Kim Ana pergi ke sebuah Club karna merasa patah hati sudah di khianati oleh pacar dan sahabatnya hingga membuat dia depresi dan memutuskan untuk minum.
Karna Ana mabuk,Sarah Fang memutuskan untuk memesan kamar untuk sahabatnya karna dirinya harus ke rumah sakit dan tidak tega untuk meninggalkan sahabatnya sendirian.
Malam itu,menjadi malam yang panjang untuk Ana.ketika bangun sudah mendapati dirinya tidak mengenakan pakaiannya.
Ana pun menikah dengan Pria yang sudah mengambil kesuciannya.
Siapa sangka bahwa itu adalah permulaan untuk kehidupan Ana yang akan membawanya kepada kebahagian yang tiada batas.
Arian Li pewaris keluarga Li sekaligus Ketua Mafia yang di takuti di Negara itu.
Pertama kali pulang kembali ke negaranya
Setelah sekian lama,Arian harus menikah dengan wanita yang sudah ia ambil sesuciannya dan Wanita itu juga mengira kalau dirinya seorang pelayan.
Bagaimanakah Cara Arian memberi tahukan Pada Ana bahwa dirinya adalah seorang tuan muda..?
penasaran .....???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PEMBALASAN
Arian menggertakkan giginya dan kemudian berdiri dari kursinya membuat semua orang menatapnya dengan takut,karna Arian sudah mengeluarkan hawa membunuh dari tubuhnya membuat semua orang merinding.
Saat melihat sang putra berdiri untuk pergi,Ryung memberanikan diri untuk berbicara.
"Arian mau kemana kamu,makan siangnya belum selesai"ucap Ryung masih dengan keadaan sedikit gemetar.
"Mau pergi bunuh orang"ucap Arian membuat semua orang membelalakkan matanya.
"Arian bukan kah lebih baik jika kau tenang dulu,Baru kemudian pergi"ucap Carlson mencoba membujuk Arian,karna jika Arian bilang ingin membunuh maka dia betul2 akan membunuh.
sementara Carlson membujuk Arian,Rafael memanggil Kimso dengan bahasa isyarat untuk mendekat padanya.
"Apa yang kau beritahukan padanya,sehingga dia begitu marah"bisik Rafael saat Kimso yang sudah berada Di sampingnya.
"ini soal nyonya muda Tuan Rafael,Ada yang berani menghina nyonya muda bahkan merendahkannya"Bisik Kimso membuat Rafael memecahkan Gelas yang di genggamnya hingga membuat isinya tumpah.
Carlson mengalihkan pandangannya pada Rafael,yang juga memasang raut wajah penuh amarah persis seperti Arian.
"Astaga Rafael..,tanganmu...!"ucap Navira kaget melihat tangan putranya yang mengeluarkan darah di tangannya akibat memecahkan gelas yang di genggamnya.
"Cepat ambil kotak p3knya"ucap Naina dan langsung membuat salah 1 pelayan berlari untuk mengambil kotak p3k.
Arian memutuskan untuk segera pergi melihat Ana dan memberi pelajaran pada Orang yang berani merendahkan istrinya.
saat Arian hampir sampai di pintu keluar,seseorang menghadangnya.
"kau mau ke mana Arian...?"ucap Seorang pria parubaya yang tidak lain adalah Houyang Li kakek Arian ayah dari Ryung.
"kau ingin pergi saat kakek sudah datang"ucap Houyang membuat mood Arian benar2 semakin buruk.
"ini tidak ada urusannya dengan kakek,aku sedang terburu buru sekarang"ucap Arian berjalan melewati kakeknya.
Melihat wajah Arian yang seperti tengah berusaha untuk menahan amarahnya,terpaksa dia mengijinkan Arian untuk pergi dari pada mereka yang menjadi pelampiasan amarah Arian,bisa2 akan berakhir sangat buruk.
"baiklah kau boleh pergi,tapi ingat untuk menemuiku saat urusanmu sudah selesai"ucap Houyang mengingatkan cucunya,karna memang sudah sangat lama dia tidak melihat cucunya itu.
"baiklah"ucap Arian masih dalam keadaan emosi,dia benar2 harus memberi pelajaran kepada orang yang sudah menghina istrinya.
Arian masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya dengan ke cepatan tinggi.
15 menit perjalanan,akhirnya Arian tiba di Cafe milik Sarah dan bergegas untuk masuk.
