Chen Yiyi adalah pelayan di Puncak Sakte. Namun nyaris tak ada satu pun murid atau Tetua Sekte yang pernah melihat wajahnya. Dia tak pernah turun ke bawah, tak pernah bergaul, tak pernah meminta apa-apa.
Selama ini dia hanya mengurung diri di gubuk tua itu, merawat taman bunga obat dan menjaga tempat ini untuk orang yang pernah memberinya tempat bernaung — Tetua Puncak Sakte.
Hingga hari itu, kabar datang bagaikan badai: Tetua Puncak telah meninggal dunia. Tanpa pelindung, tanpa nama, tanpa keluarga, Chen Yiyi merasa tak ada lagi alasan baginya untuk tetap hidup. Di tengah malam yang sunyi, di dalam gubuk tua itu, dia memilih mengakhiri hidupnya sendiri.
Darah menetes ke lantai kayu yang lapuk. Matanya perlahan tertutup. Napasnya berhenti.
Namun kematian bukanlah akhir.
Saat kesadaran asli Chen Yiyi lenyap, seketika itu juga cahaya menyelimuti ruangan. Sebuah jiwa dari dunia lain, seorang manusia dari zaman modern yang baru saja meninggal, tersentak masuk ke dalam tubuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11. Bakat Tersembunyi
Sinar matahari pagi menyelinap di antara pepohonan roh Puncak Ketiga. Di halaman luas kediaman pribadinya, Lin Hao duduk bersila, napasnya teratur.
Udara di Pelataran Dalam terasa jauh lebih murni dan pekat — setiap tarikan napas membawa energi roh yang hangat dan menyegarkan ke seluruh tubuhnya.
Dia menutup mata, mengikuti panduan dasar yang diberikan Tetua Bai Yuan kemarin. Perlahan, dia mencoba menarik energi roh ke dalam tubuh, menyaringnya, lalu membiarkannya mengalir melalui saluran meridian.
Tak lama kemudian, langit di atas Puncak Ketiga tiba-tiba berubah. Awan putih berputar perlahan, berubah menjadi keabu-abuan samar.
Bunyi gemuruh halus terdengar, meski tidak ada hujan yang turun. Energi roh di sekeliling Lin Hao bergerak tidak tenang — berdenyut, bergetar, seakan ada sesuatu yang bangun dari tidur panjangnya.
Lin Hao membuka mata, terkejut "Apa... apa yang terjadi? Kenapa udaranya terasa begitu berat?"
"Karena kekuatan di dalam dirimu mulai bangkit.!" Suara itu berasal dari samping.
Lin Yue berdiri di pinggir halaman, cadarnya berkibar pelan. Tidak ada yang bisa melihat tingkat kekuatannya — siapa pun, bahkan mereka yang jauh lebih kuat sekalipun.
Lin Hao berlutut hormat "Guru.!"
Lin Yue: "Bangun. Lihatlah ke langit. Awan itu berputar karena dirimu. Energi yang kau tarik bukan energi biasa — itu energi petir.!' jelasnya.
"Petir?" Lin Hao tampak begitu terkejut.
"Benar. Bawaanmu adalah elemen petir — langka, kuat, dan penuh daya hancur. Selama ini di desa, kau merasa dirimu pembawa sial saat udara bergetar di dekatmu. Itu bukan sial. Itu kekuatan yang tidak kau pahami, dan tidak ada yang bisa membantumu melepaskannya.!" ujar Lin Yue.
"Guru...!" suaranya tercekat. Dia sudah menahan hinaan itu selama hidupnya.
Lin Yue melangkah maju, tangannya terangkat pelan. Sebuah gulungan buku kuno berwarna ungu keemasan melayang dan mendarat di tangan Lin Hao.
