selamat datang, Nona muda.
"Terima kasih. lagi lagi hanya elena yang menjawab mereka.
Dasar manusia batu, dia tidak pernah peduli dengan orang-orang disekitarnya. cihh
Pelayan yang tadi memperkenalkan diri denganku, namanya pak zham.
Dialah yang mengantarkanku menuju kamar, sambil berkata.
"Nona muda, ingin makan apa malam ini biarkan saya menyiapkannya.
Iya sih aku sangat lapar, aku kan tidak makan dengan benar tadi, apalagi perjalanan kesini membuatku sangat lelah.
"Siapkan saja, makanan yang tuanmu inginkan. kata elena tersenyum.
"Baiklah, nona muda. beristirahatlah saya akan memanggil nona muda, ketika semuanya sudah siap.
Pak zham, menutup pintu membiarkan nona mudanya beristirahat sejenak.
Akhirnya gaun yang menyiksaku ini. bisa aku lepas, kau sangat membuatku menderita. sama seperti kehidupanku nanti. gumamnya
Dia sontak kaget, yosa masuk tanpa mengetuk pintu.
"Heiii kau masuk tanpa mengetuk dulu, kau tahu aku sedang berganti pakaian. sambil menarik kembali gaun yang sudah ada dikakinya.
"Apa aku harus mengetuk dulu, ini rumahku.
jadi aku tidak perlu meminta izinmu atau harus mengetuk pintu seperti yang bilang itu.
Yayaya. manusia batu, ini rumahmu dan ini juga kamarmu. kau bisa melakukan sesuatu sesukamu. cihhh
Elenapun kesal, melihat yosa seperti tidak menganggapnya ada.
"Lagi pula, kau bisa berganti baju diruang itu, sambil menujuknya.
Duh. kenapa aku tidak tahu, kenapa aku tidak memeriksa kamar ini dulu. aku seenaknya saja membuka baju seperti dirumahku sendiri.
Elenapun berlari kecil, masuk kedalam ruangan itu. memegang gaun yang tadi sudah terbuka sedikit lalu memakainya dengan asal-asalan saja karena yosa keburu melihatnya. alih-alih punggungnya pun sedikit bisa terlihat oleh yosa, yosa hanya memantau tingkah elena, yang sangat cerobah hari ini.
salam dari "Ketemu Jodoh Siswa Ibu Kos".
"Hubungan Jarak Jauh"
jika berkenan mampir ya.... ditunggu