NovelToon NovelToon
Kau Selingkuh, Aku Balas Selingkuh.

Kau Selingkuh, Aku Balas Selingkuh.

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Vea Vivie

Andriana Arnova harus menyaksikan pengkhianatan suaminya dengan kakak iparnya sendiri.
Namun bukan marah, minta cerai yang ia lakukan, melainkan membalasnya dengan kegilaan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Rasa sakit, kecewa dan dendam di dadanya telah merubah dunianya.
Demi membalas dendam atas pengkhianatan suaminya, ia rela mengorbankan karir yang selama ini ia bangun dengan susah payah.
Baginya setiap kerugian harus ada bayarannya dan setiap rasa sakit harus ada pembalasan yang akan lebih menyakitkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vea Vivie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11

Andriana berjalan menyusuri lobi rumah sakit menuju pintu lif di lantai dasar. Tempat dirut berada di lantai 5 sedangkan kantornya berada di lantai 4.

Kebetulan sekali saat di lift ia bertemu dengan Andra, teman kuliahnya dulu yang termasuk mahasiswa paling populer setelah Devan.

"Hai, kamu Andriana?" Sapa Andra dengan senyum tipis, lugas dan cukup mempesona, tapi tetap tidak bisa melampaui Devan yang memang sudah tertancap di hatinya.

Andriana menoleh dan terdiam sejenak untuk mengingat sebentar sebelum akhirnya tersenyum lebar " Oh iya , kamu Andra kan?".

"Aku pikir kamu sudah lupa padaku ?"

"Eh ya enggak dong kamu kan murid paling tampan di kelas dulu tidak semudah itu melupakanmu, ngomong ngomong kamu dokter juga di sini, dokter apa ndra?" Jawab Andriana dan balik bertanya karena melihat Jaz kebesaran yang sama dengan miliknya.

"Aku dokter dalam An"

"Sudah lama kamu di sini?"

"Ya cukup lama sih, kamu ingat kak Devan kan?" Ucap Andra.

Andriana terdiam sejenak sebelum akhirnya mengangguk perlahan.

"Dia itu dokter handal dan profesional di sini, dia juga Dirut paling pengertian, royal dan selalu ramah sama bawahannya" .

"Hah masasih".

"Kamu baru di sini? Pantes belum mengenal dokter Devan".

"Ya aku memang baru seminggu di sini, awalnya aku berada di rumah sakit cabang, entah kenapa Dirut memintaku pindah ke sini dan sekarang meminta bertemu secara pribadi".

Andra tersenyum "Awas lo nanti naksir lo sama dokter Devan".

"Ih apaan sih Ndra aku dah nikah tau, nih " Andriana mengangkat tangannya dan memperlihatkan jemari lentiknya untuk menunjukkan cincin nikahnya bersama Arnold.

Andra pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal, tersenyum miring "Wah sudah gak ada kesempatan dong".

Andriana tertawa lebar.

Mereka pun bersenda gurau, hingga tanpa terasa pintu lift sudah terbuka, mereka pun berpisah di sana menuju ruangan masing masing.

Andriana berhenti di depan pintu ruangan Dirut rumah sakit.

Tangannya mengetuk pintunya perlahan.

Tok tok tok

Ceklek

''Dok, permisi saya adalah dokter Andriana Arnova dari rumah sakit cabang di kota xxx. Saya datang ke sini sesuai permintaan anda yang mengundang saya secara pribadi" Ucap Andriana sambil mengernyitkan keningnya sambil terus menatap kursi Dirut dengan posisi memunggunginya.

'Apa benar ia Devan, mungkin hanya namanya yang kebetulan sama'

Perlahan kursi itu memutar dan memperlihatkan wajah Dirut yang sudah menahan tawa.

"Kamu!" Pekik Andriana begitu tahu Dirut yang memintanya bertemu secara pribadi adalah Devan, kekasih gelapnya selama ini.

"Sayang kemarilah, aku sangat kangen sama kamu, rasanya aku tidak bisa lagi jauh darimu cantik".

Andriana pun menarik nafas dalam-dalam lalu berjalan ke arah Devan dan duduk di pangkuan dokter tampan itu sambil melingkarkan kedua tangannya di leher Devan.

"Entah kenapa aku juga tidak bisa jauh darimu Devan, apa aku sudah semakin gila? Sungguh Devan aku sudah gila karena pesonamu, aku selalu memikirkanmu".

Cup

Tanpa basa basi dan kebanyakan bicara, Devan segera membungkam mulut Andriana dengan kecupan manis dan lembut.

Tanpa melepaskan pagutannya mereka bergeser tempat di sofa, dan merebahkan diri mereka di sana.

Ciuman itu semakin panas dan menuntut lebih.

Mereka pun tidak peduli lagi sedang di mana di jam berapa, kepuasan dan hasrat membuat keduanya semakin gila dan tidak terkendali, hingga mencapai puncak berkali kali.

Setelan cukup puas bersenang senang mereka pun merapikan baju dan rambut masing-masing.

"Andriana"

"Hmmm" Jawab Andriana tanpa menoleh karena masih mengancingkan kemejanya dan merapikannya kembali.

"Apa kita akan terus begini?"

"Maksud kamu apa Van?"

"Kamu ceraikan Arnold dan menikah denganku ".

Deg

Andriana terdiam sejenak kemudian menoleh pada laki laki tampan itu, tatapannya tajam seakan menyimpan sesuatu yang tidak ingin dia kasih tahu pada siapapun.

