NovelToon NovelToon
Ternyata Aku Pewaris Ilmu Medis Kuno

Ternyata Aku Pewaris Ilmu Medis Kuno

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Balas Dendam / Penyelamat / Tamat
Popularitas:44.7k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Arif Wicaksono, pewaris ilmu medis kuno dan ketua organisasi rahasia Biro Akasa, turun gunung hanya untuk dihina dan ditolak mentah-mentah saat menagih janji perjodohan dari Keluarga Baskoro. Namun, nasib justru membawanya bertunangan dengan Shinta Liem, gadis bawel berenergi Yin murni penawar racun di tubuhnya, sekaligus memulai perjalanannya membuat orang-orang sombong yang meremehkannya berlutut menangis darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Brak!

Kayu jati yang keras itu sampai retak akibat benturan keras tubuh mereka.

Ketiga preman itu kini terkapar merintih kesakitan di lantai, tidak ada satu pun yang sanggup berdiri lagi.

Seluruh orang di dalam apotek melongo tidak percaya melihat kejadian barusan.

Seorang pemuda yang terlihat biasa saja baru saja menghajar tiga preman berbadan besar tanpa mengeluarkan keringat sedikit pun.

Arif membersihkan ujung kemejanya yang sedikit kotor karena debu lalu menatap preman botak yang merintih memegangi tangannya yang patah.

"Kembalilah pada majikanmu, si Rizki itu," perintah Arif dengan suara sangat dingin.

"Katakan padanya, Dokter Dewa yang dia cari tidak akan pernah sudi mengobati Keluarga Baskoro."

"Sekalipun mereka merangkak dan bersujud di hadapanku."

Mata preman botak itu melebar ketakutan menyadari siapa pemuda di depannya ini.

"K-kau... kau Dokter Dewa itu?!" gagap si preman botak.

"Bukan urusanmu. Sekarang enyah dari sini sebelum aku mematahkan leher kalian!" bentak Arif.

Tanpa perlu disuruh dua kali, ketiga preman itu langsung merangkak bangun dan lari terbirit-birit keluar apotek.

Suasana apotek kembali hening, kali ini karena rasa takjub dan segan terhadap Arif.

Pemilik toko yang tadi terjatuh segera dibantu berdiri oleh pelayannya.

Pria tua itu berjalan gemetar mendekati Arif dan langsung membungkuk dalam-dalam.

"T-terima kasih Tuan Muda! Terima kasih banyak sudah menyelamatkan toko saya," ucap pria tua itu penuh rasa syukur.

"Sama-sama, aku hanya tidak suka keributan saat sedang berbelanja," jawab Arif datar.

Arif menoleh ke arah pelayan kurus yang tadi meremehkannya.

Pelayan itu langsung pucat pasi dan buru-buru membungkus pesanan Arif dengan tangan bergetar.

"I-ini pesanan Anda Tuan, h-harganya lima puluh juta lebih sedikit," ucap pelayan itu menyodorkan bungkusan plastik.

Arif mengeluarkan kartu hitam milik Surya Liem dan menyerahkannya ke kasir.

Mata pemilik toko langsung membesar melihat kartu sakti tanpa limit tersebut.

Hanya keluarga konglomerat papan atas Jakarta yang memiliki kartu seperti itu.

"T-tidak usah Tuan Muda! Anggap saja obat ini sebagai ucapan terima kasih saya!" tolak pemilik toko dengan cepat.

"Menyelamatkan toko ini jauh lebih berharga dari harga obat-obatan ini."

Arif menatap pria tua itu sejenak, lalu mengangguk pelan menerima bungkusan itu tanpa membayar.

"Baiklah kalau begitu, terima kasih," ucap Arif lalu berbalik meninggalkan apotek.

Baru beberapa langkah keluar dari pintu apotek, ponsel di saku celana Arif tiba-tiba berdering.

Ponsel itu adalah ponsel baru yang dibelikan Nana tadi pagi.

Arif melihat nama penelepon di layar dan mengangkatnya santai.

