Soraya harus merasakan sakit yang luar biasa ketika mengetahui Mario yang tak lain calon suaminya menghamili wanita lain, padahal dia juga sedang mengandung anak Mario.
Soraya tidak punya alasan untuk mempertahankan hubungannya dengan Mario, dia memilih untuk melepaskan Mario dan menyuruh Mario untuk bertanggung jawab pada wanita itu.
Mario tentu tidak terima, karena dia tidur dengan wanita itu tanpa sengaja, dan dia kekeh ingin menikahi Soraya, tapi Soraya juga kekeh menolak.
karena tidak ingin Mario mengejar-ngejarnya lagi Soraya, nekad menikahi pria bayaran yang sudah memiliki kekasih, tentu saja Soraya melakukan ini demi status dari anak yang di kandung karena Mario belum tau bahwa dia mengandung dan selama bertahun-tahun pula, Soraya berhasil menyembunyikan fakta, bahwa anak yang dulu dia kandung adalah anak Mario.
Dan karena masih dendam dengan keputusan Soraya, Mario terus mengganggu Soraya dan menyakiti anak Soraya, yang juga tanpa dia sadari adalah anaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menunggu dengan Lapar
2
Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil yang di kendarai Soraya sampai di apartemen, beruntung Soraya masuk kedalam apartemen lewat lobi tidak lewat basement.
Soraya dengan cepat turun dari mobil, dia tidak perduli dengan hujan yang mash turun dengan lebat yang membuat tubuhnya basah kuyup,
Saat sudah memasuki lobi dan akan berlari ke arah lift, tiba-tiba Soraya menghentikan langkahnya ketika tatapannya terarah pada Sofa, yang sedang di duduki oleh KIrea, di mana sekarang Kirea sedang duduk sambil melamun. Dengan cepat, Soraya pun langsung berjalan ke arah sofa tersebut
Jantung Soraya benar-bena terasa terbelah ketika melihat Kirea seperti ini, di tambah lagi Kirea belum mengganti seragam sekolahnya.
"Kirea!'' panggil Soraya, dia berusaha untuk tidak menampilkan perasaanya di hadapan Kirea.
"mommy!" Kirea langsung terpekik ketika melihat ibunya datang, dia dengan refleks bangkit dari duduknya kemudian langsung memeluk Soraya. Dan dengan cepat Soraya menggendong Kirea lalu di duduk di sofa yang barusan di duduki Oleh KIrea, hingga kini Kirea duduk di atas pangkuan Soraya.
"Kirea kenapa kau menunggu Mommy di sini?" tanya Soraya.
"Mommy, lampu apartemen mati, aku tidak bisa menyalakan lampu, jadi aku menunggu di sini. Aku sudah 4 jam menunggu di sini, aku haus aku lapar." Kirea terisak pelan, mebuat hati Soraya benar-benar merasa hancur, dengan cepat Soraya langsung memeluk Kirea.
"Ayo, kita naik, mommy akan membuatkan makanan." Soraya menggendong tubuh KIrea untuk naik ke apartemennya.
***
Waktu menunjukan pukul 9 malam. Setelah makan, Kirea langsung tertidur, dan sekarang Soraya sedang menatap wajah putrinya yang sudah memejamkan mata.
"Kirea, maafkan Mommy, maafkan hari ini mommy membuatmu kesusahan." Soraya membatin, dia menatap wajah Kirea dengan perasaan yang hancur.
"Tuhan, tolong kuatkan tubuhku, aku ingin menyaksikan Kirea dewasa, aku tidak ingin Kirea sepertiku yang selalu merasa sendiri." Bulir bening langsung terjtuh ari pelupuk mata Soraya ketika membayangkan kIrea akan hidup sepertinya, yang selalu merasa insecure ketika melihat keluarga yang harmonis, dan selalu merasa sendiri walaupun dia punya dua keluarga.
Tak lama, lamunan Soraya buyar ketika mendengar ponselnya berbunyi dari arah luar, hingga dengan cepat Soraya pun bangkit dari duduknya kemudian dia langsung berjalan dan keluar dari kamar untuk mengambil ponselnya yang berada di meja ruang tamu.
Saat melihat siapa yang menelponnya, Soraya kembali di dera rasa sesak, karena ternyata yang menelponnya adalah Cio, dan ketika mengingat Cio, Soraya juga teringat tentang ucapan Kirea yang mengatakan bahwa Kirea menunggu selama berjam-jam sambil menahan lapar.
''Hallo, Cio!" panggil Soraya ketika mengangkat panggilannya, walaupun dia kecewa pada Cio, tapi dia tidak mungkin menyalahkan Cio atas kejadian barusan.
"Soraya, aku ingin minta maaf aku benar-benar merasa bersalah karena telah meninggalkan Kirea sendirii," ucap Cio. Sepertinya, Cio merasa bersalah. Hinga setelah Marry tidur, dia langsung menelpon Soraya, membuat Soraya tersenyum getir.
“Cio, bolehkah aku berbicara sesuatu?" Tanya Soraya.
“Hmm, Soraya katakan.”
“Untuk kedepannya tolong jangan bersikap seperti tadi.”
“Maksudmu?”
“Kau tahu Kirea menunggu aku selama 4 jam di lobi dalam keadaan lapar, Ya aku tahu itu bukan salahmu, hanya saja aku terlalu percaya dengan apa yang kau katakan. Jadi kumohon untuk kedepannya tidak perlu mengantar jemput Kirea, biar aku saja yang melakukannya dan juga terima kasih karena tadi kau sempat mengantar jemput Kirea, kalau begitu aku tutup panggilannya.”
Dengan cepat Soraya pun langsung menutup panggilan dari Cio, karena dia enggan mendengar apa pun lagi dari suami palsunya.
Ingat dah kena strok