NovelToon NovelToon
Menua Bersamamu

Menua Bersamamu

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Cintamanis / Nikahmuda / CEO / Tamat
Popularitas:11.2M
Nilai: 5
Nama Author: Casanova

Menikahi Majikan Ibu — Season 2

Genre : Komedi Romantis

Perjalanan rumah tangga Barata Wirayudha, pemilik BW Group yang menikahi putri dari pembantunya sendiri, Bella Cantika.

Perbedaan umur, latar belakang dan karakter membuat rumah tangga keduanya menjadi berwarna.

Bara yang temperamen, arogan dan mudah terpancing emosi, tetapi ia seorang yang penyayang keluarga dan daddy terbaik untuk putra-putrinya.

Bella yang lemah lembut dan dewasa, terkadang suka ketus pada suaminya berusaha menjadi ibu terbaik untuk anak-anaknya di usia yang masih muda.

Keduanya tidak romantis tetapi bercita -cita memiliki kehidupan rumah tangga yang romantis. Apakah rumah tangga mereka tetap berjalan mulus di tengah perbedaan?

Ikuti kisah rumah tangga Bara dan Bella bersama putra putrinya, Rania Wirayudha, Issabell Wirayudha dan The Real Wirayudha.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Casanova, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11. Ayah daddy & Ibunda mommy

Seorang pria tampan tampak turun dari mobil hitam yang terparkir di depan sebuah gedung SMA. Dengan setelan casual dan kacamata hitamnya, ia membuang pandangan ke sekitar. Mencari tahu kapan gadis pujaannya akan keluar dari gerbang.

“Teo ....” sapa Rania dengan senyum manis. Gadis itu melangkah keluar dari gedung sekolah dengan tas menggantung di pundak, membelah dada. Rania selalu tampak manis dan menggemaskan setiap saat.

Menatap punggung pria dewasa yang berdiri membelakanginya, Rania tahu pemilik punggung kekar itu tak lain adalah Matteo.

“Ran, kamu tidak ada les hari ini, kan?” tanya Matt. Berbalik, mempersembahkan senyuman hangat yang begitu meneduhkan di cuaca terik di musim kemarau.

“Tidak,” sahut Rania mengedarkan pandangan ke sekitar. Mencari Alphard hitam yang biasa menunggunya.

“Kita makan bakso di pertigaan depan. Bagaimana?” tawar Matt. Tidak membuang kesempatan yang teramat berharga.

“Aku tidak bisa lama-lama,Teo. Aku tidak mau Daddy mengamuk kalau saat mengetahui hubungan kita,” sahut Rania. Kecemasan terlihat nyata di wajahnya.

“Setengah jam saja!” tawar Matt. Masih berusaha membujuk.

Rania bergeming, tampak berpikir keras akan tawaran Matt. Hati kecilnya tentu saja ingin menerima, tetapi takut semuanya menjadi runyam kalau sampai ketahuan Bara. Ia tahu jelas seberapa mengerikannya sang Daddy saat mengamuk.

“Em ....”

“Lima belas menit saja, Ran. Teo janji tidak akan lama.” Matt melempar penawaran kedua. Otaknya sudah berkelana, siap memanfaatkan kelicikannya yang tidak tergali dengan maksimal selama ini.

“Sepuluh menit!” tawar Matt lagi setelah hampir lima menit Rania tak kunjung menjawab.

“Sudah, lima menit saja. Daddy-mu tidak akan datang dalam lima menit,” ucap Matt meraih tangan Rania dan mengajak gadis kecil itu masuk ke dalam mobilnya.

“Tung-tunggu!” Rania tiba-tiba menghentikan langkahnya.

“Ada apa lagi, Ran?” tanya Matt sudah tidak sabaran. Mereka membuang waktu terlalu lama di depan gedung sekolah.

“Bagaimana dengan Pak Rudi?” tanya Rania. Was-was dan khawatir ketahuan oleh sopir pribadinya, semua akan berantakan.

“Nanti aku pikirkan setelah kembali dari makan bakso. Ayo masuk ke dalam mobil sekarang Ran. Jangan banyak berpikir,” tegas Matt.

Rania menurut, tanpa protes mengekor langkah Matt masuk ke dalam mobil. Meninggalkan Pak Rudi yang nyaris tertidur menunggu dalam mobil. Ini bukan pertama kalinya, pasangan sejoli beda generasi itu mengelabui Pak Rudi.