"Halo, ada apa Nana?" sapa Arif.

"Tuan Arif! Anda ada di mana sekarang?" suara Nana terdengar sedikit panik dari seberang telepon.

"Aku sedang di Glodok membeli beberapa obat, ada apa? Adikmu mengamuk lagi mencari-cari aku?" tebak Arif santai.

"Bukan Tuan, ini soal Keluarga Baskoro!" balas Nana cepat.

"Rizki baru saja menyebarkan sayembara medis gila-gilaan ke seluruh rumah sakit di Jakarta!"

Arif tersenyum sinis sambil berjalan mencari taksi.

"Oh ya? Berapa harga yang mereka tawarkan untuk menyelamatkan nyawa anjing tua itu?" tanya Arif penasaran.

"Siapa pun dokter yang bisa menyembuhkan Baskoro, mereka akan memberinya uang tunai seratus miliar dan lima persen saham Grup Mahakarya!" Arif mendengus pelan mendengar nominal yang fantastis itu.

Bagi dokter biasa, tawaran itu mungkin akan membuat mereka gila kekayaan.

Tapi bagi Arif, uang seratus miliar tidak ada artinya dibanding nyawa gurunya yang ditukar murah.

"Biarkan saja mereka membuang uang, tidak akan ada dokter di dunia ini yang bisa menyembuhkan penyakitnya," jawab Arif sangat yakin.

"Kecuali mereka punya Dokter Malaikat yang turun dari langit."

"T-tapi Tuan, kudengar Asosiasi Medis Pusat juga sudah bergerak karena tawaran saham itu," ucap Nana khawatir.

"Dokter Satria bahkan ditelepon langsung oleh keluarga pusat untuk turun tangan lagi."

"Biarkan saja si tua Satria itu mencoba, paling ujung-ujungnya dia cuma mempermalukan dirinya sendiri lagi," ejek Arif mengingat kemampuan dokter itu semalam.

"Ada hal lain yang mau kau sampaikan?"

Nana terdiam sejenak, sepertinya ragu-ragu untuk bicara.

"A-ada satu hal lagi Tuan... Shinta dari tadi mencari Anda sambil membawa sapu lantai."

Arif langsung tertawa lepas mendengar laporan itu.

Harimau betina itu ternyata masih menyimpan dendam kesumat gara-gara pelukan paksa di sofa tadi pagi.

"Katakan padanya, kalau dia berani memukulku pakai sapu, aku akan memeluknya di depan semua pelayan rumah," ancam Arif dengan nada bercanda.

"Aku akan pulang setengah jam lagi, siapkan makan siang."

Klik.

Arif memutuskan panggilan telepon dan masuk ke dalam taksi yang baru saja berhenti.

Di dalam rumah mewah Keluarga Liem, Nana menatap layar ponselnya sambil menggelengkan kepala pasrah.

Dia melihat Shinta sedang mondar-mandir di ruang keluarga sambil memegang gagang sapu seperti orang mau perang.

"Awas saja kau udik mesum! Berani-beraninya mengambil kesempatan dalam kesempitan!" gerutu Shinta terus-menerus.

"Kak Nana, di mana dia sekarang?! Biar kupukul kepalanya sampai benjol!"

Nana hanya tersenyum tipis dan meletakkan ponselnya di atas meja.

"Tuan Arif bilang... kalau kau berani memukulnya, dia akan memelukmu lagi di depan semua pelayan rumah."

Wajah Shinta langsung berubah merah padam seperti kepiting rebus.

Sapunya jatuh ke lantai dengan suara keras.

"Gila! Dia benar-benar cowok mesum kelas kakap!" teriak Shinta berlari naik ke kamarnya sambil menahan rasa malu yang luar biasa.

Nana terkekeh pelan melihat tingkah laku adiknya.

Entah kenapa, sejak kedatangan Arif, rumah besar yang tadinya sepi ini menjadi jauh lebih hidup dan berwarna.

Namun Nana juga tidak bisa menepis rasa khawatirnya terhadap ancaman Keluarga Baskoro.