"Maaf Van, aku belum bisa meninggalkan Arnold"

"Kamu masih mencintainya?"

Andriana menarik nafas dalam-dalam lalu menyunggingkan senyum tipis dan menarik kerah baju Devan, mencium bibirnya sekilas, pandangannya terpaku pada dua netra berwarna coklat kebiruan itu.

"Rasa cinta ini sudah lama padam Van, kamu jangan khawatir meskipun dia masih menjadi suamiku yang sah, tapi jiwa dan ragaku telah aku serahkan kepadamu" Setelah menyelesaikan ucapannya Andriana melangkah pergi namun tangan Devan lebih dulu menarik tubuh dokter cantik itu dan menjatuhkannya ke dalam dekapannya dari belakang "Tidakkah kamu ingin memulai hubungan yang sah denganku ?".

Andriana menunduk, air matanya tiba tiba bergulir perlahan membasahi pipinya yang putih bersih kemerahan.

'Ingin Van, aku sangat ingin menjadi istri sahmu tapi ada sesuatu yang tidak bisa aku jelaskan padamu'

"Sayang, aku tidak hanya menyukai tubuhmu tapi aku inginkan kamu menjadi istriku sah dan melahirkan anak anak kita".

"Van, maafkan aku tidak seharusnya kamu mengharapkan lebih dariku. Aku bukan perempuan baik baik Van, aku hanya memanfaatkanmu sebagai pelampiasan hasratku, tidak lebih".

Devan pun melepaskan dekapannya perlahan

"Begitu cinta kah dirimu pada Arnold yang tidak pernah bertanggungjawab pada kebutuhan batinmu dan selingkuh dengan kakak iparnya sendiri".

"Bukan itu, bukan karena cinta, jujur saja aku sudah tidak mencintainya lagi, hanya rasa jijik dan muak bila di dekatnya, tapi memang ada sesuatu yang membuatku harus bertahan, dan ini tidak bisa aku jelaskan padamu".

Devan terdiam, kedua tangannya pun melepaskan dekapannya perlahan, membiarkan wanitanya melangkah pergi meskipun hatinya terasa hancur.

Tak lama kemudian Devan mengambil ponsel yang ada di atas meja, ia memanggil seseorang untuk datang menemuinya.

Tak berselang lama Leo pun datang menemuinya di ruangannya.

"Ada apa tuan muda memanggil saya?"

"Bagaimana perusahaan?"

"Baik tuan, semua kontrak sudah terkondisikan dengan baik"

"Bagus, sekarang aku memiliki tugas untukmu Leo?"

"Tugas apa tuan?"

"Kamu selidiki dan cari tahu, apa ada sesuatu yang dirahasiakan oleh dokter Andriana. Apa ada masalah dengan keluarganya".

"Baik tuan" Jawab Leo kemudian melangkah pergi meninggalkan Devan di ruangannya.

***

"Mas, kenapa kamu selalu menuduhku selingkuh!Apa tidak bosan menuduhku tanpa bukti!"Ketus Saskia sambil melemparkan bantal ke arah suaminya.

Adit geram, ia mengepalkan tangannya lalu melemparkan sebuah map berisi beberapa berkas dan foto foto mesra.

Saskia mengambil nafas panjang lalu meraih map tersebut, ia buka dan melihatnya satu persatu.

Matanya melotot tajam" Jadi selama ini kamu menyelediki aku! Keterlaluan kamu!".

Adit mengerutkan keningnya" Kamu masih tidak merasa bersalah? Sekarang kamu jujur padaku siapa laki laki itu?".

"Tidak! Kamu tidak akan mengerti mas!" Saskia memalingkan wajahnya tapi Adit menarik tubuh istrinya lalu menamparnya dengan cukup keras hingga darah segar mengalir dari sudut bibirnya.

Plak

"Sekarang katakan Saskia, sudah sejauh mana hubunganmu dengannya? Sudah berapa kali kalian tidur bareng? Katakan!"

Hiks hiks hiks

"Tidak mas Adit, aku mohon maafkan aku".

Adit masih dipenuhi emosi di dadanya ia melemparkan tubuh istrinya di atas ranjang.

Ia memaksa membuka bajunya dan melakukannya tanpa pemanasan membuat Saskia merasakan sakit yang luar biasa, sedangkan Adit terus menekan dan tidak perduli dengan teriakan Saskia.

"Ah, mas ampun mas Adit, hentikan aku mohon, ah ah tidak mas Adit, ampun mas , sakit ah ah!"

"Kamu ingin ini kan, sekarang akan ku berikan" Adit menarik tubuh Saskia dan membuat posisinya jongkok, dengan kasar ia merudal paksa istrinya dari belakang tanpa ampun.

"Mas, sakit! Ampun mas hiks hiks hiks"

1
Uthie
Cerita yg menarik diawal membacanya.. dan masih berlanjut menyimak 👍👍👍
Uthie
Lanjut Thor 👍👍👍
Uthie
Lohhh.. itu bukan si Saskia?!??
evana gusani
baru mampir
Uthie
Andriana kah??
Uthie
lanjuuttttt
Uthie
lanjut menyimak 👍
Uthie
mampir 👍
Adinda
seharusnya direkam dulu buat dijadiin bukti kalau mau cerai
Vea Vivie: dah gak sempat ,😅
total 1 replies
Della Ivva
Good
Della Ivva
Ehmmmm lanjut
Arra Bella
gass saja van
Arra Bella
lanjut kak, seru nichh.... 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!