NovelToon NovelToon
LUNA & THE ALPHA

LUNA & THE ALPHA

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Manusia Serigala / Vampir / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dunia Seleb

"Aku akan menjadi perisaimu, meski seluruh dunia menentang kita."
Menjadi satu-satunya manusia di antara kawanan serigala membuat hidup Luna selalu terancam. Tapi berada di dekapan sang Alpha tampan berhati dingin, dia menemukan perlindungan yang tak pernah ia duga. Akankah cinta mereka bertahan di tengah kutukan dan perebutan kekuasaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dunia Seleb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Interogasi sang Alpha

Aura pembunuh yang dipancarkannya begitu pekat, menekan seisi ruangan hingga beberapa prajurit muda di barisan depan refleks berlutut, tak kuat menahan tekanan kekuatan sang Alpha sejati. Yudha tidak melepaskan dekapannya pada Luna; tangan kekarnya justru semakin posesif menyembunyikan wajah gadis itu di dada bidangnya, melindunginya dari tatapan penuh intimidasi di dalam kamar.

"Maya," panggil Yudha, suaranya rendah namun bergetar oleh amarah yang tertahan.

Maya langsung maju bersimpuh di lantai yang bersimbah darah, tubuhnya gemetar hebat.

"Ya, Alpha."

"Bawa Luna ke menara selatan. Amankan dia di kamar cadanganku, dan pastikan satu batalion prajurit lapis pertama menjaga pintunya. Jika ada sehelai rambutnya yang terluka lagi, kepala kalian semua taruhannya."

"Baik, Alpha! Laksanakan!" jawab Maya patuh.

Yudha perlahan melonggarkan pelukannya, lalu menangkup wajah Luna yang masih basah oleh air mata. "Ikutlah dengan Maya, Luna. Tempat ini harus dibersihkan, dan ada tikus tanah yang harus kuselesaikan malam ini juga. Kamu aman bersamaku."

Luna menatap mata gelap Yudha yang kini dipenuhi tekad dingin. Meski hatinya masih dilingkupi sisa ketakutan, dia mengangguk pelan, mempercayai pria itu sepenuhnya. Didampingi Maya dan kawalan ketat para prajurit, Luna melangkah keluar dari kamar menara timur, sengaja dialihkan pandangannya agar tidak melihat dua jasad *Rogue* yang mengenaskan di lantai.

Setelah pintu kamar tertutup kembali, keheningan yang mencekam menguasai ruangan. Yudha membalikkan badannya perlahan. Sorot mata emasnya yang tajam setajam silet kini tertuju langsung pada barisan para tetua, dan pandangannya mengunci tepat pada Tetua Malik.

Tetua Malik berusaha keras mempertahankan wajah tenangnya, meskipun keringat dingin mulai membasahi pelipisnya.

Yudha melangkah mendekat, langkah kakinya yang ternoda darah musuh menimbulkan suara ketukan yang mengintimidasi di atas lantai batu. Dia berhenti tepat tiga jengkal di depan Tetua Malik. Tubuh tegapnya yang telanjang dada dan dipenuhi otot-otot kokoh memancarkan dominasi yang luar biasa besar.

"Kastil ini memiliki sistem pertahanan sihir kuno yang tidak akan bisa ditembus oleh serigala liar mana pun dari luar," desis Yudha, suaranya begitu tenang namun justru terdengar jauh lebih mengerikan daripada lolongannya tadi.

"Kecuali... ada seseorang yang dengan sengaja menonaktifkan segel pintu besi menara barat dan mengalihkan patroli pengawal."

"Alpha, apa maksudmu?" Tetua Malik mencoba bersuara lantang, berpura-pura tersinggung.

"Apakah kamu sedang menuduh bahwa ada pengkhianat di antara para tetua yang sudah mengabdi puluhan tahun untuk kawanan ini?"

"Aku tidak menuduh, Malik. Aku tahu," potong Yudha cepat.

Dalam satu gerakan yang sangat cepat hingga tak ada satu pun prajurit yang bisa menghalaunya, tangan kekar Yudha mencengkeram leher Tetua Malik, lalu mengangkat tubuh pria paruh baya itu hingga kakinya tergantung di udara.

*Uhuk!* Tetua Malik mencengkeram pergelangan tangan Yudha, wajahnya mendadak memerah keunguan karena pasokan udaranya terputus seketika.

"Alpha! Hentikan! Ini pelanggaran hukum kawanan!" teriak Tetua Gani dari barisan belakang, mencoba melerai namun tidak berani melangkah maju karena takut menjadi sasaran amukan selanjutnya.

"Hukum kawananku adalah kata-kataku!" geram Yudha, matanya berkilat emas terang, memperlihatkan taringnya yang memanjang.

"Kalian mengira aku tidak tahu tentang riak-riak busuk di ruang bawah tanah semalam? Kalian mengira bisa memanfaatkan belahan jiwaku untuk menurunkanku dari takhta?"

Yudha menghempaskan tubuh Tetua Malik ke lantai batu dengan kasar hingga pria tua itu terbatuk-batuk hebat sembari memegangi lehernya yang memar.

Yudha berdiri tegak di atasnya, menatapnya dengan pandangan menjijikkan.

"Seret Malik ke penjara bawah tanah terdalam. Rantai dia dengan perak murni. Besok pagi, di hadapan seluruh kawanan *Silver Moon*, kita akan mengadakan pengadilan darah untuk mencaritahu siapa saja yang ikut terlibat dalam pengkhianatan ini."

Dua panglima perang setia Yudha langsung maju dan menyeret Tetua Malik yang sudah tidak berdaya keluar dari ruangan. Sementara itu, di sudut koridor luar yang gelap, Rina yang menyaksikan kejadian itu dari kejauhan mendadak merasakan seluruh tubuhnya lemas. Rencana mereka hancur total, dan kini giliran nyawanya yang berada di ujung tanduk.

---

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!