Kisah tentang kehidupan seorang Penguasa Dunia Hitam dan Penguasa Dunia Nyata
.....
VALERIE VALENTINO adalah pewaris asli dari darah mafia NIEL BLOOD. wanita anggun nan cantik tapi memiliki jiwa raja iblis di dalam dirinya.
ALEXANDER J DOMINIC adalah seorang pengusaha sukses dan juga pemimpin dari mafia miliknya yang bernama DEMON BLOOD.
_ _ _
slurrrppp.... ( Vale meminum darahnya sendiri )
" hmmm ... memang benar kata kakek tidak ada yang lebih nikmat dari darah seorang NIEL sejati " ucap Vale sambil tersenyum setelah meminum darahnya sendiri.
" MATA DIBALAS MATA - DARAH DIBALAS DARAH - NYAWA DIBALAS NYAWA "
perkataan yang selalu Vale lontarkan kepada musuh sebelum ia menghabisi nyawa musuhnya itu.
akankah Vale bisa menghabisi seluruh musuhnya dan akan berakhir bahagia bersama dengan Alex ?
ikutilah perjalanan cinta mereka dan lihatlah bagaimana seorang wanita cantik berubah menjadi seorang iblis yang akan memusnahkan setiap musuhnya !
WARNING 21+
IG : ayu.as20
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ambarayu96, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 11 Vale vs Brama
disebuah club' malam terbesar di Jakarta kini mendadak menjadi sepi. tempat yang biasanya penuh dengan hingar-bingar dunia malam kini terasa sepi. padahal beberapa waktu lalu tempat ini masih ramai namun saat ini sudah sepi bagaikan bangunan tak berpenghuni.
*tes
tes
tes*
suara tetesan darah yang mengalir dari telapak tangan kanan gadis cantik namun berbahaya. Valerie Valentino. gadis cantik yang merupakan keturunan murni dari seorang pemimpin mafia NIEL BLOOD.
di dalam club'itu kini telah berdiri beberapa orang disana. Brama dan kawan-kawannya ditemani Jessica cs dibelakangnya. sedangkan Vale dan Angel ditemani para kakaknya juga Alex dan Dallas dibelakangnya. karena sekarang posisi Vale dan Bram berdiri berhadapan di tengah-tengah lantai itu.
" ini adalah dendam di antara kita berdua ... bagi yang tidak bersangkutan diharapkan menyingkir dari tempat ini kalau masih ingin hidup " ucap Vale dengan nada dinginnya.
Angel dan orang dibelakangnya pun mulai berjalan mundur jadi Vale.
" hahaha lihatlah betapa angkuhnya dirimu Vale ... tidakkah kau khawatir dengan kondisi tanganmu itu ? kau bisa mati sebentar lagi tapi kau masih saja berbicara seakan-akan kau yang akan menang disini hahaha.... " ucap Bram masih sambil tertawa.
" tangan ? tanganku ini ? " ucap Vale santai sambil memperlihatkan tangannya yang sudah penuh dengan darah yang masih mengalir.
" aku tidak akan bisa mati jika aku belum ingin mati " ucap Vale dengan tegas sambil melihat tangan yang penuh darahnya sendiri seakan-akan tidak terjadi apa-apa pada tangannya.
sedangkan orang yang berada di belakang Vale kini sudah sangat ketakutan dengan jiwa iblisnya. Angel pun membisikkan sesuatu pada Daniel.
" kak , beritahu papa " bisik Angel.
" sudah , papa dalam perjalanan " balas Daniel dengan mulut nya namun tanpa suara karena ia tahu Vale bisa mendengar suara itu dengan earphone nya.
Jessica dan teman-temannya pun hanya bisa diam dengan wajah ketakutan semenjak Vale memecahkan gelasnya tadi. keempat wanita tersebut ketakutan melihat wajah asli Valerie yang sangat menakutkan. memang dari dulu Vale tidak menanggapi serius ucapan maupun keusilan dari Jessica cs namun ini berbeda karena bersangkutan dengan kematian dari sahabatnya dulu.
" hahaha " tawa dari Brama masih saja terdengar mendengar setiap kalimat yang terucap dari mulut Vale.
melihat itu Vale pun tersenyum tipis lalu ia mencoba menghirup dalam-dalam aroma darah segarnya itu.
