NovelToon NovelToon
Menjagamu Dengan Do'A

Menjagamu Dengan Do'A

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Merpati_Manis

Dua insan yang saling suka, tetapi keduanya tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaan dengan alasan masing-masing.

'Sebentar lagi sampean akan menikah gus. Sanggupkah aku melanjutkan ngajiku di pesantren jika nantinya setiap hari, aku akan melihat sampean bersanding dengan wanita lain?' Aida menatap nanar undangan pernikahan di tangannya yang gemetaran.

'Sanggupkah aku menjadi suami dan imam yang baik untuk istriku nanti jika nyatanya, sudah ada gadis lain yang mengisi hatiku?' Gus Umar menatap langit-langit kamar dan pikirannya berkelana, menerawang jauh.

Akankah taqdir berpihak pada keduanya dan menyatukan mereka berdua dalam sebuah ikatan pernikahan?

🙏🙏🙏🙏🙏

Terimakasih sudah hadir di novel ke empat ku ini, Bestie 🥰
Dukungan kalian adalah penyemangat bagiku 🤗😘

Mohon maaf ya, tidak ada visual di setiap novelku, agar kalian bisa bebas berimaginasi 😊🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Merpati_Manis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 12 : Apa Benar, Penyakit Bibi Aini Serius?

Malam nanti, di kediaman keluarga kyai Abdullah akan diselenggarakan acara selamatan untuk keberangkatan ibadah umroh esok hari. Sebagian santri putri sibuk di dapur, untuk bantu-bantu mempersiapkan hidangan untuk acara nanti malam.

Sedangkan santri putra, membersihkan aula dan menyiapkan kursi serta tenda yang di pasang di depan aula untuk acara selamatan tersebut.

Gus Umar juga nampak berpartisipasi membantu para santri putra, pemuda kharismatik itu ikut membantu menyiapkan minuman serta camilan ringan untuk kang santri yang sedang kerja bakti.

"Kenapa kang?" Tanya gus Umar, saat melihat kang santri yang tadi nya memegang teko namun kembali diletakkan.

"Nyuwun sewu gus, air minum nya habis," jawab kang santri tersebut, seraya tersenyum dan sedikit membungkukkan badan nya.

"Oh, sebentar ya.. aku ambilkan lagi," ucap gus Umar, dan kemudian segera beranjak dari tempat nya.

Gus Umar kemudian berjalan menuju ke dapur, dan kebetulan dilihat nya Aida sedang menyeduh teh untuk tamu ndalem. "Dik, bisa tolong buatkan es teh manis," pinta gus Umar seraya tersenyum manis.

Aida yang tadinya menunduk terkejut, mendengar suara yang tak asing itu, "oh, nggih gus," balas Aida sekilas melirik gus Umar, dan buru-buru mengalihkan pandangan nya.

Aida segera membuat kan es teh untuk santri putra sesuai permintaan gus Umar, dan gus Umar menanti sambil berdiri di dekat Aida hingga membuat gadis itu menjadi grogi.

Kedua nya sama-sama diam, tak ada yang membuka obrolan.

"Da, tambah dua lagi ya teh nya," suara Laila dari arah ndalem memecah keheningan.

Aida menoleh kearah sumber suara, tetapi tidak dengan gus Umar yang masih setia berdiri menunggu di tempat nya.

"Oh, ada kakak rupa nya. Maaf ya Da, aku jadi ganggu nih," bisik Laila seraya mengerling pada sang kakak.

Gus Umar hanya geleng-geleng kepala, digoda sama adik nya itu.

"Ini gus, es teh nya sudah siap," ucap Aida, seraya menyerahkan teko kepada gus Umar.

"Sudah manis kan dik?" Tanya gus Umar memastikan.

Aida mengangguk,

"Kalau belum manis, kakak pas minum sambil ngebayangin Aida saja... pasti akan terasa sangat manis," bisik Laila pada kakak nya, agar tak terdengar oleh santri putri yang lain.

Namun Aida masih bisa mendengar nya, dan dia mencubit pelan lengan sahabat nya itu.

Sedangkan gus Umar tersenyum dan mengangguk setuju, "ya, kamu benar dik.. pasti manis banget, sebab tanpa gula pun sudah terlihat sangat manis," balas gus Umar, sambil tersenyum kepada Aida.

