NovelToon NovelToon
Burning Passion In Love 2!

Burning Passion In Love 2!

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Mafia / Balas Dendam / Roman-Angst Mafia / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rose_Crystal 030199

Sequel : Burning Passion In Love!

Stefano, Casanova bastard yang sangat dingin. Prioritas utama adalah membalas dendam pada keluarga Weldon.

Dengan 2 saudaranya, Stefano berlayar menjadi seperti Ayahnya. Seorang Mafia kejam dan Pengusaha sukses.

Sebuah taktik keji mengharuskan di antara 3 pria kejam maju untuk menikah dengan Putri Mr Weldon. Alhasil Stefano yang maju untuk menikah dengan gadis baru lulus SMA.

Kisah rumit yaitu : cinta, dendam, benci, pembunuh dan gairah melebur menjadi kesatuan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose_Crystal 030199, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BPIL2 - Beach!

Stefano mengetik pekerjaan kantor. Tangan kekarnya terus aktif hingga suara pintu terbuka. Dia menyeringai setan melihat Rihana datang dengan penampilan sexy.

Rihana ingin menggoda Stefano walau tahu sang Bos sudah menikah. Dia sangat tahu seberapa liar atasannya perihal ranjang. Ia cukup kenal tabiat liar Bosnya. Rihana ingin sekali mengait Stefano kembali di atas ranjang.

"Mr. saya bawa dokumen yang Anda inginkan."

"Hm," sahut Stefano.

"Mr. apa Anda membutuhkan servis?" goda Rihana.

"No, aku sudah memiliki, Istri."

Tanpa peduli Rihana mendekat lalu duduk di pangkuan Stefano. Perlahan memagut bibir Stefano tanpa terkecuali.

Stefano melepas pagutan Rihana lalu menyentak agar turun. Dengan kejam dia menjambak rambut panjang sekretarisnya. Dia tidak sudi di raba atau pun di sentuh oleh wanita lain. Karena baginya hanya Queenaia yang berhak atas dirinya.

"Don't touch me!"

"Sorry, Mr. Please ... lepas ini sakit."

"Damn ... get out of here, *****!"

"Okay, but please lepaskan saya."

"Keh, menjijikkan!"

Stefano melepas jambakan tadi dan memilih kembali mengetik. Saat Rihana keluar, Stefano memeriksa dokumen. Rahangnya mengeras dengan gigi bergemeletuk mengerikan.

"Apa ini? Siapa yang berani bermain api dengan, 'ku? Oh aku paham!"

Stefano menelepon Mafia sekaligus sepupu andalan untuk membantai orang yang bermain api. Tadi ia menyuruh Kevin, tetapi anak itu sedang menjalankan tugas. Alhasil Stefano memutuskan Vernon yang akan menjalankan aksi itu.

"Vernon, bunuh Jay segera. Kamu boleh bereksperimen sesukamu!"

"*Baik, Kak. Boleh aku jadikan serpihan daging untuk makanan, Doggy*?"

"Hm."

"Thank's, aku sangat senang. Apa kepala Jay boleh aku buang ke depan kantor polisi?"

"Hm, lakukan sesukamu."

"Baik, See you!"

Usai panggilan terputus Stefano mengetik sembari memikirkan cara agar hari ini terasa istimewa. Waktunya bersama Queenaia akan habis sebentar lagi. Maka dari itu, Stefano ingin menghabiskan waktu tersisa penuh cinta bersama Queenaia.

Dengan khusyuk Stefano searching tempat paling indah di New York. Baiklah dia akan memilih Pantai Plumb di Brooklyn. Sepertinya asyik bermain di pantai bersama sang Istri. Stefano memikirkan Queenaia dengan perasaan kalut.

"Queen, apa kamu tahu ... kurang sebentar lagi penderitaan akan datang. Semoga kamu bertahan dan terus bersinar laksana bulan purnama. Aku sangat mencintaimu, tetapi maaf dendamku lebih utama."

Stefano menghempaskan tubuh di sofa lalu memberi tahu Queenaia agar siap-siap pergi bersama. Dia ingin menikmati sunset bersama Istrinya. Stefano tersenyum tulus mendengar Queenaia bersorak senang di seberang sana. Dia langsung memutus sambungan tatkala Kevin datang.