Dengan tawaran hadiah sebesar itu, orang-orang serakah pasti akan menghalalkan segala cara untuk mencari tahu siapa Dokter Dewa itu.

Dan jika identitas Arif terbongkar, Keluarga Baskoro pasti akan menggunakan cara licik untuk memaksanya.

"Aku harus menyuruh pengawal keluarga untuk memperketat keamanan Tuan Arif di luar," batin Nana merencanakan tindakan pengamanan.

Dia tidak akan membiarkan dewa penolong ayahnya itu disakiti oleh keluarga arogan seperti Baskoro.

1
brajamusti
pertanyaan yg sama yg ga bisa dijawab.. asuuuuu
Utuh Gelapung
shinta mati cari pacar baru.gitu aja repot.repot aja gk gitu.
kiyoe: kan Shinta yang punya energi yin murni kak
total 1 replies
Was pray
gak bisa apa-apa ngeyelan lagi, cewek begini kok dipiara
Was pray
alur cerita mengupas tuntas kecerobohan dan dampak percaya diri yg berlebihan dari Arif dan kebohongan tingkat dewa shinta
Abady Ehm
kalo sudah perempuan ikut campur, hancurlah semuanya, dasar cerita sampah,.....
Night Watcher
kan didepan matamu arya... kok "kudengar"?... haddduhhhh.. ni cerita minta diapain ya...?
hapus ajalah.. cerita asal tulis ini mah..🤦
Night Watcher
ini lagi... macan putih dan naga hitam kan suruhan reyhan bambang...
Night Watcher
kata suster "jangan kena air dulu dua hari", tapi mau dikompres...🤦
Night Watcher
yg mahasiswa baru kan arya, kok malah dia ngatain arif mhsw baru?🤦
Night Watcher
lah.. jelas² duduk di kursi sampingnya, masih ditanya "teman sekelas?"
ini di kantin atau di mana?
Night Watcher
gelar master itu apa gak S2 atau ditempuh setelah lulus S1 ya?
kok kembali ke...
duh bingung aku... gak pernah makan bangku kuliah sih...🤭🤭
Night Watcher
cerita dunia bawah tanah...
menyerahkan musuhnya ke pihak berwajib??? khaaahhhh..!!!
Night Watcher
ada ya jalan tol macet?😇
Night Watcher
perasaan sebelumnya reyhan dkk br muncul dr pintu kantin, tau² udah ada makanan yg penuh saus...
Was pray
kok lama lama bosan ya baca cerita ini.....
Abady Ehm
lama lama kok seperti cerita sampah ini, mana pasukan bayangan malam pelindung keluarga?....
Abady Ehm
mantap ceritanya, lanjut Thor, aku suka kata kata yg sebenarnya, gak dibuat buat,...
Risman Caniago
sekolah aja nggak pernah.....tau2 kuliah.....halu cerita nya lebih mirip dongeng bobok balita..... nggak ada bobot nih cerita.....
Adelina Lin
Saya gk suka dengan sifat Sinta yang selalu memanggil arif, dengan udik, ganti panggilan Sinta ke si arif, jangan dipanggil udik si arifnya
Was pray: Arif dan Shinta cocok jadi pasangan... yg laki laki bermulut pedas dan sering tertipu oleh truk murahan musuh2 nya, sedangkan yg wanita gak menghargai calon suaminya.... masak manggil calon suami udik. .dibilang bodoh kok statusnya mahasiswi tapi mau bilang cerdas tapi pemikirannya kayak bukan mahasiswa. ..... 😄😄
total 2 replies
kiyoe
iyaa kak biar cerita nya menantang hehe tapi next nya udah clear kok pasti
Was pray: bukan bikin cerita lebih menantang Thor, tapi menunjukan kelemahan fatal Arif yang katanya agoan tapi kenyataan nol besar... dan itu jadi alur cerita yg membosankan, segala sepak terjangnya cuma bikin orang2 terdekatnya jadi kurban
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!