Lin Yue: "Sebagai Murid Inti, setiap orang berhak menerima satu warisan teknik dariku. Ini yang pertama — Teknik Petir Langit Awal, cocok dengan bawaanmu. Nanti saat kau masuk ke Aula Warisan Teknik, kau bisa memilih satu teknik lagi, sehingga totalnya tidak boleh melebihi dua. Pelajari dengan sabar, kuatkan fondasi, jangan terburu-buru mengejar kekuatan.!"
Lin Hao memeluk gulungan itu erat-erat "Terima kasih, Guru! Aku tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan ini!"
"Hmm.. lanjutkan latihanmu!"
***
Sore harinya, Lin Hao masuk ke Menara Kultivasi di Puncak Pertama, lantai empat — wilayah Murid Inti.
Ruangan itu tenang, diterangi cahaya lembut dari batu roh di dinding. Dia duduk bersila, membuka gulungan itu.
Tulisan di dalamnya berkilau pelan saat dibaca — pengetahuan mengalir ke benaknya seakan sudah dia ketahui sejak lama. Dia mulai melatih Teknik Petir Langit Awal.
Kilatan ungu samar muncul di telapak tangannya, lalu menghilang, lalu muncul lagi lebih terang. Setiap kali dia berlatih, getaran halus menyebar ke seluruh ruangan.
Di lantai lima, Xiao Tian berhenti berlatih dan menoleh ke bawah. "Ada energi petir... baru pertama kali merasakannya. Apakah itu Lin Hao?"
Su Ling muncul dari balik tirai cahaya, jubah putihnya berkilau "Dia baru masuk hari pertama, tapi energinya sudah sekuat itu. Bakatnya luar biasa.!"
"Dia memang luar biasa. Sekarang kita semua adalah Murid Inti, dan semakin banyak orang berbakat yang bergabung, semakin kuat sekte kita ke depannya.!" Tie Shan ikut menyela.
Ngomong-ngomong, mereka bertiga tidak bisa melihat tingkat kekuatan para Tetua — Mo Yuan, Bai Yuan, maupun Shen Wu. Tapi mereka tahu sudah di tahap apa, karena Lin Yue pernah mengatakannya.
Dan untuk Lin Yue... tidak ada yang bisa melihat apa-apa, tidak peduli setara atau lebih tinggi sekalipun.
***
Di puncak tertinggi, kabut putih menyelimuti menara pribadi Lin Yue. Di dalamnya, waktu berjalan seperti biasa.
Lin Yue duduk bersila, cadarnya terlipat rapi di samping. Di sini, tidak ada yang melihat, tidak ada yang bisa mengukur, tidak ada yang bisa menembus kabut yang dia ciptakan sendiri.
[ PENGUMUMAN SISTEM — PANTAUAN AKTIF]
[ LIN HAO — BAKAT ELEMEN PETIR TERKONFIRMASI. POTENSI LUAR BIASA.]
[ TEKNIK PETIR LANGIT AWAL TELAH DIBERIKAN.]
Lin Yue berbisik pelan "Satu langkah di depan. Pelan-pelan. Kuatkan fondasi dulu.!"
Dia tidak berusaha naik terlalu cepat. Dia tahu — kekuatan tanpa fondasi kokoh seperti gedung di atas pasir.
Di Puncak ke-10, di menara pribadinya, dia terus berkultivasi dengan tenang, menaikkan tingkat di dalam Tahap Nirmala perlahan namun pasti.
Tidak ada yang tahu seberapa kuat dia sekarang. Tidak ada yang bisa melihatnya. Dan itulah kekuatan terbesarnya — menjadi misteri yang tak tertebak.
Di Puncak Ketiga, kilatan petir ungu samar sesekali menyala di halaman kediaman Lin Hao — tanda bahwa seorang murid berbakat baru saja memulai perjalanannya.
...----------------...
Di Puncak ke-10, di dalam Menara Kultivasi pribadinya, Lin Yue duduk bersila. Berbulan-bulan waktu latihan terlewati dalam sekejap mata.
