NovelToon NovelToon
Pengkhianatan Cinta

Pengkhianatan Cinta

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cerai / Angst / Romansa / Tamat
Popularitas:258.9k
Nilai: 4.3
Nama Author: Arion Alfattah

Seorang suami akan diuji ketika sedang dalam masa puncak tertinggi. Sedangkan seorang wanita akan diuji ketika suaminya sedang tidak punya apa-apa.

Pengkhianatan Cinta terjadi ketika ujian dalam rumahtangga hadir menghampiri. Lalu, apa yang akan terjadi ketika dua rumahtangga diujung tanduk?

Follow IG : @ai.sah562

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Malam Minggu

Kediaman Azzam.

"Mas, aku mau keluar sebentar mencari makanan. Aku lapar mau beli satu ayam. Kamu jaga Azriel dan juga jangan tunggu aku pulang. Nanti aku belikan kamu makanannya juga." Ghina sudah bersiap mengenakan pakaian rapi dan juga berdandan.

Azzam yang sedang menonton tv melirik Ghina. "Kamu mau beli sate kok rapi banget."

"Ada yang salah dengan penampilan ku? Perasaan aku terlihat biasa saja. Lagian mana mungkin keluar rumah pakai daster doang, 'kan malu, Mas." Ghina mengomel seraya memakai tas selempang. Tangannya mengambil cemilan yang ada di atas meja.

"Tapi bisa juga kamu mengenakan daster. Tapi begini kelihatan banget seperti mau pergi jalan-jalan." Azzam menatap Ghina penuh selidik. Ghina yang di tatap seperti itu terlihat gugup dan memalingkan wajahnya.

"Jangan sampai mas Azzam curiga aku hendak ketemuan dengan seseorang."

"Apaan sih, Mas. Mana mungkin aku jalan-jalan di saat sudah ada suami dan anak. Kamu itu aneh-aneh saja. Aku begini hanya untuk membuat kamu senang. Aku tidak mungkin keluar aneh-aneh." Ghina pun beranjak keluar.

"Ghin, tunggu dulu! Jangan keluar deh, mending kamu diam di rumah saja." Azzam mengejar Ghina sambil berusaha memutar kursi rodanya. Namun, karena sudah ada janji, Ghina tidak peduli pada Azzam dan terus melangkah.

"Ghina!" pekik Azzam ingin menggapai tangan istrinya tapi malah ia terjatuh tersungkur ke lantai.

Ghina hanya menoleh, dia tidak membantu dan segera pergi. "Maaf mas, aku tidak mau hidup kekurangan terus. Aku ingin mencari orang yang jauh lebih baik dan bisa menghidupi segala keinginan dan kebutuhanku. Mungkin Chiko bisa membantuku."

Orang yang kebetulan lewat terkejut melihat Azzam terjatuh. "Pak Azzam tidak apa-apa?" dua warga kebetulan lewat sana segera membantu Azzam duduk ke kursi rodanya.

"Saya tidak apa-apa, Pak. Makasih nya sudah bantu saya."

"Sama-sama. Kok pak Azzam bisa terjatuh seperti itu? Bapak mau kemana?"

"Hmm tadi saya mau masuk, tapi roda saya malah tersandung dan jatuh. Sekali lagi terima kasih, maaf sudah merepotkan." Azzam tidak mungkin memberitahukan perihal masalah yang ia hadapi barisan. Ia tidak mau para tetangga membicarakan istrinya. Walau bagaimanapun dia harus melindungi aib istrinya.

"Oh gitu, kalau begitu kami permisi dulu, ya pak. Hati-hati di rumah." Kedua tetangga di sana berpamitan kepada Azzam. Azzam pun mempersilahkan.

*****

Kediaman Chiko.

"Kaku seriusan mau kerja malam-malam begini? Kok aku merasa tidak yakin atasan kamu nyuruh kamu kerja." Azzura menelisik penampilan suaminya yang terlihat berbeda dari sebelumnya. Kali ini Chiko terlihat dandan dari penampilan yang biasanya. Kaos hitam dipadukan jaket jeans, celana jeans hitam dan sepatu warna putih. Bukan seperti mau kerja tapi terlihat mau jalan-jalan.

Chiko yang tengah mengenakan jam tangan melirik Azzura, "kamu ini kenapa jadi bawel banget sih? Mau aku pakai apapun terserah aku dong. Mau aku berpenampilan gembel pun bukan urusan kamu. Kamu sebagai istri mendingan diam saja jangan banyak protes. Aku kerja untuk kebutuhan kita dan masa depan kita nantinya. Jadi, kamu jangan banyak tanya cukup diam dan nikmati prosesnya!" peringatan Chiko membuat Azzura menghela nafas berat nan kecewa. Lagi-lagi suaminya bersikap berbeda dan bukan seperti Chiko yang Azzura kenal.

"Chiko, aku merasa kamu berubah. Apa karena jabatan kamu sampai berubah begini? Aku tidak mengenalimu, Chiko." Pada akhirnya Azzura mengeluarkan segala pikiran negatifnya dan menanyakan itu semua kepada suaminya.

"Berubah? Kamu yang berubah. Kamu jadi lebih banyak bicara setelah kenal dengan ibu-ibu dan anak-anak di sini. Aku masih tetap Chiko yang dulu, tapi kamu semakin cerewet saja. Dahlah, mendingan aku pergi kerja dulu." Chiko menyambar kunci mobilnya dan beranjak pergi.

Tapi, Azzura mengejar dan ia pun berkata lagi, "aku ikut ya. Sekalian jalan-jalan malam mingguan."

