Bagaimana jika kamu menjadi istri dari Ayah sahabatmu sendiri, atau lebih tepatnya menjadi Ibu tiri sahabatmu. Hal itu yang terjadi pada Aneska Mahendra yang menyukai Papah dari sahabatnya sendiri, Alexander yang biasa dipanggil dengan nama Alex. Aneska menyukai Alex sejak masih duduk dibangku SMA, pesona tampan Alex membuat putri dari sahabatnya itu sangat tergila-gila padanya.
Aneska kerap menggoda Alex ketika ia main ke kediaman Alex dengan dalih belajar kelompok bersama putri semata wayangnya yang tak lain sahabat Aneska dari kecil. Meski Alex masih memiliki istri, Aneska tak memedulikan hal tersebut. Baginya yang terpenting ia bisa menyingkirkan Ibu tiri sahabatnya dan menggantikan posisinya.
Beruntung Rania, putri Alex merestui Aneska bersama dengan Papahnya. Rania bahkan membantu Aneska menyingkirkan Ibu tirinya itu dari sisi sang Papah. Sebab, Rania sangat tidak menyukai Ibu tirinya yang sangat bermuka dua itu.
Akankah Aneska berhasil menyingkirkan istri Alex?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isti Shaburu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PPS ~ 12
2bab yah kak, jangan lupa like, komen rate bintang 5nya, subscribe juga yah🙏😊
Weekend tiba, Aneska yang sudah rapi dengan kebaya berbentuk gaun sudah siap untuk melakukan pengikatan dengan Alex. Victor sudah menunggunya sedari tadi guna membawa calon Nyonyanya itu untuk menuju tempat yang sudah ditentukan.
Dua puluh menit lamanya perjalanan dari apartemennya menuju sebuah apartemen mewah yang telah disiapkan oleh Alex, kini ia sudah berada disisi Alex untuk suatu acara pengikatan antara dirinya dengan pria pujaannya.
“Akhirnya, aku dan Om Alex resmi menjadi sepasang suami istri yang artinya malam ini Om sudah bisa dipastikan akan menjadi milikku sepenuhnya,” ucap Aneska lirih seraya melihat sebuah cincin berlian yang diberikan oleh Alex melingkar pada jari manisnya, hari ini ia begitu bahagia.
Jangan mengatakan salah karena Aneska menikah tanpa memberitahu Mahendra. Sebab, bagi gadis cantik itu, di hadapan cinta semuanya tak akan pernah salah. Ia tak menyesal dengan apa yang menjadi keputusannya.
Aneska berencana untuk memberitahu Mahendra tentang pernikahan sirinya dengan Alex ketika ia sudah berdiri di atas kakinya sendiri. Ia tak ingin Sarah mencibirnya, maka dari itu ia tak memberitahukannya pada Mahendra.
“Malam ini, aku tak akan membiarkanmu istirahat meski kau memohon. Bersiaplah, malam ini aku akan membuatmu tak bisa bangun esok pagi,” bisik Alex membuat Aneska bergidik ngeri, tapi ia menantikan hal tersebut.
Tak banyak yang diundang oleh Alex, hanya ada Rania dan Victor yang menjadi saksi pernikahannya juga penghulu yang menjadi pengikat antara mereka.
Disisi lain, Rania mencoba terus mendekati Victor, tapi pria itu terus saja menghindar membuat Rania memikirkan ide sesatnya dalam pikirannya.
“Kamu lihat saja nanti, kulkas tujuh pintu,” gumam Rania yang merencanakan sesuatu. (bagian Rania dan Victor tak akan author perjelas yah, karena nanti akan dibuatkan ceritanya sendiri. Yang berkenan boleh menyumbangkan ide judulnya untuk kisah Rania dan Victor)
Malam menjelang, apa yang dinanti oleh Aneska pun tiba. Ia sudah mengganti gaun pengantinnya dengan lingerie yang transparan dan seksi. Namun, tiba-tiba ia merasakan ada sesuatu yang keluar dari inti tubuhnya, segera saja ia menuju kamar mandi guna memeriksanya.
“Gua harap, ini hanya perasaan gua ajah. Semoga ajah gak beneran hari ini,” gumam Aneska dengan dada yang berdegup. Aneska memeriksa pakaian dalamnya dan kakinya langsung lemas.
“Padahal gua udah nunggu-nunggu malam ini,” ucapnya lemas yang berniat mengganti pakaian dinasnya dengan kaos dan celana pendek.
“Kok belum bersiap,” bisik Alex yang membuat Aneska meremang.
Oh god, andai saja tak sedang dalam masa yang membuatnya bete, mungkin ia akan langsung menerkam pria yang sudah menjadi suaminya itu.