Energi roh di sekelilingnya berputar perlahan, menyatu dengan napasnya, mengalir ke seluruh meridian tanpa hambatan. Dia sudah berada di Tahap Nirmala, dan hari ini... batas itu kembali terdorong naik.
Cahaya keemasan lembut menyelimuti tubuhnya, tidak menyilaukan, namun berat dan agung. Di kesadarannya, suara Sistem terdengar jelas dan tegas.
[ PENGUMUMAN SISTEM — KENAIKAN TAHAP TERCAPAI!]
[LIN YUE — TAHAP 8: NIRMALA TINGKAT 7!]
[ KARENA TUAN SEKTE NAIK TAHAP — HADIAH KENAIKAN TAHAP DITERIMA!]
[ SEMUA HADIAH YANG TERKUMPUL TELAH DIKELUARKAN! ]
Di saat itu juga, cahaya keemasan menyebar ke seluruh sepuluh puncak Sekte Surgawi Langit — tidak menyilaukan, namun terasa hangat dan penuh berkah. Satu per satu hadiah muncul di tempat yang telah ditentukan, masing-masing memancarkan aura yang berbeda.
[ 4 KARTU PEMANGGIL TAHAP DEWA — TERSIMPAN DI PENYIMPANAN SISTEM!]
[ 4 KARTU PEMANGGIL TAHAP NIRMALA — TERSIMPAN DI PENYIMPANAN SISTEM!]
[ KEBUN PERSIK ROH — TELAH MUNCUL DI PUNCAK KEEMPAT !]
- Buah persik roh — memperpanjang umur 300 tahun. Sangat langka, tak ternilai harganya di luar sana.
[ AULA PEDANG DAN BENDA PUSAKA — TELAH MUNCUL DI PUNCAK KELIMA!]
- Tempat penyimpanan dan penyempurnaan senjata pusaka. Pedang yang ditempa di sini mendapat berkah energi roh murni.
[ AULA ALKIMIA — TELAH MUNCUL DI PUNCAK KEENAM!]
- Furnitur dan tungku alkimia tingkat tinggi. Tanaman roh tumbuh subur di sekitarnya.
[KAPAL TERBANG — TELAH DITERIMA!]
- Kendaraan terbang milik sekte. Bisa mengecil hingga seukuran telapak tangan dan disimpan di cincin penyimpanan. Mampu menampung ratusan orang, melintasi ribuan li dalam sekejap mata.
***
Di Puncak Pertama, Mo Yuan mendongak — matanya memancarkan keheranan, namun dia tidak bertanya.
Dia dan dua Tetua lainnya tahu bahwa mereka dipanggil ke sini oleh kekuatan misterius bernama Sistem. Itu saja yang mereka ketahui.
Soal asal-usul benda-benda ajaib yang terus muncul di sekte ini... mereka sama sekali tidak tahu. Mereka hanya melihatnya muncul, merasakan keagungannya, dan menerima perintah untuk menjaganya. Tidak ada yang berani bertanya. Tidak ada yang perlu tahu.
Mo Yuan berbisik pelan "Benda-benda ini... luar biasa. Tapi asalnya dari mana... tidak ada yang tahu. Kita hanya perlu menjalankan tugas dan menjaganya.!"
Xiao Tian, Su Ling, Tie Shan, dan Lin Hao yang berada di Pelataran Dalam juga merasakan perubahan itu.
Mereka bisa melihat kemegahan yang muncul di puncak-puncak di atas mereka. Kebun persik roh yang berkilau keemasan, bangunan aula yang megah... semuanya terlihat begitu mustahil.
Kapal terbang itu tidak terlihat di langit — karena sudah disimpan Lin Yue di cincin penyimpanannya, siap dikeluarkan kapan saja.
"Kebun itu... buahnya bercahaya keemasan. Aroma yang turun sampai ke sini... segar dan penuh energi," ucap Xiao Tian sambil mendongak takjub.
"Sekte kita semakin megah setiap harinya. Kita harus berlatih lebih keras agar pantas berada di sini," kata Su Ling dengan wajah serius dan penuh tekad.