"Tidak! Kamu diam saja di rumah dan jangan keluyuran malam-malam!" Chiko menolak tegas seraya masuk kedalam mobil. Namun, Azzura tetap kekeh dan ia mencegah pintu mobilnya.

"Please, aku mau ikut kamu." Dia sampai memelas berharap suaminya mengajaknya pergi.

"Aku bilang tidak ya tidak, Azzura!" sentak Chiko membuat Azzura tertegun mendengar sentakan suaminya. Dia paling lemah kalau mendengar bentakan. Hatinya terasa sakit kala suara menggelegar itu begitu nyaring di telinganya sampai tetangga yang ada di sana ikut terkejut. Terutama bu nining, warung depan memperhatikan pasangan suami istri itu.

Chiko pergi begitu saja tanpa memperhatikan raut wajah Azzura yabg sudah nampak bersedih dengan mata yang berkaca-kaca. Di saat Chiko pergi, air mata Azzura menetes begitu saja membasahi pipi cantiknya.

"Neng Azzura tidak apa-apa?" ujar Bu Nining menghampiri Azzura. Wanita itu mengusap air matanya dan tersenyum menyembunyikan kesedihannya.

"Tidak apa-apa, Bu. Ibu belum mau tutup?"

"Belum neng, belum jam sembilan malam." Tapi, Bu Nining menatap wajah Azzura. Dia merasa ada masalah pada rumah tangga tetangganya.

"Kalau gitu boleh aku ikut Bu nining jaga, ya. Azzura kesal di rumah sendirian." Untuk menghilangkan rasa sedihnya, Azzura memilih membantu Bu Nining saja.

"Boleh, ayo mari." Bu Nining pun mengajaknya meski demikian ia bertanya-tanya mengenai keadaan Azzura, tapi ia tidak mungkin terlalu ikut campur dalam urusan rumah tangga orang lain.

*****

Lain halnya dengan Chiko yang sedang ketemuan dengan Ghina di warung sate langganan Ghina.

"Hai, kamu udah lama nunggu di sini." Chiko menghampiri Ghina dan duduk di sampingnya.

"Chiko," lirih Ghina tiba-tiba memeluk tubuh Chiko dan terisak kecil.

"Loh, kok nangis? Ada apa?"

"Mas Azzam, dia menamparku."

Chiko langsung melepaskan pelukannya dan melihat wajah Ghina. "Kamu seriusan?"

"Iya, dia tak sengaja menamparku karena aku bilang mau keluar beli sate. Lihat wajah aku merah begini." Ghina menunjukan wajahnya yang terlihat merah. Padahal itu semua ulahnya sendiri sebab dia yang menamparnya sendiri.

"Brengsek sekali suami kamu itu. Dia tidak pantas di sebut suami. Jangan sedih lagi, sekarang ada aku yang akan menjadi tempat keluh kesah mu. Sekarang kita pesan makanan saja, ya." Chiko mengisap air mata Ghina dan itu membuat Ghina merasa senang dapat perhatian dari Chiko.

"Calon suami idaman. Apa aku jadikan saja dia simpanan ku?"

Lalu, Chiko memesan makanan pada penjual sate. Sambil menunggu, Ghina memberanikan diri menegang tangan Chiko.

"Chiko, boleh aku berkata jujur padamu?"

"Bicara saja, tidak ada yang larang kok."

Tanpa mereka sadari ada orang yang memperhatikan mereka dan menatap jijik.

"Menjijikan sekali berselingkuh dibelakang pasangannya. Kasihan Azzam dan neng Azzura di khianati mereka." Lalu, orang itu pergi dari sana.

"Sebenarnya aku suka sama kamu," ucap Ghina.

"Apa?"

1
Dewi Dama
bagus..bangat..jln.cerita nya tamat dgn..memuaskan...baca nya tdk dilewat lewati....terimksih thoortt...
Dewi Dama
cerita nya bagus thoorrr...tapi banyak sslah ketik nya
Dewi Dama
Luar biasa
Seven8
-
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
di foto dong atau d vidio.. buat bukti
Akun Tiga
gak asik thor
Semar Bodronoyo
puaaaaaaaaaaaas
Tuti Daniati
suka sekali
guntur 1609
maaf thor hanya masukan.yg saya tahu kalau org yg sdh meninggal gak bisa mendoakan org yg masih hiduo. malah sebaliknya.maaf ya thor
guntur 1609
emang jodob gak akan kemana. ciko fan gina pasti nyesal tingkat dewà
guntur 1609
subhaballlah....azura memang pilihanmu tepat. akan ada kebsijan dan kebahagianbyg menantimu
guntur 1609
saya harap isi dari novel ni jangan dijadikan crmobohan. sy yakinercaya. kalau thor menyangkutkan agama salah satunya. hanya tk mempelajari bagaimana dalam me yikapi masalah dalam hidup. srmangat tor
guntur 1609
makasih thor nambah pengetahuan aku tentng 4 alkitab.
guntur 1609
rasain kau penghianat
guntur 1609
mungkin azzam anak dari oemilik wanita tua
guntur 1609
ciko dan gina bagai kacang lupa kulitnya. emang gak tahu diri
Fausta Vova
Halo kakak
Ceritanya sangat bagus, aku pasti bakal ngikutin terus lho. 🤩☺️

Kalau berkenan boleh yah kakak support juga karyaku dengan judul Sungguh Mencintainya 🙏😄
Alingga Nurcahyo
visual Azam jomplang banget...g masuk
zaber amie580
Biadab ih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!