***

“Pak pesan bakso dua, disiapkan paling terakhir, ya. Seperti biasa,” pinta Matt memesan langsung pada anak muda yang berdiri di depan dandang bakso yang sedang mengepul. Sesekali melirik pada Rania yang sibuk dengan ponsel di tangannya.

"Baik Pak," sahut sang anak muda masih dengan centong stainles di tangan.

Suasana warung bakso di pertigaan sekolah Rania siang itu lumayan ramai. Matt bersyukur saat mendapati keadaan itu. Seolah semesta ikut mendukung perjalanan cintanya dan Rania. Ia bisa mengulur waktu lebih lama tanpa perlu mencari alasan.

“Ran, sedikit ramai. Sepertinya akan lebih dari lima menit,” ucap Matt sembari menjatuhkan tubuhnya di bangku kayu panjang. Duduk berseberangan dengan Rania.

Dari posisi ini, ia bisa menikmat kecantikan alami Rania. Gadis belia yang terlihat manis di usia belasan. Usia di mana bunga mawar sedang keluar kuncup dan siap mekar. Di antara deretan gadis yang pernah singgah di hatinya, hanya Rania yang paling muda. Mematahkan rekor calon sebelumnya, yang tak lain adalah Mommy Rania sendiri.

Ya, Matt pernah menyukai Bella Cantika, sang mommy Rania saat tidak mengetahui statusnya yang ternyata sudah bersuami. Bahkan Matt sudah dihadiahkan Bara ketupat sebelum lebaran saat berkunjung dengan alasan mengantar ponsel.

“Ran, Ayah Daddy apa kabarnya?” tanya Matt membuka pembicaraan.

" Em ... masih seperti biasa," sahut Rania menyimpan kembali ponsel ke dalam tas.

"Kalau Ibunda Mommy? Apa baik-baik saja?" tanya Matt terkekeh. Mengingat kembali panggilan sayang yang disematkannya pada kedua orang tua Rania.

"Mommy juga baik-baik saja. Seperti biasa." Rania tersenyum sembari menatap jam di tangannya.

"Em ...." Lidah Matt keluh. Di saat bertatapan langsung seperti saat ini, semua kata-kata mutiara yang biasa mengumpul di otaknya kocar-kacir dan berantakan. Berbeda saat mereka berkomunikasi lewat chat. Matt bisa memgumbar rayuan dan gombalan dengan lancar.

"Sampai kapan kita harus main petak umpet seperti ini, Ran?" tanya Matt pelan. Ia berharap banyak pada Rania. Gadis-gadis yang didekatinya selalu memiliki banyak alasan untuk menjauh darinya. Hanya Rania yang tampak tulus menyayanginya tanpa banyak menuntut. Cukup dengan kata-katan manis, Rania akan luluh lantah.

"Daddy itu mengerikan. Kalau Teo berani berkata jujur di depan Daddy, aku tidak keberatan." Rania berkata.

Deg--

Ucapan Rania sontak membuat Matt menelan saliva. Ia tahu jelas bagaimana sifat Bara. Pria itu dulu lama bekerja sama dengan Halim Hadinata. Bahkan istana Halim di Surabaya adalah hasil kerja Bara. Termasuk penthouse yang sekarang ditempati Ditya, majikannya.

"Lain kali saja, Ran. Teo harus mengumpul nyali dan pundi rupiah dulu, baru berani mendatangi daddy-mu." Matt tertunduk.

Obrolan keduanya terhenti saat dua mangkok bakso datang bersama dengan dua gelas minuman. Baik Matt maupun Rania memilih menyudahi perbincangan dan fokus pada makanan yang tersaji di depan mereka.

***

Kalau Rania dan Matt sedang menikmati kebersamaannya, situasi berbeda sedang melanda Bara dan Bella. Pria yang sejak tadi merisaukan putrinya, berulang kali menanyakannya pada Bella.

"Bell, coba hubungi Kakak lagi. Ini sudah jam berapa?" Bara melepas pena di tangannya. Ia tidak bisa konsentrasi bekerja saat mendapati putrinya, Rania sudah terlewat satu jam dari waktu pulang sekolah seharusnya.

"Sudah Mas. Sebentar lagi juga sampai. Ini masih di perjalanan." Bella menjawab dengan tenang.

