NovelToon NovelToon
Balas Dendam Si Kembar

Balas Dendam Si Kembar

Status: tamat
Genre:Romansa / Cinta pada Pandangan Pertama / Anak Kembar / Chicklit / Tamat
Popularitas:128.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: mamie kembar

Dia datang untuk menemui saudara kembarnya tapi kenyataan pahit harus dia terima, saudara kembarnya sudah meninggal dua hari sebelum bertemu dengannya.
Lila meninggal karena kecelakaan, mobil yang dia kendarai masuk ke dalam jurang.

Luna hadir ke dalam keluarga tersebut, dan menyamar menjadi seorang pembantu, dan dia menemukan fakta bahwa saudara kembarnya meninggal tidak wajar. Ada sekelompok orang yang sengaja ingin melenyapkan nya.

Luna marah dan bersiap untuk balas dendam, satu persatu informasi dia dapat dan perlahan dia memberikan hukuman kepada para penjahat tersebut.

Bagaimana Luna membalas mereka semua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hampir saja

Luna sudah mengepel semua ruangan, tinggal ruangan paling ujung yang belum dia buka, Luna semakin mendekat, tiba tiba ada tangan seseorang yang memegang pundaknya, dan Luna menoleh,

"Maaf nyonya, saya cuma mau membersihkan kamar ini!"

Miranda menatap tajam,

"Jangan coba-coba masuk ruangan itu tanpa seijin ku," ucapnya dengan nada datar.

Luna mengangguk, "Maafkan saya nyonya, saya tidak tau."

"Kembali ke belakangnya dan kerjakan pekerjaan mu yang lain." ketus Miranda lagi.

"Siap nyonya." Luna mengangguk pelan

Luna membawa peralatannya dan berjalan' menuruni tangga menuju dapur.

Disana dia bertemu lagi dengan bibik Anne, "Bibik, masak apa?"

"Eh, Non, ini masak bubur untuk tuan,"

"Oh ya Bik, kamar diujung atas itu kamar tuan ya?"

"Kok non tau"

"Tadi waktu mau saya bersihkan, dilarang oleh nyonya, nyonya bilang saya bisa masuk jika beliau mengijinkannya." ucap gadis itu dengan ekspresi sedih.

"Loh kok sedih,"

"Saya nggak akan dipecat kan bik?"

"Kenapa?"

"Karena saya salah, saya hampir masuk kamar itu tanpa ijin, saya takut Bik, kalau di pecat saya mau kerja dimana lagi."

Bibik tersenyum lucu, " non tenang aja, nggak mungkin di pecat kok, tapi lain kali harus hati-hati ya,"

"Iya Bik,"

"Gadis pintar," sahut bibik tersenyum

"Oh ya Bik, adeknya mbak Rena baru meninggal ya?"

'Shuuut, jangan sembarang bicara, darimana kamu tau "

"Televisi, dan saya baru sadar tadi saat lihat photonya."

"Iya, non lili kecelakaan," jawab bibik sedih

"Terus tuan besar dimana?"

"Tuan besar sakit,"

"Apa yang didalam kamar itu tuan besar?" tanya Luna yang terus berusaha mengorek informasi dari bibik.

"Non benar, itu kamar tuan besar, beloau sakit setelah mendengar berita kecelakaan non Lila, selama ini yang boleh masuk dan menemui cuma saya itupun tidak lama.

"Bik, anaknya tuan cantik ya? tapi kok nggak mirip sama non Rena?"

"Maaf non bibik enggak tau, permisi." Bik Anne segera meninggalkan dapur dan berjalan keluar menghindari pertanyaan Luna yang agak aneh menurutnya, dan dia jadi mencurigai gadis itu.

Luna membersihkannya dapur, dan menyiapkan makan siang.

Kali ini Luna menyiapkan ayam rica-rica, sedikit pedas dan telur gulung sosis, ada juga sayur lodeh, itupun atas saran bibik, yang mengatakan jika nyonya menyukainya.

Selesai masak dan menyusunnya diatas meja, Luna masuk kedalam kamarnya, gadis itu membuka kaca mata tebalnya dan juga membuka kepangan nya.

Dia menatap wajahnya di kaca, "aku memang tidak begitu mirip denganmu Lila, tapi aku pastikan kita akan bertemu dan membongkar semua kebusukan mereka, kita akan menjadi kakak adik yang kuat, dan saling bahu menumpas Miranda dan anaknya itu.

Lila aku yakin kau masih hidup dan kini dimana pun kau berada, aku selalu mendoakan keselamatan mu hingga kita bisa bertemu kembali. Dan aku bisa memelukmu setelah puluhan tahun kita terpisah.