Aneska berbalik dan menatap Alex. “Om, malam ini puasa seminggu yah,” ucapnya yang dimengerti oleh Alex. Alex langsung merebahkan tubuhnya ikutan lemas.
“Hah, apa boleh buat, puasa lagi dah.” Alex menghela napasnya, tapi ia tak masalah karena ia sudah biasa.
Melihat hal itu membuat Aneska kasihan pada suaminya itu. Ia langsung bangkit dan membuka pakaian bagian bawah Alex. Aneska melakukan apa yang harusnya ia lakukan meski ia sedang berhalangan, ia tak mungkin membiarkan prianya menahan gejolak itu hingga satu minggu lamanya.
“Aah Baby... Kamu memang wanitaku yang terbaik yang selalu bisa membuatku tergoda sekaligus puas,” de sah Alex yang tertahan menikmati permainan Aneska di bawah sana hingga akhirnya ia menge rang nikmat ketika lahar panas yang sudah ia tahan begitu lama menyembur tepat di tubuh Aneska bagian atas.
“Maafkan aku, Honey, karena sementara kamu harus seperti ini dulu,” ucap Aneska yang masih memainkan tangannya di bawah sana.
“Aku tak memaksanya, Baby.”
Esoknya semua berjalan seperti biasa. Aneska yang harus pergi ke kampus dan Alex yang harus ke kantor meski mereka pengantin baru. Aneska dan Alex memang tak ambil cuti karena memang tak ingin membuat orang lain curiga, terlebih Mahendra.
“Gimana semalam, Beb? Udah belah duren dong?” tanya Rania menggoda.
“Apanya yang belah duren. Dateng bulan iya gua,” dengus Aneska kesal mengingat detik-detik ia akan memiliki satu sama lain dengan Alex.
“Bhuahahaha, kesiannya. Yang sabar yah, Beb, enggak lama kok, Cuma satu minggu doang.” Rania tertawa geli mendengar penuturan sahabatnya yang tak bernasib mujur.
“Rese lu, gua doain nanti lu sama doi juga begitu pas MP.” Aneska berjalan lebih dulu meninggalkan Rania yang masih tertawa geli akan nasib dirinya semalam.
*
“Pah, aku ingin Victor menjadi bodyguardku,” ucap Rania yang seketika membuat Alex terkejut.
“Bodyguard?” Rania menganggukkan kepalanya. “Dulu kamu paling gak mau kalau papah kasih bodyguard disisimu. Sekarang kamu malah minta dikasih bodyguard sendiri. Kamu lagi gak mencari perlindungan karena habis berbuat ulah kan, Sayang?” tanya Alex yang tak percaya kalau putrinya berinisiatif meminta bodyguard. Pasalnya ia pernah memberinya, tapi Rania menolaknya dan marah-marah padanya. Lah iya, orang sekarang kan yang diminta jadi bodyguard-nya itu kan pria incarannya.
“Jadi, Papah mau kasih aku bodyguard atau enggak nih?”
“Iya-iya, tapi gak Victor juga, Sayang. Kalau Victor yang jadi bodyguard kamu, terus papah bagaimana?”
“Aku gak mau tahu, aku hanya ingin Victor yang jadi bodyguard-ku,” rengek Rania yang sudah melipat tangannya didadanya sambil mengerucutkan bibirnya.
“Sudahlah, Om, kasih saja. Rania ingin Victor karena dia sudah mengenal siapa Victor dan percaya kalau pria itu bisa menjadi bodyguard yang bisa menjaganya dengan baik. Kalau kamu kasih pria lain yang jadi bodyguard dan memanfaatkan pekerjaannya untuk berbuat yang enggak-enggak sama Rania bagaimana? Kamu sendiri yang akan menyesal nantinya.” Aneska mencoba merayu Alex guna membantu sahabatnya itu, ia mengerlingkan matanya pada Rania.
Rania berpindah duduk dan memeluk Aneska. “Uluuh, kamu itu memang Mamah mudaku yang paling pengertian.”
“Baiklah-baiklah, kalian memang tahu kalau seorang Alex tak akan bisa menolak keinginan kalian. Nanti papah katakan pada Victor untuk mulai jadi bodyguard kamu minggu besok. Minggu ini biar dia bantu papah di kantor dulu sambil cari asisten baru untuk papah,” ucap Alex yang menyetujui permintaan dari wanita-wanita tersayangnya.
“Jangan mencari asisten wanita loh,” ancam Aneska.
“Enggak, Baby.”
Pesona Papa Sahabatku || Isti Shaburu
ngadi" banget deh..kalimatnya🫠