NovelToon NovelToon
Goblin Emperor

Goblin Emperor

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Isekai / Sistem
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: PrinceArslan

Di dunia fantasi yang kejam, di mana hierarki ditentukan oleh kekuatan dan kemurnian garis keturunan, terlahir sebagai seekor Goblin adalah sebuah kutukan. Mereka adalah ras terendah-lemah, kotor, diburu sebagai ajang latihan para petualang amatir, dan dibantai tanpa ampun oleh umat manusia.

Namun, dari kedalaman keputusasaan ras yang nyaris punah di Hutan Misti, lahirlah sebuah anomali.

Bukan dengan kulit hijau menjijikkan atau tubuh bungkuk yang menyedihkan, melainkan dengan paras rupawan bagai seorang High Elf yang agung. Berambut pirang keemasan, bertelinga runcing yang elegan, dan dianugerahi ingatan serta kecerdasan dari dunia modern, ia adalah Altair-Sang Goblin Emperor pertama.

menyadari ras nya di ambang kepunahan altair pun bertekad membangkitkan kembali ras goblin yang hina, menjadi penguasa dunia dengan bantuan sistem manipulasi genetik dan kekuatan reproduksi nya sebagai sang kaisar goblin. bisakah dia menghadapi segala rintangan di depan nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PrinceArslan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7: Taktik Kematian dan Sang Ksatria Perak

Raungan yang menggetarkan udara itu meruntuhkan sisa-sisa keberanian para ksatria Rejerson. Di hadapan mereka, sesosok Warcraft Overlord-monster beruang raksasa dengan sisik batu di punggungnya dan taring seukuran pedang panjang-berdiri menjulang menembus kabut. Matanya menyala merah darah, memancarkan aura sihir liar yang menyesakkan napas.

"Bentuk formasi perisai ganda! Rapatkan barisan!" Khaelar berteriak serak, memaksakan insting militer di tengah kepanikan absolut. "Luthar, bawa para ksatria menahan garis depan! Rudgar, siapkan sihir pengekang di sayap kiri!"

Namun, taktik bertahan yang biasanya efektif melawan infanteri manusia atau monster level rendah itu hanyalah lelucon di hadapan sang penguasa hutan.

Warcraft Overlord itu mengayunkan cakar raksasanya. Kekuatan murni berbenturan dengan baja. Tiga ksatria bangsawan yang memegang perisai terlempar ke udara bagai boneka kain, zirah mereka terkoyak bersama tulang dan daging. Darah segar menyembur, mewarnai kabut putih menjadi merah.

"Tidaaak!" jerit Luthar. Ksatria muda itu terjatuh ke belakang, pedangnya terlepas dari genggaman saat melihat tubuh rekan-rekannya terkoyak menjadi dua. Harapan untuk menyelamatkan Lyra yang suci menguap tak berbekas, digantikan oleh teror kematian yang nyata.

"Formasi hancur! Mundur! Menyebar dan lari!" Khaelar menyadari pertempuran ini sudah berakhir sebelum dimulai. Ia menarik Luthar dari kerah zirahnya, menyeret pemuda itu menjauh dari rahang raksasa yang bersiap melahap mangsa berikutnya.

Mereka masuk tepat ke dalam wilayah perburuan monster ini, persis seperti yang direncanakan secara taktis oleh entitas yang memimpin para goblin.

Sementara itu, sepuluh mil di perbatasan utara Hutan Misti.

Derap langkah kuda perang yang teratur memecah keheningan. Berbeda dengan regu penyelamat Khaelar yang tergesa-gesa dan tak terorganisasi, pasukan yang baru tiba ini bergerak dengan presisi militer yang mematikan. Mereka mengadopsi formasi baji (wedge formation)-taktik invasi kavaleri yang dirancang untuk menembus garis pertahanan musuh layaknya mata tombak, dengan pengintai yang menyebar sistematis di kedua sayap.

Di ujung mata tombak formasi tersebut, menunggangi kuda putih beralas zirah, duduklah Cassvia.