" hmm .... wanginya darahku ini " ucap Vale sambil tersenyum dan memejamkan matanya menikmati aroma itu.
slurrrppp....
Vale pun menghisap dan menjilati darah ditangannya itu sambil terus menatap ke arah Bram yang terlihat shock dengan aksi Vale itu.
sedangkan Jessica cs semakin bertambah gemetar melihat Vale.
" hmmm ..... memang benar kata kakek tidak ada yang lebih nikmat dari darah seorang NIEL sejati " ucap Vale.
kemudian ia pun memejamkan matanya untuk mengumpulkan jiwa iblisnya agar bisa menyatukan dengan tubuhnya. setelah merasa sudah menyatu ia membuka matanya dan menatap tajam Bram dengan mata merahnya.
" hahahaha .... datang lah ba**sat !!! " ucap Vale sambil melambaikan tangannya pada Bram.
" jangan sok jagoan kamu ja**ng " geram Bram.
melihat di atas meja sampingnya ada garpu, secepat kilat ia memutar tubuhnya dan mengambil garpu itu lalu melemparkannya tepat ke arah Bram. kini garpu tersebut menancap sempurna di mata kirinya. walaupun jarak keduanya sedikit jauh namun kekuatan dan kecepatan dari jiwa iblisnya itu telah menguasainya saat ini.
" AKHHHHH.... " teriak Bram. kemudian ia mencabut garpu itu.
" AKHHHH .....ba**sat kau Vale " umpat Bram.
Vale hanya bisa tertawa kecil melihat reaksi yang diberikan oleh Bram itu. sedangkan orang-orang di sekitarnya melotot melihat wajah Vale dan kekejaman dari seorang Valerie itu. bagi yang belum tahu Vale, mungkin akan mengira Vale gadis cantik dan sedikit pendiam. namun siapa sangka di balik wajah cantiknya tersimpan jiwa iblis yang tiada tandingannya.
" Vale, ini kah kamu sebenarnya ? " batin Alex.
Alex dan Dallas hanya bisa diam saja melihat semua yang ada di depannya itu. sesekali merasa terkejut dengan aksi tiba-tiba dari Vale.
" orang yang terlalu banyak bicara biasanya bodoh " ucap Vale mengejek Bram.
tidak terima dengan ucapan dari Vale Bram pun maju menghadapi Vale. Vale pun juga demikian dengan langkah santainya menghampiri Bram.
BRUGH
Bram yang awalnya ingin meninju Vale kalah cepat dengan tendangan Vale di perutnya mengakibatkan Bram tersungkur ke belakang. ia pun merasakan sakitnya tendangan seorang Valerie. Bram mengira mungkin Vale hanya bisa beladiri namun ia tidak menyangka tenaga yang di keluarkan oleh Vale bukan tenaga seorang wanita biasa.
" ba**sat !!! tunggu apa lagi cepat hajar ja**ng itu " perintah Bram pada teman-temannya.
Vale hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum tipis melihat Bram.
pertempuran dari ketiga teman Bram dan Vale pun tak terelakkan. walaupun mereka menyerang bersamaan namun dengan mudahnya Vale menghindari dan membalas dengan cepat dan tepat. Vale pun tidak terlihat kewalahan menghadapi mereka justru merekalah yang kewalahan dengan gerakan cepat dari Vale.
KRAKKK
salah satu teman Bram pun sudah tumbang karena Vale mematahkan lehernya dengan sekali sentakan. dan darahnya pun mengalir deras menggenangi lantai disana.
DUGHH
satu lagi temannya sudah memu*tahkan darahnya walau hanya dengan sekali tendangan Vale tepat di dadanya.
SRAKKK
dengan gerakan cepat Vale memutar tubuhnya sambil mengambil pisau lipatnya yang ada di sakunya lalu mene*as leher teman Bram yang tinggal 1 itu.
kini ketiga teman dari sudah terkapar tak berdaya di hadapan Vale. namun Vale masih melihat salah satu dari mereka yang sedikit bernafas , laki-laki yang tadi mun*ah darah. Vale pun berjalan mendekati laki-laki tersebut. lalu menginjak leher laki-laki itu dengan kuat hingga laki-laki itu pun menghembuskan nafas terakhirnya.
