NovelToon NovelToon
MR. ARROGANT'S BABY

MR. ARROGANT'S BABY

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:630.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Aleena Marsainta Sunting

Follow my IG : aleena.marsainta_sunting

Maureen Aditama dijebak kakaknya untuk melakukan kencan buta yang tak pernah dia inginkan.

Dia, diberikan minuman yang membuat tubuhnya terasa panas dan terbakar. Sekalipun begitu, dia tetap berusaha waras dan menghindari.

Namun, dia malah bertabrakan dengan orang yang tak pernah diduga. Maximus Mollary, pengusaha bertangan dingin yang tak mudah disentuh oleh siapapun, dia malah luluh saat melihat wajah Maureen. Membuat gadis itu terikat dengan pria arogan yang mencintai dengan caranya dan mengubah seluruh hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aleena Marsainta Sunting, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MAKAN MALAM

Maureen terbangun saat merasakan ponsel didalam tasnya tak berhenti bergetar. Dia, melirik jam di kamarnya, jam lima sore berlalu begitu saja.

Aku ketiduran seharian.

Gadis itu duduk diranjang kecilnya. Meraih tas dan melihat ponselnya. Matanya mendelik saat melihat nomor yang tak dia kenali melakukan panggilan lebih dari dua puluh kali.

Siapa sih? Kurang kerjaan.

Baru saja dia akan melemparkan ponselnya, kembali ponselnya bergetar. Terpaksa, sekaligus penasaran gadis itu menggeser tanda berwarna hijau dan menempelkan di telinganya.

"Berani sekali kau mengabaikan panggilanku!" suara bariton terdengar di telinga gadis itu dan sontak dia melemparkan ponselnya ke ranjang.

Apa itu? Apa aku tidak salah dengar?

Maureen merasa dia masih seperti bermimpi. Namun, saat melihat ponselnya masih dalam panggilan dia segera menempelkan lagi di telinganya.

"Ha-ha-lo!" ucap Maureen ragu-ragu.

"Kau sudah bosan hidup? Berani sekali kau mengabaikan panggilanku!" ucapnya. Masih dengan tekanan penuh ancaman.

"Ma-maaf, ini siapa? Anda salah sambung!" Maureen yang merasa tak mengenal nomor pemanggilan apalagi suaranya. Dia, tak pernah merasa memasukkan nomor ponsel tadi.

"Cih, kau pura-pura tak mengenalku setelah kau menerima uang dariku, hah. Dasar wanita tidak tahu diri!" makinya. Suara terdengar berat. Dia benar-benar kesal karena gadis itu tak mengenalinya.

"Sungguh, maaf, aku tidak kenal. Anda mungkin salah sambung!" cetus Maureen.

Maureen mendengar pintu kamarnya di ketuk dan spontan menekan tombol memutuskan panggilan.

"Arrrggghhh!! Dasar wanita kurang ajar, berani sekali dia mengabaikan-ku. Lihat apa yang akan kuperbuat kalau aku bertemu denganmu lagi!" Max terlihat meradang saat dia menghubungi Maureen, tapi gadis itu malah tak mengenali suaranya.

"Martin, kau sungguh sudah memasukkan nomorku?" Max berkata dengan geram menatap bawahannya.

"Sudah Tuan, bahkan saya sudah memasukkan chip di ponselnya. Kemanapun dia pergi, Anda pasti akan menemukan!" jawab Martin membuat sedikit amarahnya berkurang.

Max tak menjawabnya. Lihat saja, asal aku bertemu lagi, aku pastikan menghukummu dua kali lipat.

***

"Ada apa, Bi Marni?" Maureen yang membukakan pintu pada seorang pelayan yang sudah berdiri di depan pintunya.

"Maaf, Non Iren sudah waktunya turun. Tuan dan Nyonya juga sudah menunggu!" ucap Bi Marni.

"Terima kasih, Bi, aku turun sebentar lagi ya!" ucapnya dan segera menutup pintu saat pelayan tadi pergi.

Bi Marni hanya akan keluar jika ada ayah Maureen di rumah. Dia, akan melayani Maureen seperti biasanya, tapi setelah ayah Maureen pergi, dia dan Bi Marni memiliki posisi yang sama.

Maureen tak mau mempermasalahkan semua, apalagi ancamannya dia akan memecat pelayannya. Bi Marni adalah satu-satunya pelayan yang tersisa dari keluarga besar Aditama dan merupakan kepercayaan ibu kandung Maureen.

Walaupun Bi Marni sering membelanya, tetap saja Maureen tak ingin satu-satunya orang yang tersisa menanggung kemalangan yang sama.

Maureen bergegas ke kamar mandi. Dia segera membasuh tubuhnya yang masih menyisakan tanda-tanda peninggalan lelaki yang tak dikenalnya.