Arian masuk dan mendapati Ana yang tengah melanyani pelanggan dengan senyum yang selalu ada di bibirnya membuat amarah Arian perlahan lahan redah.
Ana membalikkan tubuhnya dan mendapati Arian yang berada di ambang pintu Cafe.
Ana menghampiri Arian saat dia selesai memberikan pesanan pelanggan.
"Apa yang kau lakukan di sini...?,bukankah kau sedang bekerja."ucap Ana saat dirinya sudah berada di depan Arian.
"Aku merindukanmu,jadi aku bergegas ke sini untuk melihatmu"ucap Arian sambil tersenyum membuat pipi Ana Merona.
"bukankah kita baru saja bertemu tadi pagi,dan sekarang kau sudah Rindu"ucap Ana masih dengan pipi yang memerah.
"Aku akan selalu merindukan istriku"ucap Arian membuat Ana serasa ingin menyembunyikan dirinya di bawa kolong meja.
mereka berdua menjadi pusat perhatian di Cafe itu,karna kedatangan Arian membuat seluruh pelanggan wanita atau pun pelayan di cafe terkagum akan ke tampanannya.Tapi saat mereka mendengar Arian mengatakan bahwa Ana istrinya,membuat seluruh wanita di sana memalingkan pandangannya dari Arian.takut ketahuan memandang suami orang.
Ana menarik Arian untuk duduk di kursi tepat di sebelah meja yang di duduki oleh Virgan.
"Kau mau minum apa,biar aku ambilkan"ucap Ana saat Arian duduk di kursi.
"Tidak usah,bukankah ini jam istirahat,kenapa kau tidak istirahat saja dulu,"ucap Arian pada Ana,sedang tatapannya jatuh pada Virgan yang hanya bisa menunduk takut melihat wajah bosnya itu.
"aku akan istriahat saat semua pelanggan sudah keluar"ucap Ana.
Ana membelalakkan matanya saat Arian menariknya duduk di pangkuannya.mereka menjadi pusat perhatian,bahkan ada yang sudah berbisik mengatakan bahwa mereka pasangan yang serasi dan juga ada yang mengatakan bahwa Arian sangat romantis dan Ana adalah orang beruntung bisa bersamanya dan masih banyak lagi.
"Aku rasa Sarah tidak akan marah jika kau istirahat"ucap Arian sambil membenamkan Kepalanya di leher Ana,membuat Ana benar2 ingin menyembunyikan dirinya di bawa kolong meja.
Orang yang melihat hal itu hanya bisa pura2 tidak melihatnya,sedang Virgan hanya bisa menatap tidak percaya pada tingkah laku bosnya yang begitu manja pada Istrinya.
Arian mengangkat sedikit Kepalanya dan melihat Virgan dengan tatapan dingin,Virgan yang melihat bosnya menatapnya dingin hanya bisa memalingkan wajahnya dan pura2 tidak melihat hal yang baru saja dia lihat.
"Apa yang kau lakukan"ucap Sarah sambil berjalan mendekati Arian dan Ana yang masih dengan posisi Arian yang membenangkan kepalanya di leher Ana.
"Sarah,aku......"belum selesai Ana berbicara Sarah memotongnya.
"jika mau bermesraan jangan di sini,kau bahkan baru berpisah dengan Ana tadi pagi dan sekarang,kau malah memamerkan kemesraan di depan para jomblo"ucap Sarah pada Arian,Sedang orang yang di ajak bicara hanya menatap datar pada Sarah seolah olah tidak peduli membuat Sarah serasa ingin sekali memasukkan Arian ke dalam peti mati dan menguburnya di dalam tanah.
"Siapa yang jomblo,para pelangganmu semua tidak ada yang sendiri kecuali yang itu."Ucap Arian sambil menunjuk Virgan.
'Tuan kenapa anda malah menunjuk saya,memang saya jomblo tuan tapi kan,tidak usah di tunjuk2 juga'rintih Virgan dalam hati saat Arian menunjuknya karna duduk sendirian.
Mendengar Arian mengatakan siapa yang jomblo menusuk tepat di hati Sarah,membuat Sarah seperti ingin memberikan pukulan kepada Arian,seandainya saja Ana tidak ada di sana mungkin dia akan benar2 memukul Arian yang berlagak sok polos.
Arian melihat Virgan dan menatapnya lama,Virgan yang mengerti akan tatapan sang Bos kemudian berdiri dan berjalan menuju toilet.