Bram pun terkejut dengan semua aksi dari seorang Valerie itu. wanita yang ia benci ternyata bukanlah wanita biasa. kini Vale beralih melihat ke arah Bram yang masih terduduk di lantai tempatnya ia tersungkur. dan di belakangnya ada Jessica dan teman-temannya yang shock dengan aksi kejam Vale. bahkan Sandra teman Jessica itu kini sudah pingsan karena saking takutnya dengan Vale.
" bukankah aku tadi sudah bilang bukan ?! ini dendam di antara kita berdua tapi kau tidak mau mendengar perkataan ku hingga akhirnya semua temanmu habis di tanganku " ucap Vale sambil terus menatap tajam ke arah Bram.
" bangunlah tunjukkan pada ku apa hebatnya dirimu ?! hingga kau bisa membanggakannya selama ini !!! " ejek Vale padanya.
" ba**sat " ucap Bram sambil berusaha bangun. sebelum Bram berdiri dengan sempurna salah satu kaki Vale sudah menendang dada Bram itu hingga akhirnya Bram pun memun*ahkan darahnya. seketika itu ia pun tumbang di hadapan Vale.
" hahaha .... akhirnya aku bisa membalaskan dendam mu Diah ... hahahaha " ucap Vale sambil tertawa namun ia juga meneteskan air matanya mengingat sahabat baiknya itu.
" Rasakan ini bre**sek " umpat Vale sambil menancap kan pisaunya tepat di jantung Bram itu.
" Rasakan ini "
" Rasakan ini "
" hahahaha "
umpatan demi umpatan ia ucapkan sambil terus men*sukan pisaunya pada bagian tubuh Bram. walaupun sejak tu*ukan Bram sudah tiada namun Vale merasa belum puas. sehingga Vale pun terus menerus men*suk nya.
" tenanglah Diah ... hiduplah tenang disana. sudah ku balaskan dendammu pada bin*tang ini " ucap Vale sedikit berteriak seolah-olah agar Diah mendengar nya. lalu ia berdiri dari samping tubuh Bram yang sudah tak bernyawa itu.
" maafkan aku Diah yang tidak bisa melindungi mu dulu " ucap Vale menatap ke atas sambil memejamkan matanya sebentar.
kini Vale beralih lagi menatap ke empat wanita yang ada di depannya itu. wanita-wanita itu gemetar ketakutan karena tatapan membunuh dari Vale.
Vale pun mulai melangkahkan kakinya maju ke arah Jessica cs.
namun baru beberapa langkah Vale merasakan sebuah tangan yang memegang kedua pundaknya. seketika ia menghentikan langkahnya dan memejamkan matanya.
ia merasakan energi yang disalurkan dari genggaman tangan itu sama dengan energi yang ada di dalam tubuhnya. sehingga ia mengetahui pasti siapa pemilik dari tangan tersebut.
" PAPA " ucap Vale sambil tetap memejamkan matanya.
" lepaskan lah " ucap Albert.
Albert tiba di tempat kejadian disaat Vale menghabisi ketiga teman Bram itu. sehingga ia bisa melihat dengan jelas aksi dari putri kesayangannya itu. dan ia membiarkan Vale menuntaskan dendam lama yang ada di dalam hati nya itu.
Albert tahu pasti semua yang terjadi di kehidupan Vale oleh karena itu ia memilih menunggu Vale menyelesaikan nya.
dan karena dendam itu sudah terbalaskan, Albert pun mulai menghampiri Vale mencoba menyadarkan jiwa nyata Vale. agar jiwa iblisnya bisa kembali ke asalnya.
" not yet " balas Vale lalu membuka matanya.
" stop Valerie Valentino " ucap Albert sedikit meninggi.
" aku tidak akan membiarkan musuhku yang ada di sini bisa keluar hidup-hidup " ucap Vale sambil menatap kearah Jessica cs.
sedangkan Jessica cs semakin bertambah gemetar dan menundukkan kepalanya.
dengan gerakan cepat Albert menekan Titik pusat syaraf pengendali jiwa iblisnya yang ada di punggung Vale seketika Vale meng*rang kesakitan dibuat nya.
AHHHHH....
suara teriakan Vale bersamaan dengan memun*tahkan darah yang ia telan tadi. seketika tubuh Vale melemas dan ambruk di pelukan papanya itu.