"Bell, aku serius. Apa kamu tidak menaruh curiga sedikit pun pada Kakak?" tanya Bara menatap istri yang sejak tadi duduk di sofa ruang kerjanya bersama Issabell dan Real.

"Aduh Mas. Jangan berlebihan. Kakak itu baik-baik saja. Apa yang harus dicurigai?" Bella balik bertanya.

"Bell, kakak itu sudah beranjak dewasa. Tolong diawasi. Aku tidak mau dia mengikuti jejak mamanya," tegas Bara.

Bella mengerutkan dahi sembari menatap tajam ke arah suaminya.

"Memang Mbak Brenda kenapa? Apa yang terjadi dengan Mbak Brenda dulu sewaktu SMA. Kenapa Mas jadi khawatir berlebih seperti ini?" todong Bella.

"Bu-bukan begitu, Bell ...." Bara tergagap.

"Aku tidak mau terjadi sesuatu pada Kakak. Sebisa mungkin kita harus memastikan Kakak berjalan sesuai aturan. Kita bersedia menerima kakak di keluarga kita, itu artinya kita juga harus menjaga amanah yang diberikan Brenda pada kita." Bara menghela napas. Perasaannya tidak enak sejak tadi.

"Kakak pasti baik-baik saja, Mas. Jangan khawatir." Bella menenangkan.

"Aku tidak mau Kakak mengikuti jejak Brenda. Bagaimana pun, Kakak itu darah daging Brenda. Dan aku tidak mau, sifat-sifat buruk kedua orang tuanya menurun di dirinya," ucap Bara, menjelaskan alasannya.

***

TBC

1
Renova Simanjuntak
anaknya...skrg jd 5 dong😲
I'm lala
seperti biasa ceritanya bagus. sebenarnya udah pernah baca cerita ini sama kalila dan cerita" lainnya sampai beribu" eps, sebelum ganti ke apk wat*ad trus ke f**zzo. karna udah bosan cerita yang di dua apk itu kembali lagi ke apk ini, dimana apk ini yang membuat aku pertama kali jadi hobi baca novel online
Permata Sarlia
wah karya yg bgus
ERNY TRY SANTY
dadady
ERNY TRY SANTY: dady bara luar biasa ,bikin ngakak terus karena omongan atau kelakuannya 🤣🤣🤣
total 1 replies
ERNY TRY SANTY
tiap saat,ada aja gebrakan yg tak terduga 😂😂😂😂.... pengasuh baby Ella sungguh luar biasa 😂😂
ERNY TRY SANTY
🤣🤣🤣🤣..bara bikin kesel plus ngakak sama kelakuannya 🤣🤣🤣
ERNY TRY SANTY
🤣🤣🤣🤣...makin ke sini ,makin ke sana koplak nya bara😂😂😂
ERNY TRY SANTY
Rahmat Hidayat, nasibmu ngenes banget..ga bpk ga anak ,sama" bikin dunia nya jungkir balik 😂😂😂
ERNY TRY SANTY
bara bener keterlaluan ya , curigaan Mulu sama utusannya kaila 🤣
ERNY TRY SANTY
KAI SM bara ,sama" koplaknya😂😂
ERNY TRY SANTY
😂😂😂. good job kai..aq suka klo dia udh debat SM Bara😅
Anonim
Namanya saja novel
bacaan ringan disaat wsktu luang
hiburan bukan bacaan spiritual 🙏🙏🤭
Borahe 🍉🧡
Hahahaha 😂😂😂
Borahe 🍉🧡
Hahaha😄😄
Borahe 🍉🧡
Hahaha lucu banget
Eka_Pramesti
suka
itin
umur tua pemikiran bocah SD yang suka ngebully si bara. gimana kalau bella sama sawannya minta donita dipecat ga boleh lagi ada disekitaran bara
itin
ya kali didepan orang banyak dasteran tapi didepan suami bisa hot pants 🤭🤣😄
pemahaman rumahtangga bara pasca penghianatan brenda sang mantan istri membuat ruang bella terbatas. kalau bara suamiku sudah ku tukar tambah
itin
pria disini pun begitu menginginkan istrinya utk memikirkan dirinya juga jangan hanya rumah anak dan suami. tapi begitu diikutkan malah protes sama seperti bara ini ono kucrut apalah apalah ga sesuai bla bla bla alasan sama "karna kamu istriku dan aku suamimu" prettt 😄😄😄
itin
kepekaan insting lakilaki
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!