"Kak, ada hal genting," lapor Kevin.

"What?"

"Perusahaan besar Turki memberi ultimatum."

"Lalu?"

"Lalu, kita harus bagaimana? Perusahaan itu menginginkan keadilan."

"Hancurkan saja, aku tidak butuh relasi seperti mereka."

"Kakak serius? Perusahaan ini sangat berpengaruh untuk menunjang bisnis bawah kita!"

"Why? Bantai semua jangan ada yang tersisa."

"Baikalah."

Apa menurut kamu, aku begitu keji?

Jika saja aku mampu, aku ingin mati saja dari pada menumpuk dosa. Tetapi, Weldon dan keluarganya belum hancur.

Queen, aku tidak sanggup begini. Apa kamu akan bersamaku setelah keluargamu mati di depanmu?

Queen, apa ragamu akan utuh jika melihat pembantaian keluargamu nanti?

Jika boleh berharap, aku ingin kamu tetap kokoh Queen. Topang tubuhku dan rubah aku menjadi orang baik.

Queen, aku hanya sosok lemah yang ingin perlindungan. Jiwaku terbawa kedua orang tuaku yang telah tiada.

Sakit sekali mengingat pembantaian keji itu. Weldon, kenapa begitu hina? Karena alasan harta, takhta dan kuasa mereka rela menghancurkan Teixeita.

Apa mereka manusia? Ku rasa bukan karena aku merasa mereka iblis di Neraka. Kalian sudah merubah Stefano yang malang menjadi Stefano haus darah.

Stefano yang baik menjadi iblis tidak berperasaan. Keh, apa gunanya kebaikan aku tidak peduli. Jika kalian mati, maka aku dengan senang hati menari layaknya burung merpati.

Sudah, aku hanya ingin waktu bersama Istriku. Queen, tunggu aku untuk membahagiakan kamu yang terakhir. Kita nikmati hari terakhir bersama sebelum badai kelam menghancurkan dirimu.

Sekali lagi dari hati yang paling dalam, aku minta maaf. Queen, maaf mungkin ini kebahagiaan terakhir yang kuberi. Sekali lagi maafkan aku dan akan kukatakan penuh cinta. Aku sangat mencintaimu, Queen.

Tetaplah tersenyum dan kokoh supaya aku mampu bertahan. Kamu rembulan dan aku matahari. Kita saling melengkapi namun juga menghancurkan. Queen, bertahan untuk masa depanmu karena aku janji setelah ini kamu akan bebas.

Kamu laksana mawar mewarnai benalu. Kamu obat untukku yang paling ampuh. Jika aku mati, aku berharap kebahagiaan menyertaimu.

Mungkin setelah dendam terpenuhi aku sendiri akan bunuh diri menyusui kedua orang tuaku. Sungguh dosa jika mengingat penderitaan nanti yang akan kuberi untukmu.

Queenaia, tetap bersinar walau matahari pergi. Walau ku akui rembulan tidak akan bersinar tanpa Matahari. Apa dayaku Queen? Ini adalah takdir dan kita harus menjalani penuh suka cita.

Sekali lagi tolong maafkan aku, Queen. Sampai berjumpa di kehidupan selanjutnya. Sebentar lagi penderitaan terjadi maka berjuanglah untuk dirimu. Jika kita tidak bisa bersatu di kehidupan ini maka aku berharap di kehidupan selanjutnya kita bersama selamanya.

***

Queenaia berlari ke sana kemari di bibir pantai. Sementara Stefano asyik menatap Queenaia. Keduanya sibuk pada kegiatan masing-masing. Queenaia begitu bahagia akan pantai dan Stefano bahagia melihat sang Istri bahagia.

"Stef, kemari!"

"Tidak!"

"Kak, ayolah kemari!"

"Tidak, Queen hai jangan berenang terlalu jauh!" seru Stefano.

Queenaia bukan mengindahkan malah semakin jauh berenang. Tiba-tiba kakinya terasa keram dan sulit bergerak. Tangannya menggapai berusaha meminta tolong. Queenaia berusaha menggapai udara semakin menipis.

