NovelToon NovelToon
Cegil Merajut Luka Hatinya

Cegil Merajut Luka Hatinya

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis / Balas Dendam
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

"Aku mengejarmu karena mengira kamu adalah malaikat penyelamatku. Ternyata, kamu hanyalah luka paling berdarah yang sengaja aku pelihara."

Selama dua tahun di SMA Taruna Bakti, Rian Pratama rela menjadi budak cinta demi Keysha Mariela, sang kapten cheerleader. Rian tulus, ia hanya ingin membalas budak kebaikan gadis yang ia kira telah menolongnya di malam ibunya meninggal dunia. Namun, ketulusan Rian dibanting hancur di pesta ulang tahun Keysha. Di depan ratusan mata, Keysha menolaknya mentah-mentah demi Marvel, cowok idaman sekolah, sambil menertawakan kemiskinan Rian.

Di titik terendah saat Rian ingin mengakhiri segalanya, Ziva Zakiyah datang. Cewek genius, manipulatif, dan terkenal 'cegil' (cewek gila) ini membawa satu misi: balas dendam.

Ziva tahu rahasia besar yang disembunyikan Keysha, dan dia siap mengubah Rian yang polos menjadi pangeran berdarah dingin untuk menghancurkan Keysha dan Marvel.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11. Kena Smackdown Abang Ziva, (Revisi)

Tantangan dari Marvel masih menggantung di udara koridor yang pengap, tapi Keysha tidak punya waktu untuk memilih.

Di belahan sekolah yang lain, drama baru justru sedang digulirkan oleh Ziva—si sumbu petasan yang tidak pernah peduli pada regulasi sekolah.

Rian keluar dari ruang pemulasaran UKS dengan langkah pincang. Pergelangan kaki kirinya dibalut perban elastis tebal. Dokter sekolah bilang tidak ada tulang yang patah, hanya terkilir parah akibat benturan sengaja yang dilakukan Marvel saat rebound tadi.

Baginya, rasa sakit di kaki tidak seberapa dibanding rasa hina yang harus dia telan. Dia hanya anak beasiswa. Cowok yang ibunya bekerja menyetrika baju di rumah megah keluarga Marvel.

"Heh, Anak Beasiswa. Jangan lelet, buruan!"

Suara cempreng berfrekuensi tinggi itu memecah lamunan Rian. Ziva sudah berdiri di dekat pintu keluar gerbang belakang sekolah, melambaikan kunci motor dengan ekspresi tidak sabaran.

Rok abu-abunya sedikit terangkat karena dia bersandar pada motor sport merah besar yang tampak terlalu intimidatif untuk ukuran cewek SMA.

Rian menghela napas, membetulkan letak tali tas ranselnya yang terasa berat. "Ziva, gue harus balik ke rumah. Bokap gue pasti nyariin. Lagian kaki gue—"

"Kaki lo gak bakal putus cuma buat naik ke jok motor gue," potong Ziva galak. Dia berjalan mendekat, lalu tanpa permisi menarik lengan Rian, memaksanya bertumpu pada bahunya yang ringkih tapi kokoh. "Lo denger ya, Rian. Marvel itu bajingan. Tapi lo? Lo itu penakut. Kalau lo cuma diam pas diinjak, besok-besok dia bakal bikin lo pincang beneran. Ikut gue."

"Kemana?" Rian meringis saat bobot tubuhnya menekan kaki yang cedera.

"Ke tempat di mana lo bisa belajar caranya gak jadi keset kaki," jawab Ziva pendek, menyerahkan helm full-face hitam ke dada Rian.

Rian tahu Ziva egois. Cewek itu menolongnya bukan murni karena kasihan, melainkan karena Ziva punya dendam pribadi yang belum tuntas dengan Marvel.

Namun, melihat sorot mata Ziva yang keras kepala, Rian sadar dia tidak punya pilihan selain naik ke boncengan.

**

Motor sport Ziva membelah jalanan kota yang mulai padat oleh kendaraan jam pulang kantor. Mereka tidak menuju ke area perumahan elit atau kafe tempat anak-anak eksis SMA mereka biasa nongkrong.

Ziva justru membawa Rian masuk ke kawasan industri tua di pinggiran kota.