Aida buru-buru menunduk kan kepala nya, pura-pura tak mendengar.

Gus Umar kemudian segera berlalu meninggalkan dapur, dan di saat yang sama terdengar ponsel Aida berdering di atas meja. Aida melirik ponsel nya dan tertera nama mbak Ning di sana.

"La, tolong kamu lanjutin yah, dan antar kan ke tamu nya abah.. atau kamu bisa minta tolong sama mbak santri, aku mau terima telpon dulu dari mbak Ning," pinta Aida, dan buru-buru mengambil ponsel nya yang tergeletak di meja.

Aida sedikit menjauh, dan kemudian mengangkat panggilan tersebut. Wajah Aida tiba-tiba terlihat mendung setelah mendengar suara di seberang sana.

Dengan lemas Aida menutup telpon nya, dan kemudian berlalu begitu saja tanpa menghiraukan Laila yang menatap nya... Aida meninggalkan dapur menuju ke pesantren.

Dengan cepat Aida berkemas, "aku tak perlu menceritakan hal ini pada Laila ataupun umi, aku enggak mau membuat mereka khawatir. Besok pagi mereka akan berangkat umroh, aku enggak mau mereka batal pergi hanya karena ibu sakit," Aida bergumam dalam hati.

Aida berjalan sedikit tergesa menuju ndalem, dan mencari keberadaan nyai Robi'ah. Ternyata nyai Robi'ah sedang ikut menemui tamu nya, dan dengan sangat terpaksa Aida pun menuju ruang tamu karena dia tak ingin menunggu lebih lama lagi. Dia takut ibu nya kenapa-napa, sebab suara mbak Ning di telpon tadi terdengar sangat panik.

"Nywn sewu umi,," lirih Aida seraya mendekati nyai Robi'ah.

"Iya Da, ada apa?" Nyai Robi'ah mengernyit, menatap Aida dengan penuh tanya.

"Aida mohon ijin untuk pulang, ibu masuk angin nya kambuh," balas Aida hati-hati.

"Oh, iya,,iya Da. Pulang lah, semoga mbak Aini enggak kenapa-napa. Segera dibawa berobat ke dokter ya nduk, dan kalau besok kondisi nya sudah membaik.. ajak ibumu kemari," nyai Robi'ah menyambut tangan Aida yang menyalami nya.

"Nggih umi, Aida pamit,,, assalamu'alaikum," Aida segera beranjak pergi meninggalkan ruang tamu, namun nyai Robi'ah mengikuti nya dari belakang.

"Kamu pulang nya biar di antar sama gus Umar saja Da," tutur nyai Robi'ah, sambil berjalan mensejajarkan langkah nya dengan sahabat putri nya itu.

"Ndak perlu umi, Aida mau naik ojek saja biar cepat sampai," tolak Aida dengan halus.

"Kalau begitu, kirim salam buat ibu mu ya nduk.. semoga cepet sehat," tutur nyai Robi'ah seraya mengelus punggung Aida.

"Nggih umi, insyaallah nanti saya sampaikan. Aamiin.. makasih do'anipun umi," balas Aida, dan gadis cantik itu segera berjalan meninggalkan kediaman kyai Abdullah.

"Masyaallah,, aku lupa enggak pamit sama Laila," gumam Aida sesaat setelah diri nya sampai di luar gerbang, "nanti aja deh aku chat," lanjut nya seraya berjalan menuju pangkalan ojek.

Dari kejauhan ternyata gus Umar melihat Aida yang berjalan keluar dari ndalem dengan terburu-buru. "Aida, mau kemana dia? Seperti nya buru-buru sekali?" Gus Umar bertanya-tanya dalam hati.

Dengan langkah cepat, gus Umar berjalan masuk kedalam rumah untuk mencari keberadaan sang adik. "Laila pasti tahu, kemana Aida akan pergi?" Gumam gus Umar seraya terus melangkah, mencari sang adik di kamar nya.

Tanpa mengetuk pintu, gus Umar nyelonong masuk kedalam kamar sang adik hingga membuat Laila yang baru saja membaringkan tubuh nya di buat terkejut, "kakak?! Main nyelonong aja, masuk kamar enggak ketok pintu dulu?" Protes Laila, seraya mengerucutkan bibir nya. Laila kemudian bangkit dari pembaringan nya, dan duduk di kursi kecil.