Angel pun mulai mendekati Vale yang tidak sadarkan diri itu.
" Daniel kau urusi disini .... lakukan sesuatu dengan wanita-wanita itu biar adikmu ini papa yang bawa pulang " ucap Albert.
" baik pa " Jawab Daniel.
" dan kau Alvin ikut papa obati luka anak ini di rumah " ucap Albert.
" iya pa .... " balas Alvin .
" ayo ngel " ucap Albert seraya berdiri dan menggendong putri kesayangannya itu meninggalkan tempat itu.
_ _ _ _ _ _
setelah papanya pulang Daniel pun memerintah anak buah nya untuk membereskan mayat-mayat yang ada di depannya ini untuk di berikan pada hewan peliharaan yang ada di belakang markas. sedangkan untuk wanita-wanita itu ia memberikan tugas kepada anak buah nya yang lain untuk membawa mereka ke tempat penyekapan yang juga ada di markas tersebut.
kini tinggallah Daniel , David , Arga , Alex dan Dallas yang masih di tempat itu.
saat ini mereka sedang duduk di salah satu sudut di sofa tersebut.
" bagaimana Alex ? apa kamu sanggup menghadapi adikku itu ? " tanya Daniel pada Alex setelah Alex mengetahui jati diri kekasihnya itu.
" apakah kakak ipar sedang mengejekku saat ini ? ucap Alex menekankan kata kakak ipar itu pada Daniel.
" hahaha ... aku hanya teringat dengan cerita dari papa dan kakek tentang kehidupan asmara mereka.. mempunyai pasangan yang berjiwa ganda bukanlah mudah.... akan banyak rintangan yang harus dihadapi untuk bisa bersama " ucap Daniel yang awalnya tertawa namun di tengah perkataannya wajahnya menyiratkan kekhawatiran disana.
" bahkan Axelle pun dulu tidak pernah mengetahui sifat asli Vale apalagi jati dirinya itu.. Axelle hanyalah laki-laki biasa namun ia memiliki otak jenius seperti dengan Vale. mungkin juga karena selama bersama mereka tidak pernah merasakan ancaman maupun masalah besar yang bisa membangkitkan jiwa iblis Vale. " tambah Daniel.
" baru kamu dan Dallas orang yang tahu dengan jati diri Vale. keluarga kita pun hanya orang tua saja yang tahu " timpal David.
" tenang saja ... aku akan melakukan apa pun untuk Vale walaupun nyawa taruhannya " ucap Alex mantap.
" yang paling penting pastikan dulu apa Vale mau sama kamu atau tidak " ucap Arga dengan santainya.
*HUFFFFTTT
Hahahaha*
sontak membuat semua orang disana tertawa terbahak bahak mendengar perkataan Arga. jangan lupa dengan Dallas yang diam-diam menundukkan kepalanya sambil cekikikan.
" kau mentertawaiku ??!! " ucap Alex meninggi pada Dallas.
" ampun tuan " jawab Dallas memelas.
" sudahlah jangan kau marahi dia " ucap Daniel sambil memeluk pundak Dallas seakan-akan membelanya.
" aisshh ..... terserah !!! " ucap Alex menyerah.
" bagaimana dengan wanita-wanita itu ??! aku yakin pasti kalau mereka di lepaskan akan membuat masalah baru " tanya Alex.
" itu yang sedang aku pikirkan... kalau di bunuh terlalu mudah bagi mereka kalau tidak di bunuh pasti merepotkan " ucap Daniel.
" mereka dimana sekarang ? " tanya Alex.
" di markas " jawab Arga .
" hm.... saya ada ide tuan " ucap Dallas.
" katakan !! " ucap Daniel.
" bagaimana kalau di buat gila saja tuan lalu di tempatkan di rumah sakit jiwa " usul Dallas.
" hm... boleh juga tapi bagaimana caranya ? " tanya David.
Dallas pun melirik ke arah Alex. Alex pun menganggukkan kepalanya tanda setuju.
melihat Alex dan Dallas bertukar kode , membuat jiwa kepo Arga meronta-ronta.
" sepertinya ada yang tidak kita ketahui dari calon adik ipar ini .. hmm ?!!! " ucap Arga.
" hehehehe.... sebenarnya....
..... TBC .....