NovelToon NovelToon
The Yakuza’S Cold Princess

The Yakuza’S Cold Princess

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:288
Nilai: 5
Nama Author: KimiHaruka

Empat kehidupan, satu takdir terlarang. Di balik aura Antartika sang putri tersembunyi, ada pengawal Yakuza yang rela menantang maut demi melindunginya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KimiHaruka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ternyata Dia...

​Di mata publik dan teman-teman kampusnya, Lisa adalah definisi cewek impian yang punya segalanya: cantik, fashionable, kaya raya, dan punya gaya hidup mewah yang tanpa beban. Namun, tak banyak orang yang tahu bahwa dibalik keceriaan dan gayanya yang down to earth, Lisa menyimpan kisah masa lalu yang cukup pahit dari keluarganya.

​Orang tua Lisa adalah pasangan konglomerat besar penguasa industri resor dan real estate di Hokkaido. Tapi bagi Lisa, rumah keluarganya di Hokkaido bukannya tempat yang hangat, melainkan neraka berlapis emas. Kedua orang tuanya sangat toxic, dingin, dan selalu memperlakukan anak-anak mereka sebagai alat politik bisnis. Muak dengan aturan mengekang dan ambisi gila orang tuanya, Lisa membuat keputusan berani sewaktu lulus SMA: dia memutus hubungan secara mandiri dan pindah ke Tokyo seorang diri.

​Di Tokyo, Lisa membangun hidupnya sendiri. Meskipun dia punya apartemen penthouse mewah di kawasan elit dan mengendarai Porsche 911 GT3 RS, semua itu bukan hasil mengemis pada orang tuanya. Lisa mendapat support finansial dan perlindungan rahasia dari abang kandungnya—satu-satunya anggota keluarga di Hokkaido yang sangat menyayangi Lisa dan diam-diam selalu mentransfer dana melimpah agar sang adik bisa hidup bebas di Tokyo tanpa diusik orang tua mereka.

​Pengalaman pahit itu membuat Lisa sangat benci orang-orang yang fake dan pemanjat sosial. Itulah alasan kenapa sejak masa SMA, Lisa bisa bersahabat sangat dekat dengan Yoona. Bagi Lisa, Yoona adalah satu-satunya cewek jujur, kaya tanpa perlu berlagak, dan punya luka batin yang sama-sama mereka pahami.

​Minggu Malam — Pasca Pertemuan di Rumah Utama Uchiha.

​Malam itu, usai berpamitan dari kediaman Yoona, Lisa mengendarai Porsche abu-abunya menembus keheningan jalanan Tokyo. Di sepanjang jalan, pikiran Lisa sama sekali tidak fokus pada lagu yang terputar di radio. Wajah pria bertato yang baru saja dia temui di dapur Yoona—Yamato—terus berputar-putar di kepalanya.

​Aroma kayu cendana, postur tinggi tegap, dan garis tato di leher pria itu... benar-benar membakar ingatan Lisa pada sosok cowok misterius yang menyelamatkannya di Roppongi minggu lalu.

​Tanpa diketahui oleh Lisa, saat mobil Porsche-nya perlahan meluncur keluar dari gerbang kayu kediaman Uchiha, sosok Yamato sedang berdiri tegap di atas atap lantai dua rumah utama.

​Pria berusia 29 tahun itu mengenakan kaos hitam santai dengan topi bertengger rendah. Dengan sebatang rokok yang menyala tipis di antara jemarinya, mata tajam Yamato mengawasi kepergian mobil Lisa hingga lampu belakang Porsche itu menghilang di tikungan jalan.

​Yamato menghembuskan asap rokoknya tipis ke udara malam, menyunggingkan senyum lempeng yang tak terlihat. Pria berdarah dingin itu tahu betul bahwa sang putri konglomerat Hokkaido sedang memikirkannya, dan Yamato sengaja membiarkan benang penasaran itu terulur makin panjang.

​Senin Pagi — Universitas Tokyo.

​Atmosfer Senin pagi di area parkir VIP kampus kembali riuh seperti biasa.

​Hari ini, Lisa tampil dengan gaya all-black edgy-chic yang luar biasa elegan dan seksi.