Luna curiga, dia melihat ada kejanggalan dengan kecelakaan yang dialami Lila, dan Luna mutuskan untuk menyelidikinya.

"Aku pasti menemukan orang yang mencelakai mu Lila, kau tunggu saja aku pasti akan menemukannya"

***

Selesai makan malam Luna masih harus membersihkan seluruh perlengkapan makan dan juga dapur hingga bersih.

Baru saja dia akan melangkah masuk ke dalam kamarnya, Miranda memanggilnya, "Luna sini,"

"Ya nyonya."

"Kaki ku pegal-pegal, cepat kau pijat," ucapnya sambil menaikkan kakinya keatas meja

"Aku, aku tidak bisa memijat, nyonya?" ucapnya beralasan.

'Sialan, aku disuruh memijat nenek tua ini,'

"Cepat pijat, pekerjaan mudah saja kau tidak bisa, dasar bodoh!" maki Miranda

Luna terpaksa duduk dilantai dan mulai memijat kaki Miranda, "Kenapa pelan sekali, apa kau tidak punya tenaga?"

"Maaf nyonya," gadis itu menguatkan pijatan nya,

"Auw...sakit dasar bodoh, memijat saja kau tidak bisa, sudah sana," usir Miranda,

Gadis itu tersenyum penuh kemenangan, akhirnya dia tidak jadi memijat nenek sihir itu, Luna kembali ke belakang, dia ingin menemui Bik Anne dan bertanya tentang adiknya Lila.

Namun kembali langkahnya terhenti saat sebuah suara memanggil namanya, "lun...Luna"

'Huh, apalagi ini, nggak mamak nggak anak sama saja, merepotkan,' batinnya

Luna berjalan menuju kamar Rena, "Ya Non,"

"Kau Carikan gaunku yang berwarna navy, aku mau memakainya sekarang,"

"Di...dimana non?"

"Kalau aku tau, aku tidak menyuruhmu bodoh! cepat cari..." ucapnya penuh emosi,

'Aku tidak bodoh, kau yang bodoh, awas nanti saat aku sudah menemukan apa yang aku cari, aku akan menghajar mu beserta mulut busuk mu itu, tunggu saja."'

Luna membuka lemari pakaian Rena namun tak menemukan nya disana, kemudian dia berjalan menuju tumpukan gaun yang berserakan diatas tempat tidur karena ulah Rena.

Gadis itu memilah-milah dan menemukan nya tergeletak di bagian paling bawah, "Ini Non?"

tanya Luna menunjukkan gaun berwarna navy yang terlihat kusut.

Rena menoleh dan menariknya, "Iya benar, tapi kusut, kau setrika sekarang, cepat!"

"Baik non,"

Luna berjalan menuju ruang setrika dan menyetrika gaun itu,

'sialan kalau bukan ingin mencari tahu keberadaan Lila, aku sudah menghajar gadis sombong itu, seenaknya saja mengaturku,' kesal Luna di dalam hatinya.

"Lun...Luna...kenapa lambat sekali, mana gaunku?" teriak Rena

Luna tersadar dari lamunannya, dan segera membawa gaun itu kehadapan Rena, "Kerja nggak becus, nytetika gaun saja lama banget!" omel Rena.

"Bereskan semuanya, cepat?" ucapnya lagi dan melangkah keluar kamar setelah selesai memakai gaunnya.

Luna terkejut melihat lubang kecil di bagian belakang gaun itu, 'itu pasti tersangkut tadi, seandainya dia tau matilah aku,' ucap Luna menelan saliva nya, bukannya tidak berani tapi saat ini dia sedang menyamar.

"Kenapa kau masih disitu, sana bereskan cepat!" ucap Rena dengan tatapan jengah.

"Oh ya aku lupa, orang udik seperti ku nggak pernah lihat gaun mahal kan, pantas!" ejeknya sebelum pergi.

Luna segera membereskan pakaian yang dibuat berantakan oleh Rena, setelah nya dia pergi dari sana, dan masuk kedalam kamarnya.

Luna bisa melihat Rena pergi dengan seorang pria muda dan tampan, "Itu pasti kekasihnya, aku harus menyelidiki pria itu,"

Luna mengambil ponsel nya yang dia sembunyikan di dalam kamarnya kemudian mengirim pesan kepada seseorang untuk mengikuti Rena.

Luna ingin tau apa kegiatan Rena dan dengan siapa saja dia berteman.

***

Selesai mandi, Luna membaringkan tubuhnya diatas kasur kecil di kamarnya, dia kembali teringat pada Bik Anne, dan gadis itu menemuinya,

"Bagaimana, apa pria tua itu sudah sadar?"o

Langkahnya terhenti mendengar suara Miranda di kamar Bik Anne. Luna lalu mencuri dengar.