"Benar. Semakin banyak hal berharga yang ada di sini, semakin besar tanggung jawab kita untuk menjaganya," ujar Tie Shan sambil mengepalkan tangannya erat.
"Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku akan menjadi kuat agar kelak bisa ikut melindungi sekte ini," seru Lin Hao dengan mata berbinar penuh semangat.
***
Pintu gerbang Puncak ke-10 terbuka. Lin Yue berjalan turun, cadarnya berkibar pelan. Aura Tahap Nirmala Tingkat 7 menyelimutinya.
Dia berhenti di halaman utama, di hadapan para Tetua dan keempat muridnya.
Dia berhenti di halaman utama, di hadapan para Tetua dan keempat muridnya.
"Mo Yuan, Bai Yuan, Shen Wu — bagilah tugas," ucap Lin Yue dengan suara tenang namun berwibawa. "Kebun persik roh di Puncak Keempat — jaga ketat. Buahnya tidak boleh diambil sembarangan. Hanya mereka yang telah memberikan jasa besar bagi sekte yang berhak mendapatkannya.!"
Setelah berhenti sejenak dia melanjutkan "Aula Pedang dan Aula Alkimia — buka untuk murid inti yang sudah memenuhi syarat. Kapal terbang sudah kusimpan di cincin penyimpanan sekte. Siapapun yang ingin menggunakannya harus meminta izin langsung dariku. Kapal itu bisa mengecil dan disimpan kembali kapan saja."
"Siap, Tuan Sekte! Semua perintah akan kami laksanakan dengan ketat!" jawab Mo Yuan dengan hormat dan tegas.
"Kebun persik roh akan dijaga siang dan malam. Tak satu pun buah akan hilang tanpa izin," ujar Bai Yuan dengan wajah serius.
"Aula alkimia dan aula pedang akan kami kelola dengan rapi. Setiap senjata dan ramuan yang dibuat di sana akan dicatat dengan baik," kata Shen Wu sambil menunduk hormat.
"Bagus. Kalian boleh kembali," ucap Lin Yue sambil mengangguk pelan.
Ketiga Tetua bersujud hormat, lalu berpisah menuju puncak masing-masing untuk menjalankan tugas.
Lin Yue menatap keempat muridnya.
"Kalian juga kembali berlatih. Kekuatan dan harta sekte ini tidak ada artinya jika kalian tidak kuat menggunakannya. Kuatkan fondasi. Naiklah perlahan," nasihatnya dengan tatapan lembut namun tegas.
"Siap, Guru!" seru keempat murid bersamaan dengan penuh semangat.
Mereka mundur dengan hormat. Lin Yue berdiri sendirian di halaman utama, menatap ke arah Puncak Keempat di mana kebun persik roh berkilau keemasan.
"Semakin tinggi tahapku, semakin banyak hadiah yang kudapat. Dan semakin kuat sekte ini... semakin cepat aku bisa mencapai puncak tertinggi," bisiknya pelan sambil menatap langit dengan tekad yang tak tergoyahkan.
"Semakin tinggi tahapku, semakin banyak hadiah yang kudapat. Dan semakin kuat sekte ini... semakin cepat aku bisa mencapai puncak tertinggi," bisiknya pelan sambil menatap langit dengan tekad yang tak tergoyahkan.
Angin berhembus pelan di antara sepuluh puncak. Cahaya keemasan dari kebun persik roh menyebar lembut, menyinari seluruh Gunung Langit.
Di kejauhan, di wilayah Sekte Awan Tinggi, para tetua yang sedang berkumpul tiba-tiba terdiam — mereka merasakan gelombang energi yang luar biasa kuat datang dari arah Gunung Langit, tempat yang selama ini mereka anggap hanya gunung biasa.
.
.
.
.
cerita nya seru banget.... singgah juga di karya baru aku ya🤭🔥🔥