​Lisa mengenakan TALL Rib Square Neck Bodysuit warna hitam pekat dari TOPSHOP yang membungkus rapi bagian dadanya. Atasan itu dipadukan dengan celana kain Duo O-Ring Belted Pants warna hitam dari & Other Stories yang bertali pinggang anggun. Di kakinya, terbalut Balenciaga Track LED Trainers warna abu-abu yang sporty. Penampilannya makin mahal dengan aksesoris tas Medium Triomphe Bag dari CELINE, kalung Alphabet L Necklace CELINE, cincin Floral Cross Ring dari Chrome Hearts, serta jam tangan Cartier La Californienne 1970s Tank Watch bernuansa merah-krem di pergelangan tangannya.

REFERENSI OUTFIT by LISA BLACKPINK

​Sementara di sebelahnya, Yoona melangkah anggun dengan gaya chic-mysterious.

​Yoona mengenakan atasan Le Haut Pablo Chiffon Blouse warna hitam dari JACQUEMUS—sebuah blus berbahan kain sifon transparan berpotongan asimetris yang jatuh cantik di bahunya. Bawahannya dipadukan dengan celana jins longgar High-Rise Wide-Leg Stretch Jeans dari Calvin Klein bersabuk kulit Oval Center Bar Buckle. Di jemarinya, tersangkut tas mungil CHANEL Nano Mini Kelly warna hitam, serta kacamata Gentle Monster Becka 01 yang bertengger di wajah cantiknya.

REFERENSI OUTFIT by JENNIE BLACKPINK

​Di depan gedung fakultas, Sasuke si kadal gurun tampak sedang sibuk tebar pesona seperti biasa. Berdiri di samping mobil Lamborghini Huracán-nya, Sasuke melemparkan kedipan mata pada deretan mahasiswi yang langsung berteriak histeris.

​Yoona dan Lisa yang berjalan melewati Sasuke kompak merotasikan mata mereka muak, sama sekali tidak sudi menegur si kadal yang sedang kebingungan sendiri.

​Siang harinya di kantin lantai dua, suasana terasa sangat tenang. Tidak ada gangguan dari cewek-cewek drama seperti Reze atau Sakura, memberikan waktu luang bagi dua sahabat itu untuk menikmati makan siang mereka.

​Lisa mengaduk es matcha latte-nya dengan sedotan, lalu menatap Yoona yang sedang memotong salad buahnya.

​"Na..." panggil Lisa pelan, suaranya agak ragu tapi kentara banget penasaran.

​Yoona menurunkan kacamata Gentle Monster-nya sedikit. "Kenapa, Lis?"

​"Pria bertato yang kemarin di dapur rumah lu... siapa sih namanya?" tanya Lisa pura-pura santai, walaupun matanya mengintip reaksi Yoona.

​Yoona terkekeh pelan. "Yamato? Kenapa? Lu kok tiba-tiba nanyain dia?"

​"Ya... penasaran aja," rancak Lisa sambil mengelak, membuang muka. "Gue cuma heran aja, ada tukang beres-beres rumah yang badannya tegap banget, tatonya dari leher sampai tangan, terus mukanya benteng begitu."

​Yoona menyandarkan punggungnya di kursi, menyunggingkan senyum tipis yang penuh arti. "Yamato itu umurnya dua puluh sembilan tahun. Di rumah utama dia emang sering disuruh Kakashi buat bantu beres-beres. Tapi di luar rumah... Yamato itu salah satu 'Pembersih' kepercayaan Kakashi di klan. Dia eksekutor tingkat atas yang biasanya menangani masalah-masalah bersenjata."

​DEG.

​Jantung Lisa mendadak berdesir hebat! Pembersih Yakuza... eksekutor bersenjata...

​Kata-kata Yoona seolah mengonfirmasi tebakan liar di dalam kepala Lisa. Sekarang semuanya masuk akal! Postur tinggi tegap itu, tatanan tato naga di lehernya, hingga keahlian bertarung yang mengerikan saat menghabisi musuh di Roppongi minggu lalu—pria misterius yang menyelamatkannya malam itu memang benar-benar Yamato!

​"Lu... lu nggak lagi naksir sama Yamato kan, Lis?" goda Yoona sambil tersenyum usil.