"Sudahlah percuma juga ngomong sama kamu,sekarang lepasin Ana,kamu ngga liat apa, Ana mukanya udah merah gara2 kamu nempelen kepalamu di lehernya, di depan umum lagi"ucap Sarah mulai jengkel,melihat Arian yang membuat temannya Serasa ingin sembunyi.
Arian mencium leher Ana dan kemudian melepas pelukannya agar Ana bisa berdiri,Saat Ana berdiri Arian pun ikut berdiri untuk pergi ke toilet.
"Aku mau pergi ke toilet dulu,masih lama kerjanya"tanya Arian menatap Ana penuh cinta membuat semua orang iri pada Ana.
"masih lama kan baru jam 1 siang,masih ada 3 jam lagi,kak Arian Mau nungguin....?"ucap Ana yang di angguki oleh Arian membuat Ana tersipu malu.
Setelah berbicara pada Ana,Arian melangkahkan kakinya menuju toilet dan di dalam toilet sudah ada Virgan yang menunggunya.
Saat Arian masuk,dia mengunci pintu dan menatap Virgan tajam sampai membuat Virgan merinding.
"Maaf Bos,saya benar2 tidak berguna"ucap Virgan sambil membungkukkan badannya pada Arian.
"tidak perlu minta maaf,kau sudah melakukannya dengan sangat baik,sekarang aku ingin bertanya padamu,bisa kau ceritakan dengan jelas karna Aku ingin mendengar langsung darimu"ucap Arian membuat Virgan mengangguk mengerti.
Virgan menceritakan semuanya dari Awal mulai dari bagaimana cara Melinda menghina Ana dan teman2 Melinda yang menertawakan Ana,benar2 membuat Arian marah.
Arian memukul dinding,seketika dinding yang di pukul Arian Retak,Virgan yang melihat hal itu membuat dia menelan Salivanya dengan susah payah.
"Berani2nya mereka,keluarga Mo,Siu dan Leng kalian tidak akan pernah ku biarkan hidup tenang,berani2nya mereka menghina istriku,Virgan.."ucap Arian mengepalkan tangannya dan kemudian memanggil Virgan.
"iya bos"ucap Virgan.
"Kau urus keluarga Leng,buat mereka bangkrut dalam 1 malam,soal keluarga Siu Kimso yang akan mengurusnya"ucap Arian membuat Virgan mengangguk mengerti.
"lalu Bos,keluarga Mo bagaimana..?"ucap Virgan sambil memperhatikan wajah Arian yang perlahan lahan tersenyum devil membuat Virgan merinding dan tangannya sudah mulai gemetar.
pasalnya Jika Arian sudah tersenyum seperti itu,Maka orang itu pasti tidak akan pernah tenang seumur hidupnya bahkan di akhirat sekalipun.
"Soal keluarga Mo,aku yang akan mengurusnya,karna ku dengar kalau Dalam waktu kurang 2 bulan,mereka akan mengadakan pernikahan untuk putri mereka,Aku akan menghancurkan mereka tepat Di hari pernikahan wanita itu dan juga,Aku akan memperkenalkan Ana pada publik,jadi kau tidak perlu khawatir kau hanya perlu Membuat keluarga Leng bangkrut malam ini juga"ucap Arian.
"Dan 1 lagi,pulanglah untuk mengurus itu dan juga beritahu Kimso untuk mengurus keluarga Siu soal Ana,aku akan menuggunya jadi kau bisa pergi"ucap Arian lagi.
Virgan berpamitan pada Arian dan keluar dari Toilet meninggalkan Arian sendiri di dalam Toilet.
'Keluarga Mo,aku tidak akan membiarkan kalian berdiri terlalu lama,Saat hari itu tiba akan ku buat kalian menyesal karna sudah menghina Istriku,Melinda Mo akan ku buat kau menyesal'ucap Arian dalam hati sambil mengepalkan tangannya dan bergegas untuk keluar dan menemui Ana.
saat Arian keluar dia melihat Ana yang tersenyum saat melayani pelanggan membuat dia ikut tersenyum saat Ana menatap padanya sambil tersenyum.
Saat Arian duduk di kursi tempat dia duduk tadi,tiba2 ada suara yang membuat Arian mengangkat kepalanya.
ARIAN
kmrin ini kubaca pas tahun 2020
skrang udh 2022🤣🤣
tgu lah pembalasan utk mu Kevin cs
Kimso : kak Rafael
Arian : Kau MAU SAJA DI SESATKAN OLEH SETAN ITU