NovelToon NovelToon
Misi Harian

Misi Harian

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem
Popularitas:33.9k
Nilai: 5
Nama Author: BlackRoby

[Apakah anda ingin sembuh dan mengangkat semua rasa sakit di tubuh anda?]

"Apa kau mampu melakukannya?"

[Sistem bisa melakukannya. tapi anda harus menerima persyaratan dari Sistem.]

"Apa persyaratan yang harus ku penuhi?"

[Jadilah seorang Host!]

Demi mengangkat rasa sakit yang di alami Damar pasca kecelakaan, pria yang saat itu masih berusia 11 tahun membuat sebuah pilihan yang sangat serius. yaitu mempercayai Sistem yang muncul bagaikan halusinasi.

Dengan Sistem di dalam tubuh Damar, bagaimana dia akan tumbuh Dewasa?

Tertarik? Gas langsung baca!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BlackRoby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

perpustakaan Toramin

[Kepala Desa! Saya ingin melihat Desa Toramin kembali ke masa kejayaannya!]

“Tidak ada yang aneh dari kalimat yang harus ku ucapkan, ini seharusnya tidak masalah.”

Tanpa keraguan sedikitpun Damar mengatakannya pada Pak Tua yang berjalan dengan tubuh separuh bungkuk itu.

“Kepala Desa! Saya ingin melihat Desa Toramin kembali ke masa kejayaannya!”

[Saya akan berjuang demi membuat hal itu terjadi!]

“Muncul lagi? Jadi itu bukan kalimat terakhir yang harus ku ucapkan?” pikir Damar.

Dia mengatakan kalimat yang baru saja muncul.

“Benarkah?” sahut sang Kepala Desa ketika mendengar kalimat penuh harapan itu.

[Tentu saja! Saya mencintai tempat ini.]

“Cinta pada tempat ini. Mungkin... Semua orang yang meninggalkan desa karena mereka sudah tidak mencintai tempat ini lagi.”

“Nak Damar, bagaimana caramu berjuang untuk tempat ini? Apa kau yakin dengan dirimu? Mengubah sesuatu seperti desa ini membutuhkan kekuatan. Apa kau memilikinya?”

[Kekuatan dapat membengkokkan besi, namun pengetahuan dapat meleburkan baja.]

[Jika saya tidak punya kekuatan, saya cukup menjadi orang yang berpengetahuan.]

“Hahahah! Sungguh anak muda yang hebat, aku yang sudah tua ini bahkan tidak bisa menyanggah kata-katamu. Ku rasa kau akan menjadi dewasa lebih cepat,” kata Suyono begitu bangga melihat Damar.

“Terimakasih, Nak Damar. Pak tua ini sekarang telah melihat harapan baru.”

[...]

“Tidak ada lagi yang harus di katakan. Huff, meskipun Sistem tidak membuatku mengatakan kalimat aneh, tapi semua yang keluar dari mulutku terdengar seperti perkataan orang dewasa,” pikir Damar.

[Double Point penyelesaian Quest berhasil di dapatkan.]

[Menggandakan point Kandidat yang sebelumnya 20 menjadi 40.]

[Status Point Penyelesaian Tutorial : 0064/5000]

“Sepertinya aku membuat langkah besar hari ini.”

Setelah pulang ke rumahnya Damar tidak mendapatkan Quest apapun lagi dari Sistem, bahkan ketika dia menunggu di atas ranjangnya sambil menatap langit-langit, layar apung di depannya tetap tidak menunjukkan perubahan apapun.

“Biasanya Quest baru akan segera muncul ketika Quest yang lama telah di selesaikan, tapi masih tidak ada pemberitahuan apapun disini.”

“Damar! Waktunya makan malam, Nak!”

“Baik Ibu, aku akan segera ke sana!” sahut Damar yang kemudian langsung mengangkat punggungnya dari kasur.

Makanan yang di siapkan oleh Shamira tampak sangat sederhana, tidak ada banyak lauk yang spesial, hanya tahu, tempe dan juga telur dadar.

“Mari kita makan sama-sama!” kata Damar dengan riangnya.

Samsir dan Shamira masih tidak bisa menyangka perubahan sikap yang di alami oleh putra mereka. Padahal keduanya sudah merasa tidak enak hati karena tidak mampu memberikan yang terbaik untuk Damar.

“Terimakasih atas makan malamnya. Ayah Ibu... Aku akan pergi ke kamar dan beristirahat.”

Samsir dan Shamira tersenyum ringan seraya mengangguk pada putra mereka.

“Damar menjadi anak yang tidak pernah menuntut sekarang, apa yang ada di hadapannya dia bisa menerima dengan lapang dada tanpa mempertanyakan apapun.”

“Aku bersyukur dia menjadi anak yang lebih baik sekarang, tapi...”

Shamira menepuk pundak Samsir kemudian memotong kalimat yang belum selesai di ucapkan suaminya.