​"I-Ih! Apaan sih! Gak lah!" semprot Lisa panik, wajahnya mendadak memerah tipis sampai dia cepat-cepat meminum es matcha-nya. "Gue cuma tanya doang, anjir!"

​Yoona cuma tertawa renyah melihat reaksi bersalah sahabatnya itu, tanpa berniat membocorkan bahwa Yamato sebenarnya sudah lama tahu siapa Lisa.

​Sore harinya usai jam kuliah selesai, Lisa mengendarai Porsche-nya menuju sebuah supermarket (suupa) di kawasan pemukiman mewah Minato-Tokyo. Lisa berniat membeli beberapa bahan makanan dan kebutuhan harian untuk penthouse-nya.

​Di dalam supermarket berlantai marmer yang sepi dan beraroma harum itu, Lisa mendorong troli belanjaannya melewati rak-rak produk impor.

​Saat melangkah di lorong bahan makanan segar dan daging premium, langkah kaki Lisa mendadak terhenti.

​Tak jauh di depannya, berdiri seorang pria tinggi tegap yang sedang serius memilih potongan daging sapi Wagyu A5. Pria itu mengenakan kaus oblong hitam polos yang memeluk ketat otot dadanya, celana jins santai, serta sebuah topi baseball hitam yang terpasang agak rendah. Tatanan tato Yakuza di lehernya mengintip tipis dari balik kerah kaosnya.

​Pria itu adalah Yamato.

​Lisa menahan napasnya sejenak. "Anjir... kok bisa ketemu di sini?!" batin Lisa kaget setengah mati.

​Yamato yang sedang memegang bungkusan daging sapi seolah memiliki indera keenam. Pria berusia 29 tahun itu perlahan menolehkan kepalanya, menatap lurus ke arah Lisa. Wajah lempengnya yang tenang sama sekali tidak terkejut.

​"Nona Lisa?" sapa Yamato pelan dengan suaranya yang berat dan datar. Yamato membungkuk sopan. "Kebetulan sekali bertemu di sini."

​Lisa meneguk ludahnya, berusaha mempertahankan aura badass-nya. Dia mendorong trolinya mendekat, menatap Yamato dari ujung kepala sampai ujung kaki.

​"Lu... ngapain di sini?" tanya Lisa dengan nada curiga. "Bukannya lu kerja di rumahnya Yoona?"

​"Kakashi-san menyuruh saya membeli bahan makanan tambahan untuk dapur rumah utama," sahut Yamato, menunjukkan keranjang belanjaannya yang berisi sayuran segar dan daging.

​Mata Lisa melirik ke dalam troli miliknya sendiri—yang sebagian besar berisi mi instan impor, cemilan kripik, dan beberapa kaleng bir Cass.

​Yamato melirik isi troli Lisa, lalu menatap wajah Lisa dari balik topi hitamnya. Alis Yamato terangkat tipis.

​"Nona Lisa," celetuk Yamato santai, suaranya terdengar datar tapi ada nada perhatian yang tersirat. "Terlalu banyak makan mi instan dan minum bir dingin di malam hari tidak bagus untuk pencernaanmu. Kamu bisa sakit perut."

​Tanpa meminta izin, tangan kekar Yamato yang dipenuhi tato terulur ke dalam troli Lisa. Dengan gerakan tenang dan santai, Yamato mengambil dua bungkus mi instan dari troli Lisa dan mengembalikannya ke rak, lalu menggantinya dengan dua kotak sup miso instan organik dan sebotol jus buah segar.

​Lisa memelototkan matanya, kaget luar biasa dengan tindakan lancang tapi perhatian dari mas-mas lempeng di depannya.

​"Heh! Lu ngapain ngatur-ngatur isi belanjaan gue?!" protes Lisa, wajahnya memerah antara kesal dan gugup.

​Yamato menyunggingkan senyum tipis yang sangat santai di bibirnya. Dia memajukan tubuhnya satu langkah lebih dekat, menundukkan kepalanya hingga wajahnya hanya berjarak beberapa jengkal dari wajah Lisa.

​"Saya cuma tidak ingin melihat Nona Lisa sakit," bisik Yamato pelan dengan suara beratnya yang begitu dalam. "Apalagi... setelah Nona selamat dari kejadian berbahaya di Roppongi minggu lalu."