Motor berhenti di depan sebuah gudang kontainer yang dialihfungsikan menjadi bengkel modifikasi. Di depannya, belasan motor besar terparkir rapi. Bau oli, asap rokok, dan dentum musik rok alternatif langsung menyergap indra pendengaran begitu Ziva mematikan mesin.

Rian menelan ludah. Ini markas Black Python, geng motor legendaris yang namanya sering dibicarakan dalam bisikan ketakutan di koridor sekolah.

"Ziv, kita ngapain ke sini? Ini salah alamat," bisik Rian tegang, enggan turun dari motor.

"Gak usah cengeng. Turun," perintah Ziva. Dia melempar helmnya ke atas meja montir di dekat pintu masuk, memicu perhatian beberapa cowok bertato yang sedang membongkar mesin.

"Woy, Ziva! Bawa mangsa dari mana lo?" seru salah satu cowok berambut gondrong sambil tertawa.

Ziva tidak meladeni. Dia terus menarik Rian masuk ke bagian dalam gudang yang lebih luas.

Di sana terdapat sebuah ring tinju amatir berkarat dan beberapa punching bag yang sudah robek di beberapa bagian.

Di sudut ruangan, seorang cowok dengan kaus kutang hitam sedang sibuk memukul speed bag dengan ritme yang konstan dan mematikan. Otot-otot lengannya solid, dipenuhi tato ular yang melilit hingga ke leher. Zegan Pratama. Kakak kandung Ziva, sekaligus ketua Black Python yang terkenal dingin dan tanpa ampun.

"Bang! Gue bawa orang," teriak Ziva.

Seketika, pukulan Zegan berhenti. Dia mengambil handuk kecil, mengusap keringat di wajahnya yang tegas, lalu berbalik. Sepasang matanya yang tajam bak elang langsung mengunci sosok Rian yang tampak asing dan rapuh di tengah lingkungan sekeras itu.

Zegan berjalan mendekat. Setiap langkah sepatunya yang berat terasa seperti lonceng kematian di telinga Rian. Atmosfer di dalam gudang mendadak turun beberapa derajat.

"Siapa dia?" suara Zegan berat, rendah, dan penuh intimidasi.

"Rian. Anak sekolah gue yang kakinya hampir dibikin cacat sama Marvel," Ziva bersedekap, menatap kakaknya dengan pandangan menuntut. "Gue mau lo ngajarin dia cara mukul orang sampai retak. Biar dia gak lembek."

Zegan tidak langsung menjawab. Dia berdiri tepat di depan Rian. Tinggi badan Zegan yang jauh di atas rata-rata membuat Rian terpaksa mendongak. Rian bisa mencium bau maskulin perpaduan antara parfum mahal, keringat, dan bensin dari tubuh cowok di depannya.

"Marvel? Anak anggota dewan yang sok kuasa itu?" Zegan menatap Rian dari ujung rambut hingga ujung kaki, lalu tatapannya tertuju pada perban di pergelangan kaki Rian. Zegan mendengus meremehkan. "Ziva, tempat gue bukan tempat penampungan sampah atau panti asuhan buat korban bully. Bawa dia pulang. Dia cuma bakal ngotorin matras gue."

"Bang Zeg! Lo gak lihat apa yang Marvel lakuin ke—"

"Gue bilang bawa dia keluar, Ziva!" bentak Zegan, suaranya menggelegar membuat seisi bengkel mendadak hening.

Rian mengepalkan tangannya di dalam saku celana. Rasa bersalah karena merepotkan orang lain bercampur dengan harga diri yang terluka memicu sesuatu di dalam dadanya. "Ziva, bener kata kakak lo. Gue gak seharusnya di sini. Makasih buat tumpangannya."

Rian berbalik, mencoba berjalan menjauh dengan kaki yang terseret-seret.

Namun, gerakan Rian justru memicu reaksi tak terduga. Zegan benci orang lemah, tapi dia lebih benci orang yang menyerah sebelum bertarung.

Set!

Dalam satu gerakan kilat yang tidak bisa diantisipasi oleh mata telanjang, Zegan melangkah maju, mencengkeram kerah seragam putih Rian dengan satu tangan, lalu menyentaknya kasar hingga punggung Rian menghantam tiang besi penyangga ring tinju dengan keras.

Dug!

Napas Rian tertahan. Wajah Zegan kini hanya berjarak beberapa sentimeter dari wajahnya.