"Kak Stef, tolong ....!" teriak Queenaia dengan usaha ingin berenang.

Stefano menyengit melihat Queenaia. Apa dia di kerjai atau serius? Dari indra penglihatan sepertinya serius. Stefano akan bertanya lagi demi memastikan sesuatu.

"Queen, jangan bercanda!" seru Stefano.

"Akh, tolong Kak Stef ....!"

Stefano tanpa babibu langsung berlari ke bibir pantai. Dengan cepat dia berenang agar cepat menggapai Queenaia. Setelah dapat ia rengkuh tubuh mungil Istrinya dan berenang ketepian. Stefano melihat Queenaia begitu kesulitan bernapas. Melihat Istrinya begitu membuatnya khawatir.

Queenaia memeluk erat leher kokoh Stefano. Dia menangis merasa sakit pada kakinya. Mungkin tadi ia sempat jatuh makanya kaki kanan terasa kebas. Napasnya juga agak tersendat membuatnya kesusahan bernapas. Air pantai masuk ke lambung membuat Queenaia harus ekstra sabar menahan pedih.

Sampai di daratan Stefano memangku Queenaia lalu mengusap pipi bulat sang Istri. Deru napas Istrinya sangat berat bahkan terkesan terputus-putus. Melihat itu membuat Stefano begitu khawatir akan keadaan Queenaia.

"Queen, mana yang sakit?"

"Kaki, aku tidak apa-apa hanya kaki terasa keram."

"Kaki bagian mana?"

"Kanan, uhuk napasku sesak, Stef."

Queenaia merasa sangat pusing mengingat air pantai tertelan dan masuk hidung terasa perih sampai ubun-ubun. Dia berusaha mengendalikan laju pernapasan supaya stabil. Queenaia kapok main terlalu hiperaktif dan berakibat fatal.

Stefano memijat kaki kanan Queenaia supaya keram terobati. Lalu perlahan mengecup bibir tebal Istrinya untuk berciuman. Stefano tidak peduli tanggapan pengunjung tentang aksinya. Asal Istrinya kembali bernapas normal apa pun dilakukan.

Queenaia menyudahi ciuman mereka dan memilih bersandar di bahu lebar Stefano. Tangan mereka tertaut dengan mata menatap lurus. Dia sangat malu mengingat Suaminya mencium dirinya di tempat umum. Queenaia lebih baik bersandar sembari merengkuh pinggang Stefano.

"Apa kakimu sudah baikkan?"

"Sudah, berkat Stef kakiku sembuh. Terima kasih dan maaf membuat khawatir."

"Hn."

Stefano merengkuh bahu Queenaia seraya menatap lurus. Sesekali dia kecup pelipis Istrinya penuh sayang. Ia menikmati kebersamaan mereka terasa hangat bagai sinar sang surya. Stefano tambah mengeratkan pelukan sembari menatap lurus menikmati keindahan alam semesta.

"Stef, lihat sunset mau terlihat!"

"Hn."

Queenaia berbinar menatap sunset bersama Stefano di bibir pantai. Hingga dia sangat terkejut saat Suaminya menarik Kepalnya dan berakhir ciuman. Perlahan Queenaia mengalungkan tangan dan membalas ciuman panas Stefano.

Stefano menyudahi ciuman mereka dan memilih memeluk erat Queenaia. Sekelebat ingatan muncul saat keluarganya mati di depan mata. Sangat ingat dalam memori melihat mayat keluarganya di buang di lautan. Ingat itu Stefano begitu hancur ingin membalas akan perbuatan Weldon.

Stefano tanpa sadar merengkuh Queenaia semakin erat. Ia ingat tadi saat Istrinya tenggelam rasanya kehilangan arah. Bagaimana bisa Stefano menyakiti Queenaia sampai hancur jika melihat Istrinya terluka membuat ia terkoyak.

Queenaia sesak menerima pelukan erat Stefano. Dia merasa aneh pada Suaminya terkesan berlebihan. Sebenarnya kenapa Suaminya begitu aneh hari ini? Ia yang sesak menepuk punggung Suaminya. Queenaia bisa kehabisan napas di peluk erat tubuh besar Stefano kelamaan.