​DEG!

​Dada Lisa serasa mau meledak! Wajahnya seketika pucat bercampur merah padam!

​"Lu... lu..." gagap Lisa, matanya melotot menatap Yamato. "Jadi beneran lu cowok yang malam itu—"

​Sebelum Lisa sempat menyelesaikan kalimatnya, Yamato sudah lebih dulu melangkah mundur, mengambil keranjang belanjaannya, lalu membungkuk sopan dengan senyum yang misterius.

​"Semoga harimu menyenangkan, Nona Lisa. Sampai jumpa lagi," pamit Yamato tenang, lalu berbalik melangkah pergi meninggalkan Lisa yang berdiri mematung di tengah lorong supermarket dengan jantung yang berdebar gila-gilaan.

​Sementara itu, malam mulai jatuh dengan anggun di kediaman utama klan Uchiha.

​Di taman dalam yang tenang, pendaran lampu lentera kertas memberikan nuansa keemasan yang hangat di atas teras kayu (engawa). Gemercik air kolam koi menyatu dengan tiupan angin malam yang sejuk.

​Yoona sedang duduk bersimpuh di tepi teras kayu, menggoyangkan kakinya yang telanjang secara santai.

​Di sebelahnya, Hatake Kakashi duduk rapat menempel di sisi Yoona. Pria berusia 30 tahun itu telah menurunkan masker hitamnya hingga ke bawah dagu, memperlihatkan rahang tegas dan bibir tipisnya yang tampan.

​Di tangan Kakashi, terpegang dua cup es krim artisanal premium yang baru saja dibeli dari toko dessert terbaik di Ginza: satu cup Matcha Dark Chocolate untuk Yoona, dan satu cup Vanilla Bean untuk dirinya sendiri.

​"Nuna, makan es krimnya pelan-pelan," bisik Kakashi lembut, menyuapkan satu sendok es krim matcha ke dalam mulut Yoona.

​Yoona memejamkan matanya nikmat, menyesap rasa manis gurih es krim tersebut di lidahnya. "Mmm! Enak banget, Kakashi!"

​Yoona menyunggingkan senyum tulusnya yang amat sangat manis—sisi manja yang selalu mekar sempurna setiap kali berada di dekat Kakashi. Yoona lalu mengambil sendoknya sendiri, menyuapkan es krim vanilla ke bibir Kakashi. "Suapan buat kamu!"

​Kakashi menerima suapan itu sambil menatap dalam-dalam ke manik mata jernih Yoona. Tangan besarnya terulur mengusap lembut sudut bibir Yoona yang terkena sedikit noda es krim, lalu menyesap noda manis itu di jarinya sendiri.

​Tindakan sederhana namun sangat intim itu membuat pipi Yoona merona merah hangat. Yoona menyandarkan kepalanya di dada tegap Kakashi, membiarkan tangan besar sang pengawal melingkar protektif di pinggangnya di bawah pendaran cahaya lentera malam.

​"Kakashi..." gumam Yoona manja di dada Kakashi.

​"Ya, Nuna?" sahut Kakashi halus, mencium puncak kepala Yoona dengan penuh kasih sayang.

​"Terima kasih ya... selalu ada di sampingku," bisik Yoona pelan, memeluk leher Kakashi erat-erat.

​Kakashi mengukir senyum hangatnya yang paling tampan, mempererat pelukannya pada tubuh ramping Yoona. Di bawah naungan langit malam Tokyo dan pendaran Benang Merah Takdir yang menyala pekat di antara mereka, Kakashi tahu bahwa pengabdian jiwanya pada sang putri adalah satu-satunya takdir paling indah yang akan dibelanya sampai akhir waktu.

...----------------...

FYI : Cerita ini mengandung sedikit unsur kekerasan, adegan dewasa dan Age Gap (Cinta beda usia), bagi yang tidak suka boleh skip aja.

Cerita ini hanya fiksi belaka, tidak ada hubungan dengan tokoh atau organisasi manapun. Mohon bijak dalam membaca dan berikan komentar, saran, atau kritik yang sopan dan membangun. Arigatou Gozaimasu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!