Sang ksatria wanita dari keluarga Baron Cass. Zirah peraknya berkilau menantang suramnya hutan. Wajahnya begitu cantik, anggun, namun memancarkan keangkuhan dan disiplin besi. Sepasang mata birunya menatap jijik ke arah pepohonan berlumut di depannya.

"Tahan laju," perintah Cassvia, mengangkat tangan kanannya yang terbalut sarung tangan baja. Seluruh pasukan berhenti serentak.

"Lady Cassvia," lapor seorang pengintai yang baru kembali dari sayap kanan. "Jejak goblin ditemukan. Jumlah mereka kecil, tetapi tersebar. Namun, kami menemukan sesuatu yang aneh. Tidak ada tanda-tanda hewan buruan atau monster tingkat rendah di sekitar sini. Hutan ini terlalu kosong."

Cassvia menyipitkan matanya. Otak taktisnya mencerna informasi itu. "Goblin adalah hama pengecut, tetapi mereka rakus. Jika mereka mengosongkan wilayah perburuan, itu berarti mereka sedang mengumpulkan makanan untuk dipusatkan di satu titik. Sarang utama mereka ada di dekat sini."

Sang ksatria wanita menghunus pedang panjangnya, bilah bajanya berdengung pelan. Meskipun ia muak harus berurusan dengan monster kotor berlumpur, tugas adalah tugas. Namun di sudut hatinya yang terdalam, jauh di balik fasad ksatria yang keras, Cassvia menyimpan rahasia kelam.

Ia selalu mendambakan pertempuran epik, sebuah takdir heroik yang mungkin... hanya mungkin... akan membawanya bertemu dengan entitas kuno dan indah yang selalu ia puja dalam dongeng-dongeng masa kecilnya: Ras Elf.

Namun realita mengharuskannya membantai goblin hari ini.

"Maju perlahan. Hancurkan sarang mereka, bantai semua yang berkulit hijau, dan temukan Lady Lyra Rejerson. Jangan tinggalkan satu pun makhluk kotor itu hidup-hidup!" titah Cassvia dengan suara lantang.

Tanpa disadari Cassvia, setiap perintah taktis dan pergerakan pasukannya sedang disaksikan.

Jauh di dalam bayang-bayang pepohonan yang rimbun, Altair berdiri diam di atas dahan pohon ek raksasa. Matanya yang merah rubi menatap tajam ke arah sang ksatria wanita berzirah perak. Di belakangnya, sekelompok Goblin Blackhand-pasukan pembunuh senyap yang baru saja Altair kembangkan-menunggu perintah dengan belati beracun di tangan.

[Individu: Manusia Bangsawan (Ksatria - Cassvia)] [Nilai Harapan Saat Ini: 38] [Status: Target Keturunan Prioritas Tinggi]

Altair tersenyum tipis. Wajahnya yang memukau layaknya ras Elf agung itu memancarkan aura predator yang sempurna. Ia mengagumi formasi militer dan disiplin yang ditunjukkan wanita itu. Jika gen ksatria dan vitalitas wanita ini digabungkan dengan sistem goblinnya, anak yang lahir kelak akan menjadi panglima perang yang tak tertandingi.

Lyra adalah awal untuk menguji sistem. Tapi Cassvia... Cassvia adalah kunci untuk menciptakan legiun invasi sesungguhnya.

Kau meremehkan kaumku, Ksatria Wanita, batin Altair. Kau pikir kau datang sebagai pemburu. Tapi di hutan ini, kau hanyalah rahim berikutnya untuk kekaisaranku.

Altair melompat turun dari dahan dengan keanggunan yang melanggar hukum gravitasi, mendarat tanpa suara. Ia memberi isyarat tangan kepada Goblin Blackhand di sekitarnya.

"Biarkan pasukan besarnya lewat, pisahkan dia dari barisannya dengan kabut racun, dan lumpuhkan kudanya," bisik Altair dingin. "Aku sendiri yang akan 'menyambut' sang ksatria ke dalam mimpi buruknya yang paling indah."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!