"Stef, sesak."

"Maaf."

Stefano langsung melepas pelukan dan tersenyum minta maaf. Dia mengecup kening Queenaia sembari berbisik seductive, "Queen, mari habiskan waktu bersama sampai puas. Jadikan hari ini kenangan terindah yang tidak terlupakan. Aku sangat mencintaimu, Queen."

"Stef, aku sangat senang menghabiskan waktu bersama kamu. Ayo kita bersenang-senang sampai lupa esok. Aku ingin mengukir kenangan yang sangat berkesan di pantai ini. Aku juga sangat mencintaimu, Stef!"

Stefano memiringkan kepala guna mencium bibir Queenaia. Biarkan ini menjadi penutup kebahagiaan dan esok membuka kepahitan. Baginya hari ini terakhir kali ia mampu bersikap manis. Untuk esok mungkin hanya duka yang mampu Stefano berikan pada Queenaia.

Queenaia membalas ciuman Stefano tidak kalah lembut. Tangan kecil itu merengkuh erat leher kokoh Suaminya. Dia berharap di pantai penuh keindahan ini akan menjadi kenangan termanis. Queenaia akan menghabiskan waktu di tempat indah bersama Stefano sampai lupa esok.

1
Fina Safina
aku sekarang jadi mengerti. Tuhan itu adil, dia mengambil kedua orang tua mu lewat ayah queen itu membuatmu terluka. Dan dia menyembukan lukamu lewat queen. ibaratnya akan ada obat dari rasa sakit itu sendiri
Fina Safina
s teh mboran oh🤣
Fina Safina
s teh mboran oh😂🤣
Eka Ps
ka kapan BPIL 3
Bundanya Pandu Pharamadina
visualnya sungguh cantik mungil👍❤
Bundanya Pandu Pharamadina
nyimak🙏👍❤
Rini Haryati
ceritanya bagus
sukses
semngt
mksh
keren
gemini
Luar biasa
Jean Wonga
buat apa bilang kalo msih kjam...tkutnya dgu2rkn...mndingan lari hauh
Jean Wonga
betul kiano n anastasia sy rasa trus mgkambing hitamkn adam
Jean Wonga
jgkel bnci g pa2 asal jgn ada wanita yg mgcau rmhtangga queen thorr...evceen dtg smoga queen g mo kalah berani
Jean Wonga
betul stefano n vernon ok bget tpi kevin kurang jreng deh
Juan Sastra
gimana ceritanya peran utama kok mati...
Juan Sastra
hah sandi wara namun menikmati sekali lumatan bibir ujung ujungnya tidur bersama...hadeeehh.dahlah Queen lepaskan dan pergi saja,,bodoh sekali mau menyiksa bathin sendiri..cinta mah ggak menyakiti apalagi melukai..
Juan Sastra
ini sebenarnya bukan kisah novel berdialog namun lebih berkesan kisah curhattan dari hati ke hati..
Juan Sastra
sudah begitu banyak kisah mafia yg aku baca namun hanya di sini mafia merangkap kanibalisme...bikin mual dan jijik ..
dewi musnida
haruskah cinta yg baru saja bersemi pecah berantakan?
Sahril Banon
trus musuhnya sbnrnya gimns nie apa sudah di bntai apa
Sahril Banon
knp ya novel buatan indo klo ku baca sllu critanya kyk gini sklipun alurnya liat negri tau ko ngimna ya dlm critanya wanita ko kyk sllu di rendahkn alias sprti udah khilngn hrga dri hnya krn cinta mau sj brthan dgn orang kejam aduh.. pank apakah wanita yg ktanya surga di ats tlpak kakinya krn parut di hotmati krn mampu melahirkan manusia apakah sudah tak berarti smpai sudah di hilngkn sikp teguhnya menyerah krn cinta sklipun di skiti dah hidup dgn mnusia hrhati iblis apakah wanita sebegitu murahkah? sampai ng di hrgai lgi sklipun hnya dlm crita
Wiwikfaridotulsummeh24 Faridot
apakah kemungkinan ada burning passion in love season ke 3?? hehehe😉😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!