"Dik, tadi Aida kok buru-buru,,, mau kemana dia?" Tanya gus Umar, dengan mengabaikan protes sang adik.

Laila mengernyit, "buru-buru gimana maksud kakak?" Tanya Laila yang memang tak mengerti apa-apa.

"Aida keluar dan bawa tas dik, kayak buru-buru gitu?" Gus Umar mengerutkan kening nya, "masak kamu enggak tahu dik?" Gus Umar kembali bertanya.

Laila menggeleng lemah, dan sesaat kemudian Laila berdiri. "Umi, umi pasti tahu. Tadi Aida habis terima telpon dari mbak Ning kak, dan dia buru-buru balik ke pesantren," ucap Laila, seraya mengenakan hijab nya dengan cepat.

"Ayo kak, kita tanya sama umi," Laila menyeret lengan sang kakak untuk mengikuti nya menemui nyai Robi'ah.

"Umi,, umi,," Laila nampak tidak sabar, memanggil-manggil umi nya.

"Dik,, jangan teriak-teriak ah, kayak di hutan saja kamu," gus Umar memperingatkan adik nya.

"Ada apa ning?" Tanya sang umi yang berjalan tergopoh-gopoh dari ruang tamu, begitu mendengar putri nya memanggil dan terdengar panik.

"Aida mi,, Aida, kemana dia pergi mi?" Tanya Laila yang nampak khawatir.

"Apa dia enggak pamit sama kamu ning?" Nyai Robi'ah bukan nya menjawab, tapi malah balik bertanya pada putri nya.

Laila menggeleng, "tidak mi," balas Laila dengan cemberut.

"Bibi Aini sakit, maka nya Aida buru-buru pulang." balas nyai Robi'ah.

"Sakit lagi? Apa benar dugaan ku, kalau sebenar nya penyakit bibi Aini serius?" Gus Umar menyimpan tanya dalam hati.

bersambung,,,

1
ika
awas aja klo nanam benih dmn" dan ujung" nya hamidun semua
ika
Luar biasa
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh apresiasinya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
ika
klo di lingkungan pesantren panggil anak nya jg dgn sebutan Gus ato Ning gitu ya?
Aster Blossom
kirain udah seutuhnya banget, ternyata belum....🤭😬
Merpati_Manis (Hind Hastry): belum, Kak 😁
mksh hadirnya, yah 🙏🥰
total 1 replies
D_Mayanti
Luar biasa
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh apresiasinya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
Yuni Astutik
💗💗💗
Yuni Astutik
🤗🤗🤗🤗
Yuni Astutik
Kecewa
Yuni Astutik
Buruk
mama aya
ryan sama mb ning nanti ...
mama aya
aku nangis kak 😭😭😭
Merpati_Manis (Hind Hastry): sini, peyuk 🤗🤗
total 1 replies
mama aya
aku jahat gk ya
kalo berharap ning zahra meninggoy dan gus umar sama aida ...😃😃
mama aya
aku nangis bombay kak
mama aya
makanya bu retno banyak uang
ternyata eh ternyata 😁😁
mama aya
mencintai dalam diam
begitu menyakitkan 😭😭😭
Merpati_Manis (Hind Hastry): banget.. nyesek 🥹
total 1 replies
mama aya
nyimak kak
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh hadirnya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
Nar Sih
mampir lgi kakak👍❤️
Merpati_Manis (Hind Hastry): yuhuu.. mksh 🥰🙏
total 1 replies
zian al abasy
smngat dlam brkarya..smua bgus"crta author
zian al abasy: hehe ak udh bca dr lma.krna td bca yng gus fattah sm rubi scra marathon dn selesei bru ingat klo ak blum kasih bintang 5 buat krya menjagamu dengan doa dn bru skrng ak cri trus lngsung kasih bintang 5 ny 🙏.smua krya mommy bgus smua brsngkutan dngan klluarga alamsyah best..ttp💪
total 2 replies
Nurr Amirr🥰💞
Hadirrrrr thorrrr🥰🥰🥰🥰
Merpati_Manis (Hind Hastry): siap, Kak. mksh hadirnya 🥰🙏
total 1 replies
sherly
novel yg bagus banget sarat dgn ilmu... tq Thor
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh apresiasinya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!