“Aku mengerti apa yang kamu rasakan sayang, bahkan aku pun merasa tidak nyaman pada anak itu karena tidak bisa memberikan apa yang layak untuknya.”

“Tapi... Lihatlah piring putra kita,” imbuh Shamira membimbing sang suami untuk memperhatikan piring yang di gunakan Damar saat makan tadi.

“Damar sama sekali tidak menyisakan satu butir nasi di piringnya, anak itu sangat menghargai apa yang kita berikan, bahkan jika itu makanan paling sederhana sekalipun.”

“Kedepannya... Mari kita berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk Damar.”

“Kamu benar sayang,” balas Samsir membelai tangan sang Istri yang berbaring di pundaknya.

***

Pagi menyapa, ayam berkokok dan burung berkicau dengan riang. Alam menyebar berita bahwa hari ini adalah hari yang cerah, namun Damar masih berada di kasurnya dengan mata terkatup rapat dan suara dengkurannya.

[Quest baru telah di mulai!]

Mata Damar terjaga seketika mendengar pemberitahuan yang langsung masuk ke dalam otaknya.

“Sistem usang... Bisakah kau mengira waktu yang baik untuk muncul? Kau mengganggu tidurku sialan,” kata Anak Muda itu menggerutu sambil mengusap matanya.

“Aku kesiangan, ini gara-gara semalaman aku menunggu pemberitahuan dari Sistem, tidak menyangka kalau itu akan muncul di waktu yang tidak tepat. Baiklah, sekarang Quest apa yang harus ku lakukan?”

[Pergi menuju Perpustakaan Toramin! : +1 point penyelesaian tutorial.]

“Perpustakaan Toramin? Mana ada tempat seperti itu? Aku sudah menjelajahi semua tempat dan tidak pernah aku jumpai perpustakaan.”

[Konten telah di tambahkan, coba Kandidat periksa pada Map.]

Damar menggeser layarnya ke kiri, kemudian dia menekan gambar peta yang tertera. Ketika Damar melihat Map, tanda Perpustakaan Toramin benar-benar muncul.

“Tapi letaknya... Kenapa menjadi satu dengan Pos Jaga?” pikir anak muda itu tanpa mempertanyakan pada Sistem.

[Pergilah ke sana, Perjalanan Kandidat untuk melihat masa depan yang Kandidat inginkan akan segera di mulai.]

Damar benar-benar pergi ke tempat yang telah diberi tanda di dalam Map, dia terbelalak dengan mulut menganga melihat apa yang muncul pada tempat yang telah di beri tanda.

[Pergi menuju Perpustakaan Toramin selesai! Kandidat mendapatkan 1 point penyelesaian tutorial.]

[0065/5000]

“Jadi Perpustakaannya benar-benar ada, itu muncul dalam waktu satu malam. Bagaimana Sistem melakukan ini?” ucap heran Damar.

“Anak Muda, kau ada disini? Padahal Pak Tua ini ingin pergi ke rumahmu untuk memberitahukan padamu tentang ini.”

“Lihatlah! Selamat datang di Perpustakaan Toramin!!”

1
Elok Fauziah
Udah nggak lanjut lagi kah ini cerita?
Elok Fauziah
Sudah ku duga kalau ibu Damar pasti hamil /Blush//Slight/
Elok Fauziah
Keren juga, secara nggak langsung sistem mengajari Damar untuk bisa berinteraksi dan berani bertindak sesuatu yang positif
Elok Fauziah
Yang sabar /Chuckle//Chuckle/
Hehe😁
min, kapan up lagi?
Zafrullah Effendy
makin mantap thor.....
BlackRoby: Thanks buat Supportnya Bang Zaf
total 1 replies
OFI 00
mantap
Aisyah Suyuti
menarik
Rodhy Alfany Putra
up nya Thor,,
OKIA.R
gassssss thorrrr
BlackRoby: Gas!!!!🥶
total 1 replies
زيتون مامة
tq thor, smgt updatenya
BlackRoby: 2 lagi hari ini, Thanks buat semangatnya😁
total 1 replies
زيتون مامة
author bila nak update lagi?
BlackRoby: Sekarang. kebetulan langsung dua Bab, sabar ya masih di review😅
total 1 replies
ifaya
akhirnya author muncul jua
ifaya
segelas kopi penyemangat untuk author
BlackRoby: Thanks Kak Ifaya, maaf masih belum bisa up karena kondisi tubuh kurang sehat
total 1 replies
ifaya
tak bawain hadiah buatmu thor
ifaya
thank you very much author
yuce
karena mcnya maaih bocil ditest dulu paa umur 18 thun baru deh sistem menyatu dengannya. bocil pemalaa dan durhaka jqdi beeubah jadi anak hebat.
yuce
kali mc sostemnya anak kecil bukan pria dewasa mantap nih biar gak jadi anak pemalas.
yuce
sakitnta pasti gak ketulungan cuy.
yuce
sianak durhaka sadar juga walau lwat sistem.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!