Sorot mata ketua geng itu berkilat berbahaya, penuh ancaman yang siap meledak kapan saja.

"Lo mau pergi gitu aja setelah masuk ke rumah gue tanpa permisi, hah?" desis Zegan, mencengkeram kerah baju Rian semakin kuat hingga kancing teratasnya terlepas. "Gue paling benci lihat muka pecundang kayak lo. Kalau Marvel mau patahin kaki lo, harusnya lo patahin balik lehernya! Bukan malah pasang muka melas begini di depan gue!"

Ziva terbelalak, baru mau melangkah maju untuk memisahkan mereka. "Bang, lepasin! Kaki dia lagi sakit!"

Zegan tidak peduli. Cengkeramannya pada baju Rian justru semakin erat, mengangkat tubuh Rian hingga ujung sepatunya nyaris tidak menyentuh lantai. Rian bisa merasakan deru napas panas Zegan yang sarat akan kekerasan. Kehidupan Rian yang tenang sebagai murid pintar kini resmi berakhir, tergantikan oleh todongan bahaya dari dunia hitam yang sama sekali tidak dia pahami.

......................

...****************...

Tbc,

1
falea sezi
bagus
falea sezi
uda ziva jauhin pindah sekolah😕 laki. oon. g ba nrima takdir ya😓
falea sezi
jangan ampe nyesel lu rian kehilangan ziva😓 buat ziva pergi aja thor rian bego malah nyalahin ziva
Luna
udah ziva menjauh aja dari cowok yang GK bisa terima takdir , siapa juga yg mau nabrak orang ,,,egois sekali ,,jadi GK respect sama Rian ,
falea sezi
malah nyalahin Ziva🤣 oon bgt ini Riyan plin plan
falea sezi
🤣🤣 si plin plan mending pergi aja ziv laki! gk tau diri cocok sama sampah kayak. keysa
Luna
GK respect sama Rian ,,, ujung ujungnya nanti marahan lagi sama ziva,,,,apa GK ada cowok lain yg bantu Keysa ,atau emang sengaja citra pengen ngerusak hubungan orang,
Luna
makin bodoh yg seharusnya minta tolong om nya dong buat klarifikasi,,,😑
falea sezi
😒 gila ini keysa
Luna
kan itu sudah jadi pilihan kamu sya dari awal ,,, jangan menyesal,cowok idaman mu ternyata tak sempurna seperti halusinasi mu🤣🤣🤣🤣🤣 terima takdir,Marvel memang kaya tapi sifatnya kek psikopat dan kamu sendiri yg membangkitkan nya keysa🤣🤣🤣🤣🤣
Queen Aisyah
🥰🥰
falea sezi
🤣🤣 Riyan ttep. bego uda lah ziv g usa dket cowok plin plan kayak riyan🤭 gk tau diri
Luna
GK salah sih marven dapat cewek lain dia kaya duit banyak,,,kalo ada yg lebih baik dari kamu yh GK mungkin lah di lewat kan , sedangkan Rian dia udah capek banget di PHP in terus ada cewek yg ngasih dia perhatian yh GK mungkin dilewatkan Rian ,,, sekarang elu sendiri GK dapat dua duanya,
Luna
untung si Marvel atau marven sudah putus sama nih cewek,,,,🤣🤣🤣🤣🤣🤣 semoga ada cewek gila lain untuk mantan Keysa 🤣🤣🤣🤣🤣
falea sezi
awas aja lu rian oleng🤣 Ziva gue suruh pindah sekolah
falea sezi
jauhin aja ziv laki gk tau diri🤣 uda ma kesya aja cocok😒 sampah sama sampah
Luna
dalam mimpi sya,,,,,🤣🤣🤣
Luna
Marvel sebelas dua belas sama si Naya yh Thor🤣🤣🤣🤣🤣🤣,agak gila ,,,,gituloh
Rofiwan: Naya versi lanang
total 1 replies
Luna
Rian ,,,, kayaknya yg nolongin kamu bukan Keysa deh ,,,, orang kek dajal gitu nolongin orang kayaknya enggak deh,kaya tapi miskin etika🤣🤣🤣🤣
falea sezi
buat Riyan tegas donk🤣 jangan kayak. kerupuk. melempem
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!