Aku harus mencari pakaian yang tidak terbuka.

Batinnya terus mencari baju yang cocok dikenakan untuk acara yang sudah digadang-gadang oleh ayahnya.

Sepertinya hanya makan malam biasa.

Maureen mengenakan dress polos berwarna merah diatas lutut. Dia, membiarkan rambutnya panjangnya tergerai secara alami. Riasan yang dipakai pun tak mencolok, dia berdandan dengan sangat sederhana.

Maureen turun ke ruang keluarga, ayah, ibu dan kakak tirinya sudah menunggu. Shasa terlihat berdandan sangat menawan. Glamour dan sexy.

Mobil mereka berhenti disalah satu restoran bintang lima. Shasa sudah menggandeng lengan adiknya. Dia sudah kembali berakting sebagai kakak yang menyayangi adiknya.

Max pun tiba tak lama setelah mobil ayah Maureen diparkirkan. Dia, melirik sekilas gadis yang sedang diburunya itu.

Untuk apa dia kesini?

Max yang kebetulan ada pertemuan di tempat yang sama.

"Martin, cek kenapa dia ada disini!" perintah Max. Martin melayangkan pandangannya pada tatapan tuannya.

Martin memberikan aba-aba pada pengawal lainnya sementara dia memeriksa yang diperintahkan.

Maureen hanya tertunduk saat Shasa dan keluarga membawanya memasuki ruangan pertemuan. Dia, sebenarnya ingin menolak ajakan ayahnya. Namun, dia tak ingin ayahnya membuat hidupnya semakin sulit.

"Kak Nick!" ucap Shasa. Wajahnya langsung sumringah saat melihat Nick dan keluarga sudah menyambut kedatangan mereka.

Nick tampak melirik kearah Maureen, dan gadis itu langsung menarik wajahnya saat kakaknya memanggil nama orang yang sangat spesial untuknya.

Keluarga mereka saling berjabat tangan. Shasa tak ingin melewatkan kesempatan, dia segera bergelayut manja di lengan Nick.

Mereka masuk ke ruangan pertemuan. Maureen menghentikan langkah kakinya ketika melihat satu keluarga sudah berada dalam ruangan itu. Mata Maureen mendelik, tubuhnya bergetar saat melihat seorang pria dengan balutan perban di kepalanya.

Gadis itu yakin dia tidak salah melihat. Laki-laki itu terus menatap tajam kearahnya. Dia, seolah tak ingin melepaskan buruannya lagi.

"Selamat malam, Tuan Prakoso!" sapa Johan, ayah Maureen menjabat salah seorang laki-laki bertubuh gemuk dan berpelukan.

Tubuh Maureen bergetar, dia tak menyangka kalau orangtuanya mengenal keluarga laki-laki itu. Ingin rasanya gadis itu berbalik dan melarikan diri dari pertemuan itu. Namun, lagi-lagi keberaniannya menciut. Dia hanya bisa pasrah ketika Wina, ibu tirinya menggandengnya duduk bersebelahan dengan laki-laki yang membuatnya ketakutan.

1
Nurhidayah Dayah
gantung lagi cerita ni,,,,
Alanna Th
karina nyari mati!
Alanna Th
brjodoh; gorila = kingkong
Alanna Th
biasa, lagi hot" very hot terus dtnglh sang mntn ngotot come back /Puke//Toasted/
Alanna Th
iya enak kali dkasarin terus. kalo aq, akan lngsng ngusir nick yg sdh jadi cln swami org lain itu
Alanna Th
nick, khadiranmu sdh ga guna, hanya nambah mslh aja bwt ella
Alanna Th
bagus! hajar smp semaput, biar kapok
Alanna Th
waaa, shasa sdg mnyerahkn tbhny utk jadi santapan buaya peliharaan s max
Alanna Th
lupakn nick, lk" lemah tak brguna
Luchi Chipoedanz Sihite
mana lanjutannya thor,ko gantung ini😭😭😭😭
Ijjem Chii'Cwe Merah'Jambu
bagus,dan lanjutkan lagi ceritanya
Ugi Moms Yuniie
bagus
Sulis Sda
visual nya Thor😉😉
Sa Id
aaaaaa kok enggak up""si kk
sandi Gelau
lambat lagi nk up...
Lineke Walangitan
hamil 🥰
Uchi Hafiz
lanjut
inayah machmud
padahal cerita nya bagus sayang tidak ada lanjutan nya. ..
Ardianto 2f
sayang thor setiap novelnya banyak yg ke stop,padahal banyak karyanya banuak juga ga di tuntaskan.
Nelly Harmawati
Awal cerita yg bagus , bahasanya juga bagus, rapi nggak typo...
semangat thor.....😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!