"Belum nyonya?"

"Jadi kau belum bisa membuatnya tanda tangan?"

"Maafkan saya nyonya,"

"Dasar bodoh, kau sungguh tidak berguna," ucap Miranda kesal, setelah itu wanita itu keluar dan membanting pintu dengan keras, Luna langsung bersembunyi.

Luna mengurungkan niatnya menemui Bik Anne, "ternyata wanita itu adalah komplotan nya, akan semakin sulit aku mencari tau tentang Lila, sebenarnya apa yang mereka cari? kenapa sejak kemaren wanita itu menanyakan tanda tangan, Hah, Harto pasti dia yang di sekap diatas sana.

Kamar itu, ya kamar itu, aku akan kesana dan mencari tau sendiri.'

Luna tak jadi kembali ke kamarnya, dia melangkah mengendap-endap menuju kamar yang letaknya diujung, kamar yang tidak boleh dimasuki oleh Miranda.

Setelah memastikan semuanya aman, gadis itu memegang handle pintu dan dengan jantung berdebar dia membukanya,

"Apa yang kau lakukan?" suara itu kembali terdengar dengan sangat jelas.

Tubuh Luna sesaat menegang, namun dia bukan gadis bodoh dengan cepat dia menemukan ide, Luna berpura-pura pura tidur, dia memejamkan matanya dan bersikap senatural mungkin, seolah benar sedang pulas.

Miranda membalik tubuh gadis itu, namun gadis itu bergeming, diam dan mendengkur halus.

Miranda terkejut, dia menatap penuh selidik, bisa saja gadis itu membohonginya, dia bahkan beberapa kali memutari tubuh Luna.

tak kalah akal, Luna kembali berjalan, kali ini dia berjalan menuju ujung, hingga mentok dan menabrak dinding, gadis itu berbalik dan berjalan tepat di depan Miranda, lalu turun ke bawah perlahan menyusuri tangga.

Miranda akhirnya percaya, 'Huh, aku kira dia mau masuk dan melihat si tua bangka yang merepotkan itu," ucap Miranda.

Wanita itu berbalik, namun baru beberapa langkah dia kembali berbalik, "Aku ingin melihat wajah Harto sialan itu," ucapnya dan masuk ke dalam kamar.

Sedangkan Luna, gadis itu mengusap dadanya, dan menarik napas sedalam-dalamnya, dia akhirnya bisa bernapas lega, karena berhasil membohongi Miranda.

"Non, Luna kenapa?"

Deg, jantung Luna seakan berhenti berdetak, siapa lagi ini? batinnya.

1
Suila Cantik
laa ya kok lansung habis?
@ni
👎👎👎👎👎
Diana Lely S
kok end ya masih gantung nih ceritanya...
Kustri
byk BGT typo, mohon lbh hati" thor, bikin bingung, jd ilfil malas nerusin baca jd'a
Kustri
piye to kiiiiiih....
othor fokus 1 novel aja spy g salah, yg baca jd bingung & byk typo lho SMP part ini
Kustri
lhaaaa... malah ky sinetron ikan terbang🤦‍♀️
Kustri
kata'a tdk sekolah... tp pengen kuliah😵‍💫

hpmu jgn lupa diambil, lumayan merekam smua obrolan bs jd bukti
Kustri
yg gercep Lun

skip" obrolan pas nenek lampir & anak'a
Kustri
byk typo jd galfok😁
Kustri
alvian & Luna 1 7an
siapa hayo yg kepoin Luna...
Kustri
siapa yg menguping, pasti'a bkn di pihak si 2 ular
Kustri
awal yg menarik
ᴿᴾғᴀᴛʜɪʏᴀʜ
kok ini gak ada lanjutannya lagi..... malah nulis yg lain ..... udh gitu nama yg dsini kebalik2 dengan karya yg lain.😔😔😔
ParyaTi Cnil
kok ke bolak balik ya regan ma daren jadi bingung ya
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
luar biasa 👍👍
🌵
Ini judul ketiga karya author yang aku baca, tapi nama karakter nya yang paling bikin pusing kepala, meski di judul lain ada typo juga masih bisa di pahami, berbeda dengan yang ini makin lanjut makin pusing dengan nama karakter nya, padahal alurnya udah bagus loh menurut aku
Fitrie Yaatie
maau up date gk yaaa
Fitrie Yaatie
luuu amaa up nya
Siswati Endang
jadi yg jahat ini sebenarx daren atau regan tor ???
Siswati Endang
plos tor yg nolongin luna ini yg bener regan atau daren ???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!